JALAN KEBENARAN dan HIDUP

JALAN KEBENARAN dan HIDUP Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from JALAN KEBENARAN dan HIDUP, Jalan Lada 672, Pekalongan.

17/06/2022

GALI LOBANG TUTUP LOBANG
SEMAKIN BANYAK LOBANG

"Saya ada didepan rumah pakcik !" begitu rekanku menghubungiku untuk ketemuan.

Malam-malam kala itu, sepertinya ada hal penting yg harus diselesaikan. Kuperhatikan raut wajahnya, sepertinya ada pergumulan berat yg menekan hidupnya.

Temanku mengeluh didepanku. Ia bercerita panjang tentang dirinya terlilit hutang yang membuatnya begitu gusar. Memang sangatlah tidak nyaman kalau hal seperti ini membelenggu kita.

Akupun berusaha menyimak keluh kesahnya, dan ingin tau latar belakangnya. Sementara hening tanpa percakapan, dalam batinku aku bicara
"kita adalah sama, hanya saja tujuan dan penanganannya mungkin sedikit berbeda".

Terkadang, banyak orang sebenarnya menceritakan masalahnya ke orang lain hanya untuk curhat. Ingin mendapat simpati, bukan untuk mencari solusi. Ia hanya butuh pendengar bukan pemberi jalan keluar.

Ia bermaksud mendapatkan orang² yang prihatin dengan masalahnya dan membelanya meski ia salah . Akhirnya ia semakin lumpuh tak berdaya oleh segala elusan empati. Dia semakin sayang diri karena yang diajak bicara tanpa memberi solusi.

Akhirnya dia terdiam dan tiba giliranku untuk bicara.
Kalau kamu siap, sini kuberikan jalan keluar...! Wajahnyapun respon mendengar tawaranku. Mungkin berpikir aku menalanginya.

Begini kawan, "berutang menutupi utang, itu ibarat gali lobang tutup lobang".

Seperti perahu bocor dimana² yang dengan cepat akan segera tenggelam, jika hanya menambal kebocoran itu tanpa pernah berusaha memperbaikinya.

Kamu selama ini berhutang hanya untuk menutupi hutang. Terus begitu sehingga menjadi kebiasaan.

Bagaimana tidak?
Dengan hutang baru untuk menambal hutang lama, sebenarnya malah membuat lubang² yang baru. Tidak lama lagi perahu ekonomimu akan karam tenggelam.

"Kamu boleh berhutang tapi gunakan utang sebagai modal untuk membangun sumber pendapatan. Jadikan hutang itu produktif, bukan konsumtif.

Pikirannya mulai jalan, paradigmanya mulai terarah.

Selain itu, ini saatnya hidup sederhana, nikmati apa adanya. Turunkan gaya hidup. Hidup sederhana itu jauh lebih nyaman dari pada hidup bermewah padahal gak punya.

Mempertahankan gaya hidup oleh karena gengsi, tentu akan semakin rumit. Jangan takut diukur orang...!
Menang gaya supaya terlihat kaya, apalah gunanya?

Jangan pengeluaranmu segunung padahal penghasilan segayung.

Tak apalah, terlihat minus diluar asalkan plus di dalam itu jauh lebih terhormat.

Memandangku semakin antusias.

Menusuk, tapi baginya seperti mengurai benang kusut, yang selama ini tak tau lagi Ujung pangkalnya.

Sekarang saatnya melepaskan apa yg ada, daripada memilikinya tapi merana.
Jual segalanya, sebab kemerdekaan dari utang membuat harga diri tidak terjajah.

Apalah artinya berbagai barang yang masih punya, apalagi kalau semua itu hanya terpajang. Mulailah menjualnya dan menutupi kewajiban dari pada dikejar terlunta².

Hutang itu memang bisa membuat seseorang menjadi sangat hina karena perlakuannya yang salah.

Wajahnya menjadi cerah sekarang. Ada harapan baru dan semangat yang dulu hilang. Aku berhasil menularkan energi positif pada dirinya.

Semua memang tergantung kita, tergantung sudut pandang dan seberapa kuat kemauan untuk berubah. Tanpa itu, doa puasa sehari semalam pun tidak akan pernah merubah keadaan.

Akhirnya, kupeluk dia dan kudoakan, mudah²an ada perubahan menuju pemulihan.

Oh ya....
Akupun tersenyum mengingat diriku bertahun² dulu dalam kebodohan yang sama. Kebodohan yang terus berulang². Aku dulu mengalaminya 🤭

28/01/2021

Entah siapa pemilik tulisan ini. Maknanya dalam dan membuat saya tertarik membagikannya.

Belajar dari :
*S.E.P.A.T.U* 🥾🥾

👢👢Bentuknya tidak
persis sama,
namun serasi...

🥾🥾Saat berjalan
tak pernah
kompak, tapi
tujuan'nya
sama...

👟👟Tak pernah
ganti posisi,
namun saling
melengkapi...

🥿🥿Tidak pernah
ganti pasangan
walau sudah
usang dan
karena
dimakan usia...

👢👢Sederajat,
namun tidak
ada yang
merasa lebih
tinggi atau
lebih rendah...

👟👟Bila yang satu
hilang, yang
lain Tidak
memiliki arti...

👠👠Tidak pernah
saling injak
ataupun saling
tendang...

👞👞Apabila yg 1
sakit krn robek
hingga hrs
dijahit maka yg
lain setia
menunggunya..

🥾🥾Walau tidak
pernah jalan
bergandengan,
s'lalu yang 1 di
depan yang lain
di belakang
namun tidak
akan pernah
tinggalkan satu
sama yang
lain..

*SEPATU* = *SE* jalan
sam *PA* i
*TU* a

_"Sepasang *SEPATU* bisa menjadi *contoh terbaik bagi Arti sebuah kebersamaan dan persaudaraan kita* ....🤝
SELALU DAMAI DAN RUKUN SUKSES BERSAMA 🙏

22/10/2020

*HALAMAN YANG HILANG.*

Artikel bagus ini saya terima dari kenalan baik saya, bapak Herman Kwan:

Seorang guru bertanya kepada muridnya tentang pelajaran sejarah dunia : Nak, siapakah Barack Obama itu?".

"Penjual es krim, Pak."

Guru tersebut terkejut mendengar jawaban muridnya.
Ia bertanya sekali lagi.
Si murid tetap memberi jawaban yang sama.
Sang guru kembali mengulang pertanyaannya dengan jengkel,

"Nak, bukankah biografi Barack Obama ada di buku paket. Apa kamu sudah membacanya?"

"Sudah, Pak. Barack Obama adalah penjual es krim..!"

Sang guru semakin emosi mendengar jawaban seperti itu.
Ia perintahkan si murid mengeluarkan buku paket miliknya, dan membuka halaman tentang Obama.

Pada buku si murid, biografi Obama hanya ada satu halaman.
Kisah hidup Obama berhenti pada saat masih remaja, di usia 16 tahun ia memperoleh pekerjaan sebagai pelayan kedai es krim di kota Honolulu, negara bagian Hawaii.

Guru tersebut menyadari ternyata pada buku si murid, halaman kedua hilang.
Mungkin tersobek tidak sengaja, atau bisa jadi memang dari penerbit buku tersebut halamannya kurang selembar.
Pantas ia tidak tahu kelanjutan sejarah hidup Obama hingga menduduki kursi presiden ke-44 di Amerika.

Guru tersebut benar, ketika ia mengatakan bahwa Barack Obama adalah presiden.
Karena kenyataannya memang demikian.
Tetapi muridnya juga benar.
Karena sejauh yang ia baca, Obama adalah penjual es krim.
Jadi dalam cerita tersebut keduanya sama-sama benar.

Lalu mengapa terjadi perselisihan...??

Karena sang guru tidak menyadari bahwa ada halaman yang hilang.
Begitu ia tahu, akhirnya ia memaklumi jawaban murid tersebut.

************

Sahabatku ....

Apa yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari sejatinya juga serupa dengan kisah ini.

Hampir semua perbedaan pendapat antara dua orang, sebenarnya hanya disebabkan karena adanya *"halaman yang hilang"*, adanya *perbedaan pengetahuan dan pemahaman.*

Saat seorang suami berselisih dengan istrinya, redamlah dulu emosi.
Sebab yang perlu kita cari tahu adalah dimana *"halaman yang hilang"* itu.?
Bukan saling bertengkar mempertahankan ego masing-masing.

Ketika orang tua berseberangan dengan anaknya, carilah dulu *"halaman yang hilang"* itu.
Bukan langsung melampiaskan kemarahan kepada anak.

Ketika dua sahabat berbeda dalam menyampaikan pendapat, carilah dulu *"halaman yang hilang"* itu. Bukan malah bertengkar saling cakar cakaran.

Karena dalam perbedaan pendapat bukan berarti ada yang benar dan ada yang salah.

Bisa jadi kedua pendapat benar.
Namun menjadi berbeda, karena ada *"halaman yang hilang"* di antara keduanya.

Semoga ....
Tidak ada *"halaman yang hilang"* dalam persahabatan kita .....

Selamat Pagi Frens !

08/10/2020

🐫🦙🦒🐘🦓🦌
🐂🐃🐄🐐🐪🦛
*KEBUN BINATANG*
🐅🐆🐅🐅🐅🐆

Di pintu masuk Kebun Binatang, tertulis tarif :

*Tiket : Rp 50.000,-/orang*

Karena beberapa lama tidak ada Pengunjung, maka harga tiket diturunkan menjadi : *Rp 25.000,-/orang*

Namun masih tidak ada juga Pengunjung yang datang. Akhirnya kembali ia turunkan tarif tiket menjadi hanya : Rp 10.000,-/orang.

Dan tetap tidak ada pengunjung yang mau masuk..!!!
Akhirnya ditulislah pengumuman :

*"MASUK GRATIS"*

Dan tiba-tiba banyak orang yang berebutan ingin masuk.

Ketika Pengunjung di dalam penuh, Sang Pawang membuka semua pintu Kandang Binatang Buas, seperti :
● Singa;
● Harimau;
● Macan;
● Serigala;
● Ular, dsb.

Pengunjungpun sontak pada PANIK..!!!
Kemudian Pintu Keluar di KUNCI.
Lalu di Pintu Keluar itu dia tulis :
Keluar Bayar Rp 500.000,-
Kemudian BANYAK orang berebut membayar dengan maksud menyelamatkan diri.

*Sahabatku....*
Inilah ironi kehidupan.
Ketika ditawarkan *HIDUP SEHAT* :
● Pakai Masker
●"Jaga Jarak
● Hindari Keramaian
●"Cuci Tangan Pakai Sabun
● Makan Makanan Sehat & Bergizi
● Istirahat yang cukup
● Olahraga, dsb
Demi menjaga *KESEHATAN* sebagai upaya *PENCEGAHAN PENYAKIT* banyak orang enggan, *TIDAK MAU*.

Tapi kalau sudah masuk *RUMAH SAKIT*, berapapun mahal biayanya *PASTI* dibayar asal bisa sembuh, sekalipun harus jual *ASSET* dan ber~*HUTANG*...!!!

*Semoga Terinspirasi..!!!*

Jack Ma pernah bilang :
"Jika pisang dan uang diletakkan di hadapan seekor Monyet, maka Monyet akan memilih pisang, karena Monyet tidak mengerti bahwa uang bisa digunakan untuk membeli banyak pisang".

*Demikian p**a,*
"Dalam kenyataan hidup, jika Uang dan Kesehatan diletakkan dihadapan orang, pasti orang akan memilih Uang, karena terlalu banyak orang yang tidak mengerti bahwa Kesehatan dapat berguna mendapatkan lebih banyak Uang dan Kebahagiaan".

*TIDAK ADA YANG MAHAL, KECUALI HANYA KESEHATAN YANG PALING MAHAL. SEGALA APAPUN BISA DITUNDA, KECUALI HANYA, KESEHATAN YANG TIDAK DAPAT DITUNDA*.

Tulisan yang bagus & edukatif... Mungkin bisa disampaikan ke teman lain dan ke Masyarakat di sekitar kita🙏

05/10/2020

MENYIKAPI RESESI DIMASA PANDEMI.

Oleh Franseda Sihite

Berdasarkan data Satgas penanganan covid 19, hingga hari ini Senin 5 Okt 2020 jumlah kumulatif kasus positif mencapai 307.120 orang,dan sudah ada 11.253 orang yang meninggal dunia.

Tidak siapapun yg tahu tanggal dan bulan yg pasti, kapan wabah ini berlalu.

Sebenarnya wabah ini bukan hanya masalah kesehatan, masalah hidup mati, tapi menimbulkan gejolak sosial yg rumit dan sudah mengubah tatanan hidup.

Pandemi ini telah memaksa kita membatasi diri bahkan mengurung diri. Dan ketika b*k berdiam diri dirumah sdh barang tentu akan mengurangi kegiatan di luar, diantaranya kegiatan belanja atau transaksi . Maka akhirnya yg terjadi adalah tingkat konsumsi menurun.

Turunnya tingkat konsumsi membuat produksi barang pun hrs diturunkan, karena berkurang konsumen. Karena angka produksi berkurang, otomatis Perusahaan pun pasti menghemat dgn cara mengurangi tenaga kerja. Karyawan dirumahkan bahkan di PHK dan bertambahlah angka pengangguran. Lemahnya mata rantai ekonomi yg saling bertalian tersebut, membuat daya beli pun melemah, ekonomi tersendat lalu terjadilah resesi.

Inilah yg mengerikan dari pandemi ini. Dibelakangkangnya bergelora badai sunami ekonomi yg akhirnya menimbulkan resesi.

Resesi adalah kondisi dimana nilai pasar semua barang dan jasa yg diproduk menurun. Dampaknya adalah penurunan aktivitas perputaran ekonomi.

Pandemi corona telah membuat hampir semua sektor terpukul dan mengalami penurunan, bangkrut bahkan hancur.

Pertanyaannya, SUDAHKAH kita MEMPERSIAPKAN DIRI untuk menghadapi resesi ini? BAGAIMANA MENYIKAPINYA? Atau bagaimana jika situasi ini berkelanjutan?

Manusia itu memang terlahir dengan sifat yang cenderung “merangkul kenikmatan dan menolak penderitaan.” Tak seorangpun diantara kita yg mau menderita, termasuk menderita ekonomi. Namun tak banyak diantara kita yg luput dari hantamannya.

Karenanya tanggaplah akan sebuah peristiwa. Atur barisan, maknai keadaan lalu bersiaplah untuk memenangkan pergumulan.

Lalu, apa yg harus kita lakukan?

Menahan diri adalah kiat untuk bertahan.
Hidup di era yg sulit dmn pendapatan berkurang, bahkan ada yg tidak berpenghasilan sama sekali , harus cakap menyesuaikan diri. Beradaptasi dengan situasi adalah sebuah solusi. Kekang diri dari keinginan hati lalu belajar mencukupkan diri

"sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan"(Filipi 4:11)

Menyelaraskan diri sesuai keadaan, mengingatkan kita hidup dgn apa adanya, sepadan dengan situasi yg ada.

Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah (1 Tim 6:8)

Saatnya... mengubah cara hidup.
Turunkan gaya hidup , sebab itu jauh lebih baik daripada mempertahankannya tapi pikiran jd rumit. Kebiasaan negatif yang terus menerus kita lakukan akan menghasilkan akumulasi negatif. Maka mengubah kebiasaan lama yang negatif menjadi kebiasaan baru yang positif, adalah langkah yang sangat penting dalam menangani resessi.

Mungkin sekedar contoh, boros diubah jadi hemat, malas diubah jadi rajin, konsumtif jd produktif dst.

Tingkatkan kinerja tunjukkan kualitas dan perthankan integritas, satu diantaranya adalah kejujuran, spy kita tetap dipakai dan terhindar dari PHK.

Cari pemasukan lain yaitu pendapatan pasif, mungkin menjual layanan jasa yg dirasa dibutuhkan oleh masyarakat. Jauhi gengsi karena gengsi menandakan kita tidak tahu diri. Kenali dirimu, keahlianmu dan hasratmu, bertindaklah..! jangan hanya berangan2.

Persiapkan dana darurat, berjaga untuk keperluan yg sangat mendesak. Siap melepaskan apa yg ada, daripada memilikinya tapi merana.

Hindari berhutang, hutang itu memang bisa membuat seseorang menjadi sangat hina karena perlakuannya yang salah. Kalau harus berhutang, berhutanglah untuk membangun sumber pendapatan. Jadikan hutang itu produktif, bukan konsumtif.

Andalkan Tuhan....
Setia mengiring dan melayani Tuhan adalah kunci optimisme dalam menghadapi resesi di masa pandemi.

Tuhan memberkati kita Semua.

22/05/2020

DINAMIKA GEREJA DI ERA CORONA

Oleh Pakcik Pekal (Franseda Sihite)

Isu Pandemi, bukan hanya masalah kesehatan. Lebih dari itu, dibelakang Covid 19 masih ada ombak besar yang siap menerjang.

Ia tidak kenal siapa kawan siapa lawan, semua sektor dihajar tanpa belas kasihan. Satu sektor yg sudah mulai dihantamnya yaitu ekonomi, yang hari-hari ini mulai terasa akibatnya.

Bagi sektor agama khusus kekristenan, virus Corona telah memberi warna warni dan dampak tersendiri.

Imbasnya bukan hanya ibadah di rumah dan ibadah online, tapi debat kusir, silang pendapat, perang ayat, adu persepsi dan argumentasi timbul oleh karena kehadiran virus ini. Akhirnya pelayan atau jemaat kelihatan saling menyudutkan lalu meretakkan persaudaraan.

Namun lepas dari aksi reaksi negatif yg sdh terjadi, wabah ini juga menghasilkan hal" positif yang akhirnya membuat gereja bergerak benahi diri. Berikut beberapa kemajuan yg terjadi, sebagai dampak positif dari korona :

1. Gereja semakin teruji.
Tidak bisa disangkal, sejak diberlakukan ibadah online maka penerimaan persembahan setiap gereja pasti menurun. Ini realistis dan masuk akal. Adanya penurunan persembahan tersebut tentu sangat mempengaruhi biaya operasional gereja.

Keadaan ini tidak serta merta dianggap sebagai sebuah kemerosotan, tapi sebaliknya keadaan ini bisa diterima sebagai latihan atau pembelajaran.

Namun lepas dari semua itu hamba Tuhan/gereja sedang dilatih untuk berharap pada Tuan yang mengutusnya dan yang empunya pelayanan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa melalui jemaat yg dilayani, gereja mendapatkan berkat-berkat termasuk keuangan. Tetapi itu hanya satu cara dari 1001 cara Tuhan memberkati gerejanya.

Konsep pemikiran bahwa pelayan (Hamba Tuhan) hanya hidup dari persembahan jemaat yg dilayani, kini "harus berubah".

Menyadari dengan penuh bahwa berkat-berkat berasal dari Tuhan, karenanya jangan dibatasi bahwa berkat hanya lewat jemaat yang dilayani.

Bagian gereja atau pelayan (Hamba Tuhan) adalah melayani jiwa-jiwa tanpa memikirkan imbalan dan bagian Tuhan adalah mencukupkan apa yg menjadi kebutuhan pelayan sebagai hambaNya.

Karenanya, Covid 19 telah mengajar para hamba-hambaNya untuk bergantung pada Majikan yang mengutusnya, bukan pd susu dan bulu domba yang dilayaninya.

Kualitas dan motif pelayanan akhirnya makin teruji dan para pelayan semakin dimurnikan.

2. Gereja makin Evaluasi dan benahi diri.
Sebenarnya sebagian gereja sudah berpartisipasi lewat aksi peduli pd jemaat atau masyarakat sesuai kemampuannya. Namun kritikan sindiran tetap saja datang dari internal ataupun eksternal gereja itu sendiri.

Adanya kritikan sosial tentang kontribusi gereja ditengah-tengah pandemic harus diresponi dengan akal yg sehat.

Berbagai macam tulisan dan video yang nadanya sinis menuntut kehadiran gereja dalam wujud nyata yaitu menolong masyarakat bawah yang sedang terpuruk.

Kritik sosial adalah salah satu bentuk komunikasi dalam masyarakat yang bertujuan atau berfungsi sebagai control terhadap jalannya suatu system social atau proses bermasyarakat termasuk gereja.

Mereka menuntut kehadiran dan peran gereja yg nyata sehingga dapat dirasakan langsung oleh jemaat dan masyarakat luas.

Kata kuncinya adalah bagaimana gereja peduli sehingga dapat dirasakan dengan nyata oleh masyarakat. Soal jumlah besar kecil adalah relatif, sebab nilai sosialitas akan mengalahkan nilai materinya.

Karena lambatnya dan minimnya kepedulian gereja dalam ambil bagian pada situasi yg sedang membutuhkan, maka tak bisa dielakkan, gereja terpaksa menerima kritik dr berbagai pihak.

Autokritik inilah yang seharusnya disikapi sebagai bahan evaluasi dan intropeksi diri.

Ada dua keuntungan dari sikap gereja yg mau menerima kritikan:

a. Protecting potentiality.
Sikap autokritik menjaga potensi-potensi positif yang ada : seperti bertobat, mengoreksi, dan memperbaiki kesalahan, agar terus dapat difungsikan.

b. Steering potentiality,
Yaitu mengarahkan potensi-potensi yang ada pada tujuan-tujuan positif dan konstruktif dan mulai bergerak.

Mereka yang membuka diri akan kritikan, mereka akan mengalami kemajuan dan pembaharuan.

3. Gereja semakin kreatif dan inovatif.
Zaman sudah berubah, tidak boleh tidak gereja ataupun para pelayan harus beradaptasi pada sebuah perubahan.

Corona memaksa para pelayan menjadi kreatif dan inovatif. Berbagai macam cara dilakukan untuk tetap dapat melayani jemaat sehingga tetap terpuaskan oleh Firman.

Di tengah situasi seperti ini, gereja-gereja seharusnya terpanggil untuk memberikan kontribusi nyata. Bukan hanya slogan-slogan rohani yang menguatkan hati, tetapi sebuah langkah konkrit.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh gereja. Salah satunya adalah mengkaji ulang pengadaan ibadah konvensional. Aku meyakini bahwa upaya ibadah streaming ini satu langkah antisipasi penyebaran virus korona dan tidak melanggar firman Tuhan.

Gereja daring masa kini merupakan sebuah alternatif baru sebagai pengembangan dari gereja konvensional yang selama ini melakukan pertemuan ibadahnya di dalam gedung gereja.

Gereja ini bahkan mulai memanfaatkan layanan pos daring untuk interaksi antara pendeta dengan anggota gereja, atau menggunakan transmisi, kadang-kadang dengan menggunakan pra-rekaman.

Gereja daring modern memberikan alternatif kegiatan bergereja bukan saja bagi para anggotanya, tapi kepada jemaat lain dengan jangkauan lebih luas.

4. Gereja tidaklah sebatas ruang gedung.
Oleh Covid 19 gedung-gedung gereja akhirnya ditutup sementara seiring himbauan pemerintah.

Namun hal itu bukan menjadi dilematis dalam peribadatan. Kalau selama ini ibadah dibatasi oleh ruang gedung gereja yg sudah ada, kini gereja hadir di rumah-rumah bahkan dimana-mana.

konsep teologis tentang gereja dan tradisi gereja mula-mula juga memberi tuntunan yang cukup jelas, "gereja adalah orang, bukan bangunan" (1 Korintus 1:2). Di mana umat Tuhan berkumpul, di situ ada gereja. Yang penting adalah kehadiran Allah, bukan rumah Allah secara fisik.

Tidak heran, tempat ibadah jemaat mula-mula cukup variatif. Kadang di bait Allah, di rumah ibadat Yahudi mapun di rumah-rumah jemaat (Kisah Para Rasul 2:42-47). Jumlah kehadiran di setiap ibadah terbatas.

Praktek seperti ini terus dipertahankan di periode berikutnya, terutama pada saat penganiayaan terhadap orang-orang Kristen semakin meningkat dan meluas. Mereka harus berkumpul dalam skala kecil dan sembunyi-sembunyi supaya tidak ketahuan.

Mereka menggunakan gaya ibadah dan liturgi yang beragam, sesuai dengan keadaan. Yang terpenting bagi mereka adalah persekutuan dengan orang percaya yang lain, tidak peduli berapa pun jumlahnya, tidak peduli bagaimana suasana ibadahnya, tidak peduli di mana tempatnya.

Bahkan melalui ibadah-ibadah rumah ini, gereja semakin mandiri karena kepala keluarga menjadi imam bisa memimpin ibadah dirumah masing".

Akhir kata, dari semua dinamika yang terjadi pada gereja di masa pandemi ini, sedikit banyaknya membawa kemajuan bagi gereja Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.

*KAYA SUNGGUH*Seseorang bertanya pada Bill Gates: _"Adakah orang yang lebih kaya dari dirimu?"_ Bill Gates menjawab : _"...
05/09/2017

*KAYA SUNGGUH*

Seseorang bertanya pada Bill Gates: _"Adakah orang yang lebih kaya dari dirimu?"_

Bill Gates menjawab : _"Hanya satu orang."_

Bertahun-tahun yang lalu, waktu aku miskin, aku pergi ke bandara New York, aku membaca surat kabar yang digelar disana. Aku tertarik pada salah satu surat kabar tersebut, aku ingin membelinya ternyata koinku tidak cukup. Tiba-tiba seorang anak kulit hitam memanggilku dan mengatakan : _"Koran ini untuk anda!"_
Aku berkata: _"Tapi koinku tidak cukup."_

Dia berkata : _"Tidak masalah aku memberikan anda gratis!"_

Setelah 3 bulan, aku pergi lagi ke bandara New York. secara kebetulan cerita itu terjadi lagi, anak yang sama memberikanku koran gratis. Aku bilang aku tidak bisa menerimanya
lalu ia berkata : _'Aku akan memberimu keuntungan dari apa yang telah aku lakukan.'_

Setelah lewat 19 thn, aku sudah kaya dan aku memutuskan untuk menemukan anak itu.
Aku menemukannya setelah satu setengah bulan mencarinya. Aku bertanya padanya, kau kenal aku? dia bilang ya, kau terkenal Bill Gates.

Aku bilang: _"Beberapa tahun yang lalu kau memberiku surat kabar gratis 2 kali. Sekarang, aku ingin mengimbangimu. Aku akan memberikan semua yang kau inginkan."_

Pemuda kulit hitam itu menjawab :
_"Anda tidak dapat mengimbangiku!"_

Aku bilang kenapa? dia berkata : _*"Karena saya memberi anda ketika aku miskin, sedangkan anda ingin memberi saya ketika anda kaya? Jadi bagaimana anda bisa mengimbangiku?*_

Bill Gates bilang : _"Kurasa pria kulit hitam itu lebih kaya dari aku. Kita tidak harus menunggu kaya untuk memberi, karena adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima!

🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄

Address

Jalan Lada 672
Pekalongan
51111

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when JALAN KEBENARAN dan HIDUP posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share