Ikatan Bantara dan laksana indonesia

Ikatan Bantara dan laksana indonesia Selamat datang di pengabdian tiada akhir ( PRAMUKA )

Pramuka Indonesia menggunakan tunas kelapa sebagai lambang organisasi karena beberapa alasan:1. Kekuatan dan Ketabahan: ...
11/01/2026

Pramuka Indonesia menggunakan tunas kelapa sebagai lambang organisasi karena beberapa alasan:

1. Kekuatan dan Ketabahan: Kelapa adalah simbol kekuatan dan ketabahan, karena pohon kelapa dapat tumbuh dan bertahan dalam kondisi lingkungan yang keras.
2. Kemampuan Adaptasi: Kelapa dapat tumbuh di berbagai jenis tanah dan lingkungan, melambangkan kemampuan pramuka untuk beradaptasi dengan situasi dan lingkungan yang berbeda.
3. Kemanfaatan: Semua bagian pohon kelapa dapat dimanfaatkan, melambangkan prinsip pramuka untuk menjadi orang yang berguna bagi masyarakat dan lingkungan.
4. Kebersamaan: Tunas kelapa yang tumbuh bersama-sama melambangkan kebersamaan dan persatuan anggota pramuka.

Lambang tunas kelapa ini juga memiliki makna yang lebih dalam, yaitu:

- Tunas: Melambangkan generasi muda yang sedang tumbuh dan berkembang.
- Kelapa: Melambangkan kekuatan dan ketabahan.

Dengan demikian, lambang tunas kelapa pramuka melambangkan semangat dan prinsip pramuka untuk menjadi orang yang kuat, tabah, dan berguna bagi masyarakat. 🌿
Salam Pramuka
Patris Loja mohon maaf sebelumnya baru bisa menjawab ya, kurang lebih ini yang kami ketahui

26/07/2021

Setiap masalah pasti ada solusinya supaya kita tidak kehilangan ide maka kita harus fokus terhadap satu tujuan dulu

09/02/2019

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
Salam Pramuka
Pengumuman bagi kakak yang mau berbagi informasi tentang Pramuka dari kegiatan di pangkalan atau sher soal lomba bisa hubungi wa 08222869328 yang sudah ada di halaman semoga halaman ini bisa lebih baik lagi dari dukungan kakak kakak semua.

16/12/2018

Jika mau tanya mau menyalurkan informasi bisa langsung di inbox halaman ini langsung

18/06/2017

Harus tetap semangat puasa jangan sampai bolong ya kak.
Selamat menunaikan ibadah puasa

12/01/2017

Dewan Kehormatan
Dewan Kehormatan Penegak
Menurut PP Nomor : 176 TAHUN 2013 Tentang Petunjuk penyelenggaraan Pola dan mekanisme pembinaan
Pramuka penegak dan pramuka pandega. Organisasi dalam Pramuka penegak ada Dewan Ambalan dan Dewan Kehormatan.
DEWAN KEHORMATAN
Untuk mengembangkan kepemimpinan dan rasa tanggungjawab para Pramuka Penegak, dibentuk Dewan Kehormatan Penegak yang terdiri atas para anggota Ambalan yang sudah dilantik dan diketuai oleh Pemangku adat. Dalam Dewan Kehormatan
Penegak, pembina bertindak sebagai penasehat.
Contoh Susunan Pengurus Dewan Kehormatan:
1. Pembina sebagai Penasehat
2. Seorang Ketua yaitu Juru Adat
3. Pradana
4. Wakil Ketua Dewan Ambalan
5. Sekretaris/ Kerani
6. Bendahara/ Juru Uang (bila perlu)
7. Beberapa Anggota
Masa bakti Pengurus Dewan Ambalan dan Dewan Kehormatan adalah satu tahun, melalui Musyawarah Ambalan.
Tugas Dewan Kehormatan Penegak adalah untuk menentukan:
a) Pemberian penghargaan kepada pramuka penegak yang berprestasi, baik di dalam maupun di luar Gerakan Pramuka.
b) Pemberian sanksi atas pelanggaran terhadap kode etik ambalan.
c) Pemberian rehabilitasi anggota ambalan penegak.
Pertemuan Dewan Kehormatan bersifat formal
· Undangan disampaikan seminggu sebelumnya dan ada informasi mengenai permasalahan atau agenda yang akan dimusyawarahkan
· Peserta yang hadir menggunakan pakaian seragam Pramuka
· Waktu dan Tempat ditentukan lebih dahulu
Kedai “aku anak pramuka” menyediakan seragam, atribut, tanda-tanda dalam Gerakan Pramuka yang sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan, serta segala peralatan dalam kegiatan pramuka seperti Tenda, Tali, Tongkat, Kompas, Tas Sandang, Topi lapangang, DLL. Selain itu kami juga menyediakan buku-buku terbitan Kwartir Nasional. Silahkan menghubungi kak Awang, 085 743 109 113 dan 085 226 887 668. Taman udan riris 2 no 11 Tlogosari Kulon Pedurungan

19/08/2016

Ketua Pengadaan Hem Penilaian DKR
Tergiat Rekreasi Pengeadaan Topi
Dewan Kerja
Ranting (Topi
Rimbawan) Pembuar Scraff
KDR Wakil Ketua Membantu ketua
dalam
menjalankan
program kerja. Sekretaris Membuat Buku
laporan keuangan Membuat Buku
Notulen rapat Membuat Buku
Absensi rapat Menyusun Jadwal
Piket Sanggar Membuat Laporan
data Penegak dan
pandega Se
Rejotangan Menyusun Agenda
Musyawarah
Rutinan (2 Orang/
hari pada jam
15.00 WIB) Surat Menyurat Bendahara Mendata
Inventaris DKR Pengadaan
Tabungan Iuran Rutin
Rp.1000,- /
Pertemuan Mengelola KAS
DKR 1. Bidang Kegiatan
Kepramukaan Pelatihan kader
pramuka penegak
dan Pramuka
Pandega Raimuna Ranting Gladian Pimpinan
Satuan Temu Tegak Dega KEMBES (Kemah
Besar) Dewan
Kerja Se wilayah
Timur Mengadakan
kegiatan Halal bi
Halal Penegak dan
pandega Mengadakan
Kegiatan Buka
Bersama Penegak
dan Pandega se
Wilyah Kwartir
Ranting Rejotangan LPK (Latihan
Pengembangan
Kepemimpinan) BAZAR Pramuka
Kwartir
Rejotangan Kemah Bareng
DKR Rejotangan 2. Bidang Kajian
Kepramukaan Mengumpulkan PP
dan SK Tentang
Kepramukaan Pembukuan SK
dan PP Tentang
Kepramukaan Menghadiri
MUSTEGAK Di
Gugus Depan 3. Bidang Pengabdian
Masyarakat Mengadakan
Bhakti Sosial
(Bersih Desa,
Reboisasi,
Sumbangan,
Sosialisasi Narkoba) Tahlilan/Khotmil
Qur'an Rutinan (1
Bulan 1 Kali) 4. Bidang Evaluasi dan
Pengembangan Menyusun Agenda
Supervsi, Evaluasi
dan Monitoring ke
masing-masing
GUGUS Depan
Penegak dan Pandega di
wilayah Kwartir
Ranting
Rejotangan (1
Bulan 1 kali) Membuat laporan
data Penegak dan
Pandega di
Wiliyah Kwartir
Ranting
Rejotangan Membuat
MADING Mengadakan
Buletin atau
Majalah. Penjalana Misi
Sumberdana Evaluasi Kegiatan

12/08/2016

Hari Pramuka di Indonesia
biasanya diadakan setiap 14
Agustus. Namun tanggal
tersebut ditetapkan bukan
sebagai hari lahir pramuka di
Indonesia. Tahukah anda bagaimana sejarah pramuka
di Indonesia? Pramuka sendiri didirikan
oleh Robert Lord Baden
Powel pada 25 Juli 1907.
Baden Powel adalah seorang
Letnan Inggris yang untuk
pertama kalinya mengadakan perkemahan
pramuka di p**au Brown
Sea, Inggris selama 8 hari.
Selanjutnya pada tahun 1908
Baden Powel menulis buku
tentang prinsip dasar kepramukaan “Scouting for
Boys” yang artinya pramuka
untuk laki-laki. Sementara kedatangan
pramuka ke Indonesia
dibawa oleh Belanda yang
kala itu tengah menjajah.
Akhirnya mereka pun
mendirikan organisasi tersebut di Indonesia dengan
nama NIPV (Nederland
Indische Padvinders
Vereeniging = Persatuan
Pandu-Pandu Hindia Belanda). Dalam perkembangan
pemimpin-pemimpin
gerakan nasional
membentuk organisasi
kepanduan dengan tujuan
membentuk manusia Indonesia yang baik dan siap
menjadi kader pergerakan
nasional. Dalam waktu
singkat muncul sejumlah
organisasi kepanduan antara
lain JPO (Javaanse Padvinders Organizatie) JJP (Jong Java
Padvindery), NATIPIJ
(Nationale Islamitsche
Padvindery), SIAP (Sarekat
Islam Afdeling Padvindery),
HW (Hisbul Wathon). Kemudian pemerintah Hindia
Belanda memberikan
larangan penggunaan istilah
Padvindery. Maka K.H. Agus
Salim mengganti nama
Padvindery menjadi Pandu atau Kepanduan dan menjadi
awal mulanya dalam sejarah
pramuka di Indonesia. Namun pada masa
penjajahan Jepang di
Indonesia organisasi
Kepanduan dilarang. Setelah
proklamasi kemerdekaan
kembali dibentuk orgasisasi kepanduan yakni dengan
nama Pandu Rakyat
Indonesia pada tanggal 28
Desember 1945 dan menjadi
satu-satunya organisasi
kepanduan. Pada tahun 1961 organisasi
kepanduan di Indonesia
terbagi menjadi 100
organisasi kepanduan dan
terhimpun dalam 3 federasi
organisasi yaitu IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia)
berdiri 13 September 1951,
POPPINDO (Persatuan Pandu
Puteri Indonesia) tahun 1954
dan PKPI (Persatuan
Kepanduan Puteri Indonesia). Lantaran terpecah-pecah
akhirnya ketiga federasi
yang menghimpun
bergabung menjadi satu
dengan nama PERKINDO
(Persatuan Kepanduan Indonesia). Sejarah lahirnya gerakan
pramuka di Indonesia di
anggap pada tahun 1961. Hal
tersebut didasarkan pada
Keppres RI No. 112 tahun
1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu
Pelaksana Pembentukan
Gerakan Pramuka dengan
susunan keanggotaan seperti
yang dinyatakan Presiden
pada 9 Maret 1961. Lantas, kenapa peringatan
hari Pramuka di peringati
pada 14 Agustus?. Hal
tersebut dikarenakan pada
tanggal 14 Agustus 1961
adalah hari dimana Gerakan Pramuka di perkenalkan di
seluruh Indonesia, sehingga
di tetapkan sebagai hari
Pramuka yang di ikuti
dengan pawai besar.
Sebelumnya presiden juga telah melantik Mapinas,
Kwarnas, dan Kwarnari.

06/08/2016

Orang yang terlalu
memikirkan akibat dari
sesuatu keputusan atau
tindakan, sampai bila-
bilapun dia tidak akan
menjadi orang yang berani. -Khalifah Ali bin Abi Talib-

01/08/2016

Salam Pramuka data tentang kedatangan
Baden-Powell pernah
diungkapkan dalam
buku Patah Tumbuh Hilang
Berganti - 75 Tahun
Kepanduan dan Kepramukaan yang
diterbitkan oleh Kwartir
Nasional (Kwarnas) Gerakan
Pramuka pada 1987. Di
halaman 25 buku tersebut
terdapat subjudul "Peristiwa kedatangan Baden Powell dan
Jambore Dunia".
Di situ dituliskan antara lain,
"Suatu peristiwa yang tidak
mudah dilupakan adalah
kedatangan Lord Baden Powell of Gilwell
dan Lady Baden Powell di
Indonesia, pada tanggal 3
Desember 1934, dalam rangka
kunjungan keliling ke
beberapa negara, waktu kembali dari Jambore di
Australia.Baden Powell
melihat keadaan dan
perkembangan organisasi
kepanduan di Indonesia, yang
biarpun pada waktu itu Indonesia dijajah oleh
Belanda, namun perkump**an
kepanduannya berkembang
sangat pesat dan
menggembirakan."
Pada alinea berikutnya dituliskan, "Penerimaan dan
acara kunjungan Baden Powell
itu diatur sendiri oleh
NIPV. Pandu-
panduIndonesia hendak ikut
serta menyambut kedatangan BadenPowell,
tetapi tidak diperkenankan
oleh pimpinan NIPV. Hal ini
mengakibatkan bertambah
besarnya ketegangan
hubungan kepanduan nasional Indonesia dan NIPV."
Data tersebut telah berulang
kali saya baca, tetapi hanya
sebatas itu saja. Apalagi data
dari buku itu telah sering p**a
dijadikan acuan dalam berbagai penerbitan Kwarnas.
Itulah sebabnya, pada
awalnya saya tak begitu
menaruh perhatian pada
keterangan itu. Tapi segalanya
berubah tanpa disengaja. Saya kembali tertarik
membaca buku itu, berkaitan
dengan tugas jurnalistik saat
wafatnya mantan Presiden
Soeharto. Ketika itu, saya
membuat tulisan berjudul "Soeharto dan Pramuka
Indonesia" untuk suratkabar
harian Suara Pembaruan,
tempat saya bekerja. Namun
saat akan dimuat, Asisten
Redaktur Kesra di harian tempat saya bekerja
mengatakan bahwa dia
sedang mencari foto Pak Harto
dengan seragam Pramuka.
Teringat buku Patah Tumbuh
Hilang Berganti - 75 Tahun Kepanduan dan
Kepramukaan yang ada di rak
buku saya dan seingat saya di
dalamnya cukup banyak foto
Soeharto yang mengenakan
seragam Pramuka, saya pun membawa buku itu ke
kantor. Salah satu foto dari
buku itu akhirnya dipilih
sebagai ilustrasi tulisan
"Soeharto dan Pramuka" -
berubah sedikit dari judul yang saya berikan awalnya -
yang dimuat di Suara
Pembaruan edisi 29 Januari
2008.
Itulah awalnya, tanpa sengaja
saya membuka-buka kembali buku terbitan Kwarnas
tersebut. Maka saya pun
kemudian mencoba melacak
kembali data sejarah
kedatangan Baden-Powell ke
Indonesia. Pelacakan saya lakukan dengan penelitian
kepustakaan terhadap bundel
fotokopi majalah
kepanduan Het
Padvindersblad, majalah
berbahasa Belanda yang merupakan majalah resmi
Nederlandsch-Indische
Padvinders Vereeniging,
organisasi kepanduan Hindia-
Belanda. Juga terhadap bundel
fotokopi majalah Pandoe, majalah berbahasa Melayu-
Indonesia (bahasa Indonesia
‘tempo doeloe') yang
merupakan majalah resmi
Kepandoean Bangsa Indonesia.
Bundel-bundel fotokopi dari majalah-majalah tahun 1930-
an itu sebenarnya telah cukup
lama disimpan di Kwarnas,
tetapi kurang diperhatikan.
Saya juga mengunjungi
Perpustakaan Nasional di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat.
Di bagian mikrofilm, saya
berhasil meminjam mikrofilm
suratkabar harian Bintang
Timoer edisi tahun 1934.
Suratkabar ini dipimpin oleh salah satu tokoh perintis pers
Indonesia, Parada Harahap.
Sejumlah buku kepanduan
dalam Bahasa Inggris dan
Bahasa Indonesia juga saya
telusuri datanya. Hasilnya, ternyata data yang termuat
dalam buku Patah Tumbuh
Hilang Berganti - 75 Tahun
Kepanduan dan
Kepramukaan banyak yang
kurang akurat. Nama Bapak Pandu Sedunia ditulis Baden
Powell, padahal seharusnya
Baden-Powell dengan garis
sambung.
Lalu tanggal kedatangan
Baden-Powell ke Indonesia yang ketika itu masih berada
dalam jajahan Belanda dan
dinamakan Hindia-Belanda
(Nederlands Indie/Dutch East
Indies) bukan 3 Desember 1934
melainkan 4 Desember 1934. Baden-Powell juga bukan
datang ke Indonesia, waktu
kembali dari Australia. Justru
Baden-Powell beserta istri dan
dua anak perempuannya ke
Indonesia terlebih dulu, baru ke Australia untuk
menghadiri jambore di "Negeri
Kanguru" itu.
Kurang tepat p**a bila
dikatakan tak ada pandu-
pandu Indonesia yang ikut menyambut Baden-Powell
dan keluarganya.
Kenyataannya, bahkan tarian
Jawa dan Baduy dari Banten,
ikut ditampilkan dalam
upacara menyambut kedatangan Bapak Pandu
Sedunia. Baden-Powell juga
mendapat gong berukir,
sementaranya istrinya, Lady
Olave Baden-Powell,
mendapat piala perak, sebagai hadiah kenang-kenangan dari
para pandu di Hindia-Belanda.
Hasil penelitian saya itu,
kemudian saya tampilkan
dalam buku berjudul B-P & I
(Baden-Powell & Indonesia) dengan subjudul "Melacak
sejarah kedatangan Baden-
Powell ke Indonesia" setebal
89 halaman. Buku itu
kemudian saya terbitkan
secara terbatas untuk memperingati Hari Baden-
Powell/Founder's Day pada 22
Februari 2008. Buku tersebut
telah saya bagikan kepada
sejumlah tokoh Gerakan
Pramuka seusai acara peringatan Hari Baden-Powell
di Cibubur, Jakarta Timur,
Jumat sore. Di antaranya
kepada Wakil Ketua Kwarnas,
Kak Amoroso Katamsi, lalu
kepada Sekretaris Jenderal Kwarnas, Kak Joedyaningsih,
dan Kepala Lembaga
Pendidikan Kader Nasional
Gerakan Pramuka, Kak Djoko
Mursito.
Inilah bingkisan kecil yang saya persembahkan di Hari
Baden-Powell tahun ini, yang
tanpa terasa telah 40 tahun
p**a saya menjadi anggota
Gerakan Pramuka sejak
pertama kali mendaftar sebagai Calon Pramuka Siaga
pada 1968.

Address

Semarang

Telephone

085876270105

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ikatan Bantara dan laksana indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share