11/01/2017
"KERINDUANKU"
Mazmur 119 adalah ayat 129-136 yang disebut PE. Kalimat dalam ayat 131 menggambarkan ungkapan emosi yang sangat dalam, seperti ketika seseorang melihat satu barang/benda/sesuatu yang diimpikan selama hidupnya, dan sekarang benda itu di depan matanya, maka akan terbentuklah satu ekspresi yang bercampur dari bahagia, terharu, puas, kemudian mata akan terlihat berbinar-binar, jantung berdebar lebih kencang, nafas memburu, mulut membentuk huruf O dan keluar ucapan "WOW".
Inilah yang hendak digambarkan melalui ayat 131 tersebut. Bahwa emosi memegang peranan penting dalam kehidupan.
Mazmur 119:131 = Mulutku kungangakan dan megap-megap, sebab aku mendambakan perintah-perintah-Mu.
"KEINGINAN"
Ketika seseorang dikuasai keinginan akan sesuatu, maka seluruh dirinya akan terfokus untuk memperoleh apa yang diinginkannya. Karena 'Keinginan' berisi kehendak (bermaksud) dan pengharapan. Seseorang yang tidak mempunyai keinginan, maka hidupnya berputar pada masalah mempertahankan hidup saja.
Demikian juga dalam masalah kehidupan rohani untuk seseorang mengalami pertumbuhan rohani, maka dia harus membangkitkan keinginan bertumbuh, maka kehidupan rohani akan berjalan di tempat, tidak akan ada kemajuan apa-apa.
Bagi Pemazmur, Tuhan adalah segalanya, dan ditempatkan dalam prioritas utama. Karena itu kehidupannya dipenuhi dengan keinginan untuk berkenan kepada Tuhan.
Pemazmur mengetahui bahwa Firman Tuhan mengajarkannya jalan untuk membangun hidup yang berkenan kepada Tuhan, seperti diungkapkannya dalam ayat 130, "Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh". Demikian juga di ayat 135, "Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan kepadaku."
"KERINDUAN AKAN FIRMAN"
Kerinduan akan Firman Tuhan membuat hati menjadi siap untuk ditaburi benih Firman, dan hidup orang tersebut akan dibentuk oleh Firman untuk menjadi kehidupan yang berkenan kepada Tuhan.
Perhatikan Yakobus 1:18. "Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh Firman Kebenaran supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya."
Marilah kita bangkitkan kerinduan akan Firman Tuhan lebih lagi, sebab Firman Tuhan itu ajaib. "Peringatan-Peringatan-Mu ajaib, itulah sebabnya jiwaku memegangnya." (Mazmur 119:129)