Musholla BAITUL HASAN Keboijo Petarukan Pemalang

Musholla BAITUL HASAN Keboijo Petarukan Pemalang Tempat Aktifitas ruhaniyah dan berkumpulnya jamaah

Musholla BAITUL HASAN Keboijo Petarukan,adalah musholla terbesar di Petarukan.ia berdiri megah di gang Garuda IV, dan "didampingi" beberapa lembaga pendidikan diantaranya TPQ AL FUDLOLA,Majlis Al-Mubarok,Madin MIFTAHUL HUDA dan Ponpes DARULMUTA'ALLIMIN. Musholla BAITUL HASAN Petarukan memiliki beberapa unit ormas yang merupakan badan otonom (banom) Musholla,Diantaranya yaitu IRHAS atau Ikatan rema

ja Alhasan,IRHASTRI (Ikatan remaja alhasan putri),Jam'iyyah Rotib Al-Kubro,Rukun Sosial dan Kematian Al-Hasan,Perpustakaan Remaja Al-Hasan,dan jam'iyah maulid Simthudduror IRHAS yang sudah membawahi sekitar 36 ranting Jam'iyah MaulidSimthudduror se-kecamatan Petarukan.

Katakan sesuatu untuk musholla tercinta,,
07/05/2017

Katakan sesuatu untuk musholla tercinta,,

Semangat gotong royong menyambut Harlah 29 Tahun
20/11/2016

Semangat gotong royong menyambut Harlah 29 Tahun

Mohon ziyadah do'a saat ini Musholla sedang direhab, bagi yang ingin berpartisipasi silakan menghubungi panitia.
03/10/2016

Mohon ziyadah do'a saat ini Musholla sedang direhab, bagi yang ingin berpartisipasi silakan menghubungi panitia.

23/07/2014

SERUAN PBNU TERKAIT HASIL PILPRES 2014

20/04/2014

ORANG TUA YANG PUNYA ANAK HARUS BACA TULISAN INI :
BERAPA HARGA ANAK KITA?

Berapa harga anakmu? Bingung pasti...
Karena nilai anak tak bisa diukur dg materi,tak ternilai..!
Tapi benarkah anak itu tak ternilai?
Kadang2 atau mungkin seringkali anak bernilai sangat rendah di mata orangtua..
Kadang dia lebih rendah dari sebuah guci kristal.
Ketika guci itu pecah tanpa sengaja, maka rasa marah kemudian memecahkan perasaan anak, merendahkan nilai anak....
guci lebih berharga saat itu..!
Kadang dia lebih rendah nilainya dari sebuah mangkok atau piring..
Yg jika pecah, suara kemudian meninggi memecahkan hati sang anak..
Atau lbh rendah dari semangkok sayur yg tertumpah, karena tangan kecilnya berusaha membantu ibu di dapur.
Mata yg melotot terasa lbh pantas walaupun harus menumpahkan air mata sang anak...!
Atau lbh rendah dari sebuah mobil baru yg jika tergores, maka goresannya dianggap lbh berbahaya ketimbang goresan luka di hati sang anak...
Kadang anak jg lbh rendah nilainya dibanding facebook atau pertandingan bola....
sehingga lebih banyak waktu dan keseriusan yg dihabiskan utk facebook dan nonton bola ketimbang mendengarkan cerita anaknya di sekolah..
Kadang anak lbh rendah nilainya dari handphone..
"gak boleh nanti rusak...!"
kekhawatiran HP rusak lbh besar dibanding kekhawatiran rusaknya perasaan sang anak.
Berapa nilai anak bagi kita? Adalah sejauh keikhlasan kita menahan diri hingga tidak merusak hatinya....
Adalah sejauh kemampuan kita menempatkan harga dirinya jauh diatas benda2 mati yg kita miliki...
Benda itu tidak akan menolong kita di yaumil akhir..!
Sementara anak, adalah investasi kita dihadapan Allah.
Dia yg akan memperpanjang usia historis kita dg doa dan amal sholih yg kita ajarkan dan dia melakukannya..
Ya Allah...jika ada keburukan akhlak kami ketika membesarkannya...
hilangkanlah dari ingatan anak2 kami...
hilangkan jejak2 keburukan dari tangan, mata atau mulut kami.
JIKA ANDA TERINSPIRASI DENGAN ARTIKEL INI, SILAHKAN SHARE...

24/03/2014

KISAH PERTOBATAN SANG PEMABUK

Jika ada kemauan pasti ada jalan. Entah kapan awal mula pepatah masyhur ini muncul. Tetapi, kebenarannya teruji berkali-kali di hampir setiap zaman. Karena “mau”, seorang pemuda pemabuk pada masa Umar bin Khathab, tak hanya mendapat “jalan” tapi juga keajaiban.

Kisah tersebut bermula ketika Umar bin Khathab berjalan-jalan di lorong Kota Madinah. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang pemuda. Amirul Mu’minin tahu, ada sesuatu di balik bajunya.

Umar bin Khathab yang penasaran pun menanyakan kepada sang pemuda perihal benda yang disembunyikan tersebut. Karena malu, pemuda ini tak lantas menjawab pertanyaan umar. Siapa tak gugup, ketika kepergok membawa minuman keras (khamr) di hadapan “Singa Padang Pasir”?

“Tuhanku, jangan Engkau membuka rahasiaku. Dan janganlah Engkau permalukan diriku di hadapan Umar bin Khathab. Tutuplah semua itu. Dan aku berjanji, tidak akan minum minuman keras lagi untuk selama-lamanya,” gumam pemuda itu dalam hati.

Kehadiran Umar ternyata sanggup menggerakkan komitmen pemuda itu untuk mengakhiri perbuatan terlarangnya. Tekadnya untuk bertobat betul-betul sudah bulat. Tapi, sang pemuda tak bisa menghindar dari pertanyaan Umar bin Khathab.

“Ya Amiral-Mu’minin, aku membawa cukak,” aku sang pemuda berusaha menutupi aibnya.

“Bukalah hingga aku mengetahui apa sebenarnya yang berada di balik bajumu.”

Pemuda itu lalu mengeluarkan benda yang ada di balik bajunya. Ajaib, minuman keras itu tiba-tiba sudah berubah menjadi cukak segar yang bisa dinikmati. Cerita ini bisa kita simak di kitab Al-Minahus Saniyah karya Abdul Wahhab Asy-Sya’rani terjemahan Zaid Husein Al-Hamid.

Hikayat di atas merupakan secuil bukti bahwa kejahatan seseorang sesungguhnya sudah menemukan jalan terang sejak niat memperbaiki diri menghujam di dada. Namun demikian, sebagai niat, ia tetaplah pada level permulaan.

Abdul Wahhab Asy-Sya’rani mengurai lagi tahapan-tahapan tobat untuk mencapai pada puncak kesucian diri. Pertama adalah bertobat dari dosa-dosa besar, kemudian dari dosa-dosa kecil, dari perkaran yang dibenci (makruh), lalu dari perkara yang menyalahi keutamaan.

Selanjutnya, bertobat dari prasangka baik terhadap diri sendiri, dari prasangka bahwa dirinya adalah kekasih Allah, dari prasangka bahwa dirinya sudah benar-benar bertobat, dan akhirnya bertobat dari kehendak hati yang tidak diridlai oleh Allah. Puncaknya adalah bertobat setiap kali alpa dari mengingat Allah, meskipun hanya sekejap.

23/03/2014

ORANG TUA HARUS MENGAWASI PENGGUNAAN INTERNET ANAK

Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi mengajak para orang tua untuk mendampingi dan mengawasi putra-putrinya dalam menggunakan aplikasi teknologi informasi. Pendampingan dan pengawasan ini dimaksudkan untuk mengantisipasi penyalahgunaan aneka bentuk jejaring sosial.

Imbauan ini disampaikan Kiai Hasyim pada peresmian kerja sama pelatihan informasi dan teknologi antara PCNU kota Surakarta dan PT Telkom di Hotel Lampion, Solo, Senin (17/3).

Dewasa ini, menurut Kiai Hasyim, kecanggihan tehnologi internet dengan segala daya tarik, kemudahan serta kemurahannya membuat banyak anak kecil hingga dewasa ketergantungan. Baik hanya sekedar bermain game, menggunakan jejaring sosial, atau menggunakan fasilitas internet lainnya.

”Sekarang orang tua tinggal memilih anak itu tumbuh sebagai anak kita atau anak zamannya. Jika ingin anak itu menjadi anak kita, maka orang tua harus mampu mengawasi dan menjadi kendali bagi mereka, jika tidak maka anak tersebut akan menjadi anak zamannya,” tegas Abah Hasyim.

Sedangkan anak zamannya, lanjut Abah Hasyim, ialah mereka yang selalu ingin tampil sebagaimana trend atau gaya yang berkembang baik dalam bertingkah laku maupun cara berpakaian, bahkan sesungguhnya itu sudah bertentangan dengan norma agama maupun norma yang berlaku di negara kita.

Lalu apakah anak sama sekali tidak boleh mengikuti perkembangan zaman? Tentu bukan begitu, kembali lagi bahwa mengikuti perkembangan zaman harus dengan kendali orang tua dan selalu berpedoman kepada sesuatu yang hak yang sudah pasti kebenarannya.(www.alhasan-petarukan.com)

20/05/2013

10 NASEHAT

1. kalian mengenal Allah tetapi kalian tidak
menunaikan hak-Nya.
2. kalian mengaku mencintai Rasul-Nya, tetapi kalian
meninggalkan sunnahnya.
3. kalian membaca Al-Qur’an, tetapi kalian tidak
mengamalkan isinya.
4. kalian banyak diberi nikmat karunia, akan tetpi
kalian tidak mensyukurinya.
5. kalian mengatakan bahwa syetan adalah musuh,
tetapi kalian justru mengikuti
langkahnya.
6. kalian mengaku bahwa Syurga adalah benar adanya,
namun kalian tidak melakukan amalan2 yg mengantar
kesana.
7. kalian mengaku bahwa Neraka adalah benar adanya,
tetapi kalian tidak lari dari panas siksanya.
8. kalian mengaku bahwa kematian benar adanya,
namun kalian tidak mempersiapkan diri kesana.
9. kalian sibuk mengurusi kekurangan orang lain,
tetapi kalian lupa akan kekurangan diri sendiri.
10.kalian menguburkan jenazah,
akan tetapi tidak mau mengambil pelajaran dari
peristiwa kematian

20/05/2013

لولا المربي ما عرفت ربي

11/03/2013

VISI NAHDLATUL ULAMA (NU) DI TAHUN 2013

Berangkat dari berbagai persoalan yang
dihadapi bangsa ini sejak beberapa tahun
yang lalu, maka mulai awal tahun 2013 ini
hingga beberapa tahun sesudahnya
diharapkan ada kemajuan yang berarti bagi
bangsa ini baik di bidang sosial-politik,
bidang ekonomi dan bidang kebudayaan.
Oleh sebab itu, NU kembali mengajak seluruh
komponen bangsa baik pemerintah, kalangan
TNI, partai politik, kalangan bisnis, kelompok
profesional, kalangan Ormas, lembaga swadaya
masyarakat dan tidak ketinggalan p**a
kalangan agamawan agar bersatu padu untuk
menyelesaikan berbagai permasalahan yang
dihadapi rakyat dan bangsa ini dengan
menggunakan cara dan sarana yang dimiliki
oleh bangsa ini sendiri.
Ke depan, kita ingin mencari soluasi yang
tepat dan relevan, karena itu kita harus
memulai berani dan percaya diri mencari
solusi dari khazanah filsafat dan budaya kita
sendiri serta menerapkan strategi yang
diwariskan oleh bangsa ini dalam menata
masyarakat, bangsa dan negara. Dalam
kenyataannya sistem sosial, sistem politik
ketetanegaraan kita, sistem ekonomi dan gerak
budaya kita telah menyimpang dari tata nilai
banagsa ini. Karena itu, harus diluruskan
kembali.

I.Bidang Politik Ketatanegaraan

Sejak masa reformasi, sistem politik
ketatanegaraan kita dibangun berdasarkan
falsafah liberalism dan individualism.
Demikian hanya struktur politik juga dibentuk
berdasarkan liberalism itu. Dipermukaan
memang menunjukkan kemajuan, tetapi secara
subtantif banyak menimbulkan persoalan.
Demokrasi yang dikembangkan berdasarkan
hak dan kebebasan tanpa batas telah memicu
terjadinya konflik antarkelompok. Karena itu,
sistem sosial dan politik perlu ditata kembali
berdasarkan falsafah dan tradisi bangsa ini.
Tahun-tahun mendatang, bangsa ini akan
dihadapkan pada situasi yang sangat politis.
Karena itu, semua pihak yang berkompetisi
meraih kekuasaan di tahun 2014 hendaklah
bisa menahan diri dan tetap menjaga norma
dan aturan main serta fatsun politik agar
masyarakat tetap rukun dan bangsa ini utuh
dan aman.
Penataan kembali struktur politik dan
dibarengi dengan perbaikan mental dan
perilaku para pelaku politik ini diharapkan
akan merupaklan dasar dari pemerintahan
yang bersih dari korupsi dan diharapkan
mampu memberikan kesejahateraan rakyat
dan mampu menjaga keutuhan dan
kewibawaan negara. Kembali pada semangat
revolusi dan kesetiaan pada nilai-nilai luhur
Pancasila haruslah menjadi titik tolak dari
semua gerak dan langkah politik ini.

II. Bidang Ekonomi

Liberalisasi di bidang ekonomi yang lebih
mengutamakan kepentingan usaha besar dan
kepentingan asing dengan mengabaikan
usaha rakyat serta usaha nasional telah
meruntuhkan fundasi ekonomi nasional yang
beroroientasi kerakyatan. Apalagi setelah
pemerintah menjalankan agenda WTO secara
menyeluruh melalui proses importasi yang
tanpa batas, menjadikan negara ni dibanjiri
oleh produk asing. Tidak hanya barang
industri, tetapi juga bahan pertanian,
khususnya pangan, sehingga menghancurkan
usaha pertanian rakyat.
Pertumbuhan ekonomi makro nasional yang
diklaim sebesar antara 6 hingga 7 persen,
bukanlah pertumbuhan yang riil ada di
masyarakat. Itu hanya pertumbuhan di
kalangan skala kecil penguasaha yang
sebagaian besar juga dikuasai asing.
Sementara ekonomi rakyat semakin terupuk,
ketika tidak mendapatkan subsidi, serta tidak
mendapat perlindungan pemerintah dari
serbuan produk asing. KUR yang selama ini
dipropagandakan, hingga kini belum
menyentuh pada rakyat yang
membutuhkannya. Karena itu, PBNU berharap
agar pemerintah segera mengubah orientasi
dan kebijakan ekonominya, menjadi ekonomi
yang memperkuat ekonomi nasional
khususnya ekonomi rakyat, agar rakyat
sejahtera dan negara terbebas dari jerat
utang. Bantuan produktif di sektor pertanian
baik berupa teknik dan proteksi serta fasilitas
pasar, akan jauh lebih berarti dan lebih
dibutuhkan rakyat, ketimbang bantuan
langsung tunai (BLT) yang konsumtif yang
membuat rakyat pasif. Ekonomi akan tumbuh
bila rakyat bertindak kreatif dan ini perlu
fasilitas dan insentif yang memadai.

III. Bidang Kebudayaan

Bangsa Indonesia dan bangsa Timur lainnya
memiliki budaya tradisi yang adat serta norma
yang sesuai dengan kondisi ketimuran. Tetapi
dengan hadirnya globalisme yang
mempropagandakan budaya Barat bahkan
dipaksakan melalui pelbagai sarana dan
media seperti lembaga pendidikan, media
massa, seni budaya, ternyata telah mengubah
perilaku dan adat istiadat masyarakat.
Semuanya ini telah mengakibatkan terjadinya
“kaget budaya”. Kekagetan budaya ini
mengakibatkan masyarakat mengalami split
moral. Maka perlu adanya penataan di bidang
seni budaya, pendidikan dan media massa.
Semuanya harus diarahkan untuk membentuk
karakter dan menanamkan moralitas serta
kreativitas.

1. Dalam masyarakat Timur yang mengenal
falsafah mikul duwur mendem jero, yaitu
menjunjung tinggi moralitas dan menjaga
kerahasiaan, telah diubah manjadi masyarakat
transparan sehingga dengan alasan untuk
memperoleh kebebasan informasi maka setiap
individu bisa dikorek informasinya dengan
tanpa menghormati batas privasi seseorang.
Setiap orang yang berperkara diungkap
dengan sedetil-detilnya. Hal itu tidak hanya
terbukanya aib seseorang, tetapi lebih
berbahaya lagi adalah kejahatan tersebut
disosialisasikan sehingga ditiru oleh pihak
lain. Demikian juga dalam produksi seni
budaya baik dalam film, tari, musik serta
berbagai talkshow telah mempertontonkan
adegan erotis di depan umum seperti
berpelukan antara pria-wanita yang bukan
muhrim, membuka aurat dan gerakan erotis
lainnya, telah mewarnai dunia pertunjukan di
negeri ini dan disebarkan melalui TV dan
internet sehingga mengubah perilaku remaja.
Padahal perilaku semacam itu bertentangan
dengan norma ketimuran dan agama Islam.

2. Pendidikan nasional haruslah dikembalikan
pada filosofi dasar dan tujuan awalnya, yaitu
untuk memanusiakan manusia. Dengan
demikian, pendidikan perlu dijuahkan dari
unsur bisnis, karena hal yang demikian akan
menjauhkan masyarakat dari pendidikan.
Pendidikan haruslah dikembalikan sebagai
pusat pembudayaan, penanaman nilai budaya
dan pusat pengembangan budaya. Di situlah
pentingnya menempatkan lembaga pendidikan
di segala strata sebagi pusat pemebentukan
karakter. Ketika bangsa Indonesia mulai
mengalami memudar karakternya, maka dunia
pendidikan yang mengemban tugas
pembentukan karakter bangsa ini dengan
menggali, mengaktualisasi budaya nasional
yang ada, sehingga masyarakat bangga
terhadap budaya sendiri.

3. Mesdia massa merupakan sarana penting
untuk penyebaran informasi dan pendidikan
masal. Karena itu, media harus dikembalikan
pada tujuan awal, yaitu menanamkan nilai-
nilai, yang dalam hal ini adalah nilai
keagamaan dan adat ketimuran. Kebebasan
memperoleh informasi hendaklah tidak
digunakan untuk membongkar aib seseorang.
Demikian juga kebebasan memperoleh
informasi janganlah digunakan untuk
membongkar rahasia negara sehingga
mengancam kepentingan negara. Dalam
pemberintaan media massa hendaklah tetap
berpegang pada norma agama, norma susila
serta menjaga keamanan dan kerukunan
nasional.

Penutup

Sebagai organisasi sosial keagamaan, NU
berharap agar bangsa ini menjadi bangsa
yang maju dan berperadaban tinggi setara
dengan peradaban yang lain. Kemajuan ini
hanya bisa diperoleh bila bangsa ini memiliki
rasa percaya diri dan bangga dengan tradisi
dan budaya sendiri. Untuk menjadi bangsa
yang bangga terhadap budaya sendiri, perlu
usaha pembinaan dan pembentukan karakter.
Lembaga negara, lembaga pendidikan,
lembaga kesenian, termasuk lembaga ekonomi,
dan media masa, perlu digunakan sepenuh-
penuhnya dan seluruhnya untuk membangun
karakter bangsa ini. Dan sekaligus sebagai
sarana memajukan bangsa.

Jakarta, 9 Januari 2013
KH Said Aqil Siroj
Ketua Umum PBNU

* Disampaikan dalam kegiatan Refleksi Awal
Tahun 2013 di Kantor PBNU Jakarta, Rabu
(9/1).

21/12/2012

Suatu ketika Rasulullah SAW menjadi imam shalat. Para sahabat yang menjadi makmum di belakangnya mendengar bunyi menggeretuk seolah-olah sendi-sendi pada tubuh Rasulullah bergeser satu sama lain.
Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai sholat, ”Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, apakah Anda sakit?”
Namun Rasulullah menjawab, ”Tidak. Alhamdulillah, aku sehat dan segar.”
Mendengar jawaban ini Sahabat Umar melanjutkan pertanyaannya, ”Lalu mengapa setiap kali Anda menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan? Kami yakin engkau sedang sakit…”
Melihat kecemasan di wajah para sahabatnya, Rasulullah pun mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Ternyata perut Rasulullah yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu batu untuk menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali tubuh Rasulullah bergerak.

Umar lalu memberanikan diri berkata, ”Ya Rasulullah! Adakah bila Anda menyatakan lapar dan tidak punya makanan, lalu kami hanya akan tinggal diam?”
Rasulullah menjawab dengan lembut, ”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu ini. Tetapi apakah yang akan aku jawab di hadapan Allah nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban bagi umatnya?” jawab sang Rasul.
Para sahabat hanya tertegun. Rasulullah melanjutkan, ”Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah Allah buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.”

Semoga sekelumit kisah ini bermanfaat.

Address

Jalan RA. Kartini Gang Garuda IV Keboijo Kelurahan Petarukan, Kecamatan Petarukan
Pemalang
52362

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Musholla BAITUL HASAN Keboijo Petarukan Pemalang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Musholla BAITUL HASAN Keboijo Petarukan Pemalang:

Share