10/12/2017
Rezeki Semata-mata Hanya dari Allah SWT
Si Fulan sudah bekerja seharian menarik becak (tukang becak), namun pada hari itu ia tidak memperoleh satupun penumpang sehingga ia p**ang dengan tanpa membawa sepeserpun uang. Si Fulan tidak memperoleh rezeki hari itu. Sedangkan isterinya dari pagi sampai petang berdagang di pasar, namun pembeli sangat sedikit sehingga ia p**ang dengan hasil yang sedikit. Isteri si Fulan bekerja dan memperoleh rezeki yang sedikit.
Malam harinya ketika mereka sedang santai dan tidak melakukan kerja apa-apa, tiba-tiba datang tetangga sebelah rumah si Fulan yang pengangguran sedang mengadakan syukuran dan membagi-bagikan makanan serta uang di dalam amplop (shadaqah). Malam itu keluarga si fulan memperoleh rezeki tanpa ada usaha/kerja.
Selidik punya selidik tetangga si fulan yang pengangguran tersebut baru saja memperoleh warisan yang besar dari kakeknya. Tetangga si fulan juga memperoleh rezeki tanpa bekerja.
Kejadian seperti di atas tidak jarang terjadi di dalam kehidupan kita. Ada orang yang bekerja dengan sangat giat dan memperoleh rezeki yang banyak tapi ada juga yang hanya sedikit perolehannya. Ada orang yang berdiam diri (tidak berusaha) tidak memperoleh rezeki sedikitpun, namun ada juga yang memperoleh rezeki yang banyak. Hal ini memberikan kesimp**an bekerja dan tidak bekerja bukanlah menjadi sebab datangnya rezeki. Lalu darimana sebab datangnya rezeki?
Sebab datangnya rezeki adalah suatu perkara yang ghaib. Oleh karena itu membutuhkan informasi yang pasti tentang asal muasalnya dari Yang Maha Mengetahui yaitu Allah SWT.
Berdasarkan informasi yang pasti (qath’i) kebenarannya yaitu dari Kalam Allah SWT (Al-Qur’an) rezeki itu semata-mata dari Allah SWT:
“Dan di langit terdapat rezeki kamu, dan terdapat p**a apa yang telah dijanjikan kepada kamu. Maka, demi Rabb langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan)” (Adz-Dzariyat [51]: 22-23).
"