24/06/2022
PTN VS PTS, Beradu Kuat: Masa Depan Ada Dimana?
Selamat kepada yang lulus PTN. Berbanggalah jadi bagian dari Perguruan Tinggi pelat merah.
Selain biaya pendidikannya yang cenderung lebih murah, juga pergaulan dan koneksi yang sangat bagus.
Bahkan, Lulusan PTN banyak menjelma menjadi orang besar, penentu kebijakan.
Sementara saking ngetopnya, alumninya juga kuat-kuat. Bejamurlah ikatan alumni itu.
Sehingga, dapat relasi dan cari kerja gampang. Sedangkan nilai plus lainnya, memang jadi punya banyak teman, koneksinya bagus.
Lantaran koneksi bagus, mudah juga mungkin kalau dia nantinya PNS buat dapat posisi, dapat koneksi dari alumninya.
*Bukan Segalanya*
Kendati semua mata tertuju ke PTN, namun PTN bukan segalanya.
Universitas Swasta juga nggak bisa dipandang sebelah mata.
Lantaran kunci keberhasilan tidak semata di lemari PTN. Itu, terletak dan ada pada diri sendiri.
2 tahun berturut 1993-1994, saya gagal juga masuk PTN.
Jadilah melakoni kuliah swasta, meski 1995 sempat lolos ke PTN tersohor di negeri ini, yang hanya bertahan sesaat, namun akhirnya drop.
*Beradu Kuat: Masa Depan Ada Dimana?*
Masa depan itu, betul, ada pada tekad dan terletak di diri sendiri.
Ngerinya, banyak orang sukses tanpa melawati perguruan tinggi baik negeri ataupun swasta.
Semua terletak pada, bagaimana mengelola dan memotivasi diri.
Perlu dicatat kelak, gaji atau penghasilan atau karir apapun yang diterima, tentu tidak dinilai berdasarkan warna jaket almamater.
Ia adalah akumulasi kerja keras, cerdas, tahan uji, tahan terhadap dan lolos dari berbagai hambatan dan rintangan, tahan menderita, menang melawan badai gelombang hidup.
Beberapa walikota , Bupati dan pejabat yang saya kenal, ia tidak berangkat dari sekolah PTN dan PTS.
Ia beranjak dari sekolah alam, bertarung sebagai loper koran, tukang becak, security, dan melakoni sekolah basic lainnya, hingga ia besar dari berbagai bisnis, melakoni organisasi dan lainnya.
Akhirnya, kesuksesan ditentukan dari kemampuan melihat peluang dan memanfaatkan kesempatan dan lompatan lompatan besar. Ia bukan melulu gengsi almamater.
Ia adalah akumulasi karakter kuat, dan kekuatan menghadang tantangan ditengah rimba penderitaan.
Kepada yang lulus PTN, bolehlah berbangga namun jangan lupa diri. Teruslah berlayar hingga ketepian, lulus jadi sarjana tepat waktu dan gemilang. Selamat kepada keluarga yang lolos masuk PTN.
Sembari intropeksi, bagi yang belum beruntung, yok pacu lagi pada kesempatan tahun kedua. Siapkan lagi bertarung. Sebab, Lulusan Perguruan Tinggi Negeri belum tentu lebih sukses.
Salam sukses dari yang sedang/pernah mahasiswa di PTN, PTS dan pernah Drop Out.(*)