Langgar Achmad Syu'aib Kr. Asem Solo

Langgar Achmad Syu'aib Kr. Asem Solo menebar kebaikan....semata2 mencari keridhaan Alllah

" Orang-Orang Fakir yang Mendahului Orang-Orang Kaya ke Surga "Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
27/06/2018

" Orang-Orang Fakir yang Mendahului Orang-Orang Kaya ke Surga "

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Dalam hadis-hadis di atas, jelaslah bahwa orang-orang miskin itu mendahului orang-orang kaya selama empat puluh tahun.

Keluarga besar Langgar Achmad Syu'aib Mengucapkan :Met Idul Fitri 1Syawal 1439 HMohon maaf lahir batin
17/06/2018

Keluarga besar Langgar Achmad Syu'aib

Mengucapkan :

Met Idul Fitri 1Syawal 1439 H

Mohon maaf lahir batin

**********************************Enam Motivasi Beribadah**********************************Bismillahir Rahmannir Rahiim ...
20/01/2016

**********************************
Enam Motivasi Beribadah
**********************************

Bismillahir Rahmannir Rahiim ..

Mari kita simak enam motivasi untuk beribadah kepada Allah SWT sebagai sang pencipta alam semesta dan beribadah kepada Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi akhirul zaman dan utusan-Nya.

Ada enam motivasi beribadah, dari termulia sampai yang terhina secara tertib;

1. Merasa hadir dengan Dia,
2. Merasa Dilihat oleh Dia,
3. Merasa diperhatikan dua Malaikat Rakib dan Atid,
4. Ketakutan akan Kematian yang datang secara tiba-tiba
5. Mengingat janji-Nya bagi orang-orang bertakwa, yakni Surga, dan
6. Menginginkan kebahagiaan duniawi.

Manakah motivasi ibadah kita selama ini..?

Dan semoga motivasi ibadah kita yang selama ini tertanam di dalam hati kita bukanlah motivasi yang tercantum pada urutan ke-6..

Allahumma A'innaa 'alaa dzikrika wasyukrika wahusni 'ibaadatika.., aamiin.

[Al-Allamah Al-Habib Abdullah bin 'Alawy Alhaddad dalam salah satu karya Kitabnya yang berjudul Risalah Almu'awanah shf 5-6.]

Original post by Mibinibnu Bheen Yahya on facebook

●▬▬▬▬▬▬▬☼▬▬▬▬▬▬▬●4 Pertanyaan di Padang Mahsyar●▬▬▬▬▬▬▬☼▬▬▬▬▬▬▬●Bismillahir Rahmanir RahiimAssalamu'alaykum Warahmatullo...
01/01/2016

●▬▬▬▬▬▬▬☼▬▬▬▬▬▬▬●
4 Pertanyaan di Padang Mahsyar
●▬▬▬▬▬▬▬☼▬▬▬▬▬▬▬●

Bismillahir Rahmanir Rahiim
Assalamu'alaykum Warahmatullohi Wabarokatuh

Huru hara yang terjadi di Mahsyar sungguh dahsyat. Masing-masing kita akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Tidak ada orang tua atau sanak keluarga di sisi kita, semuanya bertanggungjawab dengan dirinya sendiri, tidak ada yang menggantungkan kepada orang tuanya, atau sanak keluarganya, walaupun dahulu mereka mungkin orang yang besar dan mempunyai kedudukan. Ketika hari kiamat, itu semua akan sirna, semua berdiri dengan dirinya sendiri, mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya ketika di dunia.

Diantara pertanggung jawaban yang harus kita persiapkan sejak sekarang didunia adalah tentang 4 perkara.

Dari Abu Barzah Al-Aslami, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أربع : عن عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ.

“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat nanti sampai ditanya tentang empat perkara: (1) tentang umurnya untuk apa dia habiskan, (2) tentang ilmunya, sejauh mana dia amalkan, (3) tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan untuk apa harta tersebut dibelanjakan, dan (4) tentang tubuhnya, untuk apa dia gunakan." (HR. At-Tirmidzi disohihkan Al-Albany dalam Ash-Shohihah, 946)

Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat nanti sampai ia ditanya tentang 4 perkara:

Pertama, ditanya tentang umurnya, kesempatan dia hidup di dunia ini, untuk apa ia gunakan. Apakah dengan usia atau kesempatan itu dia gunakan untuk berfoya-foya, ataukah dia tidak merasa bahwasanya dia akan dikembalikan oleh Allah di hari kiamat nanti.
Jangan sampai kita menyesal seperti penyesalannya orang kafir ketika lalai akan datangnya kematian, kemudian nyawanya dicabut dalam keadaan belum bertaubat kepada Allah, maka apa yang terjadi kemudian," Dan mereka (orang kafir) berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang shaleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Itulah penyesalan mereka yang menyia-nyiakan umurnya, lalu dijawab oleh Allah penyesalan mereka,"Dan bukankah Kami telah memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (adzab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang dzalim seorangpenolongpun."

Kedua, tentang ilmunya, sejauh mana dia amalkan ilmunya. Kita menuntut ilmu ini tidak dibiarkan begitu saja oleh Allah, akan tetapi kita dituntut untuk mengamalkannya. Karena hakekat tujuan ilmu adalah pengamalannya. Allah akan meminta pertanggungjawaban tentang pengamalan ilmu yang kita pahami. Ilmu yang paling utama untuk kita pelajari adalah memahami kalimat tauhid لا إله إلا الله, sebagaimana firman-Nya:
(Fathir:37)

فاعلم أنه لا إله إلا الله.

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan (Yang Hak) melainkan Allah.”

(Muhammad:19)

Maka hendaknya kita bersungguh-sungguh untuk mencari ilmu tauhid, memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, kemudian ilmu Islam yang lainnya sebelum datangnya hari pertanggung jawaban di Mahsyar nanti.

Ada sebagian orang yang merasa tidak perlu ilmu yang banyak, biar tidak banya pertanyaannya dihari kiamat. Talbis Iblis semacam ini banyak menghinggapi orang-orang yang jahil dari ilmu agama. Padahal ilmu adalah jalan pintas yang paling mudah untuk menuju surga. Betapa banyak amal yang ringan tetapi sangat besar pahalanya, dan yang mengetahui hal ini hanyalah orang yang berilmu. Semetara orang yang jahil mereka berusaha beramal yang banyak tetapi tidak mendapatkan pahala bahkan bertambah dosanya karena terjerumus dalam amal bid'ah yang menyimpang atau riya' yang merusak amalannya sedangkan dia tidak tahu.

Ketiga, tentang hartanya, dari mana ia dapatkan harta tersebut dan untuk apa harta tersebut dibelanjakan. Apakah harta tersebut dia peroleh dari jalan yang halal, ataukah harta tersebut diperoleh dari hal-hal yang haram.

Apakah keluarganya diberi makan dari sesuatu yang haram, maka ketika itu Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada dia. Dan kemudian juga ditanya untuk apa harta tersebut dibelanjakan. Hendaknya kita waspada, terkadang kita tidak merasa bahwasanya harta ini, kita belanjakan untuk hal-hal yang akan menjauhkan seseorang atau keluarga kita dari perintah-perintah Allah.

Semakin banyak harta yang kita miliki semakin banyak dan rumit pertanyaan di Mahsyar. Namun demikian bukan berarti kita bermalas-malasan supaya tidak memiliki harta yang banyak. Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyatakan: “Sebaik-baik harta yang baik adalah harta ditangan Orang-orang yang sholih.”(HR Buhory dalam Adabul Mufrod,229 disohihkan Al-Albany). Apabila kita membelanjakan dalam jalan yang benar hal itu menjadi tambahan pahala kebaikan kita. Rasulullah mengingatkan dalam sabdanya,"Sampai satu suap makanan yang kalian berikan kepada istri kalian adalah shodaqoh."(Misykataul Masobih disohihkan Al-Albany,1674). Sabdanya,"Empat dinar, satu dinar yang engkau berikan berikan orang miskin adalah sodaqoh, satu dinar yang engkau berikan kepada budakmu adalah sodaqoh, satu dinar yang engkau infakkan di jalan Allah adalah sodaqoh, dan satu yang engkau nafkahkan kepada keluargamu adalah sodaqoh, dan yang paling utama adalah apa yang engkau nafkahkan kepada keluargamu." (HR Buhory dalam Adabul Mufrod disohihkan Al-Al-bany dalam Al-Jami', 878)

Keempat, tentang tubuhnya, untuk apa dia gunakan di dunia ini. Apakah tubuh tersebut dia gunakan untuk bermaksiat kepada Allah. Dia lahir dalam keadaan tidak memiliki apa-apa, kemudian Allah karuniakan kepadanya penglihatan dan pendengaran. Dengan itu apakah dia bisa mengemban amanah dari Allah tersebut, yaitu menjaga pendengarannya, penglihatan, dan hatinya dari hal-hal yang dilarang oleh Allah. Firman Allah:

ولا تقف ما ليس لك به علم إن السمع والبصر والفؤاد كل أولئك كان عنه مسؤولا.

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.(Al-Isro':37).

Allah mengingatkan bahwa dihari kiamat semua tubuh kita menjadi saksi atas perbutan kita didunia," Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan."(Yaasin:65). Wallahu a'lam

Sumber: Mausu'ah fil Hadits wal Qur'an

Rezeki Alloh Tidak Meleset------------------------------------ Bismillaahir Rahmaanir Rahiim....Alhamdulillah. Hanya All...
13/12/2015

Rezeki Alloh Tidak Meleset
------------------------------------

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim....

Alhamdulillah. Hanya Alloh Swt. pemilik segala pujian. Hanya kepada Alloh kembalinya setiap pujian. Tak ada yang patut untuk disembah dan dimintai pertolongan selain Alloh. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Rosululloh Saw.

Saudaraku, jika ada yang pernah melintasi jalan Cileunyi ke arah selatan, maka kita akan melihat deretan penjual Tahu Sumedang. Rata-rata mereka melambaikan tangannya ke arah kendaraan yang melintas. Jika ada kendaraan yang bermaksud membeli, maka kendaraan itu akan menepi kepada salah satu dari mereka. Atau kadang, meski mereka semua melambaikan tangannya, terkadang tak ada satupun kendaraan yang menepi, dan kendaraan justru menepi di penjual ubi cilembu beberapa kilometer dari mereka.

Demikianlah rezeki itu. Alloh Swt. yang menghendaki rezeki-Nya bagi kita. Tidak ada yang meleset sedikitpun dari kita. Jikalau Alloh menghendaki rezeki tertentu bagi X, dan X sedang duduk bersebalahan dengan Y dan Z, maka rezeki itu tidak akan meleset kepada yang lain selain kepada X. Berjubelnya orang yang berdoa di multazam, tidak akan membuat Alloh Swt. keliru memberikan rezeki-Nya. Alloh pasti memberikan rezeki-Nya secara tepat dan akurat. Subhaanalloh.

Alloh Swt. berfirman, “Jika Alloh menimpakan sesuatu kemadhorotan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yunus [10] : 107).

Jika seluruh jin dan manusia di alam ini bergabung demi untuk menghalangi rezeki Alloh terhadap kita, maka mustahil mereka bisa melakukannya. Mustahil ada yang bisa mengganggu kehendak Alloh Swt. Demikian juga sebaliknya, jikalau Alloh Swt. enggan untuk memberi, maka sampai jungkir balik pun kita memelas bersujud kepada makhluk, maka tetap tidak akan terjadi.

Maka, yakinlah bahwa tak ada penguasa rezeki selain Alloh Swt. Oleh sebab itu, jemputlah rezeki dengan cara-cara yang disukai Alloh. Bekerjalah dengan jujur, berniagalah dengan jujur, jauhi iri dengki dan dusta. Jikalau kita berjualan buah di antara deretan toko yang lain yang juga berjualan buah, namun malah toko tetangga yang banyak pembelinya, maka tidak perlu jengkel dan kotor hati, karena rezeki Alloh tidak akan meleset. Lebih baik tingkatkanlah kualitas buah yang kita jual dan tingkatkanlah kualitas pelayanan kita kepada konsumen, karena inilah ladang amal sholeh kita. Insyaa Alloh, niscaya pertolongan dan kemudahan Alloh akan datang kepada setiap hamba-Nya yang berupaya ikhtiar dengan cara-cara yang Alloh ridhoi.

Jangankan rezeki di antara deretan toko-toko, rezeki di antara kakak beradik yang satu rumah saja bisa berbeda. Jangankan kakak beradik, anak kembar saja akan berbeda takdir dan rezekinya. Oleh karena itu tidak perlu sibuk mengurusi pemberian Alloh kepada orang lain, lebih baik sibuk mengurusi amal sholeh kita kepada Alloh Swt. karena itulah yang akan kembali kepada diri kita.

Bersandar dan berharaplah hanya kepada Alloh Swt. Berusahalah hanya karena agar Alloh ridho. Tidak perlu mengejar kecintaan makhluk kepada kita demi agar rezeki kita bertambah, kejarlah cinta Alloh agar Alloh mencintai kita dan mencukupi segala keperluan kita dengan cara-Nya yang luar biasa. Wallohua’lam bishowab.[]



Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
------------------------------------

------------------------------Rezeki Jaminan Allah-----------------------------Bismillaahir Rahmaanir Rahiim...Alhamduli...
13/12/2015

------------------------------
Rezeki Jaminan Allah
-----------------------------

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim...

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Dialah Alloh, Dzat Yang Maha Menciptakan langit dan bumi beserta segala apa yang ada di antaranya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Alloh Swt. berfirman,

“Jika Alloh menimpakan sesuatu kemadhorotan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yunus [10] : 107).

Saudaraku, sebagian dari kita mungkin sering merasa khawatir dalam urusan rezeki. Khawatir tidak bisa makan esok hari, khawatir tidak bisa menafkahi anak dan istri, khawatir kehilangan pekerjaan, dan berbagai kekhawatiran lainnya yang berkaitan dengan rezeki.

Padahal urusan rezeki termasuk kepada jaminan Alloh Swt. Setiap seorang bayi lahir ke dunia, dia lahir sudah satu paket dengan rezekinya. Bahkan bayi ini sudah mendapatkan rezeki yang cukup meskipun ia belum mempunyai ilmu, pengalaman apalagi ijazah. Semua ada dalam jaminan Alloh Swt.

Yang terpenting yang perlu kita lakukan adalah menjalani hidup ini dengan ikhtiar yang sesuai dengan rambu-rambu yang Alloh tetapkan dan Rosululloh Saw. ajarkan. Lakukanlah yang terbaik yang Alloh sukai, maksimalkan ikhtiar, kemudian berserah diri kepada Alloh. Dan, yakinlah bahwa Alloh paling mengetahui apa yang kita butuhkan dan hanya Alloh p**a yang Maha Kuasa mencukupi kebutuhan kita. Perlu juga kita tafakuri bahwa sesungguhnya rezeki Alloh tidaklah hanya berupa harta, namun masih banyak bentuk lainnya yang selama ini terus kita nikmati.

Semoga kita termasuk hamba-hamba Alloh yang pandai mensyukuri rezeki-Nya. Karena inilah yang terpenting dalam urusan rezeki. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.[]

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )

───────────█─█──────────Manusia Lebih Pintar Dari Pada Jin ───────────█─█────────── Bismillahir Rahmannir Rahiim ...Alla...
09/12/2015

───────────█─█──────────
Manusia Lebih Pintar Dari Pada Jin
───────────█─█──────────

Bismillahir Rahmannir Rahiim ...

Allah menciptakan alam semesta ini bukan hanya makhluk-makhluk yang terbuat dari materi. Melainkan, Allah pun menciptakan makhluk yang tak dapat dilihat oleh manusia, yakni makhluk non materi.

Sehingga, antara materi dan non materi itu seharusnya tidak dapat bersatu. Tapi, mengapa banyak manusia yang bersekutu dengan jin?Sebenarnya jin itu tidak bisa menampakkan diri pada manusia. Kalau pun ia menampakkan diri, mungkin akan berupa wujud lain, bukan wujud aslinya. Orang yang bersekutu dengan jin itu, tidak mengetahui bahwa ternyata jin itu lebih bodoh daripada dirinya. Tak percaya? Ini bukti konkret atau nyatanya.

Jin hanya akan mengganggu manusia dengan cara yang sederhana. Misalnya, menggerakkan horden, mengalirkan air, menjatuhkan barang, dan lain sebagainya. Itu semua merupakan perbuatan jin untuk menakut-nakuti manusia. Dan biasanya manusia sendiri pun ketika tahu ada hal yang ganjil, langsung merasa dirinya tidak aman. Padahal, jin itu hanya iseng saja, yakni hanya untuk melihat ketakutan manusia, hingga dia merasa puas bahwa ternyata manusia itu makhluk yang penakut.

Mengapa jin itu bodoh? Karena ia hanya mampu menakut-nakuti manusia dengan cara yang sederhana. Sedangkan manusia, ia bisa menciptakan sesuatu yang luar biasa. Dan akan lebih ditakuti oleh makhluk lainnya. Salah satunya bom. Apakah jin bisa membuat itu?

Coba bayangkan, jika jin bisa membuat bom, tentu hancurlah seluruh dunia ini. Apalagi jumlah mereka itu lebih banyak daripada manusia. Apalagi salah satu dari golongan mereka ada yang sangat membenci manusia.

Maka, jika memang ada orang yang masih bersekutu dengan jin, ia dapat dikatakan sebagai orang yang rendah. Mengapa demikian? Ia merasa takut dalam hadapi dunia ini, hingga ia merasa jinlah yang memiliki kekuatan terbesar hingga mampu membantu dirinya.

Dengan kata lain, ia mengakui bahwa jinlah yang lebih kuat daripada dirinya. Orang yang bersekutu dengan jin juga termasuk orang yang penakut. Ia tidak akan berani menentang perintah dari jin. Sehingga, apa pun yang dipinta oleh jin itu pasti dilakukannya.

Padahal, jika kita mempelajari diri kita sendiri, maka kita akan mengetahui bahwa derajat tertinggi itu ada di tangan kita, bukan jin. Oleh sebab itu, seharusnya kita dapat menaklukan mereka, bukan kita yang ditaklukan oleh mereka. Jin akan takut ketika kita berani, dan jin akan berani ketika kita takut. Karena jin dan manusia punya elektromagnetik.

(islampos)

https://www.facebook.com/675171712498986/photos/a.675177295831761.1073741828.675171712498986/1202666313082854/?type=3&th...
08/12/2015

https://www.facebook.com/675171712498986/photos/a.675177295831761.1073741828.675171712498986/1202666313082854/?type=3&theater

----------------------------------------------------------------------
Kisah Izrail Terpilih Menjadi Malaikat Pencabut Nyawa
----------------------------------------------------------------------

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim..

Izrail merupakan malaikat yang pasti akan mendatangi setiap manusia. Menjelang ajal, malaikat maut ini akan melepaskan ruh dari jasad. Ia memang ditugaskan Allah SWT sebagai pencabut nyawa. Bukan tanpa alasan, malaikat yang dalam Al-Quran di sebut Malak al Mawt ini diberi amanah tersebut. Ada serangkaian kisah, yang akhirnya membuat Izrail terpilih menjadi malaikat pencabut nyawa.

Ini berawal ketika Allah SWT memerintahkan Izrail bersama malaikat Jibril, Israfil, dan Mikail untuk mengambil tanah ke bumi dalam proses penciptaan Adam AS. Dalam sebuah hadist mu’tabar yang dinukil dari Imam Ja’far al-Shadiq disebutkan bahwa sebelum menciptakan Adam dari tanah, Allah SWT terlebih memberi kabar terhadap bumi bahwa Dia akan mengambil tanah di sana.

“Hai bumi, Aku akan ciptakan manusia dari saripatimu. Sebagian meraka ada yang taat kepada-Ku dan sebagian lainnya durhaka kepada-Ku. Siapa yang taat kepada-Ku maka akan Aku masukkan dia kedalam sorga-Ku, dan siapa yang durhaka kepada-Ku akan Aku masukkan dia kedalam neraka-Ku” Imam Ats-Tsa’labi 1

Allah SWT kemudian mengutus malaikat Jibril untuk mengambil tanah ke bumi. Namun sebelum sempat mengambilnya, bumi memberikan pertanyaan kepada Jibril terkait tujuan Allah mengambil tanah di bumi. Malaikat Jibril kemudian memberi jawaban sebagai berikut

“Karena Allah akan memerintahkan Adam AS dan keturunannya untuk menyembah-Nya. Setiap yang taat diantara mereka akan berada dalam naungan rahmat-Nya dan dipersilakan masuk ke surga. Sementara, Dia akan menyiksa siapa saja di antara mereka yang menentang-Nya dan tidak taat kepada-Nya di dalam penjara Jahanam-Nya untuk selama-lamanya.”

Ketika mendengar jawaban Jibril, Bumi pun memelas dan bersumpah dengan nama Allah bahwa Ia tidak sanggup menanggung beban manusia di bumi.

”Demi Allah, aku berlindung kepada-Mu dari utusan-Mu, agar Engkau tidak mengambil sebagian dari kami jika nantinya akan menjadi penghuni neraka”.

Mendengar sumpah tersebut, Jibril tidak mengambil apapun dari bumi, lalu kembali kepada Allah dan menceritakan alasan bumi yang bersumpah dengan keagungan Allah bahwa dia tidak memiliki kesanggupan untuk menanggung azab-Nya.

Allah lantas mengutus dua malaikat sekaligus yakni Mikail dan Israfil untuk turun ke bumi mengambil tanah. Lagi-lagi, bumi melakukan hal serupa dengan bersumpah membawa nama Allah. Kedua malaikat ini pun lalu kembali lagi kepada Allah tanpa membawa sedikit tanah pun sama seperti Jibril.

Lalu Allah memerintahkan Malaikat Izrail untuk mengambil tanah itu. Namun Izrail berbeda dengan tiga malaikat lainnya. Ia langsung memukul bumi dengan pedangnya dan bumi pun bergetar ketakutan, lantas malaikat Izrail mencabutnya segenggam. Meski Bumi sudah bersumpah atas nama Allah, namun Ia tetap mengambil tanah seraya berkata:

“Aku takut menyalahi (melanggar) perintah Allah, aku sama sekali tak akan melanggar perintah Tuhanku, walau dengan segala perendahan dirimu”.

Ketika Izrail mengambil paksa (mencabut) sebagian dari bumi, bumipun menangis merasa kehilangan. Kemudian tanah itu di bawa menghadap Allah. Lalu Allah berfirman kepada Izroil: “Mengapa engkau tidak mengikuti sumpahnya (bumi) ?. Jawab Izroil: ”Perintah-Mu lebih aku ikuti dan aku takuti daripada sumpahnya”. Kemudian Allah berfirman: “Engkaulah Malaikat pencabut nyawa (malakul maut)”

Kemudian Allah memberikan penghargaan kepadanya atas hal tersebut. Dengan alasan inilah Allah memerintahkan atau memberikan tugas kepada Izrail untuk mencabut nyawa-nyawa hambanya.

Malaikat Izrail diberi kemampuan yang luar biasa oleh Allah hingga barat dan timur dapat dijangkau dengan mudah olehnya seperti seseorang yang sedang menghadap sebuah meja makan yang dipenuhi dengan pelbagai makanan yang siap untuk dimakan. Ia juga sanggup membolak-balikkan dunia sebagaimana kemampuan seseorang sanggup membolak-balikkan uang.

Sewaktu malaikat Izrail menjalankan tugasnya mencabut nyawa makhluk-makhluk dunia, ia akan turun ke dunia bersama-sama dengan dua kump**an malaikat yaitu Malaikat Rahmat dan Malaikat `Azab.

Menurut kisah Kabil Akbar, Malaikat Maut tidak mengetahui kapan tiap-tiap makhluk yang akan mati. Dikatakan olehnya Allah telah menciptakan sebuah pohon (Sidrat al-Muntaha) di bawah 'Arsy yang mana jumlah daunnya sama banyak dengan bilangan makhluk yang Allah ciptakan. Jika satu makhluk itu telah diputuskan ajalnya, maka umurnya tinggal 40 hari dari hari yang diputuskan. Maka jatuhlah daun itu kepada Malaikat Maut, tahulah bahwa dia telah diperintahkan untuk mencabut nyawa orang yang tertulis pada daun tersebut. sampai ada daun dari pohon yang terletak di bawah 'Arsy gugur.

Kemudian akan jatuh dua titisan dari arah 'Arsy pada daun tersebut, titisan hijau ataupun putih. Hijau menandakan bakal si mayat akan mendapat kecelakaan sementara putih mengambarkan dia akan mendapat kebahagiaan.

Untuk mengetahui tempat makhluk mati, Allah telah menciptakan Malaikat Arham yang akan diperintahkan untuk memasuki sperma yang berada dalam rahim ibu dengan debu bumi yang akan diketahui di mana ia akan mati dan di situlah kelak ia pasti akan menemui ajalnya.

Demikian artikel tentang Kisah Izrail Terpilih Menjadi Malaikat Pencabut Nyawa. Semoga kisah ini menambah pengetahuan dan terima kasih sudah membaca.

http://www.infoyunik.com

----------------------------------------------------------------------Kisah Izrail Terpilih Menjadi Malaikat Pencabut Ny...
08/12/2015

----------------------------------------------------------------------
Kisah Izrail Terpilih Menjadi Malaikat Pencabut Nyawa
----------------------------------------------------------------------

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim..

Izrail merupakan malaikat yang pasti akan mendatangi setiap manusia. Menjelang ajal, malaikat maut ini akan melepaskan ruh dari jasad. Ia memang ditugaskan Allah SWT sebagai pencabut nyawa. Bukan tanpa alasan, malaikat yang dalam Al-Quran di sebut Malak al Mawt ini diberi amanah tersebut. Ada serangkaian kisah, yang akhirnya membuat Izrail terpilih menjadi malaikat pencabut nyawa.

Ini berawal ketika Allah SWT memerintahkan Izrail bersama malaikat Jibril, Israfil, dan Mikail untuk mengambil tanah ke bumi dalam proses penciptaan Adam AS. Dalam sebuah hadist mu’tabar yang dinukil dari Imam Ja’far al-Shadiq disebutkan bahwa sebelum menciptakan Adam dari tanah, Allah SWT terlebih memberi kabar terhadap bumi bahwa Dia akan mengambil tanah di sana.

“Hai bumi, Aku akan ciptakan manusia dari saripatimu. Sebagian meraka ada yang taat kepada-Ku dan sebagian lainnya durhaka kepada-Ku. Siapa yang taat kepada-Ku maka akan Aku masukkan dia kedalam sorga-Ku, dan siapa yang durhaka kepada-Ku akan Aku masukkan dia kedalam neraka-Ku” Imam Ats-Tsa’labi 1

Allah SWT kemudian mengutus malaikat Jibril untuk mengambil tanah ke bumi. Namun sebelum sempat mengambilnya, bumi memberikan pertanyaan kepada Jibril terkait tujuan Allah mengambil tanah di bumi. Malaikat Jibril kemudian memberi jawaban sebagai berikut

“Karena Allah akan memerintahkan Adam AS dan keturunannya untuk menyembah-Nya. Setiap yang taat diantara mereka akan berada dalam naungan rahmat-Nya dan dipersilakan masuk ke surga. Sementara, Dia akan menyiksa siapa saja di antara mereka yang menentang-Nya dan tidak taat kepada-Nya di dalam penjara Jahanam-Nya untuk selama-lamanya.”

Ketika mendengar jawaban Jibril, Bumi pun memelas dan bersumpah dengan nama Allah bahwa Ia tidak sanggup menanggung beban manusia di bumi.

”Demi Allah, aku berlindung kepada-Mu dari utusan-Mu, agar Engkau tidak mengambil sebagian dari kami jika nantinya akan menjadi penghuni neraka”.

Mendengar sumpah tersebut, Jibril tidak mengambil apapun dari bumi, lalu kembali kepada Allah dan menceritakan alasan bumi yang bersumpah dengan keagungan Allah bahwa dia tidak memiliki kesanggupan untuk menanggung azab-Nya.

Allah lantas mengutus dua malaikat sekaligus yakni Mikail dan Israfil untuk turun ke bumi mengambil tanah. Lagi-lagi, bumi melakukan hal serupa dengan bersumpah membawa nama Allah. Kedua malaikat ini pun lalu kembali lagi kepada Allah tanpa membawa sedikit tanah pun sama seperti Jibril.

Lalu Allah memerintahkan Malaikat Izrail untuk mengambil tanah itu. Namun Izrail berbeda dengan tiga malaikat lainnya. Ia langsung memukul bumi dengan pedangnya dan bumi pun bergetar ketakutan, lantas malaikat Izrail mencabutnya segenggam. Meski Bumi sudah bersumpah atas nama Allah, namun Ia tetap mengambil tanah seraya berkata:

“Aku takut menyalahi (melanggar) perintah Allah, aku sama sekali tak akan melanggar perintah Tuhanku, walau dengan segala perendahan dirimu”.

Ketika Izrail mengambil paksa (mencabut) sebagian dari bumi, bumipun menangis merasa kehilangan. Kemudian tanah itu di bawa menghadap Allah. Lalu Allah berfirman kepada Izroil: “Mengapa engkau tidak mengikuti sumpahnya (bumi) ?. Jawab Izroil: ”Perintah-Mu lebih aku ikuti dan aku takuti daripada sumpahnya”. Kemudian Allah berfirman: “Engkaulah Malaikat pencabut nyawa (malakul maut)”

Kemudian Allah memberikan penghargaan kepadanya atas hal tersebut. Dengan alasan inilah Allah memerintahkan atau memberikan tugas kepada Izrail untuk mencabut nyawa-nyawa hambanya.

Malaikat Izrail diberi kemampuan yang luar biasa oleh Allah hingga barat dan timur dapat dijangkau dengan mudah olehnya seperti seseorang yang sedang menghadap sebuah meja makan yang dipenuhi dengan pelbagai makanan yang siap untuk dimakan. Ia juga sanggup membolak-balikkan dunia sebagaimana kemampuan seseorang sanggup membolak-balikkan uang.

Sewaktu malaikat Izrail menjalankan tugasnya mencabut nyawa makhluk-makhluk dunia, ia akan turun ke dunia bersama-sama dengan dua kump**an malaikat yaitu Malaikat Rahmat dan Malaikat `Azab.

Menurut kisah Kabil Akbar, Malaikat Maut tidak mengetahui kapan tiap-tiap makhluk yang akan mati. Dikatakan olehnya Allah telah menciptakan sebuah pohon (Sidrat al-Muntaha) di bawah 'Arsy yang mana jumlah daunnya sama banyak dengan bilangan makhluk yang Allah ciptakan. Jika satu makhluk itu telah diputuskan ajalnya, maka umurnya tinggal 40 hari dari hari yang diputuskan. Maka jatuhlah daun itu kepada Malaikat Maut, tahulah bahwa dia telah diperintahkan untuk mencabut nyawa orang yang tertulis pada daun tersebut. sampai ada daun dari pohon yang terletak di bawah 'Arsy gugur.

Kemudian akan jatuh dua titisan dari arah 'Arsy pada daun tersebut, titisan hijau ataupun putih. Hijau menandakan bakal si mayat akan mendapat kecelakaan sementara putih mengambarkan dia akan mendapat kebahagiaan.

Untuk mengetahui tempat makhluk mati, Allah telah menciptakan Malaikat Arham yang akan diperintahkan untuk memasuki sperma yang berada dalam rahim ibu dengan debu bumi yang akan diketahui di mana ia akan mati dan di situlah kelak ia pasti akan menemui ajalnya.

Demikian artikel tentang Kisah Izrail Terpilih Menjadi Malaikat Pencabut Nyawa. Semoga kisah ini menambah pengetahuan dan terima kasih sudah membaca.

http://www.infoyunik.com

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^Membantu saudara seiman untuk melaksanakan k...
01/12/2015

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Membantu saudara seiman untuk melaksanakan kebajikan
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim......

Membantu saudara seiman utk melaksanakan kebajikan, sebagai realisasi firman Allah Azza wa Jalla :

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَىالْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Dan tolong-menolonglah kalian dlm melaksanakan
kebajikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dlm dosa dan permusuhan [al-Mâidah/5:2]

Seorang Muslim yg sejati, adalah orang yg menyukai kebaikan ada pada saudaranya seiman, seperti dia menyukai hal itu ada pada dirinya. Karenanya, dia bersungguh-sungguh untuk mengajak saudaranya seiman untuk menggapai pahala dan menjauhi dosa

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬Rahasia Sholat 5 Waktu▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬Bismillah was Shalatu was Salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du..Ali bin Abi ...
01/12/2015

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Rahasia Sholat 5 Waktu
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Bismillah was Shalatu was Salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du..

Ali bin Abi Talib r.a. berkata, `Sewaktu Rasullullah Shallallahu alaihi wa sallam duduk bersama para sahabat Muhajirin dan Ansar, maka dengan tiba-tiba datanglah satu rombongan orang-orang Yahudi lalu berkata, `Ya Muhammad, kami hendak bertanya kepada kamu kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa A.S. yang tidak diberikan kecuali kepada para Nabi utusan Allah atau malaikat muqarrab.`

Lalu Rasullullah SAW bersabda, `Silahkan bertanya.`

Berkata orang Yahudi, `Coba terangkan kepada kami tentang 5 waktu yang diwajibkan oleh Allah ke atas umatmu.`

Sabda Rasullullah Shallallahu Alihi Wa sallam,

`Shalat Zuhur jika tergelincir matahari, maka bertasbihlah segala sesuatu kepada Tuhannya.

Shalat Asar itu ialah saat ketika Nabi Adam a.s. memakan buah khuldi.

Shalat Maghrib itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam a.s. Maka setiap mukmin yang bershalat Maghrib dengan ikhlas dan kemudian dia berdoa meminta sesuatu pada Allah maka pasti Allah akan mengkabulkan permintaannya.

Shalat Isyak itu ialah shalat yang dikerjakan oleh para Rasul sebelumku.

Shalat Subuh adalah sebelum terbit matahari. Ini karena apabila matahari terbit, terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan di situ sujudnya setiap orang kafir.`

Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah saw, lalu mereka berkata, `Memang benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakanlah kepada kami apakah pahala yang akan diperoleh oleh orang yang shalat.`

Rasullullah SAW bersabda, `Jagalah waktu-waktu shalat terutama shalat yang pertengahan. Shalat Zuhur, pada saat itu nyalanya neraka Jahanam. Orang-orang mukmin yang mengerjakan shalat pada ketika itu akan diharamkan ke atasnya uap api neraka Jahanam pada hari Kiamat.`

Sabda Rasullullah saw lagi, `Manakala shalat Asar, adalah saat di mana Nabi Adam a.s. memakan buah khuldi. Orang-orang mukmin yang mengerjakan shalat Asar akan diampunkan dosanya seperti bayi yang baru lahir.`

Selepas itu Rasullullah saw membaca ayat yang bermaksud, `Jagalah waktu-waktu shalat terutama sekali shalat yang pertengahan. Shalat Maghrib itu adalah saat di mana taubat Nabi Adam a.s. diterima. Seorang mukmin yang ikhlas mengerjakan shalat Maghrib kemudian meminta sesuatu daripada Allah, maka Allah akan perkenankan.`

Sabda Rasullullah saw, `Shalat Isya` (atamah). Katakan kubur itu adalah sangat gelap dan begitu juga pada hari Kiamat, maka seorang mukmin yang berjalan dalam malam yang gelap untuk pergi menunaikan shalat Isyak berjamaah, Allah S.W.T haramkan dirinya daripada terkena nyala api neraka dan diberikan kepadanya cahaya untuk menyeberangi Titian Sirath.`

Sabda Rasullullah saw seterusnya, `Shalat Subuh p**a, seseorang mukmin yang mengerjakan shalat Subuh selama 40 hari secara berjamaah, diberikan kepadanya oleh Allah S.W.T dua kebebasan yaitu:

1. Dibebaskan daripada api neraka.

2. Dibebaskan dari nifaq.

Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan daripada Rasullullah saw, maka mereka berkata, `Memang benarlah apa yang kamu katakan itu wahai Muhammad (saw). Kini katakan p**a kepada kami semua, kenapakah Allah S.W.T mewajibkan puasa 30 hari ke atas umatmu?`

Sabda Rasullullah saw, `Ketika Nabi Adam memakan buah pohon khuldi yang dilarang, lalu makanan itu tersangkut dalam perut Nabi Adam a.s. selama 30 hari. Kemudian Allah S.W.T mewajibkan ke atas keturunan Adam a.s. berlapar selama 30 hari.

Sementara diizin makan di waktu malam itu adalah sebagai kurnia Allah S.W.T kepada makhluk-Nya.`

Kata orang Yahudi lagi, `Wahai Muhammad, memang benarlah apa yang kamu katakan itu. Kini terangkan kepada kami mengenai ganjaran pahala yang diperolehi daripada berpuasa itu.`

Sabda Rasullullah saw, `Seorang hamba yang berpuasa dalam bulan Ramadhan dengan ikhlas kepada Allah S.W.T, dia akan diberikan oleh Allah S.W.T 7 perkara:

1. Akan dicairkan daging haram yang tumbuh dari badannya (daging yang tumbuh daripada makanan yang haram).

2. Rahmat Allah sentiasa dekat dengannya.

3. Diberi oleh Allah sebaik-baik amal.

4. Dijauhkan daripada merasa lapar dan dahaga.

5. Diringankan baginya siksa kubur (siksa yang amat mengerikan).

6. Diberikan cahaya oleh Allah S.W.T pada hari Kiamat untuk menyeberang Titian Sirath.

7. Allah S.W.T akan memberinya kemudian di syurga.`

Kata orang Yahudi, `Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakan kepada kami kelebihanmu di antara semua para nabi.`

Sabda Rasullullah saw, `Seorang nabi menggunakan doa mustajabnya untuk membinasakan umatnya, tetapi saya tetap menyimpankan doa saya (untuk saya gunakan memberi syafaat kepada umat saya di hari kiamat).`

Kata orang Yahudi, `Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Kini kami mengakui dengan ucapan Asyhadu Alla illaha illallah, wa annaka Rasulullah (kami percaya bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan engkau utusan Allah).`

Sedikit peringatan untuk kita semua: `Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.` (Surah Al-Baqarah: ayat 155)

`Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.` (Surah Al-Baqarah: ayat 286)

(Sumber : Edi S. Kurniawan, Muhammad Haryadi, )

Address

Solo

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Langgar Achmad Syu'aib Kr. Asem Solo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share