RSUD Bendan

RSUD Bendan Motto RSUD Bendan (KESEMBUHANMU IBADAHKU) Sejarah RSUD

Gagasan untuk membangun sebuah rumah sakit sebenarnya sudah dimulai pada tahun 2002. Husain.

Pada waktu itu baru dalam bentuk Studi Kelayakan apakah Kota Pekalongan layak untuk dibangun sebuah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Kebutuhan untuk segera dapat memiliki sebuah Rumah Sakit Umum Pemerintah sendiri dirasakan menjadi sesuatu hal yang cukup penting. Hal ini sejalan dengan salah satu Misi yang diemban oleh Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan Peride Jabatan 2005 – 2010 di bidang kese

hatan yaitu Meningkatkan mutu dan jangkauan Pelayanan Kesehatan bagi masyarakat Kota Pekalongan. Kota Pekalongan merupakan salah satu Daerah di Jawa Tengah yang belum memiliki RSUD. Rencana Pembangunan RSUD telah dimulai dengan Kegiatan Perencanaan atau Penyusunan Design Engineering Detail (DED) pada tahun 2006. Sebagai Konsultan Perencana adalah CV. Media Mitra Manunggal. Pada awalnya Perencanaan ditujukan untuk Peningkatan Puskesmas Bendan, namun akhirnya berkembang menjadi Perencanaan untuk membangun sebuah rumah sakit. Beberapa kendala muncul terkait dengan rencana tersebut antara lain menyangkut lokasi dan bagaimana pembiayaannya, mengingat Jumlah Anggaran yang dibutuhkan tentunya cukup besar. Dalam menentukan lokasi mengalami beberapa pembahasan yang cukup panjang. Beberapa lokasi yang diusulkan antara lain SMP 13, bekas terminal, Puskesmas Bendan dan terakhir di BLK dengan menempati tanah yang masih kosong. Lokasi ini dianggap cukup strategis, namun terdapat beberapa kendala antara lain : tanahnya kurang luas; ada beberapa bangunan di sebelah barat yang menghadap Jl. Sriwijaya yang sebenarnya lebih cocok untuk dijadikan sebagai muka/depan bangunan RSUD. Lokasi Pembangunan RSUD Kota Pekalongan menempati lahan kosong UPTD BLK yang luasnya ± 1 Ha ditambah dengan tanah yang sekarang ditempati Kantor Kelurahan Bendan, Gedung Golkar, Balai Pertemuan dan Rumah Dinas Tenaga Kesehatan, sehingga luas keseluruhan ± 1,35 Ha terletak di Jalan Sriwijaya No. 2 Pekalongan yang termasuk dalam wilayah Kelurahan Bendan Kecamatan Pekalongan Barat dan berjarak 300 m dari Pemerintah Kota Pekalongan. Untuk rencana pengembangan ke depan adalah semua lahan yang saat ini dipergunakan untuk BLK, sedangkan BLK sendiri nantinya akan dipindahkan ke lokasi baru, sehingga luas lahan keseluruhan ± 3 Ha. Terkait dengan pembangunan gedung tersebut maka beberapa bangunan di depannya dibongkar dan dicarikan lokasi pengganti khususnya bangunan publik yang ada yaitu Kantor Kelurahan Bendan dan Balai Pertemuannya. Tahapan selanjutnya adalah Proses Pelelangan untuk mendapatkan kontraktor yang akan mengerjakan Pembangunan RSUD, dan akhirnya telah ditetapkan sebagai Pelaksana Pekerjaan adalah PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Cabang V Semarang – PT. AKIS Jo melalui Surat Perjanjian Kerjasama (Kontrak) Nomor : 43./P-RSUD/IX/2007 antara Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan selaku Mewakili Pihak I yaitu Pemerintah Kota Pekalongan dengan Pihak II yaitu PT. PP (Persero) Cabang V Semarang – PT. AKIS Jo yang ditandatangani pada tanggal 13 September 2007. Sedangkan sebagai Konsultan Pengawas adalah PT. Pola Dwipa dari Semarang. Luas bangunan gedung utama dan penunjangnya adalah ± 12.000 m2 terdiri dari bangunan 4 lantai ditambah 1 lantai basement. Pembangunan gedung sesuai kontrak kerja ditargetkan selama 18 bulan atau 540 hari dan berakhir pada 5 Maret 2009. Perkembangan terakhir yang terjadi yaitu dengan adanya addendum pekerjaan dan sekaligus anggarannya, maka jangka waktu penyelesaian diperpanjang selama 26 hari sehingga waktu berakhirnya adalah 31 Maret 2009. Dan RSUD Bendan telah diresmikan pada tanggal 21 Mei 2009 oleh wakil Presiden RI Bapak M. Jusuf Kalla dan didampingi oleh Direktur Jendral Pelayanan Medis Bapak Farid W. Visi

Unggulan Dalam Pelayanan

Misi

Memberikan Pelayanan Kesehatan yang Bermutu dan Terjangkau
Menjadi Pusat Rujukan Pelayanan Medis
Mengembangkan Jejaring Pendidikan
Mewujudkan Kemandirian Pengelolaan Keuangan Secara Transparan dan Bertanggungjawab

02/08/2017

Direktur RSUD Bendan Mengundurkan Diri

Baru menjabat Direktur RSUD Bendan Kota Pekalongan selama empat setengah bulan, dr Wedo Tri Hardjanto SpOG mengundurkan diri dari jabatannya.

Surat pengunduran diri itu sudah disampaikan ke Wali Kota pada Juli lalu. Wali Kota Pekalongan, Alf Arslan Djunaid yang ditemui usai sidang paripurna DPRD membenarkan pengunduran diri dr Wedo itu. Alasannya, karena sibuk.

Menurut Wali Kota, selain menjabat sebagai Direktur RSUD Bendan, dr Wedo juga menjadi dokter spesialis ahli kandungan di RSU Budi Rahayu dan RS Mitra Bunda serta membuka praktik di rumahnya sendiri. Meski sudah mengundurkan diri, Wali Kota mengaku belum membahas pengunduran diri itu.

”Pengunduran diri itu baru akan diproses setelah jamaah haji Kota Pekalongan kembali. Karena itu, sampai ada penggantian yang baru, dr Wedo harus masih tetap menjalankan tugasnya sebagai direktur,” katanya. Dokter Wedo yang dihubungi melalui telepon selulernya tidak mengangkat telepon.

Namun, Kabag Humas Pemkot Pekalongan, Arif Karyadi yang pernah konfirmasi kepada dr Wedo mengatakan, secara fisik dr Wedo mengaku tidak mampu melakukan doubel job sebagai dokter spesialis dan managerial yang jam kerjanya lebih panjang sehingga membuat penurunan kesehatan yang signifikan.

Tidak Maksimal

”Beberapa kali saya kelelahan dan harus membutuhkan bantuan oksigen. Karena itu, saya harus obyektif memilih. Insya Allah saya lebih optimal melayani masyarakat Kota Pekalongan sebagai dokter spesialis kandungan di RSUD. Saya juga tetap akan mensupport semaksimal mungkin untuk kemajuan kesehatan masyarakat Pekalongan.

Tidak ada sebab lain selain objektif pada kemampuan fisik dan optimalisaasi fungsi saya di RSUD,” kata Arif menirukan penuturan dr Wedo. Pengunduran diri itu membuat sidang Komisi DPRD dengan RSUD Bendan Selasa lalu tidak maksimal karena direkturnya diwakili oleh Ade Suangkat. Karena itu, Ketua Komisi C DPRD, Sujaka Martana berharap revitasilasi gedung BLK menjadi ruang rawat Inap segera difungsikan.

Dalam laporan perkembangan pelaksanaan program, Ade melaporkan pembangunan gedung IGD dan ICCU menunggu review masterplan RSUD yang akan dilakukan DPU. Padahal, menurut Sujaka, tidak perlu menunggu review masterplan karena DPRD bersama DPU sudah konsultasi ke BPK Pusat, bahwa pembangunan itu bisa dilaksanakan. Kemudian Komisi C juga minta kepada Staf Badan Keuangan Daerah (BKD), Amaryadi untuk mencarikan sertifikat tanah RSUD.

Dalam sidang sebelumnya, BKD menyanggupi mencarikan, tapi sampai sekarang belum ada laporannya. ”Sertifikat itu penting, karena syarat untuk mendapatkan bantuan dari provinsi harus menyertakan sertifikat,” katanya didampingi wakilnya, Nusron.

SUARA MERDEKA CYBERNEWS

RSUD Bendan Tandatangani Mou dengan Kejaksaan Negeri PekalonganRumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bendan bersama Kejaksaan N...
26/04/2017

RSUD Bendan Tandatangani Mou dengan Kejaksaan Negeri Pekalongan

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bendan bersama Kejaksaan Negeri Pekalongan menandatangani kerja sama atau nota kesepahaman (MoU) bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara. Penandatanganan MoU berlangsung di Aula Kejaksaan Negeri Pekalongan, Selasa (25/4).

Direktur RSUD Bendan Wedo Tri Hardjanto SpOG mengatakan, saat ini RSUD Bendan tengah fokus untuk melakukan percepatan penyerapan anggaran. Sebab, sampai saat ini penyerapan anggaran masih rendah.

“Saat ini, kami fokus untuk melakukan percepatan penyerapan anggaran. Rencananya, proyek-proyek akan dimulai pada Juni nanti agar penyerapan anggaran pada semester kedua bisa mencapai 50 persen,” terangnya.

Masih rendahnya penyerapan anggaran tersebut, salah satunya disebabkan karena banyak pejabat yang takut menjadi pejabat pembuat komitmen (PPK) dan was-was dalam menggunakan anggaran yang berisiko terjerat persoalan hukum. Karena itu, Wedo berharap, MoU tersebut dapat menjadi payung hukum bagi RSUD Bendan dalam melakukan percepatan penyerapan anggaran.

“MoU ini sebagai payung hukum yang akan melindungi kami, yang bisa menangkal ketakutan semua pihak yang dulunya takut menjadi PPK. Harapannya, dengan adanya MoU ini bisa dilakukan percepatan. Karena MoU ini untuk membantu kami dalam melakukan proses-proses percepatan penyerapan anggaran,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Pekalongan Mahatma Sentanu mengatakan, dengan adanya MoU tersebut, Kejaksaan Negeri Pekalongan akan mendampingi RSUD Bendan dalam melaksanakan proyek-proyek. Sehingga harapannya, tidak ada permasalahan yang muncul.

Terkait hal ini, ia meminta RSUD Bendan untuk melibatkan Kejaksaan Negeri Pekalongan mulai dari proses perencanaan anggaran hingga pelaksanaan kegiatan.

“Kalau mau melaksanakan proyek apapun, libatkan kami dalam prosesnya. Sebelum dilakukan proses lelang, kami ingin melakukan sosialisasi agar tidak ada celah-celah untuk dilaporkan. Sehingga pekerjaan lelang selesai dengan baik,” terangnya.

SUARA MERDEKA CYBERNEWS

BPJS Kesehatan Fasilitasi 200 Peserta Tes IVA di RSUD BendanDalam rangka memperingati Hari Kartini, Badan Penyelenggara ...
21/04/2017

BPJS Kesehatan Fasilitasi 200 Peserta Tes IVA di RSUD Bendan

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Pekalongan memfasilitasi 200 peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di RSUD Bendan, Jumat (21/4).

“Pemeriksaan IVA atau tes IVA merupakan salah satu bentuk program promotif preventif bagi peserta JKN-KIS untuk menekan jumlah penderita kanker serviks,” terang Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan, Asep Subana.

Menurut dia, kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut dari program yang dicanangkan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja. Salah satu program yang digalang OASE Kabinet Kerja yakni meningkatkan pelaksanaan pencegahan dan deteksi dini kanker pada perempuan di Indonesia mulai tahun 2015-2019.

“Melalui pemeriksaan ini diharapkan bisa meminimalisir jumlah penderita kanker serviks. Apabila diketahui lebih awal, pengobatan bisa lebih mudah,” sambungnya.

Lebih lanjut Asep mengatakan, apabila setelah pemeriksaan IVA tersebut, ada peserta yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka akan ditindaklanjuti dengan pengobatan di RSUD Bendan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto menjelaskan, kanker serviks menduduki peringkat kedua sebagai kanker yang paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Untuk menekan jumlah penderita kanker serviks, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan telah melatih sepuluh dokter dan sepuluh bidan untuk melayani tes IVA.

“Pelayanan tes IVA bisa dilakukan di semua puskesmas di Kota Pekalongan,” terangnya.

Sebelum menjalani pemeriksaan IVA, peserta mendapat bekal pengetahuan tentang pencegahan kanker serviks yang disampaikan Dokter Spesialis Kandungan sekaligus Direktur RSUD Bendan, dr. Wedo Tri Hardjanto, Sp.OG.

SUARA MERDEKA CYBERNEWS

15/04/2017

2018, Semua Puskesmas Terakreditasi

Dinas Kesehatan Kota Pekalongan menargetkan semua puskesmas di Kota Pekalongan terakreditasi pada 2018. Hingga saat ini dari 14 puskesmas, baru lima puskesmas yang telah terakreditasi. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto pada Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Kota Pekalongan 2017 di Ruang Amarta Setda, Kamis (13/4).

Dia mengatakan, lima puskesmas yang telah mendapat akreditasi itu terdiri dari dua puskesmas akreditasi tingkat madya dan tiga puskesmas mendapat akreditasi tingkat dasar. “Dua puskesmas yang mendapat akreditasi tingkat madya, yakni Puskesmas Kusuma Bangsa dan Puskesmas Bendan. Adapun tiga puskesmas yang mendapat akreditasi tingkat dasar, yaitu Puskesmas Dukuh, Puskesmas Krapyak Kidul, dan Puskesmas Jenggot,” paparnya.

Sementara itu, rumah sakit yang mendapat akreditasi baru satu, yakni Rumah Sakit Siti Khodijah dengan akreditasi paripurna. Slamet Budiyanto menyebutkan, semua puskesmas di Kota Pekalongan ditargetkan terakreditasi pada 2018. “Kami merencanakan semua puskesmas terakreditasi pada 2018,” ucapnya.

Menurut dia, hal itu sejalan dengan peraturan Menteri Kesehatan yang mengamanatkan semua pelayanan kesehatan harus terakreditasi pada 2019.

Hingga Pukul 21.00

Pada Rakerkesda itu, Wakil Wali Kota Pekalongan Mochammad Saelany Machfudz, menyerahkan surat tanda kelulusan akreditasi bagi lima puskesmas yang telah terakreditasi. Selain itu, dia juga menyerahkan surat keputusan Wali Kota tentang penetapan puskesmas buka pelayanan hingga pukul 21.00. Puskesmas tersebut adalah Puskesmas Dukuh, Puskesmas Noyontaan, Puskesmas Tirto dan Puskesmas Jenggot.

Pada Rakerkesda “Melalui Germas, Kita Tuntaskan Permasalahan Kesehatan di Kota Pekalongan” itu, Slamet Budiyanto juga memaparkan sejumlah program prioritas yang akan dilaksanakan pada 2017. Di antaranya menurunkan angka kematian ibu hamil (AKI), angka kematian bayi, dan kasus anak balita gizi buruk. “AKI, angka kematian bayi dan anak balita gizi buruk masih di atas rata-rata Jawa Tengah.

Tentu ini menjadi prioritas dan perhatian Dinas Kesehatan,” ungkapnya. Selain itu, program prioritas lain adalah menurunkan angka kasus penyakit menular seperti kusta, AIDS, dan demam berdarah dengue (DBD).

SUARA MERDEKA CYBERNEWS

Kunjungi RSUD Bendan Kota Pekalongan, Menkes kesal dan tegur pasien bandelMenteri Kesehatan (Menkes) Nila Farid Moeloek ...
09/01/2017

Kunjungi RSUD Bendan Kota Pekalongan, Menkes kesal dan tegur pasien bandel

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Farid Moeloek didampingi Direktur RSUD Bendan Bambang Prasetijo dan Assisten II Setda Kota Pekalongan Sri Wahyuni meninjau pelayanan di RSUD Bendan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (8/1) sore.

Pergi.com bagi-bagi voucher tiket pesawat Rp 100,000Kunjungan tersebut dilakukan Menkes di sela mendampingi kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melawat ke Kota Pekalongan.

Dalam kesempatan tersebut, Menkes mengecek kondisi RSUD Bendan termasuk penataan ruang pelayanan.

"Ruang terbuka hijau harus diperbanyak, dan ventilasi tiap ruangan pasien harus mencukupi," kata Nila Moeloek.

Menkes sempat kesal dan menegur seorang pasien penderita stroke dan diabetes yang kedapatan 'ngemil', karena hal tersebut bisa sangat mengganggu proses pemulihan pasien.

"Tadi saya mendapati pasien dengan diagnosa stroke dan diabet malah asik-asikan ngemil. Saya tegur dia dan keluarga yang mendampingi," ucap Menkes kesal.

"Ketidakdisiplinan pasien semacam itu dapat menghambat proses pemulihan, maka tenaga medis harus juga disiplin mengecek kegiatan pasien dan jangan sungkan untuk memberi peringatan," imbuhnya.

Selesai observasi lapangan, Menkes memimpin rapat dengan jajaran staf RSUD Bendan guna menyaring masukan terkait pelayanan rumah sakit. Dalam rapat tersebut Nila Moeloek berpesan agar RSUD Bendan selalu melayani masyarakat dengan maksimal, walaupun pasien BPJS.

"Layani pasien dengan baik dan berjenjang, jika memang diagnosa pasien ringan dan mampu ditangani dokter umum jangan langsung dirujuk ke spesialis," pesan Menkes.

"Jangan langsung memberikan obat paten kepada pasien, jika obat generik masih bisa dipenuhi, untuk bisa menekan biaya," imbuhnya.

Usai berkunjung ke RSUD Bendan, Menkeas melanjutkan tinjauan ke Puskesmas Kusuma Bangsa, Panjang Wetan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

MERDEKA.com

Alami Infeksi Telinga, 325 Siswa Dirujuk ke RSUD BendanSebanyak 325 siswa dari 1.000 siswa SD/ MI dan SMP yang menjalani...
18/11/2016

Alami Infeksi Telinga, 325 Siswa Dirujuk ke RSUD Bendan

Sebanyak 325 siswa dari 1.000 siswa SD/ MI dan SMP yang menjalani pemeriksaan telinga dirujuk ke RSUD Bendan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sebab, dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh tim dokter spesialis THT dari RSUP dr Kariadi beberapa waktu lalu, 325 siswa tersebut diketahui mengalami infeksi telinga.

“Jadi, dari hasil pemeriksaan telinga terhadap 1000 siswa beberapa waktu lalu, ada 325 siswa yang benar-benar harus dikonsultasikan dengan dokter spesialis THT karena ada infeksi. Mereka perlu pengobatan lebih lanjut,” terangnya, Jumat (18/11).

Pemeriksaan telinga dilaksanakan dalam kegiatan “Bakti Husada Peduli Gangguan Pendengaran” di Ruang Amarta Setda, Sabtu(12/11).

Pemeriksaan gangguan pendengaran tersebut diselenggarakan Dinas Kesehatan Kota Pekalongan bekerja sama dengan Komite Daerah Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (Komda PGPKT) Provinsi Jawa Tengah dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional.

Dalam pemeriksaan tersebut, telinga siswa diperiksa satu per satu oleh 16 dokter THT. Setelah diperiksa, kotoran di telinga siswa dibersihkan. Namun, dari siswa-siswa yang diperiksa tersebut diketahui mengalami congek atau infeksi telinga sehingga dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit untuk diobati.

Menindaklanjuti hasil pemeriksaan tersebut, menurut Tuti, mulai Senin lalu, siswa-siswa yang mendapat rujukan telah mendatangi RSUD Bendan untuk penanganan lebih lanjut. Bahkan, sejumlah guru mengantarkan langsung siswanya ke RSUD Bendan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Senin kemarin sudah mulai banyak yang datang,” sambungnya.

SUARA MERDEKA CYBERNEWS

24/10/2016

Selamat Hari Dokter Nasional

02/01/2014

RS Bendan Pekalongan Sudah Tidak Melayani Jampersal

Sudah sejak, Senin (1/1/2014) RS Bendan, Pekalongan, tidak memberlakukan lagi Jaminan Persalinan (Jampersal).

Menurut Kabid Pelayanan RS Bendan, Endang Ataswati, kebijakan itu berasal dari Kementrian Kesehatan.

Solusinya, pasien tidak mampu yang berasal dari Kota Pekalongan bisa mengganti Jampersal menggunakan Jamkesda.

"Yang tidak mampu ditangani jamkesda, jadi yang membayari jamkesda," kata Endang Ataswati, Kamis (2/1/2014).

Namun, bila pasien tersebut tergolong mampu, maka akan dikenakan biaya pembayaran umum.

13/12/2013

Walikota Pekalongan Kejar RSUD Bendan Jadi Tipe B

Meskipun tahun 2013 menyisakan beberapa pekan lagi, namun proyek perubahan grade RSUD Bendan, Kota Pekalongan dari tipe C menjadi tipe B, tetap ditargetkan rampung tahun ini juga.

Hal itu disampaikan oleh Walikota Pekalongan, Basyir Ahmad, saat ditemui di Gedung Amarta, Pemerintahan Kota Pekalongan, Jumat (13/12) siang.

Basyir mengatakan, saat ini semua persyaratan administrasi guna menuju perubahan grade rumah sakit ke tipe B sudah dilengkapi. Diantaranya pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) serta peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit.

Untuk SDM, RSUD Bendan sudah melakukan menambahkan beberapa dokter spesialis. Seperti spesialis penyakit dalam dan juga spesialis anak. Sedangkan peningkatan sarana dan prasarana dilakukan dengan penambahan tempat tidur.

Dua Dokter RSUD Bendan Pekalongan Naik PangkatWali Kota Pekalongan menyerahkan surat keputusan (SK) kenaikan pangkat kep...
02/09/2013

Dua Dokter RSUD Bendan Pekalongan Naik Pangkat

Wali Kota Pekalongan menyerahkan surat keputusan (SK) kenaikan pangkat kepada dua dokter RSUD Bendan, Senin (2/9/2013).

Kedua dokter tersebut yakni dr martahadinan MSi M ed S Pb, yang merupakan spesialis bedah dan dr Yulianti Sp KFR yang merupakan spesialis Farmasi.

Mereka menerima SK tersebut di ruang kerja Wali Kota yang didampingi oleh Sekda Kote Pekalongan, Dwi Ari Putranto, Direktur RSUD Bendan, Bambang Prasetijo, dan Kepala Dinas Kesehatan, Dwi Heri Wibawa.

Penyerahan SK tersebut merupakan upaya dalam menyongsong RSUD Bendan menjadi rumah sakit tipe B.

Jajaran RSUD Bendan Harus Bisa mem ‘Branding’ DiriSeluruh jajaran RSUD bendan, Pekalongan diminta bisa mem’branding’ dir...
22/05/2013

Jajaran RSUD Bendan Harus Bisa mem ‘Branding’ Diri

Seluruh jajaran RSUD bendan, Pekalongan diminta bisa mem’branding’ diri untuk semakin memaksimalkan seluruh potensi yang ada. Termasuk memaksimalkan penggunaan peralatan-peralatan canggih yang sudah dimiliki, seperti CT Scan dan sebagainya.

Hal itu diungkapkan Walikota pekalongan dr HM Basyir Ahmad pada upacara Apel Luar Biasa seluruh staf dan pimpinan pada Hari Jadi RSUD Bendan yang ke empat di halaman rumah sakit tersebut, Selasa (21/5).

Basyir menandaskan saat ini RSUD bendan memiliki CT Scan yang bisa dibilang terbaik se Jawa Tengah. “Seluruh staf dan pimpinan harus bisa merubah ‘mind set’ warga Pekalongan dan sekitarnya agar jika membutuhkan pelayanan CT Scan langsung teringat RSUD Bendan, seperti kalau orang mau menyunatkan anaknya yang diingat adalah dokter Basyir,” katanya.

Lebih jauh Basyir juga meminta agar rumah sakit milik Pemkot Pekalongan ini bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Karena inti dari sebuah pendirian rumah sakit adalah untuk melakukan pelayanan dan peningkatan derajat kesehatan masayarakat.

Hadir pada apel luar biasa ini Ketua DPRD M Bowo Leksono, Ketua Komisi C Sujaka Martana, Perwakilan dari Bank Jateng dan lain-lainya. Pada kesempatan juga diserahkan sebuah mobil ambulan bantuan dari Bank Jateng.

13/05/2013

RSUD Bendan Buru ISO

Direktur RSUD Bendan Bambang Prasetijo berharap RSUD Bendan lolos audit untuk sertifikasi ISO 9001-2008, sehingga diharapkan sertifikat ISO akan diterima dan menjadi kado pada ulang tahun ke-4 RSUD Bendan pada 21 Mei mendatang. Harapan itu disampaikan Bambang di sela-sela menerima kunjungan timari Badan Sertifikasi VNZ Indonesia di aula RSUD Bendan, Selasa (7/5). “Kami berharap bisa lolos audit untuk sertifikasi ISO. Jika lolos, seertifikat ISO akan menjadi hadiah pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RSUD Bendan tahun ini,”terangnya.

Kemarin, tim audit dari badan sertifikasi VNZ Indonesia datang ke RSUD Bendan untuk melakukan pelatihan terhadap pelayanan pada unit-unit pelayanan di RSUD Bendan terkait sertifikasi ISO. Tim melakukan audit selama dua hari. Tim melakukan penilaian di semua unit pelayanan RSUD Bendan. Diantaranya pelayanan medis, tata usaha, pelayanan keperawatan, dan pelayanan penunjang seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan kamar jenazah.

Dijelaskan Bambang, untuk sertifikat ISO tersebut, pihaknya telah melakukan persiapan sejak Oktober 2012. “Setelah Hari Raya Idul Fitri, kami mulai melakukan persiapan-persiapan untuk mendukung keberhasilan meraih sertifikasi ISO,”sambungnya. Menurut dia, dengan diraihnya sertifikat ISO tersebut, akan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada RSUD Bendan. “Dan, kami pun akan meningkatkan pelayanan kepada pasien,”tambahnya.

Address

Jalan Sriwijaya 2
Pekalongan
51119

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when RSUD Bendan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to RSUD Bendan:

Share