22/02/2026
Jujur ya…
dulu aku pikir selama aku masih bisa menghasilkan, semuanya akan baik-baik saja.
Sebagai ibu bekerja, rasanya bangga bisa punya penghasilan sendiri.
Bisa bantu suami.
Bisa beli kebutuhan anak tanpa harus menunggu.
Bisa merasa “berdaya”.
Tapi ada satu fase di mana aku mulai gelisah.
Uangnya ada.
Tapi kenapa rasanya nggak pernah benar-benar cukup?
Kenapa akhir bulan tetap cemas?
Kenapa selalu ada pengeluaran yang “nggak terasa” tapi menguras?
Dan yang lebih bikin aku mikir…
Sebagai muslimah, rezeki ini kan amanah.
Bukan cuma tentang seberapa besar yang kita dapat.
Tapi bagaimana cara kita menggunakannya.
Aku mulai belajar pelan-pelan.
Bukan cuma bikin catatan pengeluaran.
Tapi memahami konsep keuangan dalam perspektif Islam:
tentang prioritas, tentang keberkahan, tentang sedekah, tentang menyiapkan masa depan anak.
Di proses itu, aku menemukan e-book “Mengatur Keuangan Keluarga Islami.”
Yang aku s**a, isinya nggak menggurui.
Nggak bikin merasa bersalah.
Tapi ngajak pelan-pelan sadar bahwa mengatur uang itu bagian dari ibadah.
Bukan soal jadi kaya.
Tapi soal jadi lebih bertanggung jawab.
Aku share ini bukan karena aku sudah paling rapi mengatur keuangan.
Aku juga masih belajar.
Masih evaluasi tiap bulan.
Masih jatuh bangun.
Tapi kalau ada panduan yang bisa bikin prosesnya lebih terarah,
kenapa nggak kita manfaatkan?
Kalau kamu ibu bekerja yang:
✨ ingin lebih tenang setiap akhir bulan
✨ ingin keuangan keluarga lebih tertata
✨ ingin setiap rupiah lebih bernilai dan berkah
Link e-booknya ada di bio 🤍
Semoga ini bisa jadi langkah kecil menuju keluarga yang lebih tenang…
di dunia dan di akhirat.
Karena pada akhirnya,
kita bukan cuma mengatur uang.
Kita sedang menjaga amanah.