29/06/2020
Cerita ke 2
Mahar Cinta Dari Syurga
Usai berjamaah dan musafahah kepada Abah pengasuh pesantren, santri berhamburan menuju kamarnya masing-masing. Terpancar guratan kebahagiaan yg telah lama dinanti, kebahagiaan bertemu keluarga tercinta. Akupun ikut bergegas balik ke kamar packing pakaian dan barang untuk dibawa pulang.
"Zen" suara Abay mengagetkanku.
"Aku mau packing baju" sahutku dg nada datar.
Tanpa menghiraukanku, Abay justru menarikku keluar kamar dan mengajak duduk disudut taman pesantren.
"Duduk dulu disini, ok." Pintanya sambil menarik bajuku
"Ayo lanjutkan ceritamu tadi, cerito saiki wae, sesok paling wes do ora kober"
"Emmm... Gimana ya, gini bay..." Akupun menceritakan perihal mimpi yg sering kualami dan kegelisahan hatiku, karena baru kali ini aku merasakan, aneh memang karena perasaan hati ingin bertemu tapi entah kepada siapa dan dimana aku sendiri masih bertanya.
"Wkwkwkkwkwk...Zen...zen...kowe masih waras tho, mosok jatuh cinta kok ora ngerti sopo wonge, omahe ngendi, parah maneh belum tau ketemu pisan." Ledeknya sambil terpingkal-pingkal mendengar ceritaku.
"Malah diguyu. Bay aku serius...sudah berulang kali memipikannya. Semula aku hanya menganggapnya hal biasa seperti pepatah -mimpi iku kembange wong turu-, tapi setelah berulang-ulang kali aku alami, aku jadi penasaran apakah mimpi ini sebuah petunjuk atau hanya perbuatan syetan yg kurang kerjaan"
Abay berhenti tertawa dan mulai serius menanggapi ceritaku, diapun terdiam lama, entah apa yg sedang ia pikirkan, sesekali ia memanggut-manggutkan kepala sambil memejamkan matanya seakan sedang berpikir keras mencarikan solusi yg tepat.
"Yes..." Teriaknya kencang memecah keheningan, matanya terbelalak mengisyaratkan dia sudah menemukan jawaban.
"Meskipun belum terlalu sepuh orang-orang memanggilnya -mbah Chum-. Orangnya nyentrik, kadang dines pakai jas ketika menemui tamunya, terkadang hanya memakai kaos dalam tak perduli siapa yg mau bertamu. Beliaupun tak pernah memandang tamunya dari segi bagaimana tamu tersebut berpenampilan. Tidak seperti kyai atau ustadz abal-abal yg memandang tamunya dari besar kecilnya tas yg dibawa atau tebal tipisnya amplop yg diberikan, bahkan sudah lazim dikalangan mereka istilah sahih untuk amplop yg tebal dan dhoif untuk aplop yg tipis ketika mendapatkan bosyaroh sekali tampil, akh... menjijikkan. Namun Mbah Chumaidi orangnya tidak seperti itu makanya banyak orang yg s**a dan menaruh ta'dzim kepadanya. Tidka hanya itu tamunya beliaupun luar biasa banyaknya, mereka datang dari seluruh penjuru Indonesia, mulai dari tukang becak hingga menteri mengunjunginya, terakhir malah aku dengr presiden pernah sowan kepadanya. Bermacam keperluan tamu yg mendatanginya dari orang sakit yg ingin sembuh, pejabat yg pengen naik pangkat, hingga caleg yg ingin mendapatkan kursi di DPR. Kata orang yg pernah datang doa beliau sangat mustajab bahkan sebagian mereka percaya beliau kyai waskito -weruh sakderenge pinarak-, singkatnya menurutku Mbah Chumaidi lah orang yg tepat menjawab kasusmu ini, kalo kamu minat besok tak antar sowan"
Aku hanya menganggukkan kepala dan berharap lantaran Mbah Chumaidi semoga misteri mimpiku menemukan titik terang seterang cahaya rembulan malam ini.
*****
Bersambung....
(ZeinJanna Arrafi)
_
_
_
Open join kemitraan:
- Sub Agen discount 30% selamanya
- Member discount 20% selamanya
- Reseller discount 10% selamanya
Caranya Klik join ๐ wa.me/6281282170003
Open join kemitraan:
- Sub Agen discount 30% selamanya
- Reseller discount 20% selamanya
Caranya Klik join ๐ wa.me/6281282170003