Bebashutang Cara Taichi

Bebashutang Cara Taichi Ingin hidup lebih tenang dari riba silahkan baca buku bebashutang cara taichi

Jangan klik link dibawah ini jika anda engga punya hutanghttp://buku.bebashutang.org/?id=suhendi
21/04/2017

Jangan klik link dibawah ini jika anda engga punya hutang
http://buku.bebashutang.org/?id=suhendi

Bebas Hutang Cara TAIICHII Rezeki Bertambah,Hutang Cepat Lunas, Nasib Berubah dalam 40 Hari

16/04/2017

pak nopan nopiardi:
*Anuitas, Makanan mewah yang tak dirindukan..
(karena lumayan panjang, bacanya pelan2 saja, serta sebisa mungkin dalam kondisi relax dan buka pikiran rekan2 secara jernih)..

-
Rekan2, bagi yang pernah atau justru masih memiliki pinjaman (berbunga) dibank, apakah pernah merasa heran atau bahkan mungkin terkejut saat bertanya kepada staf bank akan melakukan pelunasan trnyata sisa pokok masih sangat besar? Apakah pernah saat telah berjalan angsuran setengahnya dari jangka waktu perjanjian kredit trnyata pokok yg harus dilunasi masih diangka 75% atau bahkan 80% lebih (plus masih p**a harus kasih biaya utk penalty krn pelunasan dipercepat)? Jika jawaban kedua pertanyaan diatas adalah "pernah" namun belum tau (atau lupa) kenapa hal itu bisa terjadi, maka berkenalanlah dengan dengan makanan mewah yang bernama "anuitas"

Sebetulnya ini bukan rahasia, saat ttd akad perjanjian kredit apabila dibaca dengan teliti maka akan ada istilah anuitas ini (bahkan bisa saja ada tabel yg merinci jumlah bunga perbulan dr komposisi pokok dan bunga, bila diminta!). tapi hampir pasti anuitas ini tidak dijelaskan dengan detail dalam perjanjian akan makna anuitas dan apa konsekuensinya bagi rekan2. Lebih lanjut karena juga mgkn rekan2 sudah mencium aroma uang didepan mata sehingga tdk merasa perlu tau apa itu anuitas. Ditambah lagi besar kemungkinan para staf bank yg menemani saat penandatanganan akad kredit saat menyebutkan anuitaspun tdk menjelaskan dengan mendetail apa konsekuensinya saat akad dengan bunga anuitas ini disetujui.
-
Baiklah, secara makna mari kita bahas dl apa itu perhitungan bunga kredit dengan sistem anuitas..

Anuitas dalam teori keuangan adalah suatu rangkaian penerimaan atau pembayaran tetap yang dilakukan secara berkala pada jangka waktu tertentu. Secara singkat merupakan Angsuran bulanan yang jumlahnya tetap dan bunga dihitung dari sisa pokok yang belum dibayar.

Perbedaan bunga anuitas dengan bunga efektif adalah pada jumlah angsuran per bulannya. Dalam bunga efektif, angsuran menurun sejalan dengan berkurangnya bunga, sedang dalam bunga anuitas angsuran dibuat sedemikian rupa agar sehingga tiap bulannya jumlah angsurannya nya tetap. (Masih bingung kan? Hehehe)

Gue akan mulai menerangkan ini dengan kata2 dan kalimat sederhana yang membumi sehingga rekan2 (yg belum terlalu mengerti makanan jenis apa anuitas ini) dapat mengerti akan konsekuensi saat rekan2 ttd akad kredit dgn sistem bunga ini.

Suatu kredit dengan angsuran bunga anuitas atau dapat juga dinamakan bunga menurun pada dasarnya adalah angsuran yang jumlahnya akan sama setiap bulannya hingga akhir masa kredit, namun komposisi antara pembayaran pokok dan bunga berbeda jumlahnya, dengan sistem ini bunga anuitas akan dibebankan lebih besar di awal dan bunga akan semakin kecil hingga akhir masa kredit..

Dalam arti lain, komposisi pembayaran angsuran yg tetap perbulan itu adalah sebetulnya perpaduan 2 hal, yaitu pokok dan bunga. Nah dengan sistem anuitas ini ada perbedaan mendasar yaitu bunga akan dibayar dgn komposisi jauh lebih besar dibanding pokok pada awal angsuran..

Mudahnya, pembayaran bunga lebih besar komposisinya diawal dibandingkan dengan pembayaran pokok, hingga diakhir masa kredit komposisi bunga lebih kecil dan pokok yg dibayar lebih besar. Sudah mulai melihat dimana letak 'mewahnya' anuitas ini??

Betul, sistem ini sangat mewah untuk perbankan, hampir semua bank saat ini menerapkan sistem bunga anuitas ini pada penyaluran kreditnya dikarenakan kemewahannya. Kita lihat konsekuensinya bagi rekan2. Saya ambil salah satu contoh yg paling eksrim yg pernah saya lihat deh, ada salah satu bank yg saya lihat rincian angsuran kreditnya pada bulan pertama komposisinya adalah 93% bunga berbanding 7% pokok, jadi misal angsuran 5.2jt perbulan (dengan plafond 100jt dan jangka waktu 2th) maka angsuran pertama itu memotong utang pokoknya hanya 364rb saja dan sisanya 4jt836rb adalah pembayaran bunganya. Harap diingat p**a jgn berharap saat disetujui 100jt lalu anda akan dpt cash 100jt, oh tentu tidak.. disitu ada biaya provisi, biaya administrasi, biaya notaris dan asuransi serta biaya2 lainnya yg berbeda disetiap bank, misal anda terima 95jt pun maka anda tetap harus bayar pokok dan bunga dr hitungan 100jt.

Kembali ke 2 pertanyaan awal, bahwa dengan kondisi seperti itu maka jangan kaget apabila saat rekan2 bertanya soal pelunasan diwaktu sudah melewati setengah masa kredit (pembayaran angsuran 1th sudah 62.4jt) trnyata jumlah pokok msh bisa diatas 75% saat dilunasi.

Bayangkanlah itu dgn plafond yg lebih besar dan dgn jangka waktu lebih lama!!
-
Kenapa sistem bunga anuitas ini menjadikannya makanan mewah bagi bank namun merugikan bagi rekan2? Karena ini dibuat sedemikian rupa sehingga bila anda sadar ditengah jalan akan kredit pinjaman (yg trnyata smakin memberatkan keseharian anda), maka yg selama ini anda bayar itu 'sebagian besar' baru bunganya saja dan saat pelunasan anda harus bayar semua pokoknya plus bunga berjalan yg blm dibayar. Asyik kan??!!

Harap diingat p**a, saat pelunasan anda jgn bertambah kaget apabila ada sosok penalty yg menghampiri, istilahnya itu bentuk teguran bank pada rekan2, lhoo prjanjian kan 2th masa baru 1th anda sudah ingin ingkar janji pada kami? Kami sudah percaya sm anda tau2 anda akan tinggalkan kami?!! Hmm silahkan deh kalo itu memang keputusan anda, tp kompensasinya ksh kami biaya kecewa (penalty!). Tiap bank berbeda2, ada yg menerapkan persentase (%) dr pokok kisaran 2% sd 6% dari pokok tersisa. Atau ada p**a yg dgn mudahnya minta 2x sd 5x angsuran perbulan!! ini berbeda kebijakan dr setiap bank..

Mau dikasih tau yg lebih mengasyikkan?? Itu diatas bahkan dalam kondisi pembayaran angsuran anda lancar, apabila anda berani nunggak, maka rasa kecewa bank akan ditumpahkan kepada sosok yg lebih sangar, denda!!! Gabungkan total angka diatas plus denda harian yg harus anda tanggung selama anda menunggak!! Jangan kaget kalo jaminan anda berupa tanah dan rumah yg sudah anda kumpulkan bertahun2 akan meninggalkan anda apabila anda tidak menyadarinya sejak awal!!..

bank
Lancarnya kena bunga!
Macetnya kena denda!
Lunasinpun kena penalty!
Dan anehnya kita2 kok mau?!!..

-
Gue gak bisa melarang rekan2 tuk tidak melakukan pinjaman ke bank atau lembaga keuangan lainnya, itu hak rekan2.. emang buka usaha bisa tanpa modal?! Emang membesarkan usaha bisa dgn uang yg ada saja?! emang pak nopan bisa ksh modal tanpa bunga?! Hehehe silahkan saja rekan2 googling internet banyak cara yg diterangkan oleh saudara2 lainnya yg ternyata mau berbagi bagaimana usaha mereka bisa tumbuh kembang dengan besar tanpa harus pinjam kredit berbunga!

Gue disini cuma ingin rekan2 berpikir dengan bijak sebelum memutuskan hal besar seperti ini, lihat untung ruginya bagi kehidupan rekan2 kedepan, lihat contoh2 saudara2 kita yg sudah merasakan pahit getirnya berjuang menghadapi kolektor setiap hari dalam hidupnya. Apabila rekan2 membaca ratusan pesan yg ada di inbox nopan dalam 3hari ini, kisah2 mereka yg sudah terjerat dan bagaimana kehidupan mereka saat ini, gue jamin kalian akan pikirkan ribuan kali untuk mengambil keputusan melakukan pinjaman berbunga ke bank!!
Untuk rekan2 yang saat ini masih punya keterikatan dengan lembaga keuangan dalam hal kredit pinjaman berbunga, baik yg masih lancar dan menikmati keindahannya ataupun yg masih lancar namun mulai merasa berat menghimpit akan beban bulanannya, pikirkan dan putuskan yg terbaik bagi rekan2 kedepan sebelum terlambat!!

Jaman informasi seperti saat ini, belajar cukup dgn melihat pengalaman org lain tanpa perlu merasakan pahit getirnya sendiri, maka rekan2 bijaklah dalam mengambil keputusan utk keluarga yg terkasih..

Rekan2 juga bisa baca 3 buku yg disusun dengan baik oleh mas saptuari sugiharto (berani jadi taubaters, kembali ke titik nol dan mencari jalan p**ang), yg diantaranya berisi kisah2 nyata dari mereka yg hancur karena hutang bank, mereka yg galau dan meninggalkan pekerjaannya dibank dan lembaga keuangan sejenis.. (ada terselip 1 kisah gue disalah satu buku tersebut, saat gue selama 6 bulan lamanya galau dan berjuang melawan hati nurani dan keluarga tuk tinggalkan bank dengan semua jabatan, gaji dan fasilitasnya yang sungguh memabukkan. Karier yg gue pilih selama kurang lebih 11tahun sejak gue lulus dari kuliah)..

Rekan2, gue ulas tentang hal diatas sebisa mungkin tanpa menyertakan "Riba" didalamnya terlebih dahulu, yang sudah jelas2 dilarang dalam agama yg gue anut sebagai muslim. Gue berusaha memaparkan dalam kerangka logis yg telah gue lihat selama 11th bekerja dibank, pengalaman nasabah2 gue langsung,pengalaman teman2 gue, dan pengalaman gue sendiri!!
-
Sebagai pamungkas, untuk saudara2 seiman dimanapun rekan2 berada saat ini yang sempat membaca tulisan nopan diatas, ada 6 poin penting yg ingin nopan disampaikan yang erat kaitannya dengan cerita diatas, yg mana hal ini sudah disampaikan kurang lebih 1.400 tahun silam melalui lisan Rasulullah yang mana merupakan perintah dan larangan dari Allah SWT..

1. "Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (Al-Baqarah:275)..
Apa sih Arti riba itu? Sederhananya adalah 'semua hutang dengan kelebihan bayar atau manfaat'..
Bunga / Interest merupakan bahasa halus dari "riba"..
Definisi Bunga adalah imbal jasa atas pinjaman uang. Imbal jasa. Persentase dari pokok utang yang dibayarkan sebagai imbal jasa dalam suatu periode tertentu disebut "suku bunga"..

2. Tentang dosa riba bahkan Rasulullah SAW bersabda, “ Riba itu memiliki 73 pintu. Yang paling ringan dosanya adalah seperti seseorang yang menzinai ibunya sendiri (HR al-Hakim dalam Al-Mustadrak dan Al-Baihaqi dalam Su’ab al-Imân).
masih kurang puas??
Rasulullah SAW pun pernah bersabda, “Satu dirham riba yang dimakan oleh seseorang, sementara ia tahu, adalah lebih berat (dosanya) daripada berzina dengan 36 pelacur (HR Ahmad, al-baihaqi dan ath-Thabrani)..

3 .ٌ "Rasulullah melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan riba, juru tulis transaksi riba, dua orang saksinya, semuanya sama saja" (HR.Bukhari fathul bari/V:4/H:394/bab:24 )
silahkan definisikan sendiri siapakah saja mereka dgn persepsi masing2

4. Mau jadi orang yang ngeyelers dan cari alasan2 pembenaran??...
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa Riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), Maka ketahuilah, bahwa ALLAH DAN RASUL-NYA AKAN MEMERANGIMU. dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), Maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak Menganiaya dan tidak (p**a) dianiaya." (QS. Al-Baqarah: 278-279)
Nopan orang masih awam dalam agama, tapi gak pernah nopan merasa sangat tertampar oleh ayat ini (terlebih pengalaman gue 11th dibank).. punya apa gue smp berani mengacungkan senjata mengajak perang Allah & Rasulnya??

5. "Siapapun yang memperbanyak hartanya dari RIBA maka ujung akhir urusannya adalah kemiskinan." (HR. Ibnu Majah 2365)
Bukti hal ini sudah jutaan kawan, saudara2 dan rekan2 disekitar kita sendiri, masih mau nambah jadi org yg ikut merasakan kemiskinan akibat riba? Yakiin??

6. Islam tidak melarang adanya hutang, namun yang dilarang keras dan diharamkan adalah Riba, namun harap di ingat pesan Rasulullah soal hutang : “Orang yang mati syahid diampuni semua dosa kecuali hutang." (HR. Muslim 1886) dan, “Hutang itu membuat kegelisahaan di malam hari, dan kehinaan di siang hari…”
Nah, berhutang aja sudah membuat gelisah dan hina, apalagi kalau ditambah pake Bunga / Riba!!..
.Wallahu a'lam..

14/04/2017

copas dari pak nopan nopiardi
*bahayanya fasilitas kredit Pinjaman Rekening Koran (PRK)
(Sedikit panjang, tp gue berusaha tulis sesederhana mungkin)..

Pinjaman Rekening Koran (PRK) secara definisi Merupakan kredit modal kerja jangka pendek (biasanya hanya 1th dan dapat diperpanjang) yang sifatnya sangat fluktuatif, yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak bank.
Sederhananya adalah ini jenis pinjaman perbankan yang pembayaran bulanannya hanya bunganya saja berdasar dana yg digunakan (bukan bunga dr seluruh fasilitas kredit yg diberikan, kecuali dana digunakan semuanya).

Mudahnya tiap bulan hanya bayar bunga tanpa mengurangi pokok pinjaman, yg biasanya saat genap 1tahun baru lah pokok dibayar semua bila akan dilunasi, atau diperpanjang utk setahun kedepan apabila dana belum siap atau bila kita masih ingin gunakan kembali fasilitas tersebut untuk usaha (tentunya dengan persetujuan pihak perbankan, yg menilai apakah masih layak atau tidak untuk kita dikasih kembali fasilitas PRK)..

Gue bilang "bahaya" adalah bagi kita2 para pengusaha (baru) yang belum dapat menggunakan dana dengan bijak dan disiplin dalam penggunaannya. Setelah proses kredit dan dana direalisasikan, maka kalian bebas menggunakannya hanya 10% atau bahkan 100% dr dana pinjaman yg diberikan (pengalaman sih apabila setiap menjelang akhr bln gak kita gunakan pun maka pihak bank akan tlp dan bertanya "kok dananya gak digunakan sih pak?" Krn apabila kita tak gunakan dana tersebut maka tdk ada bunga yg harus di bayarkan kepada bank, dan ini tentu merugikan pihak bank yg sudah menyerahkan dana namun kok tdk ada pemas**an bunga dr dana yg sudah dikeluarkan)..

Kembali pada aspek "berbahayanya", udah sifat manusia yg melihat dana terendap begitu banyak maka tangan gatal ingin gunakan (seluruhnya), akal sehat mengatakan gunakan aja seperlunya saat ada proyek permintaan akan barang produksi sehingga dgn dana sebagian maka akan dpt keuntungan, setelah terjual hasil produksi maka masukkan kembali pokok ke rekening dan gunakan selisih keuntungannya tuk bayar bunga dari pokok yg digunakan dan sebagian dapat dipakai misal buat kebutuhan sehari2..

saat terjadi gelap mata (naluri nafsu manusia berbicara) kita gunakan seluruh dana fasilitas kredit RK tersebut diawal, sehingga semua dana pinjaman trpakai, krn optimis akan bs kembali dgn keuntungan dan pokok dpt dikembalikan seutuhnya ke rekening.

Bayangkan setelah dana terpakai semua (terlebih bila digunakan utk kebutuhan konsumsi dan bukan utk pengembangan produksi atau usaha), maka kita akan bayar bunga dr seluruh pinjaman setiap bulan tanpa mengurangi pokok!!. Jadi selama 11 bulan kita akan hrs selalu bayar bunga dr semua fasilitas dana yg digunakan, dan tepat dibulan ke 12 anda hrs siapkan bunga beserta pokok 100%!! Sudah melihat bahayanya? Kebanyakan fasilitas ini akan terus diperpanjang setiap tahun krn saat tepat bulan ke 12 anda blm punya pokok total semua dana utk pelunasan, dan memaksa anda melakukan perpanjangan lagi setiap tahun!! Dan saat sudah tidak mampu membayar bunga beserta pokok setelah berlanjut beberapa kali perpanjangan maka jaminan yg kita telah serahkan kepada bank (didepan notaris) baik dgn ikhlas ataupun tidak harus siap utk direlakan (karena tdk selamanya bankpun akan memperpanjang kredit RK nya apabila anda sudah tdk mampu membayar bunga!! harap diingat sindiran salah satu pengusaha distatus gue sebelumnya 'mereka meminjamkan payung saat cuaca cerah merona dan menarik payungnya saat cuaca mulai hujan..)
-
Sudah cukup seram??!
Gue akan masuk ke salahsatu contoh hidup yg gue tangani saat msh dibank deh.. dan ini merupakan salah satu dari 2 nasabah gue yg membuat gue memutuskan dengan radikal tuk keluar dari bank (bahkan sebelum gue meyakini apa bahayanya riba!)..

Alkisah ada salah satu nasabah (cukup) besar yg gue tawari kredit fasilitas PRK, nilainya diatas 7 milyar. Dia jaminkan rumah, tanah dan pabrik serta mesinnya semua (sebagai tambahan jaminan).. perhitungan dan pertimbangan matang yg kita lakukan antara bank dan beliau memutuskan bahwa beliau layak tuk perusahaan gue berikan kredit RK. Berjalan bbrp bulan pertama penggunaan dana hanya berdasarkan permintaan atas produk yg dia buat dan itu sesuai plan, pokok selalu kembali utuh sehingga hanya bayar bunga secukupnya sesuai pokok yg terpakai saja. Selang bbrp bulan berikutnya dgn pertimbangan satu dan lain hal dr beliau trnyata dana diatas 7 milyar itu sudah digunakan semuanya (trmasuk membeli mesin baru dan brg konsumsi lainnya diluar rencana awal tuk hanya cover permintaan barang saja saat akan gunakan dana kreditnya), mulailah beliau hrs membayar bunga keseluruhan dana setiap bulan, dan melewati tahun pertama dia trpaksa hrs memperpanjang kembali 1th kedepan kreditnya krn modal pokok sudah trpakai semua, bayangkan itu akan terus berlanjut setiap tahun apabila dia blm bs menutup semua pokok kredit yg diberikan bank, setiap bulan dia harus bayar bunga ratusan juta gak perduli usaha sedang ramai atau sepi.

Gue akan ulaskan kalimat2 mendalam (yg gue ingat) saat beliau curhat tentang kondisi usahanya yang saat itu mulai jatuh terpuruk..

"Pak Nopan, saya bingung harus bagaimana saat ini, saya banting tulang setiap hari dari subuh sampai malam, baik dalam kondisi bisnis ramai ataupun sepi, hanya tuk kejar target bayar bunga bank setiap bulan!! Krn ada jaminan yg saya hrs pertahankan, harta saya satu2nya dgn istri saat ini.. apakah Pak nopan anggap keuntungan saya rata2 setiap bulan 180juta itu besar? Tapi keuntungan itu saya hrs potong diawal terlebih dahulu sebesar 137jt sebulan hanya tuk bayar bunga bank!! Setiap bulan!! Bank pak nopan gak akan tau walau keuntungan saya misal hanya 150jt sebulan maka bunga trsebut tetap hrs saya bayar terlebih dahulu!!. entah sampai kapan akan berakhir apabila saya belum juga dapat bayar seluruh pokok setiap akhir tahun pinjaman, sedangkan seluruh dana pinjaman sudah habis saya gunakan dan sebagian saya putar tuk biaya produksi. Sisa 40jt setelah bayar bunga itu, baru saya gunakan sisanya tuk bayar gaji lebih dr 15 org pegawai saya dan tentu saja utk kebutuhan bulanan saya. Jadi Saya kerja siang malam dan dapat keuntungan sebesar rata2 180jt, yg hampir 3/4 nya keuntungan itu saya gunakan utk bayar perusahaan pak nopan!!"..

(kalo gue inget lagi saat dia ucapkan itu, sampai sekarang bulu gue masih s**a merinding karenanya, trkadang mata gue berkaca2 mengingatnya..)
-
Sebetulnya banyak analisa yg bs diungkapkan saat ditanya :
"kenapa sih bisa suatu usaha bagus dan layak tuk diberikan bantuan kredit, lalu justru setelah diberikan modal dr lembaga keuangan mereka menjadi bangkrut??"
Trlalu banyak yg bisa di ungkapkan, trlalu banyak alasan dan analisa yg bs dikemukakan mulai dr miss management usaha, overfinance (trll banyak pinjaman bank) dan lain2. Tapi kalo kita mau sedikit saja percaya utk alasan sederhana dengan pedoman agama, maka cukuplah..

"Dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang itu memperbanyak harta dari riba kecuali kondisi akhirnya adalah kekurangan/kemiskinan” [H.R. Ibnu Majah]..

Apakah itu jawaban kurang jelas wahai kawan? Tdk perlu dianalisa lebih jauh apabila jawabannya dalam agama sudah tertera bahwa memang akhir dari harta riba itu trnyata "kemiskinan"!!

-
*Ah Om Nopan lebaaay, banyak juga orang yg diberikan kekayaan dan kemakmuran walau dari hasil Riba lhoo.. ok ok deh mungkin anda benar kawan, tapii...

"Hal ini juga dikabarkan oleh hadits Nabi dari ‘Uqbah bin ‘Amir Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi bersabda:
Apabila engkau melihat Allah memberikan kepada seorang hamba berupa nikmat dunia yang dis**ainya padahal dia s**a bermaksiat, maka itu hanyalah istidraj belaka, lalu Rasulullah membaca: Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (Al An’am: 44). (HR. Ahmad No. 17311. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mentatakan: hasan. Lihat Ta’liq Musnad Ahmad No. 17311)"

Sederhananya Istidraj adalah kesenangan dan nikmat yang Allah berikan kepada orang yang jauh dari-Nya yang sebenarnya itu menjadi azab baginya apakah dia bertobat atau semakin jauh..
Maka kawanku, berhati2lah, begitulah "istidraj"..

Wallahu a'lam..

01/02/2017
04/01/2017

Bebas

Address

Karawang
41351

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00

Telephone

081296192240

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bebashutang Cara Taichi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share