04/03/2020
Film "Suara dari Pesisir" tercatat sebagai film lokal karya anak muda Sulawesi Tenggara pertama yang tayang di bioskop dengan jumlah penonton di atas seribuan lebih.
Sebuah Film yang bercerita tentang seorang anak Suku Bajo yang tinggal di Pulau Labengki, Sulawesi Tenggara. Tokoh utama yang bernama Bajo (15 tahun) ingin mengubah pandangan keluarga dan lingkungannya tentang arti pentingnya pendidikan dan pelestarian alam. Niat lahir setelah mendapat suntikan semangat dan petuah seorang guru muda bernama Nurul (25) yang mengajar di sekolah Bajo.
Sayangnya, keinginannya meyakinkan keluarga dan lingkungannya tidak berjalan mulus. Penolakan awal langsung dirasakan dari Sang Ayah, Haseng. Apalagi sudah menjadi tradisi turun-temurun kebiasaan melaut ayahnya dengan merusak lingkungan.
Film pendek ini ingin memberi inspirasi pada setiap orang bisa menjadi “agent of Change”. Di mana pun berada, setiap orang memiliki potensi untuk mengubah keadaan meski situasi sesulit apapun.
Sebelum film ini tayang untuk kedua kalinya di bioskop Kendari, kami berkesempatan menginterview Susilo Rahardjo, sutradara film Suara dari Pesisir. Kami menggali bagaimana proses kreatif film tersebut diproduksi hingga bagaimana proses dirinya didapuk menjadi sutradara diusianya yang masih 22 tahun.
Simak di channel youtube SULTRANESIA TV
Film "Suara dari Pesisir" tercatat sebagai film lokal karya anak muda Sulawesi Tenggara pertama yang tayang di bioskop dengan jumlah penonton di atas seribua...