18/03/2020
Indeks Dow Jones pada perdagangan pagi ini ditutup menguat 5.20% di level 21.237 naik 1049 poin, sedangkan S&P 500 juga ditutup menguat 6% di level 2529 naik 143 poin.
Goldman Sachs memperkirakan PDB Tiongkok Q1 berpotensi turun menjadi -9% secara tahunan dari +2,5% sebelumnya pasca penjualan ritel (-20,5%), output industri (-13,5%) dan investasi (-24,5%).
Rilis data biro statistik nasional Tiongkok menunjukkan angka pengangguran menembus rekor 6,2% di bulan Februari melebihi rata-rata selama 20 tahun terakhir di kisaran 4%-5%. Buruknya data pengangguran diperkirakan masih akan berlanjut walau Tiongkok sudah mulai aktif berproduksi.
IHSG pada perdagangan kemarin ditutup melemah sebesar 4.99% di angka 4457. Hari ini IHSG cenderung bergerak mixed pada area 4400-4600.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia (BNPB) memperpanjang status darurat bencana wabah akibat virus corona yang tertuang dalam surat keputusan bernomor 13A Tahun 2020, Kepala BNPB Let.Jend Doni Monardo menyampaikan penetapan keadaan darurat corona ini akan berlangsung hingga 29 Mei 2020.
Masih panjangnya situasi darurat yang sudah diterapkan di Indonesia ini membuat IHSG masih belum bertenaga.
Sementara itu, perdagangan kemarin kembali mengalami trading halt yang diwarnai oleh koreksi Bank BUKU IV hingga 7% atau ARB. Maraknya kasus positif dan jumlah korban corona di berbagai daerah, memberikan kepanikan dan kekhawatiran yang akan berpotensi lockdown, mengingat berbagai negara tetangga sudah menerapkan aksi tersebut.
Lantas, bagaimana pergerakan IHSG selanjutnya? Apakah koreksi berlanjut hari ini?