Red Cloth adalah sebuah media propaganda kepada massa rakyat, yang bertujuan untuk menyadarkan masyarakat untuk peduli dan memahami kondisi sosial masyarakat indonesia yang sampai hari ini masih dikebiri oleh kelas penguasa/borjuasi, red cloth juga melayani order t-shirt, seperti tokoh-tokoh gerakan revolusioner dll. Dengan melihat kondisi objektif hari ini mulai ekonomi, sosial, budaya, dan polit
ik. dimana ekonomi indonesia masih didominasi oleh modal asing terbukti beberapa kekayaan alam indonesia dikuasai oleh asing salah satunya yaitu freeport dari mulai rezim soeharto sampai rezim SBY-BD indonesia cuma mendapatkan 1% hasil dari freeport. Kemudian disektor pendidikan yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar manusia dan negara wajib membiayainya, malahan hari ini bertolak belakang dari semua itu dimana pendidikan semakin hari semakin mahal yang punya uang boleh sekolah dan yang g’ punya uang g’ boleh sekolah artinya pemerintah/negara hari ini sudah lepas tanggung jawab atas kecerdasan anak bangsa, lebih ironis lagi sistem pembelajaran dikelas-kelas yang tidak membuat siswa untuk belajar kreatif tetapi malah siswa hanya diajarkan menghafal,mendengar,mencatat apa yg dikatakan oleh sang guru, bisa dikatakan pendidikan hari ini hanya menciptakan generasi-generasi yang buta oleh lingkungan sosial disekitarnya. Dilanjutkan dengan situasi elit politik borjuasi yang akan berkompetisi pada pemilu borjuasi 2014 mendatang semakin masifnya trus mengilusi kesadaran rakyat untuk menyerahkan suaranya pada salah satu partai, padahal dalam praktek partai yang sekarang ada banyak kemudian masalah-masalah dari tubuh partai dari mulai kasus impor daging sapi, korupsi sampai lumpur lapindo yang masih belum terselesaikan. atas dasar kondisi objektif diatas suarakan “F**K” untuk Rezim Kapitalisme SBY-Boediono beserta elit politik borjuasi. LAWAN segala bentuk penindasan!
“Jangan pernah lemah jangan pernah mnyerah! Sebab mundur adalah sebuah penghianatan”.