28/05/2023
UNTUK APA MANUSIA DI LAHIRKAN ????
"Innaa Kholagnal-Insaana min Nuthfatin Amsyaajin nabtalihi Faja'alnaahu samii'an bashiiroo" Yang artinya adalah "sungguh kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang kami hendak MENGUJINYA (dengan perintah dan larangan), karena itu kami jadikan dia mendengar dan melihat. Al Insan ayat 2.
Ayat ini jelas sekali menyebutkan bahwa kita sebagai manusia memang di CIPTAKAN oleh Allah sengaja untuk DIUJI dari segala PERINTAH DAN LARANGAN. Maka dari itu Allah membekali kita sebagai manusia dengan MATA untuk melihat mana yang baik dan mana yang buruk serta TELINGA UNTUK Mendengar mana yang di perintahkan dan mana yang di larang.
Sebagai manusia yang benar-benar beriman dan taat tentunya memiliki kepentingan untuk mengikuti perintah dan menjauhi larangan yang telah di tetapkan oleh Allah SWT. Maka dari itu kita harus paham betul mana yang di perintahkan dan mana yang di larang oleh SWT.
Pada Kenyataannya TIDAK SEMUA orang yang mengaku beriman benar-benar sanggub menjalani apa yang telah di perintahkan dan apa yang telah di Larang Oleh Allah SWT, mengapa HAL INI BISA TERJADI ???
Banyak orang yang telah bersusah payah mencari penyebab dari semua ini, sehingga terjadi banyaknya aliran dan ajaran yang berbagai macam ragam yang tidak lain adalah untuk mencari kedamaian dan ketentraman kehidupan dunia dan ahirat.
Dalam Al Qur'an jika kita mau belajar dan memahami dengan baik maka seseorang bisa mengendalikan dirinya untuk menjadi hamba Allah yang benar-benar bermaqom sidiq yang berarti benar apa yang di lakukan dalam berproses menjalani kehidupan ini baik itu kehidupan duniawi ataupun kehidupan Rohani serta kehidupan spiritualitas.
Jatuh bangun dalam mencari sebuah kebenaran tentu sering sekali menghadapi kelelehan batin karena sering terjadi antara harapan dan kenyataan tidak sama atau tidak sesuai apa yang kita inginkan, BEGITULAH REALITANYA,
ADA APA SEBEBARNYA SEHINGGA SULIT SEKALI UNTUK BENAR-BENAR MAMPU MENYUKURI sesuai dengan ketentuan konsep ilmu agama yang sesungguhnya. Hal ini tentulah menjadi kajian yang mendalam karena dalam Surah Al Insan ayat 3 menyebutkan bahwa sesungguhnya "Innaa Hadainaahus-sabiila imma syaakirow wa imma kafuuro" yang artinya adalah " Sungguh, kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus, ada yang bersyukur ada p**a yang kufur".
Begitulah kehidupan yang telah di tetapkan Allah bahwa sesungguhnya manusia itu memang ada yang selalu bersyukur dan ada p**a yang kufur" Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, kita ada di golongan mana?? manusia yang BERSYUKUR ATAU YANG KUFUR".
Siapapun kita tentunya ingin dan menjadi manusia yang pandai bersyukur, atau mendudukan diri sebagai Ahli syukur, pantaskan diri ini menjadi manusia yang ahli syukur dan mampu berpandang pada konsep syuhud, ataukan diri kita ini termasuk orang-orang yang kufur dan terlalu banyak pada sudut pandang ahlul hijab, Tentulah hanya diri kita sendiri yang mampu menjawabnya dengan kejujuran diri yang mau mengakui dan berbenah diri.
TIDAKLAH GAMPANG diri ini mengatakan untuk benar-benar menjadi hamba Allah SWT karena semua itu tentu ada aturannya yang menjadi pedoman bagi diri kita sebagai manusia yang benar-benar SADAR DIRI untuk selalu bersyukur kepadaNYa.
Berapa banyak diri ini protes pada keadaan yang tidak sesuai dengan harapan yang kita inginkan ???
Berapa banyak kita mengeluh, marah dan kecewa serta dendam terhadap nasib yang melanda diri ini ???
Berapa banyak kekecewaan diri kita pada suami atau istri atau mungki kekecewaan terhadap anak-anak kita karena tidak sesuai dengan harapan yang kita inginkan ???
Berapa banyak kita kecewa dengan rekan kerja kita, kecewa pada bos kita, kecewa pada anak buah kita sehingga membuat stres, marah bahkan ada yang dendam, sadarkan kita bahwa sebenarnya sifat tersebut akan selalu membuka pintu setan, iblis dan hewan menguasai diri kita, sadarkah kita bahwa hakikat hidup kita harus menjauhi sifat setan, iblis dan sifat hewan...
Layakkan kita ini dikatakan sebagai orang yang pandai bersyukur ?? ketika kita menyadari hal ini mungkin diri ini masih protes dan tidak terima pada diri sendiri, mengapa hal ini bisa terjadi lagi pada diri ini ?? mampukan kita mengendalikan semua nafsu angkara murka yang ada pada diri kita (yang berbentuk setan) sadarkah kita akan hal ini ?
Begitulah pergulatan diri antara akal dan hati, bagaimana cara akal mendapatkan cahaya furqon? bagaimana hati benar-benar bisa bercahaya (nurul Qolbu), beranikah kita memulainya? sadarkah kita bahwa semua itu adalah kepentingan diri dan hidup kita sebagai manusia?
Carilah jawabannya pada karya-karya buku Gus Salam YS yang berjudul
"Salik & Kebajikan", "Cara Mudah Menemukan Jati Diri", "Konsep Samawa".
Insya Allah dalam 3 judul buku ini akan membantu anda yang menginginkan pencerahan dan jalan terang dalam membentuk ilmu agama, Ilmu Rohani dan Ilmu Spiritual yang berbasis Ilmiah, Alamiah dan Ilahiyah serta berbasis kitab suci Al Qur'an dan beberapa karya-karya besar pada Wali-Wali Allah SWT.
ketahui dan sadarilah bahwa yang menyelamatkan hidup kita adalah ilmu pengetahuan yang membawa pada cahaya terang menderang yang datangnya dari Allah Yang Maha Memiliki Ilmu baik yang ghoib ataupun yang dahir serta Dari Allah Yang Maha Menyelamatkan.
Selamat belajar untuk selalu mengoreksi diri bukan mengoreksi orang lain, karena hanya diri ini yang bertanggung jawab pada diri sendiri di hari akhir nanti.
Selamat berjuang.... Dari Ufuk Utara Jogjakarta.
Kumoro Jati Mentoring...
Gus Salam YS.
Untuk info lebih lanjut bagi anda yang ingin memiliki/membeli tiga buku karya Gus Salam YS bisa wa.me/6285106867770