04/06/2019
Orang-orang telah mengajarimu hal-hal yang murahan untuk meraih kebahagiaan semu/palsu. Entah itu dengan cara mendapatkan uang yang banyak, menjadi tokoh hebat dan terkenal, atau iming-iming surga yang tidak pernah nyata. Sehingga engkau telah menghabiskan usia dengan berbagai rutinitas profesi dan ritual-ritual agama yang hingga hari ini tidak pernah wujud "surga" itu pada kenyataan hidupmu.
Ketahuilah, surga adalah kebahagiaan yang hakiki, yaitu ada pada diri terdalam-mu, itu abadi di sana. Bukan di luar diri atau di alam yang lain. Surga sudah ada sejak awalnya keberadaanmu, yaitu pada RUHmu sendiri. Namun engkau telah lalai akan hal ini.
Tujuan keberadaanmu pada kehidupan ini adalah sebagai manusia-manusia surgawi yang saling berkasih sayang. Sebab cinta adalah satu-satunya yang kekal, cinta adalah wujud kongkrit dari Tuhan. Agama-agama itu seharusnya mengingatkanmu akan hal ini, namun yang terjadi justru malah menjauhkanmu dari kesejatianmu.
Jangan pahami hakikat dengan pikiran, sebab pikiran itu buta terhadap kebenaran, pikiran itu selalu labil. Tuangkanlah hakikat pada RASA, sehingga bilamana salah, RASA akan menyingkirkannya secara otomatis. Dan RASA sanggup menjadi wadah hakikat yang sangat luas. terlebih lagi keheningan, ia adalah sumber sekaligus wadah hakikat yang tak berbatas, tiada tepi.
Belajarlah HENING... itulah tujuan akhir dari segala keberadaan. Mengalir dan harmoni bersama seluruh aspek kehidupan, manunggal bersama kesempurnaan jiwa alam semesta. Puncak kesadaran yang boleh disebut apapun, jadi tidak usah mempersoalkan sebutannya.
Orang-orang telah menjejali pikiranmu dengan doktrin: "engkau bukan apa-apa" - "engkau bukan siapa-siapa" - "engkau tidak bisa ini dan itu" - "manusia itu tidak bisa sempurna", dan ungkapan-ungkapan bodoh semacam itu. Mereka telah merenggut "percaya diri"mu, memadamkan cahaya ilahi-mu. Tapi bukan salah mereka juga, sebab mereka sendiri juga telah padam cahaya ilahi-nya. Yang mereka tahu hanya virus-virus semacam itu, dan mereka semangat sekali menularkannya.
Doktrin seperti itu seolah-olah tampak bagus, seolah-olah mengajarkan rendah hati. Tapi itu sesungguhnya justru menghancurkan kesejatianmu, engkau malah menjadi lemah dan malas, menjadi ragu dan pesimis. Engkau kehilangan energi akal sehat dan pemberdayaan nurani. Maka bangunlah dari lamunan panjang itu, berusahalah mengingat Diri sejati-mu.
Bilamana engkau telah betul-betul ingat pada DIRImu, betul-betul telah kembali menjadi DIRImu. Engkau akan menyaksikan cakrawala yang maha indah dan maha luas. Engkau akan terbebas dari kelahiran dan kematian, sebab selama masih ada lahir dan mati, maka di situ akan selalu ada penderitaan.
Kehidupan adalah anugerah suci, maka rayakanlah kehidupan ini dengan penuh cinta kasih dan bahagia. Itu satu-satunya yang asli pada hidup dan kehidupan.
Selamat Bercahaya...