Arta.com

Arta.com Arta.com, berda pada lindungan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya

Mata dan mulut boleh terbungkam, Tapi tangan kami akan tetap menggoreskan tulisan untuk perubahan.

30/08/2014

Lembaga Pers Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Arta.com, berda pada lindungan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya

**The Leaf Fresh Green***Achmad/ Arta.com*
21/01/2014

**The Leaf Fresh Green**

*Achmad/ Arta.com*

21/01/2014

PERTARUNGAN MEDIA SOSIAL

Pertarungan di media sosial sepertinya seemakin lucu dan menggeramkan, bagaimana tidak beberapa media online yang di posting melalui facebook contoh saja Kompas Com, Tempo Media, yang setiap harinya selalu updateberita melalu Facebook malah dijadikan saling komentar dengan pendapatnya pribadi. Seperti hanya pemberitaan banjir yang melanda sebagian wilayah ibu kota (Jakarta). Berita yang dipposting oleh beberapa media facebook, dan bagi pembacanya diperbolehkan untuk mengomentari berita terebut. Joko Widodo menjadi pembahasan yang menarik dalam komentar dari masing-masing pembaca. Bagaimana tidak menarik, jika setiap berita yang dipostinng mendapatkan ratusan komentar. Seperti postingan Kompas Com yang berjudul "Jokowi" Jangan Rapat-rapat saja, tapi tidak ada action". Terakhir yang saya baca ada sekitar 845 komentar khusu untuk Jokowi. Terlepas ada beberapa yang mendukung Jokowi dan ada yang malah mencemo'oh Jokowi, itu tidak saya klasifikasikan. Tetapi, itu sangat menarik, karena beberapa orang yang mempunyai kepentingan politis pemilu yang tingga beberapa bulan lagi. Selain itu, beberapa media online yang lain tidak jauh berbeda, ketika tema Jokowi diangkat, maka akan mendapatkan beberapa respons yang sangat signifikan. Betapa terkenalnya Jokowi di masyarakat, karena beberapa orang menginginkan Jokowi mmenjadi presiden untuk mmenggantikan SBY. Lalu bagaimana celotehan Ruhut Sitompul mengeai Jokowi. Tunggu saja selanjutnya.

*Ahmud/Arta.com*

Pelajar Antusias Belajar Perilaku MenyimpangPola perilaku pelajar sekarang nampak bervariatif, mulai dari berperilaku ba...
20/01/2014

Pelajar Antusias Belajar Perilaku Menyimpang

Pola perilaku pelajar sekarang nampak bervariatif, mulai dari berperilaku baik sampai pada perilaku yang menyimpang. Perilaku yang baik disini dimaksudkan pelajar yang mentaati segala peraturan di sekolah, lingkungan rumah, hingga pelajar yang paham nilai-nilai agama. Sedangkan perilaku yang menyimpang pada saat ini bisa dicontohkan semakin maraknya tawuran antar pelajar yang terjadi di negeri ini.
Jika melihat beberapa bulan kebelakang, banyak kasus tentang pelajar yang rupanya sudah mahir menjadi sutradara dan pemainnya dalam film p***o. Semakin maraknya tawuran antar pelajar sekarang, semakin mengindikasikan bahwa moral peserta didik semakin anjlok. Betapa tidak, oknum-oknum tawuran lebih semangat untuk menghadapi tawuran dari pada mengikuti pelajaran di kelas. Tawuran bagi mereka seolah-olah akan melakukan suatu perang besar, dengan menyiapkan strategi terlebih dahulu. Lebih-lebih mempersiapkan senjata-senjata untuk melakukan aksinya tersebut.
Tidak tahu yang pasti awal terjadinya tawuran antar pelajar. Namun, setelah saya browsing di internet rupanya menemukan pemberitaan tentang tawuran antar pelajar di media cetak. Tepatnya di Koran Kompas, pada tanggal 29 Juni 1968 telah memuat berita tentang tawuran antar pelajar dengan judul “Bentrokan Pelajar Berdarah”. Fenomena tawuran antar pelajar rupanya tidak terjadi beberapa tahun kebelakang saja, namun puluhan tahun kebelakang sudah terjadi tepatnya sejak tahun 1968 tenyata sudah terjadi tawuran antar pelajar.
Seolah-olah tawuran antar pelajar menjadi budaya di setiap tahunnya, atau bahkan memang harus ada pelajar yang berdarah di setiap tahunnya. Fenomena tersebut semakin lazim untuk dilakukan pada zaman sekarang. Menyambung atau melestarikan budaya tawuran antar pelajar tahun-tahun sebelumnya, itulah kesan sepintas jika dalam pikiran yang buruk. Tentu bukan melestarikan tradisi buruk yang seperti itu. Sebagai insan pelajar harusnya merubah tradisi buruk itu menjadi tradisi yang baik, dengan mencetak prestasi-prestasi yang semestinya, serta membangun hubungan yang baik antar pelajar.
jika mengacu pada terbitan Koran Kompas, di bagian Litbang Kompas sebanyak 63,4 persen responden berpendapat bahwa tawuran antar pelajar diturunkan dari kakak kelas ke adek-adek kelasnya. Hal ini semacam ada rantai transfer budaya tawuran antara kakak kelas dengan adek kelas. Dengan adanya hal ini mungkin budaya tawuran antar pelajar semakin marak. Dengan berbagai alasan, seperti halnya solidaritas pertemanan, menghormati senior (kakak kelas), atau bisa saja demi nama sekolah, mewakili nama pendahulunya yang selalu menang dalam tawuran antar pelajar hingga ingin dianggap sebagai jagoan.
Perilaku Menyimpang Disebabkan Belajar
Pada teori Differential Association, menyatakan bahwa semua perilaku tidak ada yang diturunkan berdasarkan pewarisan orang tua atau gen. Jika mengacu pada budaya tawuran pelajar maka pola perilaku yang buruk (menyimpang) tidak diwarisi, melainkan dipelajari dengan pergaulan yang akrab. Perilaku tawuran antar pelajar bukan merupakan perilaku warisan dari senior, akan tetapi perilaku yang dipelajari (Learning Theory), seperti halnya yang dikatakan oleh Robert Havinghurt bahwa kehidupan itu belajar begitu p**a dengan kejahatan.
Pada usia pelajar merupakan proses pencarian jati diri, sehingga tidak menutup kemungkinan bagi pelajar untuk belajar tentang tawuran antar pelajar. Hal itu bisa terjadi jika dalam lingkungan sekolahnya ada budaya tawuran antar pelajar. Baik secara alamiah maupun belajar secara tidak sengaja. Lebih jelasnya, pada lingkungan sekolah pelajar akan belajar bagaimana untuk setia kawan, solidaritas pertemanan, belajar organisasi formal maupun non formal (kelompok tawuran). Jika mereka terlibat dalam budaya tawuran antar pelajar, tentunya mereka akan belajar secara langsung maupun tidak langsung untuk mengetauhi siapa lawan siapa kawan, strategi dalam tawuran, cara menyelamatkan diri, tahu membantu kawan, sampai tahu bagaimana melumpuhkan lawan.
Dari pengertian tersebut, tentunya pihak sekolah ataupun orang tua selaku pengasuh anak. Perlu adanya sosialisasi tentang hal tersebut, yang mana jika ada pemahaman antara orang tua dan pihak sekolah terhadap pola perilaku pelajar maka akan lebih mudah untuk mengontrol perilaku pelajar. Ketika dalam lingkungan sekolah, maka peran dari pihak sekolah yang akan mengawasi peserta didiknya. Begitu p**a jika berada di rumah, maka peran orang tua yang mengawasi anak-anaknya agar lebih dini teridentifikasi perilaku pelajar yang menyimpang.

Perlu Pembinaan Perilaku Baik
Setelah adanya pemahaman antara orang tua dan pihak sekolah, maka akan terasa lebih lengkap jika peserta didik juga diberi pemahaman tentang pola perilaku yang baik. Memang, tidak gampang untuk merubah sesuatu secara langsung. Perlu adanya kerja yang lebih untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik.
Rasulullah SAW pernah bersabda, innamal buistu liutammima makarimal akhlak. Artinya kurang lebih “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak”. Dari hadist tersebut, jelas bahwa yang pertama perlu disempurnakan adalah akhlak.
Pembinaan akhlak yang baik memang perlu ditingkatkan lagi. Bagaimana kita sebagai umat beliau haruslah meng-upgrade akhlak kita p**a. Semakin majunya zaman, mungkin aspek ini semakin tergerus. Hal itu dibuktikan salah satunya dengan semakin merosotnya perilaku pelajar saat ini.
Antara pihak sekolah, orang tua, pelajar harusnya lebih menyadari tentang hal itu. Dengan meningkatkan aspek perilaku yang baik, misalnya, di lingkungan sekolah. bagaimana seluruh civitas akademika menciptakan lingkungan yang aman, damai, serta mempunyai nilai guna membangun perilaku yang baik.

Ara Aita/ Zen **

Solusi Itu Bernama Agama Dan Orang TuaProblematika pendidikan  yang terjadi, ditangani dengan pendekatan orang tua dan p...
20/01/2014

Solusi Itu Bernama Agama Dan Orang Tua

Problematika pendidikan yang terjadi, ditangani dengan pendekatan orang tua dan pengembangan agama yang dilakukan oleh SMA Wachid Hasyim 2 Taman.

Ketika membahas tentang dunia pendidikan yang ada di Indonesia, banyak sekali permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan. Misalnya, tentang krisis moral yang terjadi dalam dunia pendidikan. Dan persoalan yang terjadi dalam dunia pendidikan seperti tidak ada habis-habisnya.
Banyak sekali permasalahan yang terjadi, sehingga sorotan tentang dunia pendidikan di indonesia mempunyai banyak pro dan kontra yang terjadi. Sehingga banyak kesimpang siuran kejadian yang terjadi di dunia pendidikan, khususnya tentang permasalahan tawuran, video p***o, terlibat dalam dunia narkoba, dan lain-lain. Seakan-akan untuk mencari solusi tersebut sangatlah susah sehingga terjadi berulang-ulang.
Namun, hal tersebut tidak berefek pada SMA Wachid Hasyim 2 Taman, Sidoarjo. SMA swasta yang berbasis Agama Islam mempunyai solusi tersendiri terhadap permasalahan diatas. SMA yang bertempat di Sepanjang, Sidoarjo ini mempunyai cara sendiri dalam membentuk karakter sekolahnya dengan basis Agama Islam. Karakter sekolah tersebut berdampak kepada siswa-siswi yang sekolah di SMA ini. Sehingga nantinya akan memberi perlindungan terhadap siswa-siswi yang belajar disini.
SMA ini mempunyai tingkat kedisiplinan yang sangat tinggi, hal tersebut dijunjung tinggi oleh orang-orang di sekolah ini. “Sekolah ini mempunyai tingkat kedisiplinan yang sangat ketat dan sesuai dengan ajaran Agama Islam,” ujar Agung selaku guru Bimbingan Konseling (BK) di SMA Wachid Hasyim 2 Taman.
Ketika terjadi penyelewengan terhadap kedisiplinan yang diterapkan, akan ditindak tegas. “Memang baik tidaknya tergantung disiplin siswa yang melanggar, dan akan ditangani secara tegas,” lanjutnya kepada wartawan Ara Aita News. Ternyata dalam menangani kedisiplinan yang ada di SMA Wachid Hasyim 2 Taman tidak hanya ditindak secara represif, tetapi juga dengan persuasif. “Selain ditindak secara tegas, diberi konseling mengenai kedisiplinan sesuai dengan Agama Islam,” tambahnya dengan tersenyum.
Pengajakan secara persuasif ini dilakukan dengan dua cara, dengan pengajian dan penyuluhan. “Mengajaknya lewat pembelajaran agama yang lengkap, diberi pencerahan pengajian tiap Jum’at dan penyuluhan pada hari Sabtu,” imbuhnya. Pria berparas tampan ini juga menjelaskan bahwa kedisiplinan yang di terapkan oleh SMA ini juga bermanfaat ketika siswa berada di luar. “Akhirnya bisa memberi manfaat ke dunia luar, dunia perkuliahan hingga ke masyarakat nantinya,” tegasnya dengan penjelasan yang penuh semangat.
Sekolah yang sudah terkenal kedisiplinannya di daerah sekitar ini mempunyai banyak cara untuk melindungi siswa-siswinya tentang krisis moral. Ketika maraknya video mesum yang terkait tentang dunia pendidikan beredar luas, SMA ini mempunyai cara tersendiri untuk mengatasinya. “Untuk mengurangi hal tentang video mesum yang marak terjadi, siswa-siswi dilarang membawa hp ke sekolah untuk solusinya,” ujarnya dengan nada yang serius.
Ketika berbicara tentang kurikulum, SMA ini mengikuti kurikulum sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh diknas pendidikan. “Kalau masalah kurikulum, SMA ini sesuai dengan kurikulum yang dikeluarkan oleh diknas,” ujar Amir Mahmud selaku Wakil Kepala Sekolah. Namun perbedaannya, di sekolah ini terdapat kurikulum tambahan mengenai keagamaan. “Ada tambahan yang terjadi di kurikulum SMA ini, yakni tambahan pelajaran agama yang lebih dari sekolah-sekolah lainnya,” ujarnya.

Orang Tua Terlibat
Selain semua pihak yang ada dalam lingkungan sekolah, ternyata SMA ini melibatkan pihak luar. Pihak luar ini sangat berkaitan dengan siswa-siswi yang belajar di SMA Wachid Hasyim 2 Taman, yaitu orang tua siswa itu sendiri. Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah penyimpangan yang terjadi di siswa-siswinya.
Menurut Amir Mahmud, orang tua juga sangat berpengaruh terhadap anak-anaknya yang belajar di SMA ini. “Orang Tua juga berpengaruh terhadap perilaku anak-anaknya yang belajar disini, juga sebagai kontrol diri untuk anaknya,” tambahnya. Ternyata sekolah ini melibatkan orang tua sebagai agent of control di SMA ini.
Peran wali murid sangat dibutuhkan untuk mengontrol siswa-siswi yang belajar di SMA ini. Dengan cara yang dilakukan wali kelas di setiap kelas mengunjungi tiap rumah anak didiknya. “Untuk mengetahui tingkah laku siswa-siswi di lingkungan rumah,” ujarnya.
Ternyata hal ini juga bermanfaat untuk mengikat tali persaudaraan antara wali murid dengan wali kelas. “Selain untuk mengontrol siswa-siswi, juga bisa membuat keterikatan antara wali murid dan wali kelas,” pungkasnya dengan tersenyum kepada wartawan Ara Aita News.
Pria keturunan Arab ini sangat berharap, bahwa kebijakan ini memberikan ruang untuk orang tua pro aktif terhadap anaknya. “Saya pribadi berharap kebijakan ini bisa maksimal, sehingga membuat orang tua lebih pro aktif terhadap anaknya,” imbuhnya.
Kebijakan yang melibatkan orang tua ternyata mendapat apresiasi baik dari wali murid di SMA ini. Misalnya Hery, selaku orang tua siswa di SMA Wachid Hasyim 2 Taman yang menganggap bahwa kebijakan ini sangat baik. “Kebijakan yang sangat bagus, selain bisa mengetahui anak saya di sekolah juga bisa mengikat tali silaturahmi antara sekolah dan orang tua,” ujarnya ketika ditemui di rumahnya.
Sama halnya dengan Thithut, beliau juga mengapresiasi kebijakan yang dilakukan oleh SMA Wachid Hasyim 2 Taman. Apresiasi ini diberikan, karena menurut beliau kebijakan ini sangat efektif. “Kebijakan untuk saling melibatkan wali murid terhadap control diri anak sangat efektif dan tetap bisa memantau perilaku anak kita di sekolah,” ujarnya. Jadi, solusi yang efektif yang dilakukan dengan cara pendekatan agama dan orang tua menjadi cara solutif yang dilakukan oleh SMA Wachid Hasyim 2 Taman.

Ara Aita/ Dimas **

Taman Bungkul, Taman Serba Ada Dikala terik sang mentari berada tepat di atas ubun-ubun, berbelok-lah saya ke Taman Bung...
16/01/2014

Taman Bungkul, Taman Serba Ada


Dikala terik sang mentari berada tepat di atas ubun-ubun, berbelok-lah saya ke Taman Bungkul di jalan Raya Darmo, Surabaya, Jawa Timur. Di taman ini, panasnya suhu udara kota dan kepenatan pikiran akan lenyap seketika karena rimbunnya pepohonan yang berada di Taman Bungkul. Semilir angin segar menerpa...
Seperti yang dilakukan Yudha, setelah memarkir motornya, laki-lakin ini langsung menuju salah satu sudut Taman Bungkul. Bapak pekerja keras ini langsung membuka laptopnya. ”Saya sering mampir di taman ini untuk memantau laporan bawahan dan mengecek surat elektronik. Di sini kan koneksi nirkabel atau Wi-Fi gratis, itung-itung sambil ngadem hehe,” ujar manager pemasaran perusahaan otomotif itu.
Menghabiskan waktu di Taman Bungkul sambil mengerjakan tugas kerjaannya dan menemani anak-anaknya bermain sepuasnya juga sering dilakukan Reni, yang bertempat tinggal lumayan jauh dari taman ini, di jalan Gayungsari, Surabaya. ”Kalau sedang banyak pekerjaan dan tetap bisa menemani anak bermain, memang Taman Bungkul pilihannya. Disini ada Wi-Finya. Kalau mau makan juga tinggal pilih, karena banyak warung di belakang dan tempatnya sangat teduh serta nyaman,” papar Ibu pekerja keras yang merangkap jadi Ayah untuk anak-anaknya ini.
Taman Bungkul, itulah namanya. Karena taman ini bersebelahan dengan makam Sunan Bungkul atau Mbah Bungkul. Taman ini memang berbeda dengan taman lain. Taman ini selalu dipadati pengunjung untuk melakukan berbagai aktivitas, termasuk kegiatan sosial maupun kegiatan yang sifatnya menghibur. Di taman ini banyak ditemui sentra PKL (Pedagang Kaki Lima) yang menjual beraneka macam makanan, pentol cilok, soto ayam, dan yang terkenal yakni rawon kalkulator dan mie akhirat. Di Taman Bungkul ini juga menjadi tempat bermain bagi kalangan anak-anak, remaja, hingga dewasa. Disini juga terdapat perpustakaan gratis, jaringan internet gratis (Wi-Fi), jalur olahraga (jogging track), dan ruang terbuka hijau di pusat taman untuk warga berkumpul.
Beragam Aspek Ada
Taman Bungkul ini jika dibandingkan dengan taman lain di dunia sangatlah berbeda. Karena taman ini mampu memadukan aspek religi, budaya, ekonomi, wisata, olahraga, dan pendidikan dalam satu tempat. Jika dilihat dari aspek religi dan budaya, di taman ini terdapat makam Mbah Bungkul, ulama pada zaman Majapahit, sehingga taman ini tak pernah sepi dari para peziarah yang ingin ziarah ke makam ini.
Semua aspek terpenuhi di taman ini, faktor utama Taman Bungkul hingga mendapatkan penghargaan dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang berupa The 2013 Asian Townscape Sector Award. Penghargaan itu telah diterima Wali Kota Surabaya Ibu Tri Rismaharini di Fukuoka, Jepang.
Seperti Senin 091213, matahari pun sudah pindah ke barat. Terlihat sepuluh anak sedang asyik bermain sepak bola di arena pertunjukan yang berada tepat di pusat Taman Bungkul. Mereka seolah-olah tak peduli dengan pengunjung lain yang duduk di pinggir-pinggir arena pertunjukan dan juga mereka terlihat asyik sendiri. Ada yang asyik mengobrol dengan temannya, bercanda dan bincang-bincang dengan pasangannya, sementara yang lain memainkan laptop dan gadget-nya.
”Setiap sore aku main bola ndek sini mbak bareng sama temen-temenku,” kata Arif yang mengenakan baju klub sepak bola dari Surabaya, Persebaya.
Keunggulan Taman Bungkul dibandingkan dengan taman lain juga diungkap oleh warga Surabaya yang lain, Heru. “Meski cuaca panas dan terik mentari sangat menyengat, Taman Bungkul ini tetep adem,” celotehnya. Cahaya terik matahari tak kuasa menembus hingga arena bermain anak-anak karena berada di bayangan pepohonan yang rindang. Itulah yang membuat Selvi dan anak-anak lain tetap asyik bermain kuda-kudaan, ayunan, dan seluncuran.
Heru duduk tak jauh dari tempat putri kecilnya, Selvi yang sedang asyik bermain kuda-kudaan. Sambil menyeruput segelas kopi hitam, dia sesekali mengingatkan putrinya agar berhati-hati.
Sementara itu, petugas kebersihan taman terus bekerja membersikan dan menyapu daun-daun dan ranting yang berjatuhan. Setelah menyemprot dan menyikat pelataran taman berlantai keramik, mereka menyapu dan mengepelnya. Daun yang rontok dan sampah pun tak terlihat mengotori pelataran taman.
Heru menuturkan, Taman Bungkul menjadi salah satu tempat andalan untuk menenangkan anak-anaknya saat rewel. Dengan sepeda motor, dia hanya butuh 10 menit untuk mencapai taman dari rumahnya yang terletak di kawasan Banyu Urip. Untuk menikmati suasana taman yang nyaman dengan sarana lengkap dan serba ada, dia cukup mengeluarkan ongkos parkir sepeda motor Rp 2.000. Selebihnya untuk jajan putrinya.
Beberapa pengunjung terlihat asyik membaca, termasuk meminjam buku dari perpustakaan keliling yang setiap hari hadir di taman itu. Pengunjung lain berjalan di atas bebatuan alam untuk kesehatan memperlancar peredaran darah tanpa alas kaki. Tidak sedikit p**a yang terlihat keluar masuk area makam Mbah Bungkul.
Menurut Heru, Taman Bungkul ini adalah taman terlengkap yang semua fasilitasnya bisa dinikmati secara gratis. “Taman Bungkul tidak sekedar taman biasa, taman ini banyak berisi pepohonan dan bunga-bunga yang indah serta air mancur, di sini juga dilengkapi berbagai fasilitas belajar seperti Wi-Fi dan arena bermain anak-anak,” imbuhnya.
Menjaga Norma
Tak bisa dipungkiri, taman masih sering disalah gunakan warga untuk perbuatan di luar batas kewajaran, terutama oleh kalangan anak muda. Hal itu tidak bisa dihindari karena zaman cepat berubah dan kebudayaan Barat banyak ditiru oleh anak muda Indonesia.
Untuk menghindari taman menjadi tempat perbuatan asusila, pemkot menugaskan petugas keamanan di taman. Taman ini dijaga dan dikontrol selama 24 jam. Semua kalangan, pada saat weekend akan berkumpul menjadi satu di taman ini. Kegiatan yang dilakukan bermacam-macam, mulai dari berolahraga, main sepeda, main skate, jalan-jalan maupun hanya sekedar untuk cuci mata. Taman Bungkul mencairkan perbedaan status warga.

Ara Aita/ Novi **

Innalillahi wa Inna ilaihi rajiu'un. Telah meninggal Dunia Bapak Indar Parawansa (Suami Ibu Dra. Khofifah Indar Parawans...
15/01/2014

Innalillahi wa Inna ilaihi rajiu'un. Telah meninggal Dunia Bapak Indar Parawansa (Suami Ibu Dra. Khofifah Indar Parawansa Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada Kabinet Persatuan Nasional) Semooga amal ibadahnya diterima disisi sang kholiq...Amin semoga Husnul Khatimah. Alfatihah.......... Jenazah akan Dimakamkan hari ini kamis 16 Jan. Di Wonocolo Surabaya.

15/01/2014

dan Mulut Boleh Terbungkam, Tapi tangan kami akan Tetap Menggoreskan Tulisan untuk PERUMABAHAN.

Address

Surabaya

Opening Hours

Monday 10:00 - 22:00
Tuesday 10:00 - 22:00
Wednesday 10:00 - 22:00
Thursday 10:00 - 22:00
Friday 10:00 - 22:00
Saturday 10:00 - 22:00
Sunday 10:00 - 22:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Arta.com posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share