11/05/2010
Mengapa kita perlu
merencanakan pendidikan?*
Setiap orang tua akan melakukan apa
saja untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, termasuk dalam
hal pendidikan. Untuk mencapai itu, kita perlu dengan cermat
merencanakan keuangan dari sekarang. Berikut adalah beberapa hal yang
menguatkan alasan kita untuk merencanakan keuangan demi pendidikan
anak-anak kita, yaitu:
Tingginya biaya
pendidikan saat ini dan tiap tahun pasti terjadi kenaikan
Di Indonesia, para orang tua umumnya menganggap bahwa
sekolah swasta adalah lebih baik dibanding sekolah negeri. Berbeda
dengan sekolah negeri, sekolah swasta umumnya adalah business
oriented sehingga sekolah swasta menetapkan biaya pendidikan yang
tinggi. Selain memang karena sekolah swasta melakukan investasi yang
besar (misalnya ketersediaan fasilitas yang mewah), sekolah swasta juga
pada dasarnya memang mengharapkan keuntungan usaha. Hampir dapat
dipastikan biaya pendidikan yang sudah relatif tinggi tersebut akan naik
tiap tahun. Oleh karena itu kita harus benar-benar merencanakan
keuangan dengan baik agar kita dapat mencapai salah satu tujuan
finansial kita yaitu memberikan pendidikan terbaik yang kita mampu untuk
anak-anak kita.Keadaan ekonomi di masa mendatang
yang tidak dapat diprediksi
Hanya ada 3 kemungkinan dalam pertumbuhan ekonomi, yaitu
tetap, menurun atau menaik, tetapi tidak ada seorang pun yang dapat
memprediksikan secara akurat (100% benar) bagaimana keadaan ekonomi di
masa mendatang. Keadaan ekonomi itu akan mempunyai dampak terhadap
kehidupan seseorang. Sebagai ilustrasi, seseorang yang sekarang bekerja
dan mempunyai karir yang baik, bisa-bisa saja akan mengalami PHK karena
perusahaannya gulung tikar pada masa krisis ekonomi. Jika terjadi
demikian, bagaimana dengan kehidupan dia dan keluarganya ? Oleh karena
itu, mumpung keadaan ekonomi sekarang masih baik, kita wajib untuk
merencanakan keuangan dari sekarang.Keadaan fisik orang
tua di masa mendatang makin beresiko
Orang tua sebagai manusia tetap akan menghadapi
resiko-resiko kehidupan (baca artikel 3 keranjang
kehidupan dan perencanaan proteksi).
Sama seperti keadaan ekonomi di atas, kita juga tidak dapat memprediksi
100% keadaan kita di masa mendatang. Dengan bertambahnya usia seseorang,
kekuatan fisik dan daya tahan tubuhnya akan semakin menurun sehingga
semakin retan terhadap suatu penyakit. Oleh karena itu, selagi kondisi
kita masih memungkinkan, kita harus melakukan perencanaan dari sekarang.
Kesalahan Umum Orang Tua*
Ada beberapa kesalahan orang tua yang umumnya terjadi
dalam merencanakan pendidikan untuk anaknya:
Menganggap pendidikan anak sebagai investasi
Ada banyak orang tua yang menganggap menyekolahkan anak adalah
suatu investasi. Orang tua seperti itu biasanya mengharapkan
'pengembalian' dari investasinya. Jadi orang tua mengharapkan si anak
akan membalas budi dengan menanggung biaya orang tua ketika si anak
sudah mulai bekerja nantinya. Ini adalah keliru, karena yang benar
adalah: pendidikan anak adalah kewajiban orang tua, bukan investasi
sehingga tidak ada kewajiban anak untuk mengembalikan biaya pendidikan
tersebut (dalam bentuk apapun!)Menganggap anak pasti bekerja setelah selesai
kuliah
Seharusnya orang tua sadar, bahwa selesai kuliah atau pun
pendidikan lainnya adalah berarti si anak sudah selesai menuntut ilmu.
Hanya itu. Sedangkan masalah kerja adalah hal lain. Tidak ada korelasi
secara langsung bahwa anak yang sudah selesai kuliah akan bekerja
(mencari uang).Makin tinggi pendidikan, makin besar
penghasilannya
Tingginya tingkat pendidikan seseorang tidaklah merefleksikan
penghasilannya. Di dunia kerja tinggi rendahnya penghasilan seseorang
bukan disebabkan oleh tingkat pendidikannya saja, tapi ada banyak faktor
lain seperti dedikasi, sikap mental, minat terhadap pekerjaan,
ketersediaan lapangan kerja. Hal ini kembali membuktikan bahwa ilmu dan
uang tidaklah selalu sejalanTidak tahu berapa besar biaya pendidikan yang
dibutuhkan
Banyak orang tua yang sudah menabung untuk pendidikan anaknya,
akan tetapi banyak diantara mereka yang tidak tahu, apakah tabungan itu
sudah cukup atau belum. Salah satu faktor dalam merencanakan keuangan
adalah tujuan yang jelas (lihat artikel Apa itu
Merencanakan Keuangan) sehingga kita mempunyai arahan yang benar.
Kita dapat meyakini bahwa akan dapat, membiayai pendidikan anak kita
nantinya. Janganlah kita menjadi orang tua yang sudah merencanakan,
tetapi pada saatnya nanti ternyata tabungannya tidak cukup. Ini
disebabkan karena orang tua tersebut tidak mempunyai perkiraan biaya
pendidikan yang benar, (lihat merencanakan proteksi,
dalam contoh ilustrasi Mr. Salah Hitung).Tidak melengkapi tabungan dengan proteksi
Tabungan yang dilakukan untuk pendidikan anak, harus
dilengkapi dengan proteksi. Hal ini untuk memastikan, bahwa apapun yang
terjadi pada orang tua, tujuan finansial membiayai pendidikan anak akan
tetap tercapai. Proteksi yang dimaksud adalah proteksi asuransi.
*ide diambil dari buku
"Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak" oleh Safir Senduk, terbitan Elek
Media Komputindo
Merencanakan dengan Benar
Pada prinsipnya, merencanakan keuangan pendidikan anak
adalah sama dengan merencanakan keuangan untuk pensiun maupun
investasi.
Selain perlu memperhitungkan faktor-faktor ekonomi yang
mempengaruhi rencana kita (inflasi, kenaikan biaya pendidikan, jenis
investasi) kita juga perlu memperhitungkan resiko-resiko kehidupan yang
akan dihadapi (kematian, ketidak mampuan fisik & ekonomi, kondisi
kritis).
Setelah memperhitungkan semua faktor tersebut, barulah kita bisa
mulai merencanakan