28/08/2021
Faktor-Faktor Genetik yang Berpengaruh terhadap Kepribadian
Teori Strata Genetik STIFIn
Menurut Konsep STIFIn, Faktor Genetik berpengaruh dalam membentuk Kepribadian atau Psikologis manusia.
Faktor Genetik adalah faktor yang sudah kita bawa sejak lahir dan bersifat tetap/tidak bisa berubah seumur hidup. Menurut Konsep STIFIn, terdapat 5 (lima) Faktor Genetik yang berpengaruh terhadap Kepribadian diri kita. Masing-masing Faktor Genetik tersebut memiliki tingkat pengaruh yang berbeda satu sama lain. Sehingga, tidak ada dua Faktor Genetik yang memiliki pengaruh yang sama besarnya.
Dengan kata lain, terdapat Faktor Genetik yang memiliki pengaruh paling besar, dan ada Faktor Genetik yang memiliki pengaruh paling kecil. Konsep STIFIn menyebut teori pengaruh Faktor Genetik ini sebagai Teori Strata Genetik STIFIn.
Berdasarkan Teori Strata Genetik STIFIn terdapat 5 Faktor Genetik yang berpengaruh terhadap Kepribadian Manusia dengan urutan sebagai berikut dimulai dari Faktor Genetik yang pengaruhnya paling besar hingga paling kecil:
1. Jenis Kelamin:
Ditentukan berdasarkan Jenis Kelamin sehingga mudah diidentifikasi dengan indra penglihatan. Jenis Kelamin merupakan Faktor Genetik yang pengaruhnya paling besar terhadap Kepribadian/Psikologis.
Faktor Genetik ini terdiri atas 2 (dua) macam yaitu:
Laki-laki/Pria cenderung mirip Mesin Kecerdasan Thinking;
Perempuan/Wanita cenderung mirip Mesin Kecerdasan Feeling;
2. Mesin Kecerdasan (MK): Ditentukan berdasarkan Belahan otak yang dominan pada diri kita.
Salah satu cara identifikasinya melalui Tes Sidik Jari STIFIn.
Faktor Genetik ini terdiri atas 5 (lima) macam yakni :
Belahan Limbic Kiri menunjukkan Mesin Kecerdasan Sensing;
Belahan Neocortex Kiri menunjukkan Mesin Kecerdasan Thinking;
Belahan Neocortex Kanan menunjukkan Mesin Kecerdasan Intuiting;
Belahan Limbic Kanan menunjukkan Mesin Kecerdasan Feeling;
Belahan Otak Tengah menunjukkan Mesin Kecerdasan Instinct.
3. Drive Kecerdasan: Ditentukan berdasarkan Lapisan otak yang dominan pada Belahan otak dominan.
Salah satu cara identifikasinya melalui Tes Sidik Jari STIFIn. Faktor Genetik ini terdiri atas 2 (dua) macam yakni:
Lapisan otak dalam yang berwarna putih menunjukkan introvert;
Lapisan otak luar yang berwarna abu-abu menunjukkan extrovert;
4. Kapasitas Mesin: Salah satunya dipengaruhi oleh jumlah sel syaraf dalam otak. Kapasitas Mesin berhubungan dengan skor IQ (Intelligence Quotient). Semakin banyak sel syaraf dalam otak seseorang maka semakin besar Kapasitas Mesin sehingga skor IQ-nya pun akan semakin tinggi, dan dampaknya orang tersebut akan makin mudah menyerap informasi atau memahami sesuatu, terlepas dari pengaruh Faktor Genetik lain yang dimilikinya (entah dia itu orang Sensing atau Feeling atau lainnya.
5. Golongan Darah: Ditentukan berdasarkan Golongan Darah. Cara identifikasinya melalui cek laboratorium. Golongan Darah merupakan Faktor Genetik yang pengaruhnya paling kecil terhadap kepribadian/psikologis. Baca penjelasan lengkap pengaruh Golongan Darah di halaman ini. Faktor Genetik ini terdiri atas 4 (empat) macam yakni:
Golongan Darah A menyuruh pemiliknya menjadi seolah mirip orang Thinking;
Golongan Darah B menyuruh pemiliknya menjadi seolah mirip orang Intuiting;
Golongan Darah O menyuruh pemiliknya menjadi seolah mirip orang Feeling;
Golongan Darah AB menyuruh pemiliknya menjadi seolah mirip orang Sensing.