09/09/2017
JANGAN PERNAH MERENDAHKAN SIAPAPUN
Suatu pagi, terlihat seorang wanita berpenampilan menarik berusia 40-an membawa anaknya memasuki area perkantoran sebuah perusahaan terkenal.
Karena masih sepi, mereka pun duduk di taman samping gedung untuk sarapan sambil menikmati hamparan hijau nan asri.
Selesai makan, si wanita membuang sembarangan tisu bekas pakai.
Tidak jauh dari situ, ada seorang kakek tua berpakaian sederhana memegang gunting untuk memotong ranting2.
Si kakek itu menghampiri & memungut sampah tisu itu, membuangnya ke tempat sampah.
Beberapa waktu kemudian, kembali wanita itu membuang sampah lagi tanpa rasa sungkan. Kakek itupun dengan sabar memungut & membuangnya ke tempat sampah.
Sambil menunjuk ke arah sang kakek, si wanita itu lantang berkata kepada anaknya : ”Nak, kamu lihat kan, jika tdk sekolah dengan benar, nanti masa depan kamu cuma seperti kakek itu. Kerjanya cuma mungutin & buang sampah !. Kotor, kasar dan rendah seperti dia. Jelas ya Nak !?”.
Si kakek meletakkan gunting & menyapa ke wanita itu : “Permisi, ini taman pribadi, bgmna Ibu bisa masuk ke taman ini ?”
Wanita itu dengan sombong menjawab : “Aku adalah calon manajer yg dipanggil oleh perusahaan ini.”, jawab si ibu dengan ketus ke kakek tsb.
Pada waktu yg bersamaan, seorang pria dg sangat sopan & hormat menghampiri si kakek dan sambil berkata : ”Maaf Pak Presdir, hanya mau mengingatkan saja, rapat yang dipimpin Bapak, sebentar lagi akan segera dimulai.”
Sang kakek mengangguk, lalu sambil mengarahkan matanya ke wanita itu, dia berkata tegas : “Manajer, tolong ya, untuk wanita ini, saya usulkan tdk cocok untuk mengisi posisi apapun di perusahaan ini.”
Sambil melirik ke arah si wanita, si manajer menjwab dgn cepat : “Baik Pak Presdir, kami segera atur sesuai perintah Bapak.”
Setelah itu, sambil berjongkok, sang kakek mengulurkan tangan membelai kepala si anak : “Nak, di dunia ini, yg penting adalah belajar untuk menghormati dan menghargai orang lain, siapa pun dia, entah direktur atau tukang sampah atau siapapun !".
Si Wanita tsb tertunduk sangat malu. Dengan tanpa berani memandang si kakek, si ibu yang sombong dan arogan tsb ngacir buru2 meninggalkan si kakek yang mau memimpin rapat.
(Cerita di atas adalah benar2 Kisah Nyata dari yang diceritakan oleh Pengusaha "nyeleneh" Bob Sadino)
reshared : www.kopibongkarr.xyz