03/12/2021
Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi BRIN di penghujung tahun 2021 ini akan melaksanakan kegiatan survei deployment InaBuoy di 4 lokasi, yaitu Selat Sunda (SUN), Malang (MLG), Selatan Bali (DPS), dan Perairan Sumba (KPG).
Kegiatan ini merupakan Program Penugasan Nasional sesuai Perpres 93 Thn 2019 tentang Penguatan dan Pengembangan Sistem Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dengan kegiatan jirap yang meruoakan kolaborasi dari 16 unit kerja ini telah melebur ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai OR PPT, diberikan amanah untuk mengembangkan sistem peringatan dini tsunami atau yang lebih dikenal dengan Teknologi InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System). Teknologi kebencanaan ini pun menggunakan berbagai instrumen sesuai dengan kebutuhan lokasi, seperti Teknologi Buoy (InaBuoy), Teknologi Kabel Optik Bawah Laut (InaCBT - Cable Based Tsunameter), Teknologi Coastal Acoustic Tomografi (InaCAT), hingga pemodelan berbasis Kecerdasan Artifisial.
Kegiatan survei ini berlangsung selama 28 hari, dimulai dari tanggal 2 hingga 30 Desember 2021, menggunakan K.R. Baruna Jaya I. Survei ini terbagi kedalam 2 leg, dimana K.R. Baruna Jaya I direncanakan akan sandar di Pelabuhan Benoa pada pertengahan Desember 2021. Pada survei kali ini, selain melaksanakan deployment Inabuoy, juga dilakukan pemetaan batimetri, pengukuran sifat fisis laut menggunakan CTD, pengukuran arus menggunakan ADCP, , pengukuran Sub Bottom Profiler, dan juga pengambilan sampel sedimen. Untuk mendukung kegiatan ini, K.R. Baruna Jaya I dilengkapi dengan Multibeam Echosounder Hydrosweep DS, CTD SeaBird 911Plus, ADCP RD Instrument, dan Sub Bottom Profiler Knudsen 3260.