Penerbit Biografi Indonesia

Penerbit Biografi Indonesia Penerbit Buku Biografi Visi Penerbit Biografi Indonesia:
“Mengabadikan kisah perjalanan hidup dan gagasan pemikiran tokoh Indonesia.”

Setiap pemimpin meninggalkan jejak. Sebagian tercatat dalam kebijakan dan keputusan. Sebagian lainnya justru terasa dari...
10/08/2026

Setiap pemimpin meninggalkan jejak. Sebagian tercatat dalam kebijakan dan keputusan. Sebagian lainnya justru terasa dari cara ia membangun komunikasi, merawat kepercayaan, dan menggerakkan orang-orang di sekitarnya.

Buku "Membangun Ekosistem Komunikasi ala Menteri AHY" karya Dr. Herzaky Mahendra Putra dkk., mengajak kita melihat salah satu sisi penting dari perjalanan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ketika dipercaya memimpin Kementerian ATR/BPN.

Di tengah birokrasi yang kompleks, komunikasi bukan sekadar menyampaikan pesan. Tapi menjadi jembatan antara kebijakan dan masyarakat, antara kerja internal dan kepercayaan publik. Pada masa kepemimpinannya di ATR/BPN, penguatan strategi komunikasi bahkan menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan dan penyampaian informasi kepada publik.

Kini, pada 10 Agustus 2026, AHY memasuki usia 48 tahun. Perjalanannya telah membawa pengalaman yang lebih luas—dari dunia militer, politik, pemerintahan, hingga kini mengemban amanah sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Maka, buku ini menjadi menarik dibaca kembali hari ini.

Bukan semata untuk mengenang sebuah episode, tetapi untuk melihat bagaimana komunikasi, kepemimpinan, inovasi, dan keberanian melakukan terobosan menjadi bagian dari perjalanan seorang pemimpin.

Sebab pada akhirnya, kepemimpinan bukan hanya tentang apa yang dikerjakan, tetapi juga tentang bagaimana gagasan dikomunikasikan, bagaimana kepercayaan dibangun, dan bagaimana kerja bersama digerakkan.

Selamat ulang tahun ke-48, Bpk. Agus Harimurti Yudhoyono.

Semoga usia yang bertambah menjadi bertambah p**a pengalaman, kebijaksanaan, dan pengabdian untuk Indonesia. Amien.

Selamat membaca.

*49 TAHUN DINIYYAH AL AZHAR JAMBI*Berbekal pendidikan dari Diniyyah Puteri Padang Panjang dan nilai-nilai perjuangan yan...
05/08/2026

*49 TAHUN DINIYYAH AL AZHAR JAMBI*

Berbekal pendidikan dari Diniyyah Puteri Padang Panjang dan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Syaikhah Rangkayo Rahmah El Yunusiyah, tokoh pendidikan Islam sekaligus Pahlawan Nasional, Umi Dra. Hj. Rosmaini MS, M.Pd.I. p**ang ke Muara Bungo membawa satu tekad: membangun lembaga pendidikan Islam yang melahirkan generasi berilmu dan berakhlak.

Perjuangan itu dimulai dari tempat yang kala itu masih berupa hamparan hutan belantara. Di atas lahan itulah, dengan segala keterbatasan, doa, air mata, dan kerja keras, satu demi satu fondasi Pondok Pesantren Diniyyah Al Azhar dibangun.

Tidak sedikit yang meragukan, bahkan mencemooh. Namun keikhlasan dan tawakal menjadikan sesuatu yang semula tampak mustahil, atas izin Allah SWT, berubah menjadi kenyataan.

Pesan Umi kepada anak-anaknya sederhana, namun menjadi napas perjuangan Diniyyah Al Azhar hingga hari ini. Bekerjalah keras, berjuanglah dengan ikhlas, lalu serahkan hasilnya kepada Allah. Letakkan dunia di genggaman, bukan di hati. Hormati orang tua, manfaatkan waktu untuk menuntut ilmu, jagalah persaudaraan, serta jadilah pribadi yang lisannya selalu berdzikir, pikirannya selalu berpikir, dan tangannya selalu terampil memberi manfaat.

Selamat Milad ke-49 Diniyyah Al Azhar. Semoga semangat perjuangan yang berakar dari hutan, bertumbuh dengan keikhlasan, dan berbuah menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam terbesar di Provinsi Jambi ini, terus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

"Bekerja keras, ikhlas, lalu bertawakal kepada Allah. Karena atas kehendak-Nya, yang tidak mungkin pun menjadi mungkin." — Umi Dra. Hj. Rosmaini MS, M.Pd.I.

Mengenang Buya Dr. Maksum Malim, Lc., M.Pd.I., bukan sekadar mengenang sosok seorang ayah. Ia adalah tentang mengingat k...
23/07/2026

Mengenang Buya Dr. Maksum Malim, Lc., M.Pd.I., bukan sekadar mengenang sosok seorang ayah. Ia adalah tentang mengingat kembali keteladanan, kesabaran, perjuangan, dan cinta yang diam-diam bekerja dalam perjalanan sebuah keluarga.

Dalam buku yang ditulis H.M. Hafizh El Yusufi, Direktur Pendidikan Diniyyah Al Azhar Indonesia, berjudul “BUYA: Kisah Keteladanan Seorang Ayah”, kenangan tentang Buya diabadikan sebagai sebuah hadiah sekaligus bentuk bakti seorang anak kepada ayahnya. Sebuah persembahan atas ilmu, nilai-nilai, dan keteladanan yang telah diwariskan hingga membentuk dirinya seperti sekarang ini.

Di tengah krisis figur ayah yang kerap dialami anak-anak pada zaman ini, kisah Buya menjadi pengingat bahwa seorang ayah tidak hanya hadir untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Lebih dari itu, seorang ayah adalah sosok yang menanamkan nilai, memberikan arah, menjadi tempat bersandar, dan meninggalkan jejak keteladanan yang terus hidup bahkan setelah kepergiannya.

"Buya bukan sosok kuat yang hanya dilihat dari fisiknya, namun juga mental, hati, yang tergambar dalam perjalanan hidupnya. Penyayang, pekerja keras, sabar, tekun, pemikir, adalah gambaran sosok beliau. Sampai beliau hadir melengkapi Umi dan saling menguatkan satu sama lain dalam perjuangan," kata H.M. Hafizh El Yusufi.

"Maka tak salah, jika kehilangan beliau adalah suatu pertanda bahwa, peran dan pengaruhnya dalam keluarga kami, keluarga besar Diniyyah Al Azhar, begitu terasa. Sebagai sosok di balik layar kesuksesan istri, anak-anak, dan Diniyyah Al Azhar seperti yang kita lihat saat ini," ungkapnya.

Kini, Buya mungkin telah tiada. Namun, keteladanan tidak pernah benar-benar pergi. Ia hidup dalam nilai yang diwariskan, dalam doa yang terus dipanjatkan, dalam langkah anak-anak yang pernah dibimbingnya, dan dalam kebaikan yang terus tumbuh dari keluarga yang pernah ia kuatkan.

Sebab, pada akhirnya, seorang ayah mungkin akan meninggalkan dunia, tetapi cinta dan keteladanannya akan selalu menemukan jalan untuk tinggal lebih lama.

TELAH TERBIT!"Dokter Multitalenta, Prof. Dr. drg. Ahmad Syaify, Sp.Perio., Subsp.RPID (K)., FISID."Manusia tidak dicipta...
01/06/2026

TELAH TERBIT!

"Dokter Multitalenta, Prof. Dr. drg. Ahmad Syaify, Sp.Perio., Subsp.RPID (K)., FISID."

Manusia tidak diciptakan untuk satu peran. Kita adalah makhluk dengan ribuan kemungkinan. (Howard Gardner)

Buku ini bukan sekadar mengulas tentang perjalanan seorang dokter yang berhasil di banyak bidang. Lebih dari itu, ditulis untuk mereka yang merasakan seakan terbelenggu dengan profesinya sendiri. Mengungkap kisah dan fakta, bahwa potensi manusia mampu berhasil di berbagai bidang secara bersamaan.

Mengulas bagaimana menjalani hidup dengan bahagia dan seimbang. Banyaknya pekerjaan, bukan menjadi beban, tapi justru semakin bisa menikmati dan nyaman.

Inspiratif. Penuh nilai kehidupan. Sarat pelajaran tentang kehidupan, kebermanfaatan, dan pengabdian.

📖 Sudah tersedia dan dapat diperoleh di:
✅ Toko Buku Gramedia seluruh Indonesia
✅ Gramedia Online
✅ Shopee
✅ Tokopedia
✅ Berbagai toko buku dan marketplace lainnya.

Jangan lewatkan buku yang akan menemani Anda untuk terus bertumbuh, berkarya, dan memberi manfaat di berbagai bidang kehidupan.

Address

Jalan Gunung Raya No 67A Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan
South Tangerang
15415

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Penerbit Biografi Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Penerbit Biografi Indonesia:

Shortcuts

Share