12/05/2026
BINUANG – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang melakukan gebrakan melalui peningkatan kapasitas SDM pertanian secara masif. Selama tiga hari, terhitung sejak 11 hingga 13 Mei 2026, BBPP Binuang menyelenggarakan Pelatihan Tematik Aparatur bagi Jabatan Fungsional (JF) Penyuluh Pertanian dan Pelatihan Tematik Non-Aparatur khusus bagi Brigade Pangan.
Kegiatan ini dilaksanakan serentak di lima titik lokasi strategis di Kalimantan Selatan, yakni Kecamatan Pelaihari (Kabupaten Tanah Laut), Kecamatan Cintapuri Darussalam (Kabupaten Banjar), Kecamatan Tapin Tengah (Kabupaten Tapin), Kecamatan Simpur (Kabupaten Hulu Sungai Selatan), serta Kecamatan Pandawan (Kabupaten Hulu Sungai Tengah).
Pelatihan ini dirancang dengan kurikulum spesifik yang menyesuaikan kebutuhan peran masing-masing peserta di lapangan. Bagi peserta Non-Aparatur (Brigade Pangan), materi difokuskan pada penguasaan teknologi modern dan kemandirian usaha, meliputi Teknis Budidaya Padi Lahan Rawa serta Manajemen Pengelolaan Brigade Pangan yang mencakup digitalisasi pertanian melalui penggunaan drone serta penguatan literasi keuangan. Hal ini bertujuan agar Brigade Pangan mampu menjadi unit pengelola pertanian yang profesional dan melek teknologi.
Sementara itu, bagi para Aparatur (JF Penyuluh Pertanian), pelatihan dititikberatkan pada fungsi pengawalan teknis dan manajerial. Materi yang disampaikan meliputi Pengendalian OPT Lahan Rawa, Manajemen Pengelolaan Brigade Pangan, serta pendalaman Teknis Budidaya Lahan Rawa. Dengan kompetensi ini, penyuluh diharapkan mampu memberikan solusi preventif terhadap serangan hama dan menjadi konsultan bagi manajemen Brigade Pangan di wilayah kerjanya.
Kepala BBPP Binuang menyatakan bahwa penggabungan materi teknologi canggih seperti drone dengan manajemen keuangan dan teknik budidaya adalah kunci transformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern yang menguntungkan.
"Kita ingin memastikan bahwa personel di lapangan, baik penyuluh maupun Brigade Pangan, memiliki frekuensi yang sama dalam mengelola lahan rawa secara efektif. Integrasi antara penggunaan drone untuk efisiensi kerja dan pemahaman literasi keuangan untuk keberlanjutan usaha adalah pembeda dalam pelatihan kali ini," ungkapnya.
Melalui pelatihan serentak di lima kabupaten ini, BBPP Binuang optimistis dapat mencetak garda terdepan pertanian yang mampu mengoptimalkan potensi lahan rawa di Kalimantan Selatan guna mendukung target swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.