12/06/2019
Disadur dari posting an KH. Luqman Kamil Ash Shiddiq
*PENTING UNTUK DIKETAHUI DAN DIPEDOMANI OLEH SELURUH MURID PANGERSA ABAH AOS ra wa qsn .*
*5 NASIHAT SUFI AGUNG AGAR JADI MURID PANDAI & SUKSES*
Oleh : Luqman Kamil Ash Shiddiq
( Penjelasan / syarahan ini ditukil dari artikel Pembantu Khusus Syeikh Mursyid )
*Dari Hadrotus Syeikh Muhammad Abdul Gaos SM Ra Qs*
Berikut ini intisari nasihat Sufi Guru Agung Hadrotu Syeikh Abah Aos Ra Qs kepada Abah Jagat , Pembantu Khusus-nya . Nasihat beliau dalam bahasa Sunda , jika ingin jadi murid pintar dan sukses dalam suluk ber-thoriqoh maka jangan lakukan sedikitnya 5 hal ini :
*1. ULAH MENTA*
Penjelasan :
Saat memutuskan berguru , bersabar menjalani apa yang ada , yang telah diterima dari Guru . Selalu menunggu dan bersikap se-dikasihnya Guru saja . Apa yang sudah dikasihkan ( baca: ijazah ) secara umum , diamalkan . Jangan s**a minta amalan-amilun lainnya .
Rumus-nya adalah amalkan ilmu /amalan yang sudah tersedia dari Guru untuk datang ilmu dan atau amalan yang tidak ada / yang belum ada . Guru amat tau kapan saatnya menambah / mengurang menu ilmu / amalan murid . *Dalam bab ilmu / amal saja seorang murid jangan meminta apalagi soal materi ( harta / duit ) . Haram hukumnya murid meminta apalagi membebani Guru secara materi sebaliknya wajib bantu meringankan . Kalau belum bisa meringankan jangan memberatkan /menyusahkan Guru .*
Rosul SAW bersabda :
..ولا فتح عبد باب مسألة إلا فتح الله عليه باب فقر
[ رواه الترمذي ]
*Tidaklah seorang hamba dibukakan pintu meminta (s**a meminta-minta ) kecuali Alloh bukakan baginya pintu kefaqiran*
[ HR . Tirmidzi ]
Dari Auf bin Malik Al-Asyuja’i beliau berkata :
قَدْ بَايَعْنَاكَ يَا رَسُولَ اللهِ، فَعَلَامَ نُبَايِعُكَ؟ قَالَ: عَلَى أَنْ تَعْبُدُوا اللهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَالصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، وَتُطِيعُوا – وَأَسَرَّ كَلِمَةً خَفِيَّةً – وَلَا تَسْأَلُوا النَّاسَ شَيْئًا
Kami telah berbai’at kepadamu wahai Rosulalloh , namun apa saja perjanjian yang wajib kami pegang dalam bai’at ini ? Rosululloh bersabda : " Wajib bagi kalian untuk menyembah kepada Alloh semata dan tidak menyekutukan Alloh dengan sesuatu apapun , menegakan sholat lima waktu , taat kepada pemimpin " , lalu beliau melirihkan perkataannya : *" dan tidak meminta-meminta kepada orang lain suatu apapun ."*
[ HR . Muslim no. 1043 ]
*2 . ULAH HAYANG*
Penjelasan :
Perjalanan seorang murid telah diatur oleh Guru Mursyidnya . Guru yang paling tau apa dan kapan seorang murid mendapatkan sesuatu untuk memudahkan perjalanannya dalam suluk . *Jangan banyak keinginan , apalagi menginginkan milik orang / murid yang lain . Itu tanda murid rakus / tamak .*
*Ini berlaku dalam urusan jasmaniyah maupun ruhaniyah ( urusan dunia maupun urusan akherat ) .*
Rosululloh SAW bersabda :
مَاذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِيْ غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِيْنِهِ
*Dua serigala yang lapar yang dilepas di tengah kump**an kambing , tidak lebih merusak dibandingkan dengan sifat rakus manusia terhadap harta dan kedudukan yang sangat merusak agamanya .*
- HR .Tirmidzi , no. 2376 .
- HR . Ahmad , III / 456 , 460 .
- HR . Ibnu Hibban , no. 3218 .
- HR . Thobroni dalam Mu’jamul Kabir , XIX / 96, no.189 .
Sekali lagi , semua sudah diatur dan ditetapkan semuanya oleh -Nya .
Bagi para pesuluk dalam thoriqoh , semua yang terjadi , dan menimpa kehidupan murid , semua sudah dalam pengaturan Syeikh Mursyid-nya . Belajar bersabarlah menerima , menjalani semua . Itu semua untuk kelulusan dan kenaikan pangkat keruhanian murid .
Rosul SAW bersabda :
ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ وَ ثَلَاثٌ مُنْجِيَاتٌ فَأَمَّا ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ: شُحٌّ مُطَاعٌ وَ هَوًى مُتَّبَعٌ وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ
و ثَلَاثٌ مُنْجِيَاتٌ : خَشْيَةُ اللَّهِ فِي السِّرِّ والعلانيةِ وَالْقَصْدُ فِي الْفَقْرِ وَالْغِنَى وَالْعَدْلُ فِي الْغَضَبِ وَالرِّضَا
Ada tiga perkara yang membinasakan dan tiga perkara yang menyelamatkan .
*Adapun tiga perkara yang membinasakan* :
1 . Bakhil dan rakus yang ditaati ,
2 . Hawa nafsu / keinginan yang selalu diikuti , dan
3 . Seseorang yang membanggakan dirinya sendiri ( 'ujub ).
*Sedangkan tiga perkara yang menyelamatkan* :
1 . takut kepada Alloh dalam kesunyian dan keramaian .
2 . Sederhana ketika dalam kekurangan dan ketika kaya ,
3 . Bersikap adil ketika dalam ( keadaan ) marah dan ridho .
[ Hadits ini diriwayatkan dari Anas , Ibnu Abbas , Abu Huroiroh , Abdulloh bin Abi Aufa dan Ibnu Umar ra ]
*3 . ULAH NANYA*
Penjelasan:
Kalau belajar ilmu lahir / ilmu Syariat , makin banyak tanya makin pandai . Sebaliknya , belajar ilmu batin / ilmu thoriqoh-hakekat , tidak banyak tanya semakin pandai .
*Kunci kepandaian , jalan untuk memperoleh kedalaman ilmu batin , tentang hakekat diri dan Alloh , yaitu dengan mengamalkan apa yang diperintahkan-diamalkan Guru .*
*Ikut , turut Guru . Segala pertanyaan akan ketemu jawaban hanya dengan ketaatan dalam mendawamkan amalan Guru* . Bersabarlah untuk tidak bertanya dan menemukan jawaban sendiri dengan karomah Guru , itulah kunci rahasia kesuksesan murid .
Alloh SWT berfirman :
.. أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
.. mereka berkata , kami mendengar dan kami taat . Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung .
[ QS. An-Nur / 24 : Ayat 51 ]
Rosul SAW bersabda :
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ.
Dari Abu Huroiroh ra berkata , aku mendengar Rosululloh SAW bersabda :
Apa saja yang aku larang terhadap kalian maka jauhilah .
Dan apa saja yang aku perintahkan kepada kalian maka kerjakanlah semampu kalian .
*Sesungguhnya perkara yang membinasakan umat sebelum kalian adalah mereka banyak bertanya ( mempermasalahkan sesuatu ) dan menentang Nabi-nabi mereka* .”
[ HR . Bukhori dan Muslim ].
*4 . ULAH NGAKU*
Penjelasan :
*Segala anugerah yang diterima murid --istiqomah dalam suatu amaliyah , kemuliaan , kasyaf , limpahan ilmu -- jangan pernah diakui hasil jerih payah kerja sendiri* .
*Semua adalah tumpahan , limpahan karomah-berkah Guru Mursyid* . Kalau bukan karena permintaan para kekasih-Nya ke Hadrot Alloh , tidak akan ada semua keutamaan-keutamaan dalam perjalanan . Segala aib-aib murid ditutupi karomah Guru , rapat-rapat .
Demikian , murid terbawa mulia.
Alloh SWT berfirman :
وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَنْ يَشَآءَ اللَّهُ رَبُّ الْعٰلَمِينَ
*Dan kamu tidak dapat ( menempuh perjalanan itu ) kecuali apabila dikehendaki oleh Alloh , Tuhan seluruh alam* .
( QS. At-Takwir / 81 : Ayat 29 )
=========================
.. وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلٰكِنَّ اللَّهَ رَمٰى ۚ ...
*... dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar , tetapi Alloh-lah yang melempar ...*
(QS. Al-Anfal / 8 : Ayat 17 )
===========================
مَّآ أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ وَمَآ أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَّفْسِكَ ۚ ....
*Apa saja yang menimpamu berupa kebaikan adalah dari Alloh dan apa saja yang menimpamu berupa keburukan , itu dari ( kesalahan ) dirimu sendiri ...*
( QS . An-Nisa / 4 : Ayat 79 )
Kenapa Pangersa Guru Agung mendidik semua muridnya *jangan ada pengakuan diri* walaupun sudah banyak berbuat baik ?
*Karena jika ada pengakuan diri yang timbul adalah sifat 'ujub . Serta akan kecewa ketika tidak mendapat pengakuan dari orang lain .*
*5 . ULAH PROTES*
Penjelasan :
Bersiap-siaplah . Akan banyak pergolakan batin -- pikiran dan perasaan -- sepanjang perjalanan . Akan banyak ditemui ucapan , tindakan , dan ketetapan Guru yang secara kasat mata nyeleneh . Bertentangan dengan pengetahuan umumnya . Simaklah perjalanan Nabi Musa AS saat berguru pada Nabi Khidir AS . Seorang Syeikh , Alloh anugerahi penglihatan yang tak terlihat orang lain , pendengaran yang tak terdengar orang lain . Penglihatan dan pendengarannya melampaui indera lahir , menjangkau , dan tak terlipat ruang dan waktu .
Alloh SWT berfirman :
قَالَ هٰذَا فِرَاقُ بَيْنِى وَبَيْنِكَ ۚ سَأُنَبِّئُكَ بِتَأْوِيلِ مَا لَمْ تَسْتَطِع عَّلَيْهِ صَبْرًا
Dia ( Khidir as ) berkata : Inilah perpisahan antara aku dengan engkau ( Musa ) , aku akan memberikan penjelasan kepadamu atas perbuatan yang engkau tidak mampu sabar terhadapnya ."
[ QS . Al-Kahf /18 : Ayat 78 ]
* # Nabi Musa as adalah contoh murid yang gagal mengikuti gurunya ( Khidir as ) karena banyak protes .*
Salam Ikroman Wa Tazhiman Wa Mahabattan .
*SEMOGA BISA BERMANFAAT DAN SEMOGA KITA SEMUA DIAKU MENJADI MURID YANG BAIK OLEH TUAN SYEIKH*