26/10/2017
[Purging, Reactive Skin, & Break Out]
Saya mengutip materi ini dari kak Hanitis. Nah, jika Anda sudah tau persis JANGAN dibaca sampai habis.
Purging menjadi hal yang meresahkan, buat orang-orang yang ingin menyembuhkan kulit dari jerawat. Mungkin karena yang terbayang adalah jerawat makin menjadi dan mateng semuka selama berminggu-minggu.
Padahal purging itu kasuistik banget. Tidak semua orang mengalami purging.
Selain purging, ada juga yang namanya reactive skin dan break out. Ini yang kadang kebalik-balik. Mungkin bisa dibikin sinetron Purging yang Tertukar.
Saya membahas dari pengalaman dan sependek pengetahuan saya saja ya. Jadi, maaf saya tidak menjawab pertanyaan "mesti treatment apa, pake kadar berapa, dst". Hanya karena saya sharing info, bukan berarti saya lebih tau. Ini pembelajaran buat saya juga.
---
Apa sih itu?
Skin purge atau purging adalah "pembersihan" kulit. Pemaparan purging dan acne complex digunakan pertama kali oleh Murad. Purging terjadi untuk "membersihkan" kotoran, jerawat, dan sebum berlebih yang menyumbat pori.
Purging adalah proses, oleh karena itu diharapkan jangan berhenti menggunakan produk saat purging masih berlangsung.
Purging terjadi saat pemakaian AHA (glycolic acid, dst), BHA (salicylic acid), tretinoin, dan acne topical solution lainnya (baca: obat).
Dengan kata lain, purging hanya terjadi dalam proses pengobatan kulit yang bermasalah. Kulit yang sehat (tidak mengalami problem pori tersumbat) tidak akan mengalami purging.
---
Perbedaan dilihat dari penyebab dan perubahan kondisi kulit
(reaksi, respon kulit)
Misalnya setelah mencoba produk skin care baru, tiba-tiba muncul whitehead dan jerawat satu-dua biji. Setelah itu kulit kita membaik dengan sendirinya.
Disebabkan oleh treatment, produk baru, atau produk yang kandungannya terlalu rich atau berat untuk kulit.
Kemungkinan bakal berangsur-angsur normal kembali seiring dengan kemampuan kulit untuk mentolerir produk tersebut atau setelah kita langsung stop pemakaian.
Kalau kamu ngga tahan atau khawatir dengan reaksi kulit, produknya bisa langsung distop atau dikurangi frekuensi pemakaiannya (cukup digunakan 2-3 hari sekali).
(kondisi, proses)
Purging ditandai dengan munculnya whitehead atau jerawat meradang di pori-pori yang memang sebelumnya sudah tersumbat.
Umumnya disebabkan oleh acne topical solution yang mengandung AHA, BHA, tretinoin, dan ingredients lain yang mempercepat regenerasi kulit atau dapat mengatasi problem pori tersumbat.
Jangka waktu purging untuk setiap orang itu berbeda. Ada yang hanya dalam hitungan hari, minggu, dan bahkan bulan. Tergantung seberapa cepat kulit kita bereaksi dengan obat tersebut dan seberapa serius kondisi kulit.
Seseorang yang mengalami jerawat parah jelas periode purgingnya lebih lama dibanding kasus jerawat ringan.
Selesainya masa purging ditandai dengan jerawat yang hampir tidak pernah muncul lagi. Kalaupun muncul jumlahnya sangat sedikit dibanding masa awal purging.
Biasanya, pengobatan jerawat ditargetkan selama 1-3 bulan untuk jerawat ringan dan 3-12 bulan untuk jerawat yang parah.
Ingat!
Mengobati jerawat parah/kronis, baiknya di bawah pengawasan dokter.
(kondisi, reaksi negatif, reaksi reject/penolakan)
Break out ditandai dengan kulit yang sebelumnya tidak bermasalah, namun tiba-tiba muncul jerawat meradang, kulit perih kering mengelupas, atau perubahan yang tidak wajar lainnya.
Gejala di masing-masing orang bisa berbeda.
Biasanya disebabkan karena...
(1) tidak cocok dengan treatment, formula produk skin care atau make up tertentu,
(2) ketidakseimbangan hormon,
(3) gangguan pencernaan,
(4) level stres yang tinggi,
(5) gaya hidup yang tidak sehat,
(6) faktor lingkungan (kualitas udara dan air yang buruk),
(7) racun di hati,
(8) alergi,
(9) intoleransi zat, dll.
FYI, break out itu ngga selalu karena produk yang kita pake "jelek".
(1) Bisa jadi ada ingredient yang ngga sesuai atau ngga bersahabat dengan kulit kita,
(2) cara pemakaian yang ngga tepat,
(3) kurang bersih membersihkan kulit (jadi nyumbat pori),
(4) pH produk ngga sesuai dengan pH kulit,
(5) lapisan luar kulit yang emang udah rusak, dan lain-lain.
Please note, apabila kondisi kulit memburuk akibat keseringan ganti skin care (jerawat meradang, jerawat pasir, dst), kemungkinan karena lapisan kulit luar sudah rusak.
------
Tips untuk pemilik kulit sensitif dan rentan bermasalah.
Sebaiknya uji alergi dulu sebelum menggunakan produk skin care atau make up baru. Caranya dengan mengoleskan sedikit produk tersebut di lengan atas bagian dalam atau belakang telinga. Kalau ada reaksi seperti ruam, gatal, pedih, berarti produk itu ngga cocok buat kamu.
"Purging itu detoksifikasi krim dokter atau skin care yang ngga cocok sebelumnya."
Purging adalah proses untuk mengatasi pori yang tersumbat atau jerawat, bukan detoksifikasi krim.
"Purging di kulit itu pembersihan toksin atau racun dalam tubuh"
Sudah ada ginjal dan hati yang berperan dalam detoksifikasi tubuh kita. Purging di kulit ya sebatas pembersihan kulit aja.
"Foundation, bedak, bb cream ada yang bikin purging."
Purging tidak terjadi karena perangkat dandan, tapi karena adanya active ingredient yang mengatasi jerawat dan atau pori yang kesumbat.
"Purging ngga bikin gatel, merah meradang, perih, nyut-nyutan."
Gatal, kulit, memerah, kering mengelupas, dan bengep-bengep jerawat itu efek samping obatnya. Sudah dijelaskan di kertas petunjuk pemakaiannya.
Kalo ngga kuat, bisa distop dulu atau pake produk selang seling dua hari sekali.
Kadang sumbatan pori bisa keluar dengan mudah, tapi ada juga yang butuh waktu buat keluar (terperangkap) sehingga menyebabkan jerawat yang meradang, gitu deh teorinya.
---
**an!
Produk perawatan wajah umumnya tidak memicu purging.
Walau kadang purging, reactive skin, dan break out gejalanya mirip, tapi pada dasarnya beda banget. Jadi, kita mesti peka mengamati kondisi dan perubahan kulit selama menggunakan obat atau produk kosmetika tertentu.
Karena kalau sebelumnya kulit mulus-mulus saja, tapi setelah pake produk baru malah bruntusan ya kemungkinan besar murni break out... sebagai bentuk penolakan kulit terhadap zat tertentu.
!
Sebagus-bagusnya suatu produk (risiko iritasi rendah, ingredient aman, reviewnya bagus-bagus), selalu ada someone-out-there yang ngga cocok. Dan bisa jadi itu kamu.
Kondisi kulit masing-masing orang itu unik. Jadi, kalau ngga sesuai dengan kebutuhan, ya jangan dipaksakan untuk pake.
Oh iya, sekarang produk-produk skin care gajebo, berbahaya, abal-abal, kiloan pake dalih purging saat mendapat komplain break out (kulit iritasi, gatal, dan lainnya) dari konsumen.
Itu sih bukan purging, tapi break out karena produknya yang ngaco. Jadi, ati-ati ya...
Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.