19/03/2020
RUMAH TANGGA DALAM ISLAM
By Try Wahyu
Berkumpul Dengan Keluarga Adalah Nikmat Besar.
Oleh karena itulah ketika ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA menceritakan tentang kebahagiaan nanti di hari kiamat, salah satunya adalah tatkala seorang dapat kembali pada keluarganya.
ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA berfirman, yang artinya:
"... dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira".
[QS. Al- Insyiqaq (84) : 9]
Karena ini p**alah, jika seorang itu di dunia mendapatkan pekerjaan dan usaha untuk penghidupannya tanpa terpisah dan meninggalkan keluarganya, maka dia telah mendapatkan kebahagiaan besar.
Tidak mengapa gaji kecil hanya cukup untuk keperluan sehari-hari namun tetap berkumpul bersama keluarga daripada harus bekerja namun terpisah jauh dari mereka.
Karena berkumpul dengan keluarga adalah pokok kebahagiaan.
Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu yang mengatakan:
"Di antara kebahagiaan anak adam; istrinya shalihah, anak-anaknya baik, kawan-kawannya shalih dan rezekinya berada di negeri tempat keluarganya berada."
(Al Adabusy Syar'iyyah 3/267)
Selamat di dunia dan dikumpulkan di surga adalah tujuan utama sebuah keluarga.
Selamat dari neraka dan dimasukkan kedalam surga adalah sebuah keluarga yang beruntung, Hal ini harus menjadi tujuan bersama, semua anggota keluarga harus saling mengingatkan akan tujuan besar ini antara yang satu dengan yang lain.
Akan tetapi, dapat berkumpulnya bersama keluarga di surga, semua itu hanya dapat terwujud jika semua anggota keluarga adalah orang-orang yang beriman dan taat kepada ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA.
ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA berfirman, yang artinya:
Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, KAMI hubungkan anak cucu mereka dengan mereka dan KAMI tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka.
[QS. Ath- Thur (52): 21]
Oleh sebab itu.. harus kita lakukan untuk mewujudkan cita-cita besar itu diantaranya yaitu:
1. Ajarkan agama kepada keluarga khususnya anak-anak dari kecil.
Mengajarkan agama dari kecil kepada keluarga adalah hal yang di contohkan oleh RASULULLAH SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM.
Dari semua ini, maka kembali lagi bahwa seorang kepala keluarga itu lebih wajib untuk menuntut ilmu agama. Karena ia tidak hanya berkewajiban menyelamatkan dirinya sendiri saja akan tetapi ada keluarga yang harus ia selamatkan p**a.
ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA berfirman, yang artinya:
Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.
[ QS. At-Tahrim: 6 ]
Bagaimana mungkin ia dapat mengajarkan halal dan haram, adab-adab Islam, dan akidah yang benar kepada keluarga; istri dan anak-anaknya, sementara ia sendiri tidak tahu akan hal itu. Karena itulah RASULULLAH SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM bersabda, yang artinya:
"Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim."
(HR. Ibnu Majah: 224)
2. Latih dan perintahkan keluarga untuk beribadah kepada ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA.
3. Berdoalah:
Ya TUHAN kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).
[ QS. Ibrahim (14): 41 ]
Barakallahu fiikum
Semoga bermanfaat
Assalamu'alaikum