Majelis Ilmu Al-Qur'an

Majelis Ilmu Al-Qur'an Membangun Masyarakat Qur'ani

21/08/2019

Anda mau belajar ngaji....?
Tapi sibuk kerja, ga ada waktu....
Atau malu karena sudah tua...

Jangan khawatir, kami siap mengirimkan Guru Ngaji ke rumah, kantor, lembaga & komunitas anda.

Dibimbing dgn pengajar yg berpengalaman, sabar & ramah, serta siap mengajari anda mulai dari nol

Hubungi : 082302576413 WA

14/03/2018

*R E N U N G A N*

*AL QURAN & UMUR*

*Berkata Abdul Malik bin Umair:*

*"Satu-satunya manusia yang tidak tua* adalah orang yang selalu membaca Al-Quran".

*"Manusia yang paling jernih akalnya* adalah para pembaca Al-Quran".

*Berkata Al-imam Qurtubi :*
"Barang siapa yang membaca Al-Quran, maka Allah akan menjadikan ingatannya segar meskipun umurnya telah mencapai 100 tahun".

*Imam besar Ibrahim al-Maqdisi memberikan wasiat pada muridnya Abbas bin Abdi Daim Rahimahullah.*

"Perbanyaklah membaca *Al-Quran* jangan pernah kau tinggalkan, kerana sesungguhnya setiap yang kamu inginkan akan di mudahkan setara dengan yang kamu baca".

*Berkata Ibnu Solah :*

"Bahawasannya para Malaikat tidak diberi keutama'an untuk membaca *Al-Quran*, maka oleh kerana itu para Malaikat bersemangat untuk selalu mendengar saja dari bacaan manusia".

*Berkata Abu Zanad :*

"Di tengah malam, aku keluar menuju masjid Rasulullah SAW sungguh tidak ada satu rumahpun yang aku lewati melainkan padanya ada yang membaca *Al-Quran".*

*Berkata sebagian ahli tafsir :*

"Manakala kita menyibukkan diri dengan *Al-Quran* maka kita akan dibanjiri oleh sejuta keberkahan dan kebaikan di dunia".

"Kami memohon kepada *Allah* agar memberikan taufiqnya kepada Kami dan semua yang membaca tulisan ini untuk selalu membaca *Al-Quran* dan mengamalkan kandungannya".

Bila anda Cinta pada *Al-Quran* maka sebarkanlah. Demi *Allah,* sekian banyak orang yang membaca *Al-Quran* maka pahala akan mengalir pada anda.

*Umur kita terlalu singkat*.. hingga *ALLAH* kurniakan *Lailatul Qadar* untuk menambah umur amal.

*Umur kita terlalu singkat*.. *ALLAH* pinta *bersilaturrahim* untuk memanjangkannya.

*Umur kita terlalu singkat*.. *ALLAH* kurniakan *Puasa Enam hari* di bulan Syawal seperti berpuasa setahun.

*Umur kita terlalu singkat*.. *ALLAH* kurniakan *baca Surah Al-Ikhlas* seperti membaca sepertiga *Al-Quran*.

*Umur kita terlalu singkat*.. ALLAH kurniakan *Solat di Masjidil Haram* seperti solat 100 ribu

23/02/2018

*RANJANG TERMAHAL*

Aku tau RANJANG "Termahal" di dunia adalah "RANJANG Rumah Sakit" yang tidak sanggup saya beli. Hanya boleh saya "Sewa Harian" dengan Harga yang tidak sanggup ku bayar. Baiklah dengarkan tutur Mr. Steve Jobs dibawah ini :
Kekayaan Alm. Steve Jobs pemilik Apple Computer Rp. 67 Triliun.

Kata2 terakhir Steve Jobs sebelum meninggal:

"Dalam dunia bisnis, aku adalah simbol dari kesuksesan, seakan-akan harta dan diriku tidak terpisahkan, karena selain kerja, hobiku tak banyak.
Saat ini aku berbaring di rumah sakit, merenungi jalan kehidupanku, kekayaan, nama & kedudukan, semuanya itu tidak ada artinya lagi.

Malam yang hening, cahaya dan suara mesin di sekitar ranjangku, bagaikan nafasnya maut kematian yang mendekat pada diriku.

Sekarang aku mengerti, seseorang asal memiliki harta secukupnya untuk digunakan dirinya saja itu sudah cukup. Mengejar kekayaan tanpa batas itu bagaikan monster yang mengerikan.

Tuhan memberi kita organ-organ perasa, agar kita bisa merasakan cinta kasih yang terpendam dalam hati kita yang paling dalam. Tapi bukan kegembiraan yang datang dari kehidupan yang mewah — itu hanya ilusi saja.

Harta kekayaan yang aku peroleh saat aku hidup, tak mungkin bisa aku bawa pergi. Yang aku bisa bawa adalah kasih yang murni yang selama ini terpendam dalam hatiku. Hanya cinta kasih itulah yang bisa memberiku kekuatan dan terang.

Ranjang apa yang termahal di dunia ini? Ranjang orang sakit. Orang lain bisa bukakan mobil untukmu, orang lain bisa kerja untukmu, tapi tidak ada orang bisa menggantikan sakitmu. Barang hilang bisa didapat kembali, tapi nyawa hilang tak bisa kembali lagi.
Saat kamu masuk ke ruang operasi, kamu baru sadar bahwa kesehatan itu betapa berharganya.

Kita berjalan di jalan kehidupan ini. Dengan jalannya waktu, suatu saat akan sampai tujuan. Bagaikan panggung pentas pun, tirai panggung akan tertutup, pentas telah berakhir.

Yang patut kita hargai dan sayangi adalah *hubungan kasih antar keluarga*, *Cinta akan suami-istri*

mantab
25/10/2017

mantab

HAPUS DUKA DENGAN DLUHA
oleh: Prof. Dr. KH. Moh. Ali Aziz, M.Ag.

“Demi waktu dluha, dan demi malam apabila telah sunyi (gelap). Tuhanmu tidaklah meninggalkan kamu dan tidak (p**a) benci kepadamu. Dan sungguh, hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang. Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas. Bukankah Dia mendapatimu sebagai orang yatim, lalu Dia melindungimu? Dan Dia mendapatimu sebagai orang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. Dan Dia mendapatimu sebagai orang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan?. Oleh sebab itu, terhadap anak yatim, janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah kamu menghardiknya. Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu tunjukkan.” (QS. Ad-Dluha [93]: 1-11)

Ayat-ayat di atas benar-benar hiburan yang luar biasa bagi Nabi SAW. Setelah mengumumkan di depan khalayak tentang kenabiannya pasca turunnya wahyu, tiba-tiba wahyu terhenti. Bukan sehari dua hari, tapi berbulan-bulan. Khalayak lalu meragukan kenabian Muhammad SAW. Bahkan istri Abu Lahab terang-terangan mengejeknya, “Tuhanmu telah meninggalkan kamu, dan telah membencimu.” Sebagai manusia biasa, wajar Nabi SAW sedih bercampur malu. Maka turunlah ayat ini untuk membantah ejekan orang-orang kafir, bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan Nabi SAW dan tidak pernah marah kepadanya. Tuhan akan tetap mendampinginya.

Allah secara tidak langsung memerintahkan kita memperhatikan waktu dluha, yaitu sejak matahari terbit beberapa saat sampai menjelang tengah hari. Lihatlah, betapa cerah sinar matahari saat itu. Betapa segar bugarnya fisik kita setelah semalam istirahat. Betapa optimis kita songsong masa depan yang lebih cerah. Lebih-lebih bagi yang shalat tahajud pada malam sunyi sebelumnya. Seolah-olah Allah SWT berpesan, “Bercerialah secerah sinar terang pagi ini. Semalam memang gelap, tapi pandanglah, alangkah terangnya sinar mentari ini. Saat ini, batu besar terasa menindih dadamu sampai engkau kesulitan bernafas. Tapi percayalah, Aku tidak akan membiarkanmu sendirian. Aku tetap mengasihimu. Hanya saja engkau tidak faham maksud-Ku.” Allah SWT berfirman, “Tuhanmu tidaklah meninggalkan kamu dan tidak (p**a) benci kepadamu.”

Anda mungkin sedang terhuyung-huyung kelelahan menyelesaikan masalah hidup yang berat. Bahkan bukan air mata yang diteteskan, tapi darah. Belum selesai masalah yang satu, datang lagi masalah berikutnya. Komplit sudah penderitaan Anda. Tapi yakinlah bahwa itu bukan karena Allah membenci Anda. Sebaliknya, itu adalah bentuk kasih-Nya agar Anda cerdas dan menjadi manusia tahan bantingan. Dengan modal itu, Anda akan menjadi manusia sukses di kemudian hari. “Dan sungguh, hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang.” Tidak hanya itu, jika kesuksesan itu disyukuri dan dipergunakan untuk membahagiakan orang-orang menderita, maka senyum mereka adalah senyum Allah untuk Anda. “Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.” Lebih membahagiakan lagi kesuksesan Anda di akhirat kelak, ketika Allah menjemput Anda dengan “wajah” keceriaan di surga.

Pantaslah Allah SWT menganjurkan kita menyambut keceriahan pagi itu dengan mengangkat dua tangan untuk mengucapkan “Allahu Akbar” sebagai pembuka shalat Dluha dua, empat atau sampai delapan rakaat. Nabi SAW bersabda, “Setiap tubuh manusia terdiri dari 360 ruas tulang yang harus disedekahi. Para sahabat bertanya, “Apa ada yang mampu melakukannya wahai Rasulullah?” Nabi menjawab, “Menutup dahak dengan tanah di masjid atau menghilangkan gangguan di jalan raya (adalah sedekah). Jika tidak mampu, maka cukup kerjakan dua rakaat dluha” (HR. Ahmad dan Abu Daud dari Buraidah R.A). Allah Azza Wajalla berfirman, “Ibna Adam, laa ta’jizanna ‘an arba’i raka’atin fii awwalin nahari, akfika fii aakhirihi” (Wahai keturunan Adam, jangan sekali-kali malas mengerjakan 4 rakaat di awal siang (dluha), Aku akan mencukupi (kebutuhan)mu di sore hari.”(HR Al Hakim dan At-Thabrani dari Nuwas bin Sam’an).

Jangan ada sedikitpun keraguan tentang kemurahan dan kasih Allah untuk merubah yang duka menjadi s**a, dari tangisan menjadi kesuksesan. Sebab Allah telah membuktikannya. “Bukankah Dia mendapatimu sebagai orang yatim, lalu Dia melindungimu? Dan Dia mendapatimu sebagai orang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. Dan Dia mendapatimu sebagai orang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan?. Ketika masih dua bulan dalam kandungan ibu, si kecil Muhammad telah ditinggal wafat ayahnya. Lalu ketika berusia enam tahun, ditinggal wafat p**a oleh ibunya. Ia benar-benar yatim piatu tanpa peninggalan sedikitpun harta dari orang tuanya. Allah-lah yang menggerakkan hati kakeknya untuk merawat dan membesarkannya. Setelah sang kakek meninggal, Allah jugalah yang menggerakkan hati pamannya, Abu Thalib untuk membesarkan dan mengasihinya seperti kasih orangtuanya sendiri.

Menjelang menerima wahyu, Muhammad benar-benar bingung melihat perilaku masyarakat sekitar yang tiada hari tanpa perang antar suku, mengubur hidup-hidup bayi perempuan, menjadikan batu sebagai tuhan, memerlakukan wanita seperti binatang piaraan. Allah-lah yang menggerakkan hati Muhammad untuk pergi ke gua Hira, lalu di sana menerima wahyu yang memberi pencerahan baginya.

Sebelumnya, Nabi SAW sangat miskin. Allah-lah yang menggerakkan hati si janda kaya-raya, Khadijah untuk meminangnya menjadi suami. Sama sekali bukan Nabi SAW yang melamar Khadijah. Dengan kekayaan itulah Nabi SAW tidak kekurangan ekonomi dan bisa menjalankan tugas-tugas kenabian lebih tenang.

Jika Anda ingin hidup cerah secerah dluha, maka lakukan tiga hal. Pertama, tunjukkan kasihmu kepada anak-anak yatim. “Oleh sebab itu, terhadap anak yatim, janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.” Kedua, tetap santunlah kepada as-sa-il yaitu penanya ilmu pengetahuan yang bertanya hal-hal yang menjengkelkan (Tafsir Ar-Razy) atau peminta-minta (Tafsir Ibnu Jarir At-Thabary). “Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah kamu menghardiknya.” Ketiga, tunjukkan kepada semua orang bahwa Anda benar-benar telah memperoleh karunia besar dari Allah. Jika Anda berduit, jangan sekali-kali berkata, “Saya miskin” lalu pelit bersedekah. Ketika mendapat kepercayaan untuk melakukan sesuatu, segera katakan dengan percaya diri, “Saya bisa melakukannya atas pertolongan Allah.” Orang yang tidak percaya diri berarti mengingkari kemampuan yang diberikan Allah SWT kepadanya. “Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu tunjukkan.” (QS. Ad-Dluha [..]: 1-11).

Dalam Al Qur’an, Surat Ad-Dluha diikuti Surat Al-Insyirah yang berisi kegembiraan Nabi SAW memperoleh jalan keluar dari semua persoalan. Bagi Anda yang sedang mengalami kesulitan, cerahkan hati secerah dluha dengan membaca dua surat tersebut dalam satu shalat. Bahkan konon katanya orang-orang syiah wajib membaca dua surat tersebut dalam satu rakaat salat. (Jalaluddin Rahmat, Meraih Cinta Ilahi, p. 395; Tafisr Al-Azhar p. 178-180).

Quick WinsKemenangan bukan Berarti selalu terdepan....
11/10/2017

Quick Wins
Kemenangan bukan Berarti selalu terdepan....

'Izrail Bilang,"Ini Hari Terakhirku".PO by Annuriyyah Book Storepemesanan by:08977416123 (wa/SMS)Atauannuriyyahbookstore...
10/10/2017

'Izrail Bilang,"Ini Hari Terakhirku".
PO by Annuriyyah Book Store
pemesanan by:
08977416123 (wa/SMS)
Atau
[email protected] (email)
Nama_judul buku_eks_alamat
BCA/BRI Syariah

Owner Annuriyyah Bookstore
Alaika M Bagus Kurnia PS
Wonocolo Utara GG 5 no.18 Surabaya
:)

28/03/2015

Sudahkah anda mempunyai niat mengkhatamkan al-Qur'an dengan sempurna?
membaca al-Qur'an dengan sempurna itu menurut kita seperti apa?
apakah kita pernah mengetahui bagaimanakah hukumnya membaca al-Qur'an dengan tartil?
jawabannya adalah wajib.
salah satu rukun sholat adalah membaca QS Al-Fatihah, ketika qt membaca alfatihah kurang sempurna, maka tidaklah sempurna sholat kita

Mari kita sama-sama belajar membaca al-Qur'an yang dipimpin oleh alumni Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya.
bersama Majelis Ilmu Al-Qur'an
(kegiatan berupa privat/kolektif)
ibu-ibu, bapak-bapak, tante dan om-om.
keutamaan kami adalah silaturrahmi dan sama-sama menciptakan majelis ilmu yang barokah

contact person: 08977416123 (Alex)

10/03/2015

Jika ingin mendaftarkan privat tahsin baca Al-Qur'an.
Atau belajar membaca Al-Qur'a.
Hubungi
08977416123
(Alaika Basyaiban)

HAPUS DUKA DENGAN DLUHAoleh: Prof. Dr. KH. Moh. Ali Aziz, M.Ag.“Demi waktu dluha, dan demi malam apabila telah sunyi (ge...
09/11/2014

HAPUS DUKA DENGAN DLUHA
oleh: Prof. Dr. KH. Moh. Ali Aziz, M.Ag.

“Demi waktu dluha, dan demi malam apabila telah sunyi (gelap). Tuhanmu tidaklah meninggalkan kamu dan tidak (p**a) benci kepadamu. Dan sungguh, hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang. Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas. Bukankah Dia mendapatimu sebagai orang yatim, lalu Dia melindungimu? Dan Dia mendapatimu sebagai orang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. Dan Dia mendapatimu sebagai orang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan?. Oleh sebab itu, terhadap anak yatim, janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah kamu menghardiknya. Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu tunjukkan.” (QS. Ad-Dluha [93]: 1-11)

Ayat-ayat di atas benar-benar hiburan yang luar biasa bagi Nabi SAW. Setelah mengumumkan di depan khalayak tentang kenabiannya pasca turunnya wahyu, tiba-tiba wahyu terhenti. Bukan sehari dua hari, tapi berbulan-bulan. Khalayak lalu meragukan kenabian Muhammad SAW. Bahkan istri Abu Lahab terang-terangan mengejeknya, “Tuhanmu telah meninggalkan kamu, dan telah membencimu.” Sebagai manusia biasa, wajar Nabi SAW sedih bercampur malu. Maka turunlah ayat ini untuk membantah ejekan orang-orang kafir, bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan Nabi SAW dan tidak pernah marah kepadanya. Tuhan akan tetap mendampinginya.

Allah secara tidak langsung memerintahkan kita memperhatikan waktu dluha, yaitu sejak matahari terbit beberapa saat sampai menjelang tengah hari. Lihatlah, betapa cerah sinar matahari saat itu. Betapa segar bugarnya fisik kita setelah semalam istirahat. Betapa optimis kita songsong masa depan yang lebih cerah. Lebih-lebih bagi yang shalat tahajud pada malam sunyi sebelumnya. Seolah-olah Allah SWT berpesan, “Bercerialah secerah sinar terang pagi ini. Semalam memang gelap, tapi pandanglah, alangkah terangnya sinar mentari ini. Saat ini, batu besar terasa menindih dadamu sampai engkau kesulitan bernafas. Tapi percayalah, Aku tidak akan membiarkanmu sendirian. Aku tetap mengasihimu. Hanya saja engkau tidak faham maksud-Ku.” Allah SWT berfirman, “Tuhanmu tidaklah meninggalkan kamu dan tidak (p**a) benci kepadamu.”

Anda mungkin sedang terhuyung-huyung kelelahan menyelesaikan masalah hidup yang berat. Bahkan bukan air mata yang diteteskan, tapi darah. Belum selesai masalah yang satu, datang lagi masalah berikutnya. Komplit sudah penderitaan Anda. Tapi yakinlah bahwa itu bukan karena Allah membenci Anda. Sebaliknya, itu adalah bentuk kasih-Nya agar Anda cerdas dan menjadi manusia tahan bantingan. Dengan modal itu, Anda akan menjadi manusia sukses di kemudian hari. “Dan sungguh, hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang.” Tidak hanya itu, jika kesuksesan itu disyukuri dan dipergunakan untuk membahagiakan orang-orang menderita, maka senyum mereka adalah senyum Allah untuk Anda. “Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.” Lebih membahagiakan lagi kesuksesan Anda di akhirat kelak, ketika Allah menjemput Anda dengan “wajah” keceriaan di surga.

Pantaslah Allah SWT menganjurkan kita menyambut keceriahan pagi itu dengan mengangkat dua tangan untuk mengucapkan “Allahu Akbar” sebagai pembuka shalat Dluha dua, empat atau sampai delapan rakaat. Nabi SAW bersabda, “Setiap tubuh manusia terdiri dari 360 ruas tulang yang harus disedekahi. Para sahabat bertanya, “Apa ada yang mampu melakukannya wahai Rasulullah?” Nabi menjawab, “Menutup dahak dengan tanah di masjid atau menghilangkan gangguan di jalan raya (adalah sedekah). Jika tidak mampu, maka cukup kerjakan dua rakaat dluha” (HR. Ahmad dan Abu Daud dari Buraidah R.A). Allah Azza Wajalla berfirman, “Ibna Adam, laa ta’jizanna ‘an arba’i raka’atin fii awwalin nahari, akfika fii aakhirihi” (Wahai keturunan Adam, jangan sekali-kali malas mengerjakan 4 rakaat di awal siang (dluha), Aku akan mencukupi (kebutuhan)mu di sore hari.”(HR Al Hakim dan At-Thabrani dari Nuwas bin Sam’an).

Jangan ada sedikitpun keraguan tentang kemurahan dan kasih Allah untuk merubah yang duka menjadi s**a, dari tangisan menjadi kesuksesan. Sebab Allah telah membuktikannya. “Bukankah Dia mendapatimu sebagai orang yatim, lalu Dia melindungimu? Dan Dia mendapatimu sebagai orang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. Dan Dia mendapatimu sebagai orang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan?. Ketika masih dua bulan dalam kandungan ibu, si kecil Muhammad telah ditinggal wafat ayahnya. Lalu ketika berusia enam tahun, ditinggal wafat p**a oleh ibunya. Ia benar-benar yatim piatu tanpa peninggalan sedikitpun harta dari orang tuanya. Allah-lah yang menggerakkan hati kakeknya untuk merawat dan membesarkannya. Setelah sang kakek meninggal, Allah jugalah yang menggerakkan hati pamannya, Abu Thalib untuk membesarkan dan mengasihinya seperti kasih orangtuanya sendiri.

Menjelang menerima wahyu, Muhammad benar-benar bingung melihat perilaku masyarakat sekitar yang tiada hari tanpa perang antar suku, mengubur hidup-hidup bayi perempuan, menjadikan batu sebagai tuhan, memerlakukan wanita seperti binatang piaraan. Allah-lah yang menggerakkan hati Muhammad untuk pergi ke gua Hira, lalu di sana menerima wahyu yang memberi pencerahan baginya.

Sebelumnya, Nabi SAW sangat miskin. Allah-lah yang menggerakkan hati si janda kaya-raya, Khadijah untuk meminangnya menjadi suami. Sama sekali bukan Nabi SAW yang melamar Khadijah. Dengan kekayaan itulah Nabi SAW tidak kekurangan ekonomi dan bisa menjalankan tugas-tugas kenabian lebih tenang.

Jika Anda ingin hidup cerah secerah dluha, maka lakukan tiga hal. Pertama, tunjukkan kasihmu kepada anak-anak yatim. “Oleh sebab itu, terhadap anak yatim, janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.” Kedua, tetap santunlah kepada as-sa-il yaitu penanya ilmu pengetahuan yang bertanya hal-hal yang menjengkelkan (Tafsir Ar-Razy) atau peminta-minta (Tafsir Ibnu Jarir At-Thabary). “Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah kamu menghardiknya.” Ketiga, tunjukkan kepada semua orang bahwa Anda benar-benar telah memperoleh karunia besar dari Allah. Jika Anda berduit, jangan sekali-kali berkata, “Saya miskin” lalu pelit bersedekah. Ketika mendapat kepercayaan untuk melakukan sesuatu, segera katakan dengan percaya diri, “Saya bisa melakukannya atas pertolongan Allah.” Orang yang tidak percaya diri berarti mengingkari kemampuan yang diberikan Allah SWT kepadanya. “Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu tunjukkan.” (QS. Ad-Dluha [..]: 1-11).

Dalam Al Qur’an, Surat Ad-Dluha diikuti Surat Al-Insyirah yang berisi kegembiraan Nabi SAW memperoleh jalan keluar dari semua persoalan. Bagi Anda yang sedang mengalami kesulitan, cerahkan hati secerah dluha dengan membaca dua surat tersebut dalam satu shalat. Bahkan konon katanya orang-orang syiah wajib membaca dua surat tersebut dalam satu rakaat salat. (Jalaluddin Rahmat, Meraih Cinta Ilahi, p. 395; Tafisr Al-Azhar p. 178-180).

Makam Bilal bin Robah di Damaskus
20/08/2014

Makam Bilal bin Robah di Damaskus

12/05/2014

renungilah cerita ttng arti sebuah kehidupan......"

WORTEL, TELUR, & KOPI

Seorang anak sedang mengeluh kepada ayahnya mengenai hidup dan kehidupan, serta bertanya mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana cara menghadapinya dan hampir saja menyerah. Ia sudah lelah berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, akan muncul masalah baru.
Ayahnya seorang koki mengajaknya ke dapur. Ia mengisi 3 buah panci dengan air dan merebusnya diatas kompor. Setelah air di panci-panci itu mendidih, ia menaruh wortel di panci pertama, telur di panci ke dua, dan kopi bubuk di panci ke tiga. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata apa-apa. Si anak terdiam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit berlalu, si ayah mematikan kompor, menyisihkan wortel dan meletakkannya diatas piring, mengangkat telur dan menaruhnya di mangkok, serta menuangkan kopi bubuk ke dalam gelas. Lalu ia bertanya pada anaknya, “Apa yang kau lihat nak ??”. “Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak.
Ayahnya mengajak mendekat dan memintanya untuk merasakan wortel. Ia merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir ayahnya meminta untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini ayah ??”. Dengan tenang ayahnya menjawab, “Anakku, ketiganya menghadapi kesulitan yang sama yaitu perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda. Wortel sebelum direbus kuat, keras, dan s**ar untuk dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lunak dan lembek. Telur sebelumnya mudah pecah, namun setelah direbus isinya menjadi mengeras. Sedangkan bubuk kopi mengalami perubahan yang cukup unik. Setelah berada di dalam rebusan air, kopi justru merubah air tersebut”. Sambil tersenyum, si anak mulai mengerti apa yang sedang dimaksudkan oleh ayahnya. Kini ia menyadari bahwa hidup dan kehidupan harus dihadapi dengan tegar, tanpa harus dijalani dengan rasa putus asa.

Sahabatku………, pelajaran apa yang dapat kita petik dari cerita tersebut diatas ?? Yang pasti kita termasuk yang mana ?? Saat kesulitan mendatangi, bagaimana kita menghadapinya ?? Seperti wortel, telur, atau kopi ?!? Apakah kamu wortel ?? yang kelihatannya keras, tapi ketika ada penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak, dan kehilangan kekuatan. Apakah kamu telur ?? yang awalnya memiliki hati yang lembut, namun setelah kegagalan, kebangkrutan, kematian, patah hati, penolakan, …dsb, dari luar kelihatannya tegar, tetapi di dalamnya penuh rasa kekecewaan, dendam, jiwa yang keras, dan hati yang membeku.
Ataukah kamu adalah bubuk kopi ?!? Untuk mencapai rasa yang maksimal, kopi harus direbus hingga suhu mencapai 100 derajat celcius. Sakit sekali !!! Namun ketika air mencapai suhu terpanas, kopi justru akan terasa semakin nikmat. Jika kamu seperti kopi, saat keadaan semakin memburuk, kamu justru menjadi semakin baik, dan membuat keadaan disekitarnya juga membaik.

“Jadilah kopi !!! yang tak terpengaruh dan berubah oleh keadaan, tapi justru akan merubah keadaan menjadi lebih baik”

"jadilah golongan yg sedikit yaitu golongan yg selalu bersyukur atas nikmat allah"

25/04/2014

KEUTAMAAN SHOLAT JUM'AT

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Segala puji bagi Allah Rab semesta alam, shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah y, beserta para keluarga, sahabat, dan orang-orang yang tetap istiqomah menegakkan risalah yang dibawanya hingga akhir zaman..

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٩)

9. Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
(QS: AL Jumu’ah:9)

Wahai kaum muslimin ….Allah l telah menganugerahkan bermacam-macam keistimewaan dan keutamaan kepada umat ini. Diantara keistimewaan itu adalah hari Jum’at, setelah kaum Yahudi dan Nasrani dipalingkan darinya.

Abu Hurairah zmeriwayatkan, Rasulullah bersabda:

“Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jum’at sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jum’at sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jum’at, Sabtu dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk”. (HR. Muslim)

Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata: “Hari ini dinamakan Jum’at, karena artinya merupakan turunan dari kata al-jam’u yang berarti perkump**an, karena umat Islam berkumpul pada hari itu setiap pekan di balai-balai pertemuan yang luas. Allah l memerintahkan hamba-hamba-Nya yang mukmin berkumpul untuk melaksanakan ibadah kepada-Nya. Allah l berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (QS. 62:9)

Maksudnya, pergilah untuk melaksanakan shalat Jum’at dengan penuh ketenangan, konsentrasi dan sepenuh hasrat, bukan berjalan dengan cepat-cepat, karena berjalan dengan cepat untuk shalat itu dilarang. Al-Hasan Al-Bashri berkata: Demi Allah, sungguh maksudnya bukanlah berjalan kaki dengan cepat, karena hal itu jelas terlarang. Tapi yang diperintahkan adalah berjalan dengan penuh kekhusyukan dan sepenuh hasrat dalam hati. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir : 4/385-386).

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata: Hari Jum’at adalah hari ibadah. Hari ini dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, laksana bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Waktu mustajab pada hari Jum’at seperti waktu mustajab pada malam lailatul qodar di bulan Ramadhan. (Zadul Ma’ad: 1/398).

Address

Wonocolo Gang V/28
Surabaya

Telephone

082230592175

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Majelis Ilmu Al-Qur'an posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share