05/03/2022
Makna Hari Raya Tumpek Wayang Bagi Umat Hindu di Bali
Di hari suci Tumpek Wayang ini, umat Hindu akan melaksanakan upacara yang ditujukan kehadapan Tuhan sebagai manifestasinya Dewa Iswara (Dewa Cuaca) untuk memohon keselamatan dan kerahayuan umat.
Hari raya ini juga memiliki makna dengan hari kesenian, karena di hari ini dipercayai hari lahirnya berbagai jenis alat kesenian, seperti :
Gong
Gender
Wayang
Barong dan sebagainya.
Tumpek Wayang merupakan cerminan dimana dunia diliputi dengan berbagai hal-hal negatif. Dimana, manusia akan diliputi oleh kegelapan, kebodohan, keangkuhan, serta keangkamurkaan. Sehingga, Dewa Siwa akan mengutus Sanghyang Samirana untuk turun ke dunia untuk menjadi seorang mediator untuk memberikan kekuatan positif kepada manusia untuk menjalankan aktivitasnya. Mediator yang dimaksud disini ialah seorang yang kita kenal sebagai Dalang. Dalang merupakan seorang yang mempertunjukan pementasan wayang.
Dewa Iswara akan memberika kekuatan kepada seorang Dalang yang disebut dengan Taksu. Dengan kekuatan ini, seorang Dalang akan mampu mempertunjukan pementasan wayang. Pementasan wayang dengan cerita yang penuh dengan filsafat humor, kritik, saran dan realita yang terjadi pada kehidupan sehari-hari. Sehingga seorang yang menonton pertunjukan ini akan mensugesti dirinya dengan energi-energi yang positif. Dengan energi positif ini, diharapkan akan menyeimbangkan fisik dan mental spiritual dalam diri manusia.