Esex Esex

Esex Esex Utk mengenal lebih dekat

05/12/2016

Perkenalkan aku Ruden (Nama Samaran) Sebut saja begitu. Aku saat ini berumur 19 tahun. Kejadian ini terjadi sekitar aku berumur 17 tahun. Asnah saat itu baru berumur 16 tahun. Asnah sekolah di salah satu sekolah Muhammadiyah di Jogja dan dia adalah salah satu bintang kelas. Meski menggunakan jilbab yang panjang, kecantikannya menggoda sekali sehingga banyak laki-laki yang tertarik. Bisa dibilang Asnah adalah PRIMADONA-nya sekolah itu.

Meski dia aktif di ROHIS, Asnah orangnya tergolong ramah, walaupun kepada laki-laki sekalipun. Akhirnya aku berkenalan dengan Asnah walau aku malu-malu setengah mati, takut ditolak eh gak tahunya aku berhasil berkenalan dengannya! “Hai… boleh kenalan ga Asnah?”, sapaku dengan sedikit percaya diri. “Sapa yahh?”, jawab Asnah. “Saya Ruden? Boleh kenalan ga, kamu siapa?” “Boleh kok emank siapa yang ngelarang… Aku Asnah.” Akhirnya kami ngobrol panjang dan aku sedikit berani menanyakan nomor teleponnya. Malam harinya aku mencoba menelepon Asnah dan pada saat itu Asnah mengangkat teleponku. “Halo ini Asnah ya”, sapaku.

“Iya..ni sapa ya”, Asnah menjawab. “Ini aku Ruden yang tadi siang berkenalan dengan kamu Asnah”, kataku. “Oh… iya?? ada apa den?” “Engga aku cuma pingin ngobrol aja Asnah… Ganggu ga?” “Engga ganggu kok den… biasa aja sama Asnah yah.” Aku mulai membuka topik pembicaraan meskipun sedikit canggung dan tidak tahu apa yang ingin aku bicarakan.

Lalu aku mulai memberanikan diri dengan menanyakan tentang kehidupan dia.Sampai pembicaraan kami… “Asnah besok aku pingin ketemuan sama kamu bisa ga?”, pintaku. “Boleh kok Den… mau ketemuan dimana?” “Di Taman Masjid UGM aja, Asnah mau??”, tanyaku. “Boleh jam 3 sore yah pas Asnah p**ang sekolah”, jawabnya. “Ok… selamat malam Asnah, assalamu’alaikum”, jawabku sebelum menutup pembicaraan. Besoknya jam 3 sesuai kesepakatan kami bertemu di Taman Masjid UGM… Kami lantas ngobrol panjang lebar sampai jam 5 sore sambil makan-makan di sebuah Kafe di Tamansiswa.

Sungguh beruntung aku, Asnah ternyata menyukaiku. Hal itu kelihatan sekali dari responnya terhadap percakapan yang kami buat. Tak terasa pada saat mau mengantarkan Asnah p**ang hujan turun deras sehingga aku menetap di mobilku. Aku bertanya pada Asnah, “Mau es krim ga say?”, aku memanggil dia dengan sapaan “say”, eh ternyata dia juga balik meresponseku dengan perkataan “mau donk say”. Cuaca saat itu mendukung sekali… cuaca hujan gerimis dan pada saat itu kami berdua di mobil. Aku membelokkan mobilku ke parkiran mobil.

Asnah bertanya, “Ngapain kita ke parkiran say?” “Gak apa-apa kok say… aku cape aja”, aku mulai memandangi buah dada Asnah yang tertutup jilbab. Ingin sekali aku menjilati puting susunya itu… Asnah melihatku dan ia berkata “Ikhhh.. Ruden nakal liat-lihat perabotan Asnah… bayar tauuuu!? Masa liat gratis, ga bayar”, ucapnya manja. Aku hanya bisa tertawa dalam hati, akhwat ini ternyata nakal juga. Aku mulai memberanikan diri untuk mencium mulutnya walaupun Asnah menolak tapi aku terus memaksa dan pada akhirnya dia tidak bisa mencegah aku untuk menciumnya. Aku melumat bibirnya dengan sangat lembut dan tak disangka Asnah membalas ciumanku dengan ganasnya. Asnah bertanya kepadaku, “Ruden udah pernah ML belum?” “Belum”, jawabku. “Asnah juga masih perawan Den… Asnah ga tau bagaimana caranya ML.” Serasa sudah mendapatkan lampu hijau dari Asnah, aku mulai memberanikan diri tuk membuka pakaiannya. Asnah malah memberikan posisi tuk memudahkan aku membuka pakaiannya. Aku membuka kancing kemeja Asnah, branya yang warna hitam itu menonjol lantas kusingkap… WOW dada Asnah yang berukuran 34A langsung aku kulum dan Asnah berteriak kecil, “Aaachh… geli Den! Jangan cuma satu doank donk say… sebelahnya juga donk say”, aku mulai menjilati puting susu bagian sebelahnya. Asnah yang merasa bergairah mulai membuka pakaian dan celanaku. Aku pun juga membuka celananya dan telanjang bulat di dalam mobil, adapun Asnah tetap menggunakan jilbab. Pada saat itu tempt parkir sedang mendukung: tidak ada satu orang pun yang melihat kami. “Kulum kontolku donk say”, pintaku. “Asnah ga pernah ngelakuin ini satu kali pun Den”, jawabnya. “Aku juga blm pernah melakukannya Say… jadi kita sama kan”, kataku. “Iya saya coba deh”, jawabnya.

Asnah mulai mengemut kontolku dan dia merasa enjoy mengemut kontolku yang berukuran 15cm. Aku juga mengelus bibir va**nanya dengan tanganku. Dia mengerang, “emh..ehm..ehm..”, tanda dia mulai bereaksi pada sentuhan tanganku… Aku yang tidak tahan dengan va**nanya. Aku mulai membaringkannya dan langsung menjilati va**nanya. “Ouchh… nikmat bangat say,terusssss….achh..achh “, Asnah mendesah dan aku terus menjilati klitorisnya dan pada akhirnya dia mendesah tidak karuan. “Aahhhh… achhhhhh Den akuuu keluarrrr…achhh?!”, keluarlah cairan putih dengan baunya yang khas. Asnah tak mau kalah. Dia ingin mengulum kontolku. Kami melakukan gaya 69 di jok mobil belakang.

Asnah mengemut kontolku dengan ganasnya. Dikocok-kocok dan diemut dengan ganas. Maklum baru pertama kali kami melakukannya. Lalu aku yang sudah tidak tahan… aku mulai menyuruhnya merebahkan diri dan mengangkat pahanya sehingga tampaklah memeknya yang merah dan menggoda itu. “Aku masukin ya say?”, tanyaku. “Iya say tapi pelan-pelan yah… Asnah masih perawan.” Aku mulai memas**an kontolku ke liang va**nanya pelan-pelan. Sulit sekali memas**an kontolku ke liang va**nanya saking rapatnya.

Asnah berteriak, “Ahhh… sakiiittt Den!”. Aku yang tidak peduli karena sudah terlanjur nafsu memulai melakukan gerakan maju-mundur dengan pelan-pelan. Asnah yang membalasnya dengan menjambak rambutku. Aku terus melakukan genjotan terhadap memeknya yang sangat nikmat itu… “Ahhhh… sakittt Den”, aku mulai mempercepatkan gerakan maju-mundur. Asnah berteriak, “Ahhhhhhhh”, aku mengeluarkan kontolku dari memeknya dan langsung keluarlah darah segar membanjiri jok mobil belakangku. “Saay lanjut ga? Nih… aku belum apa-apa tau”, tanyaku… “Iya say lanjut aja… Asnah siap kok”, jawab Asnah. Lampu hijau nih… aku mulai memas**an kontolku ke memek Asnah lagi… Asnah sangat menikmati tus**an kontolku ke liang va**nannya. “Say…liss..ya kee…luarrr”, dan pada saat itu cairan putih itu keluar. Ternyata dia orgasme. Cairan putih itu membanjiri kontolku yang nikmat dijepit oleh dinding dinding memek Asnah.

Kontolku masih berada di dalam memek Asnah. “Kamu belum keluar Say?”, tanya Asnah. “Belum Say”, jawabku. Aku meneruskan tus**an ke memek Asnah dan Asnah terus mengerang… suara teriakannya membuat aku tambah bernafsu. “Aachh… achhh….achhhhh.achhhhhh..de…niiii km heee..batt sayyy…”, dan tiba2 Asnah mengeluarkan lagi cairan putih. Dia orgasme untuk yang kedua kalinya. “Kamu belum keluar-keluar juga Say. Cepat keluarin donk Say, udah malam”, pintanya. “Ok say”, jawabku. Aku mulai mempercepat gerakanku. Menggenjot memek Asnah dengan sangat cepat. “Acchh… achhh… achhhh… achhh”, Asnah mendesah menikmati setiap tus**an kontolku yang belaum pernah dia rasakan sebelumnya. Aku yang hampir orgasme semakin mempercepat gerakan kontolku keluar masuk memek Asnah.

“Sayyy… aku mau keluar nihhhhh”, ucapku. “Keluarin di luar ya say jangan didalem”, pinta Asnah. Aku akhirnya orgasme dan mengeluarkan spermaku ke dada Asnah yang lumayan besar itu. “Ccroott… crootttt…”, aku menumpahkan ke dadanya dan sebagian ke mukanya. “Thanks ya Say… kejadian ini ga bakalan aku lupain”, kata Asnah. “Sama-sama say… aku juga ga akan melupakan kejadian ini.” Akhirnya kami selesai ML dan kami memakai pakaian kami kembali. Dan saatnya mengantarkan Asnah p**ang kami sempat berciuman pada saat aku mengantar dia sampai depan rumahnya. Aku dan Asnah tidak akan melupakan kejadian dimana aku melepas keperjakaanku dan dia memberikan keperawanannya.

Kami tidak berhenti sampai disitu saja. Kami melakukannya lagi di rumahnya pada saat rumahnya sepi. Setidaknya aku dan Asnah setiap akhir weekend diisi dengan ML. Meskipun aku tidak ada hubungan apapun dengan Asnah… meskipun aku sekarang sudah menetap di Malang dan aku sudah mendapatkan beberapa pelajaran dari cewek cewek yang ada disini tapi Asnah telah memberikan pelajaran yang sgt berarti kepadaku. Good-bye Jogja… I’m coming MALANG! Thank you Asnah.

05/12/2016

Saat sore hari datanglah cewek yang tubuhnya tinggi kulitnya yang sawo rambutnya yang sebahu payudaranya yang tidak terlalu besar maupun kecil tapi proposional sekilas dia mirip artis Happy Salma , cewek tersenut masuk dalam lobi dan memperkenalkan dirinya namanya Hesti, dim au menyewa kamarku yang kebetulan kosong.

Kuajak Hesti melihat salah satu kamar yang memang kebetulan baru kosong, Hesti melihat keadaan kamar dengan seksama dimulai dari ruang tamu yang memang sudah disediakan sebuah sofa, dilanjutkan kedapur dan terakhir kita berhenti dibagian kamar tidur yang cukup luas dilengkapi sebuah kamar mandi.

Ekspresi Hesti cukup puas dengan keadaan yang bersih dan nyaman. Aku memulai negoisasi harga kamar.

"Bagaimana sesuai dengan harapan ?" tanyaku.

"Wow gede banget ya ini kamar, berapa sebulan mas?" tanya Hesti.

Aku langsung menjawab pertanyaan yang aku tunggu dari tadi,

"1,5jt per bulan." jawabku.

Hesti kaget mendengar harga yang aku tawarkan.

"Hah..., mahal banget, emang ga bisa kurang? Aku dach cocok nich ama kamarnya gimana bisa kurang ya?" Hesti sedikit memohon, karena kelihatanya dia sangat ingin tingggal disana.

aku sangat tegas dalam memberikan harga, karena klo ga kaya gitu aku ga bisa makan.

"Aduh maaf ga bisa kurang!"

"Aku mau ngomong ama yg punya, mungkin aja bisa nawar?"

Aku senyum mendengar perkataaan Hesti. Dia ga tau ni rumah gue yang punya, disangkanya aku hanya pembantu yang ngurus kostan ini.

"Aku yang punya." jawabku dengan dingin

"Maaf kirain anak yang punya, abis imut sich."

Hesti sedikit malu...

Aku menawarkan penawaran yang ga pernah terlintas mungkin sama pemilik kost-kostan dimanapun.
"Gimana klo gini aja di, aku kasih kamu gratis untuk tinggal disini selama satu bulan asal... kamu mau tidur sama aku (ML)!"

F**K...

Aku spontan mengeluarkan penawaran tersebut, karena sejak pertama Hesti dateng aku sudah tergoda dengan badannya yang langsing, gerak geriknya yang sensual gaya bicaranya yang manja, yang paling utama sich aku lagi pengen ML, hehe...

Hesti terlihat kaget mendengar ajakanku. Dia menatapku penuh dengan tanda tanya serius atau tidak ajakanku tersebut, tapi akhirnya dia menjawab

"Okeh, why not...." Hesti menjawab dengan ringannya.

Giliran aku yang kaget, mendengar jawaban dari Hesti, dadaku sesak karena khayalanku yang sejak tadi penasaran akan bentuk tubuh Hesti yang langsing tanpa busana sama sekali.

Bentuk payu dara yang menggelayut, kehalusan kulitnya yang berwarna coklat eksotis, kaki yang panjang dan jejang sebentar lagi terwujud. Jantungku berdegup keras, dan adik kecilku senat-senut minta dibelai Hesti.

Setelah Hesti menjawab dengan entengnya, aku menghampirinya, tanpa basa-basi langsung aku cium bibirnya yang tipis terbalut lipglos menambah kes*xsian dalam berbicara.

Hesti menyambut ciumanku tanpa ada kekakuan layaknya pasangan, kami berciuman saling merangsang, sesekali aku mendengar desahan halus Hesti saat aku meremas payudaranya yang kencang.

"Eehhh.....", erang Hesti kalo aku meremas lembut susunya.

Aku lucuti satu persatu baju yang menempel di tubuh Hesti, demikian sebaliknya sampai kita berdua hanya memakai celana dalam saja.

Sesuai dugaanku, payudara Hesti mengelayut indah ditubuhnya, tidak besar dan tidak kecil bentuknya sehingga apabila dilihat secara telanjang pas dan membuat adik kecilku (JAKAR) cenat cenut pengen dilepas.

Aku mulai menjilati payudara Hesti sesekali aku sedot dengan perlahan, hasilnya eranga Hesti yang membuat semangat untuk terus memainkan lidah ini diatas payudaranya yang kencang.

Setelah aku bosan menjilati susu Hesti, aku mulai menciumi perut Hesti terus dan terus hingga berhenti di selangkangan yang masih tertutup celana dalam seksi.

Hheeemm... baunya khas, aku pelorotkan celana Hesti yang sudah agak lembab entah kenapa aku terdiam melihat memeknya Hesti yang tidak tertutupi bulu satupun, dia memotong habis bulu memeknya hingga membuat indah bentuknya.

Hesti tersenyum keenakan melihat aku yang kebingungan melihat memeknya yang botak.

"Jilatin d**g...", pinta Hesti dengan mesra, aku menuruti permintaaanya. Aku jilati dari bawah keatas selangkangan yang berwarna merah jambu itu terus dan terus, disela sela itu aku melihat ekspresi Hesti yang sedang aku jilati memeknya, dia merem melek sambil menggigit bibir bawahnya dan kedua tangannya meremas sprei kasur seperti orang yang sedang menahan sesuatu.

Erangannya semakin memburu seiring jilatan ku yang makin cepat...

"Eeeh... eeehh... eehhhh... eeehhh...", Hesti mengerang keenakan, disatu titik dia melepaskan nafasnya dalam dalam, tak lama kemudian keluar cairan putih dari lubang va**nanya yang berbau khas membuat aku semakin nafsu. Hesti menarikku keatas kasur dan mulai menjilati kepala kontolku yang rasanya seperti kesemutan,iiiih... enak.....

Sesekali dia menyedot semua batang kontolku kedalam mulunya, wow....Hesti melakukannya berulang dan berulang membuatku merasakan enaknya engga ketulungan. Permainan oral s*x Hesti seperti pemain bokep yang sering aku tonton sangat profesional.

Setelah Hesti puas memainkan kontolku yang ukuranya standart orang Indonesia, aku bangun dan mulai mempersiapkan tinggal landas dari kontolku yang dari tadi ingin merasakan kehangatan memek Hesti yang tidak tertutupi satu bulupun.

Aku mengelus elus kakinya yang panjang sambil mengegesekan kontolku dimulut va**na Hesti. Tak lama kemudian tangan halus Hesti menggiring kontolku keliang va**nanya.

Kepala kontolku terasa hangat menyentuh bibir memek Hesti, mulanya terasa keset dan susah dimas**an, akibat keuletan kita berdua sedikit sedikit aku gerakan pinggangku sambil diarahkan oleh Hesti sehingga kepala kontolku sudah masuk seluruhnya.

"Eeeehh...", Hesti mengerang enak merasakan kepala kontolku mulai keluar masuk di liang memeknya, aku mengerakan pinggangku kebelakang dan kedepan berulang ulang disatu titik ketidak sabaranku muncul ingin memas**an semua batang kontolku keliang memek Hesti yang masih sempit dan keset.

Aku berhitung dalam hati.. 1.. 2... 3...
Kumas**an semua batang kontolku tanpa sepengetahuan Hesti. Hesti mengerang keras keenakan...

"eeeehhh...., shhhh.... aahhhh....", terasa cairan menyelimuti kepala kontolku hingga kebatangnya, hangat dan sedikit loncer tapi tetep masih sempit tak lama kemudian aku mulai merasakan gesekan memek dan kontolku mulai membuat ku merinding dan tak lama kemudian aku mencapai klimak...

"Ahhhhuuuuh...", permainan yang cantik kami mencapai klimak tidak berjauhan.
"Uuhuh.." kita saling menatap dan saling berpelukan hingga tertidur p**as.

05/12/2016

Panggil saja namaku Jhon tinggi badanku 170 cm jujur saja aku s**a dengan cewek yang mempunyai payudara yang besar dan montok apalagi di tunjang dengan wajah yang cantik seakan akan membikin aku cepat h***y mungkin karena aku sering baca cerita dewasa dan film bokep.
Di sekolah aku selalu mendapat ranking 5 besar sehingga aku selalu masuk ke kelas favorit, kata guruku aku orangnya usil tidak bisa diam tapi bisa menguasai hampir seluruh pelajaran terutama sejarah,geografi, biologi dan matematika.
Cerita Seks Orgasme Bersama
Cerita Seks Orgasme Bersama, Cerita S*x Sahabat, cerita senggama, cerita h***y, memek basah,
Cerita Seks Orgasme Bersama
Dikelas aku sering bergaul dengan teman cewek ketimbang teman cowok soalnya yang bisa menerima aku apa adanya mungkin para cowok pada iri denganku dengan wajah yang lumayan cakep dan kepinteranku. Di sekolahku aku mempunyai temen sekelas yg di panggil Puput.
Aku sekelas & kenal dgnnya sejak kelas 2. Dia orangnya putih, rambut panjang(sering dikuncir),bibir mungil tipis,cantik(menurut pendapatku), senyum manis berlesung pipit,bodi langsing & lebih tinggi sedikit dariku(coz tinggi aku hanya sekupingnya),ramah, ukuran payudara 34B(itu aku tau waktu ngS*X dgnnya), dan gila s*x(ini aku tau stelah kualami sendiri dgnnya).
Suatu hari aku dapat tugas atau PR Matematika yg lumayan rumit & memiliki waktu deadline yg cepat. Aku sih sudah terbiasa dgn soal2 itu,tapi lain halnya dgn Puput. Ia nampaknya bingung &masih blom mengerti dgn PR yg diberikan. Puput pun menyapa aku.
“hai,Jhon…” tegurnya.
“hai jg Put..ada apa?” tanyaku.
“begini Jhon,PR MTK(Matematika) nanti kita kerjain bareng ya?”
“Sekalian ajarin aku, krn catatan aku gak lengkap en aku jg blom ngerti?” pintanya.
“Mmm…gimana ya?” “Aku sih mau aja,tapi ngrjainnya kpan?” “Dimana?” “dan sama siapa aja?” jawabku.
“bagaimana klo dirumah aku aja?” “Kebetulan rmh aku lg sepi,BoNyok(Bokap n Nyokap) pergi keluar kota.” “Kita kerjainnya abis p**ang sekolah nanti.”
“Tenang aja ntar aku jamu en sediain makanan kecil jg mimuman deh.”
“Ntar jg aku ajak anak2 cewek yg lain” katanya lg sambil pergi utk mengajak anak2 cewek yg lain.
Tapi tampaknya mereka smua sudah ada janji & ga bisa ikut. Selain itu adap**a yg mau les,dll. Tak berapa lama Puput datang kembali menghampiriku.
“Jhon, kayaknya cuma kita berdua aja nih yg blajar bareng, anak-anak cewek yg lain pada gak mau.” jelasnya.
“yaudah,gak apa-apa.” “Tapi ntar sebelum ke rumah kamu,anterin aku ke wartel ya?” “aku tlp ortu aku dlu skalian minta ijin.” pintaku.
“iya,tenang aja.” jawabnya.
Setibanya di rumah Puput,aku langsung dipersilahkan duduk di ruang tamunya.
“Jhon,tnggu en duduk dulu aja disini di sofa ya?” “Aku mau ganti baju dlu,skalian ambil minuman.”
“Oh,iya.mau minum apa, Jhon?” “Dingin atau panas?” tanyanya lagi.
“apa aja Put,asal jgn racun..” candaku.
Puput pun tersenyum dgn manisnya,sehingga lesung pipitnya terlihat.
Sambil menunggu Puput, aku memandangi sekeliling ruang tamu di rumah itu. Rumah yg dari luar terlihat sederhana,namun luas didalamnya dgn 3 buah kamar. Terdapat p**a foto2 Puput & orang tuanya. Tak berapa lama muncullah Puput tanpa aku sadari dari belakang sambil menegur aku.
“ehemm..ehemm..ngapain Jhon?” “serius aJhon liat fotonya.” katanya smbil meletakkan minuman di meja.
Akupun menjawab tapi masih dlm posisi membelakangi Puput.
“gak ngapa-ngapain,cuma lg liat-liat foto kamu & skeluarga aja” jawabku.
Saat aku memalingkan wajah ke arah Puput. Aku agak tertegun melihat Puput dgn pakaian celana pendek abu-abu muda yg pendeknya 20cm diatas lututnya. Serta mengenakan kaos putih yg agak longgar atau mungkin jg kebesaran utk dirinya.
Aku bisa melihat dr kerah bajunya yg longgar serta terlihat tali BHnya yg berwarna pink dan kerah kaosnya sring ditarik kebelakang karena takut terlihat belahan dadanya.
Serta lengan kaos yg digulung sedikit. Aku sempat lama memandanginya,apalagi kulitnya yg putih smakin terlihat jelas & seksi. Membuat aku merasa ada sesuatu yg bergejolak didadaku.
“woi..Jhon.kok diam aja?” “ngelamun ya?” “ngelamunin apaan?” katanya memecahkan kekagumanku.
” ah…gak. aku cuma heran aja ini rumah sepi.
(sambil aku ambil posisi duduk dilantai ruang tamunya yg beralaskan karpet bulu)
“Memangnya cuma kamu & ortu kamu aja yg tinggal disini ya?” tanyaku basa basi.
“gak jg.ada sih satu lg orang yg tinggal disini yaitu om aku.”
“Om aku tinggal disini kalau lg pas ditugasin kerja beberapa hari aja ke jakarta sama bosnya.” “sekarng dia
lg dirumahnya di daerah bandung sana.” jelasnya.
“berarti kamu selalu sendirian d**g kalau ortu kamu kerja?” tanyaku lg.
“ya,begitulah.” jawabnya singkat.
“knp gak pake pembantu aja, biar gak kesepian?” kataku lg.
“ortu aku gak mau aku jadi anak manja meskipun aku anak satu-satunya, jadi aku dilatih buat jadi mandiri…btw diminum dlu d**g minumannya, pasti udh haus kan dari tadi?”
“Oh,iya tnggu sbentar ya,aku mau ambil kue-kue & makanan ringan dulu.” pintanya sambil menuju dapur.
Tak berapa lama ia datang. Saat aku hendak minum, Puput menuju meja tamu utk meletakkan makanan kecil. Puput tersandung pinggiran karpet ruang tamunya.
Sehingga ia jatuh menimpa dan mengenai aku yg kbetulan sedang memegang gelas minuman dingin berisi sirup orange.Seluruh baju & celana seragam sekolahku yg masih kukenakan basah, sedangkan Puput hanya terkena sdikit basah pada tangannya.
“aduh..maaf ya Jhon, gara2 aku kesandung.” “Gelas minuman lo tumpah ke seluruh seragam lo.” katanya sambil meraih tisu yg ada dimeja & secara spontan segera mengelap seragamku.
“oh…gak apa2 kok. Lagip**a kan kamu gak sengaja.” jawabku sambil membantunya mengelap tumpahan sirup di bajuku.
Ada perasaan dag dig dug tak menentu yg kurasakan. Apalagi saat tangannya yg putih & halus mengelap celanaku yg basah. Ingin rasanya berlama-lama tangannya mengusap-usap ya ada jg dibalik celanaku.
Aku jg tak melewatkan kesempatan utk melihat belahan dadanya yg ditutupi dgn BHnya yg berwarna pink melalui kerah baju atau kaosnya. Karena aku takut ketahuan & si Konti dibalik celana mulai mau bangun, aku berkata padanya,
“Put, udah biar aku lap en bersihin aja sendiri.”
“Lagian hal sepele kayak begini mah wajar aja kali.”
“toh, kan kamu gak sengaja.” kataku memecah keadaan.
(padahal aku takut ketahuan kalau konti aku mulai bangun karena ia mengusap-usap & mengelap celanaku yg basah….he5x).
“aduh..Jhon..lo emang baik banget, gak salah aku punya temen kyak lo.”
“Udah baik, pemaaf, pinter lagi.” katanya karena merasa bersalah.
ah..kamu Put, jadi bikin aku GR aja.. jawabku.
“oh,iya Jhon..mendingan lo ganti en buka aja dulu seragam lo.”
“Biar dicuci di mesin cuci n sembari tunggu kering, lo pake aja dulu kaos n celana Om aku.”(sambil berjalan menuju dan masuk ke kamar Omnya).
“Kebetulan ada yg cocok en kyaknya pas sama lo.”
“nih handuknya,lo ganti dikamar mandi yg ada di kamar Om aku aja, nih td aku cari n dpat dr lemari Om aku. Kayaknya pakaian ini cocok buat lo.” katanya sambil memberikan handuk dan kaos coklat yg ada ditangannya.
Saat aku di kamar mandi aku tutup pintu kamar mandinya. Namun mungkin karena aku kurang atau lupa mengunci pintunya. Pintu jadi terbuka sedikit & aku baru menyadari klo Puput sepertinya memandang kearahku. Tapi Aku sengaja membiarkannya saja.
Aku mengguyur badanku dgn air, sambil menyabuni badanku yg sixpack, tdk lupa kontolku yg berukuran 14 cm kusabuni. Begitu slesai aku melihat Puput sedang berpura2 membaca majalah, sambil duduk di pinggir tempat tidur(masih dikamar Omnya loh..).
“hei..Put !” kataku pura2 menegur dan pura2 gak tau akan yg sudah ia lakukan saat aku mandi tadi.
“hei…gimana Jhon,seger mandinya?”
“kyaknya udah pas kaos n celana pendek boxernya sama lo.” katanya smbil meletakkan majalah yg dibacanya.
“ayo Put kita langsung belajar aja” ajakku.
“tunggu dulu Jhon,mendingan kita nonton filn dulu aja.” “Gimana?” pintanya.
“wah..,boleh jg tuh.tapi film apaan?” tanyaku lg.
“nih film ini (sambil menunjukkan dr balik kaosnya film p***o dgn sdikit ragu2 ia menunjukkan).” ujarnya.
“astaga.. Puput,dapat dr mana film bgituan?” kataku pura2 kaget, padahal aku udah sering jg nonton film2 p***o.
“oh..ini aku dapat dr lemari Om aku, sewaktu aku cari baju buat lo tadi.”
“aku sbenernya udh pernah en hampir sering nonton film p***o bareng Ratna temen kita,klo lg p**ang sekolah.” (Ratna adah salah satu cewek temen sekelasku jg, yg nanti aku ceritakan pengalaman S*Xku dgnnya).
“aku jg sring baca2 n liat2 majalah p***o punya Om aku.” tambahnya lg.
“jadi…lo mau ga?” “pasti lo blom pernah nonton kan?” “apalagi orang pinter kyak lo pasti kerjanya belajar melulu kan?”
“skali2 kan gak apa2 Jhon.” “nanti lo juga pengen lg…he5x.” ujarnya sambil merayu.
“tapi…” jawabku pura2 mikir padahal dalam hati senang dan gembira, kapan lagi bisa nonton film p***o bareng sama cewek secantik Puput.
“udah gak usah mikir2, Jhon.” timpalnya lg.
Akupun mengangguk stuju. Kami berduapun menonton,dgn duduk ditempat tidur. Karena TV dan DVD Playernya terdapat di depan tempat tidur.
Saat adegan sepasang pria & wanita saling bercumbu. Perlahan-lahan tangan kanan Puput mulai memegang dan meremas bantal yg dipeluknya, sedangkan tangan kirinya meremas2 dadanya sendiri. Sepertinya ia mulai terangsang.
Aku pura2 tak memperhatikan. Perlahan-lahan aku terangsang jg,dan mulai berani mengusap-usap paha mulusnya. Sampai akhirnya ia mulai tak tahan, dan melempar bantal yg dipeluknya. Kemudian tangan kanannya menarik kepalaku ke tubuhnya.
Dan iapun berkata, “ayo Jhon ciumin payudara aku,biarin mulut en lidah lo menari-nari diatasnya.” pintanya dlm keadaan sange atau terangsang yg aJhon sangat.
Aku tak menyia-nyiakan lampu hijau tsb. Langsung kulepaskan kaosnya,shingga tampaklah bukit kembarnya yg seksi dan indah yg trtutup BH pink yg ia sendiri secara spontan membuka kancing pengait tali BHnya. Kucium dari dari leher hingga payudaranya dan kuisap-isap serta jilat puting merah mudanya.
“cup…cuip..shruupp…shrupp…”
Puput hanya bisa memejamkan Jhona kenikJhonan dan menggigit bibir bawahnya.
Tak puas hanya disekitar payudara,mulutku kuarahkan ke mulutnya. Kuciumi bibir tipisnya dgn bgtu liarnya.
“cuupp…ciuuppp….”
Kumasukkan lidahku ke mulutnya dan ia mengisap-isap memainkan lidahku dimulutnya seperti permen.
“ssrrruupp…srruupp…3x..”
Sementara tanganku membuka kancing dan retsleting celana pendeknya. Dan iapun jg melakukan hal yg sama melucuti pakaianku hingga kami masing2 dlm keadaan bugil tanpa sehelai benangpun. Puput pun mengangkang sambil duduk dipinggir ranjang.
Aku agak sdikit jongkok utk melakukan oral pada va**nanya yg indah ditumbuhi sdikit bulu halus. Tangannya membenamkan kepalaku kebagian memeknya.
“ayo Jhon..jilat,cium,puasin aku Jhon.” erangnya.
“emmhh…aahhggaah..hh..sssttt….uaachh…” desahnya.
Sekali-kali aku memasukkan jari tengahku ke lubang memeknya utk mencari klitorisnya. Tak berapa lama, Puput mencapai orgasme pertama. Keluar cairan hangat dan aku meminumnya.
“srluupp…srruuppp…”
Puas melakukan oral padanya. Aku menuntunnya melakukan gaya 69, posisi aku dibawah telentang & dia diatas melakukan BJ dgn mahirnya. Sedangkan aku memainkan jariku keluar masuk pada lubang memeknya smbil skali-kali menciuminya.
Puput sepertinya sudah tdk tahan, maka ia sgera melakukan WOT(Woman On the Top) smbil menghadapku. Tangannya membimbing kontolku yg sudah menegang dr tadi. Mulanya sulit,lama-lama secara perlahan masuk jg.
Tanganku meremas-remas kedua payudaranya. Tak berapa lama Puput mencapai Orgasme lg, ada sdikit darah yg keluar dari lubang memeknya berarti dia masih perawan,ia merebahkan tubunya diatasku. Sedangkan aku masih belum.
Masih dlm keadaan WOT,kontolku yg masih di dlm memeknya. Aku posisi duduk dipinggir ranjang,sdangkan Puput duduk diatas pangkuanku menghadapku sambil menggoyang.
Dan aku dgn leluasa menghisap,meremas,dan menciumi payudaranya. Setelah puas dgn WOT,aku ganti dgn gaya Doggy Style. Puput membelakangiku agak sedikit membungkuk di pinggir ranjang. Tak ragu2 lagi kuhujamkan kontolku ke lubang memeknya.
“oh yes,oh no,..yes,oh no.” “terus Jhon, ent*t aku terus jgn ragu2.” “uuhh..yes
…oohh…” kata2 yg keluar dari mulutnya.
Setelah puas dgn posisi DS(Doggie Style), aku ganti dgn posisi MOT(Man On the Top). Kali ini aku merenggangkan & membuka kedua pahanya. Agar dapat leluasa kontolku masuk ke memeknya. Kupacu perlahan-lahan kontolku,lama kelamaan spertinya aku mau orgasme & Puput pun demikian.
” Put,aku mau keluar nih.” kataku.
” Sama..aku juga Jhon. Kita keluarin bareng2 ya, Jhon ?” pintanya.
“gak apa2 nih aku keluarin di dlm?” tanyaku.
“gak apa2 kok.” jawabnya.
Kamipun mengalami orgasme bersamaan. Aku merasa lelah yg tak terkira, tapi puas walaupun keperjakaanku hilang, Puput pun begitu.
“thanks ya Jhon, udh bkin aku puas banget en gak nyesel lepas keperawanan aku.” “kapan2 kita lakukan lagi ya?” pintanya.
“iya aku jg puas bnget Put.” “tapi aku gak bisa en gak berani ngelakuin lg, takut bikin kamu hamil” jawabku.
“jgn takut Jhon, aku udh minum pil KB nyokap aku.” “jadi lo tenang aja deh.” katanya lagi.
“tapi Put…” kataku.
“ah..gak usah pake kata2 tapi deh Jhon.”
“pkoknya kalau aku lg sange atau horni, lo hrus mau ent*t aku ya en layanin aku?”
“kalau lo gak mau, ntar aku bilang ke orang2, kalau lo udah perkosa aku.” ancamnya.
“oh iya,satu lagi Jhon. ini rahasia kita berdua aja ya !” “jgn bilang siapa2” pesannya.
Mendengar hal itu, aku agak kaget dan sedikit menyesal sudah termakan jebakannya,untuk menjadi budak S*Xnya.
Tapi sedikit senang jg terbesit dipikiranku,aku jadi ada jaminan tempat pelampiasan nafsu S*Xku jika sewaktu-waktu muncul. Setelah selesai kami ke kamar mandi bersama-sama sambil melakukan lg walau hanya sebentar. Setelah itu kami melanjutkan mengerjakan PR MTK yg tertunda tadi.
Demikianlah kisah pengalaman S*Xku pertama kalinya. Aku menjadi budak S*X Puput sampai SMA,sbab kami masuk SMA yg sama.
Kami melakukan selalu di rumahnya,karena selalu sepi. Sampai-sampai aku dikira pacarnya oleh teman2ku maupun orangtuanya. Ia hanya bilang kalau aku sahabat karibnya & tempat curhat, bila ada yg mempertanyakan ttg hubungan kami berdua.Aku berhenti jadi budak S*Xnya sampai lulusan SMA,sbab dia dilamar oleh pria pilihan orangtuanya.
Saat pernikahannya aku tak bisa datang karena aku berada di kampung. Setelah menikah, ia diboyong suaminya keluar kota karena suaminya dinas diluar.
Ada perasaan lega dlm hatiku saat aku tak lg dpt ancaman darinya. Tapi hatiku jg terkadang rindu utk melakukan hubungan S3X dgnnya.

03/04/2014

Oooh nikmatnya ujan malam ini....

21/03/2014

HP Pembawa Nikmat
18 Agustus 2013 pukul 18:45
Kisahku kali ini terjadi pada awal bulan Mei tahun ini. Saat itu aku mendapatkan gangguan pada Handphone-ku, karena terjatuh ke dalam air ketika aku sedang menjalani perawatan Spa. Sekretarisku di kantor menyarankan untuk menservisnya pada tempat servis resminya. Karena HP-ku adalah merek tertentu, di mana tempat servis resminya hanya ada 3 tempat di kota Kembang ini, maka aku membawanya ke salah satu servis resminya yang terdapat pada salah satu pusat perbelanjaan di daerah pusat kota Bandung.
Jumat sore itu sep**ang dari kantor, aku membawa mobilku meluncur ke arah pusat kota, lalu setelah terjebak beberapa saat dalam kemacetan, akhirnya aku berhasil mendapatkan tempat parkir di pusat perbelanjaan itu. Tak beberapa lama, aku telah berhasil menemukan tempat servis HP itu. Aku segera masuk ke ruangan ber-AC, dan langsung disambut dengan senyum manis seorang cowok.
"Ada yang bisa saya bantu, Mbak?" katanya sopan.
"Ini nih Mas, HP saya terjatuh dalam air kemarin, terus jadinya mati, bisa diperbaiki nggak.."´tanyaku, sambil menyodorkan HP itu padanya.
"Sebentar ya Mbak, biar teknisi kami yang mengeceknya."
Dia berlalu ke dalam ruangan lain. Lalu tak lama kemudian dia muncul lagi dan berkata bahwa HP-ku bisa diservis, dia menyebutkan juga biaya servisnya. Aku menyetujuinya.
"Kira-kira masih lama nggak Mas servisnya?" tanyaku.
"Mungkin sekitar satu jam lah", jawabnya.
"Ya udah deh, saya tinggal jalan-jalan dulu saja kali yaa..?" kataku lagi.
"Silakan.. Mbak", balasnya.
Aku lalu pergi melihat baju-baju di etalase toko, hingga tiba-tiba kurasakan perutku minta diisi, ternyata aku sadar bahwa aku belum sempat lunch tadi di kantor. Aku bergegas ke lantai atas pusat perbelanjaan itu, di mana terdapat Food Court. Aku memutuskan untuk masuk pada salah satu restoran fast food yang menyediakan masakan khas Jepang.
Saat aku mengantri, tiba-tiba ada suara menyapaku dari belakang.
"Wah.. mau makan juga Mbak?" aku menoleh, dan ternyata cowok yang tadi di tempat servis HP.
"Eh iya, gimana HP saya sudah selesai belum?" tanyaku.
"Nanti deh selesai makan paling juga sudah selesai.. Boleh saya temani makan?"
"Wah, berani juga nih cowok", kataku dalam hati.
"Mmm.. boleh deh", jawabku pendek.
Kemudian kami mengambil tempat duduk dan mulai menyantap hidangan. Dalam hati kuamati dia, menurutku dia anak yang menyenangkan, tidak terlalu tinggi, bahkan bisa dibilang kurus, tapi ada sisi yang menarik. Apalagi setelah aku terlibat obrolan dengannya, aku makin menyadari bahwa dia adalah seorang yang hangat, humoris, dan selalu nyambung dalam pembicaraan. Hingga aku berinisiatif untuk melangkah lebih jauh.
Aku lalu bertanya, "Kamu kapan liburnya?"
"Wah kenapa nih nanya liburku?" dia mengangkat alis, dan tersenyum simpul.
"Yaa.. kalau kamu mau sih, aku pingin ajak kamu jalan nanti malam, sekalian kita weekend lah", tawarku.
"Wuah, serius nih..?" dengan nada tak percaya.
"Aku bisa minta ijin dua hari buat besok dan hari Minggunya, tapi ngomong-ngomong kamu mau ajak aku jalan ke mana?" dia masih kelihatan tidak percaya.
"Udah deh, nggak perlu nanya-nanya, lihat aja nanti.." aku membuatnya penasaran.
Lalu setelah sepakat bertemu di suatu tempat nanti malam, aku segera kembali ke tempat dia kerja untuk mengambil HP-ku yang telah selesai diservis, dan segera pergi sambil menyusun acara buat berdua.
Aku membawa mobilku ke arah D**o atas, menuju ke sebuah hotel bintang lima dan mem-booking kamar untuk tiga malam selama weekend, kemudian segera p**ang ke rumah untuk mengambil baju dan keperluan sekedarnya.
Sekitar jam 11 malam, aku pergi menemuinya di sebuah Café yang terletak di persimpangan lima jalan besar, yang nama Cafe-nya selalu mengingatkanku pada salah satu posisi bercinta. Malam itu dia mengenakan kemeja biru gelap, dan tercium olehku wangi Tommy Hilfiger dari tubuhnya, dia makin terlihat tampan, dengan rambut basah yang tersisir rapi ke belakang.
"Hai, sudah lama kamu di sini?" aku menyapanya pelan.
"Enggak juga kok", dia terdiam sejenak, memandangiku lama.
"Kenapa sih, kayak lihat makhluk aneh saja..!" aku merasa jengah dipandangi seperti itu.
Tiba-tiba dia menarik lenganku, dan berbisik di telingaku, "Kamu cantik sekali malam ini Dini.. mimpi apa aku hingga bisa kencan dengan bidadari dari kayangan sepertimu?".
Wajahku bersemu merah mendengar pujiannya, "Kamu berlebihan deh, biasa aja kenapa sih." aku segera mengalihkan perhatian dengan memesan Black Russian pada waiter yang kebetulan lewat di dekat kami duduk.
Lalu tak lama kami telah terlibat dalam obrolan yang menyenangkan, kadang diselingi dengan humor segar, dia sangat pintar menciptakan suasana yang hangat. Aku jadi tahu bahwa dia adalah lulusan sebuah sekolah pariwisata yang terkenal di Bali, dan sempat tinggal di Amerika selama dua tahun, tidak heran wawasannya begitu luas.
"Jadi kerjaan kamu yang sekarang, nggak ada nyambung-nyambungnya sama background pendidikan kamu d**g?"
"Iya sih, ha.. ha.." dia tertawa renyah.
Aku mengeluarkan cigarette pack, mengambil sebatang Capri, belum sempat aku menyalakan, dia berinisiatif mengangsurkan api buat rokokku.
"Thank", kataku pendek.
"Hmm, perhatian juga.." batinku.
"Mau cabut sekarang?" tawarku.
Dia memandang sekeliling, "Mmm, ayolah.. eh tapi ke mana?"
´ "Ke hotel S**** (edited), mau nggak?" tawarku.
"Oh.. eh", dia terbelalak, seakan tidak mempercayai apa yang baru saja di dengarnya.
"Tawaran nggak datang dua kali lho.." aku kedipkan mata.
"Ayolah", akhirnya setelah beberapa saat dia jawab juga dengan wajah berbinar.
Kupikir aku akan menyumpahinya kalau sampai dia menolak ajakanku, barangkali aku akan bilang bahwa dia adalah laki-laki paling tolol di seluruh dunia, atau barangkali seorang gay, tapi ternyata tawaranku yang menang. Aku senang.
Kemudian kami berlalu dari tempat itu, mobil langsung kubawa ke arah D**o atas, dan langsung menuju Hotel S**** (edited). Sesampainya di kamar, kuletakkan travel bag kecilku, lalu aku ke bathroom untuk bebersih sebentar. Dia menghempaskan pantatnya pada pinggiran bed, dan meraih remote TV, menyalakannya. Dari bathroom kudengar sayup-sayup suara musik.
Saat aku masih sibuk dengan contact lens-ku, tiba-tiba pintu bathroom diketuk pelan dari luar. "Din.. boleh aku masuk bentar, mau pipis nih.." Aku tersenyum, lalu meraih handel pintu, begitu pintu terbuka sedikit, ternyata dia langsung menerobos masuk dan yang membuatku terkejut, dia sudah tidak mengenakan selembar benang pun. Telanjang bulat. Dia langsung mendekapku, dan dengan sekali renggut, handuk yang kupakai untuk menutupi tubuhku terlepas sudah, jatuh ke lantai. Bibirnya langsung menyambar bibirku, kurasakan lidahnya menjelajahi rongga mulutku dengan penuh nafsu, aku pun membalasnya dengan tak kalah bernafsunya, kadang lidahnya kuhisap, kujilat dan saling memilin. Kurasakan kewanitaanku mulai hangat. Ciumannya mulai menjelajah, dari mulai leherku yang jenjang, lalu beralih ke arah telinga, kurasakan geli luar biasa menjalari sekujur tubuhku. Aku makin terangsang.
Tangannya juga beraksi meremas-remas payudaraku, sambil tak lupa memilin-pilin putingnya, yang makin mengacung keras karena terangsang, satu tangannya lagi menelusup pada pangkal pahaku, mengusap-usap bukit lembut yang kenyal yang mulai basah oleh cairan kewanitaanku. Aku tak tinggal diam, tanganku meremas-remas batang kejantanannya yang mulai tegang dan keras itu, sambil perlahan aku mengurutnya lembut. Dia menikmatinya, terdengar lenguhan-lenguhan pendek dari mulut kami.
"Ouhh.. mmhh.. yahh.."
"S**a Sayang?" desahnya lembut.
"Hmm.. hh.." aku tak mampu menjawabnya, hanya mengangguk pelan, mataku pun telah sayu. Ciumannya makin mengganas, kali ini kedua puting payudaraku dihisapnya bergantian, hingga tubuhku serasa dibakar birahi yang panas. "Auuhh.. oohh.. Sayang.. oohh.. sshh.. ahh.." aku mengerang-erang penuh kenikmatan. Tangannya mulai beraksi menyibakkan rerumputan halus di kewanitaanku, lalu satu jarinya menelusup masuk ke dalam rongga hangatnya, hingga menemukan tonjolan daging kecil, dan segera mengusap-usapnya lembut. Aku menggelinjang-gelinjang kenikmatan. Kewanitaanku kurasakan makin merah, merekah, licin dan basah oleh lendir yang makin keluar seiring oleh rangsangan yang kuterima.
Kemudian dia membimbingku menuju tempat tidur, lalu menyuruhku telentang sambil membuka pahaku lebar-lebar, rupanya dia akan memberiku oral seks. Aku pun segera menuruti perintahnya, kubuka pahaku lebar-lebar, dia lalu merangkak dan mulai menempatkan mulutnya pada pangkal pahaku, kemudian kurasakan lidahnya yang hangat menyapu kewanitaanku, lalu menelusup ke bagian dalamnya, sambil sesekali menghisapnya, menimbulkan suara-suara kecil yang lucu, begitu hebat rangsangan yang kuterima dari perlakuannya padaku. Aku makin gila menggelinjang-gelinjang penuh kenikmatan, belakang kepalanya kupegangi erat-erat dan menyurukkannya makin dalam pada pangkal pahaku. Aku ingin dia melumat habis kewanitaanku. Kurasakan kewanitaanku makin basah oleh cairan lendir hangat bercampur liur miliknya, kadang dia malah menghisap-hisap tonjolan daging kecil sebesar biji kacang polong dalam kewanitaanku, membuatku makin mengerang-erang dengan penuh kenikmatan, kurasakan sensasi yang luar biasa hebat, seakan-akan ada hawa panas yang berpangkal dari kewanitaanku menjalari seluruh syaraf tubuhku.
Aku bermandikan keringat, dan mendesah-desah memohon padanya untuk segera menghujamkan batang kejantanannya pada lubang kewanitaanku. "Oohh.. Sayang.. please.. sekarang.. uuhh.. mmhh.." mataku terpejam rapat. "Sebentar", akhirnya dia beranjak, lalu menempatkan ujung kepala batang kejantanannya pada bibir kewanitaanku, aku membantunya dengan menggenggamnya dan mengarahkannya perlahan memasuki lubang senggamaku yang hangat dan licin. "Sreett.. sreett.." terasa agak susah, karena batang milliknya lumayan besar dan panjang. "Wah agak susah yaa..?" dia tersenyum, memandangku. Aku berinisiatif untuk membantunya, dengan berbalik dan langsung kupegang batang kejantanannya, mengarahkannya pada mulut mungilku, lalu langsung kujilati, kuhisap dan kubasahi dengan liurku. Mulutku terasa penuh menampung kejantanannya, kemudian aku mulai mengeluar-masukkannya pada mulutku, sambil sesekali menghisapnya, hingga kedua pipiku terlihat kempot, saking bernafsunya.
Tubuhnya bergetar hebat menerima perlakuan lidahku pada kejantanannya, dia mendesah-desah, "Ooohh.. Din.. aauuhh.. ennakk.. egghh.. ouhh.. mm.." Batang kejantanannya keluar masuk dalam mulut mungilku, hingga terlihat mengkilap karena air liurku. Setelah kurasa cukup, aku menyuruhnya untuk segera memas**annya pada lubang kewanitaanku, yang sudah tidak sabar lagi menanti untuk diterobosnya. "Sekarang.. Say, ahh", aku memohon pendek.
Dia mengarahkan lagi batang kejantanannya pada mulut kewanitaanku, lalu menekannya sedikit demi sedikit, "Srett.. sreett.." kali ini terasa agak lebih mudah, aku membantunya dengan menjepitkan kedua kakiku pada pinggangnya, kemudian setelah sekitar sepertiga bagian batang itu masuk, dia tiba-tiba menghujamkannya keras-keras. "Auuhh.. oouuhh.. iyahh.. yahh.. sshh.. hh.." aku berseru pendek saat kurasakan batang itu masuk menyungkal dalam-dalam pada kewanitaanku.
Dia lalu menggoyang-goyangkan pinggangnya maju-mundur, menghajar lubang kewanitaanku dengan kejantanannya. Aku merasakan kenikmatan luar biasa berpangkal pada lubang kewanitaanku, hingga makin banyak cairan bening yang hangat, berbau khas keluar dari kewanitaanku. Aku mengimbanginya dengan ikut bergoyang seirama hujaman tubuhnya kadang kuputar-putar pantatku hingga batangnya makin terjepit erat dalam kewanitaanku. Berdua kami mengerang-erang terbakar birahi. "Auuhh.. oohh.. iiyaahh.. yaahh.. yahh.. sshh.. uh.. uh.. oouuww!"
Tiba-tiba bibirnya melumat bibirku dengan liarnya, lidah kami beradu saling jilat, saling hisap dengan rakusnya, beberapa saat kemudian mulutnya segera berpindah pada kedua puting payudaraku, memberinya gigitan-gigitan kecil, sementara kejantanannya masih dengan buasnya menghajar lubang kewanitaanku. Aku benar-benar merasakan nafsu yang begitu panas membara. Hingga akhirnya aku mencapai puncak, aku menjerit kecil, "Auuhh.. ouhh.. ouuw.. aku.. auuhh.. aahh.. hh.!" kurasakan seluruh persendian tubuhku berlolosan, tubuhku yang bermandi keringat bergetar dengan hebatnya, dua tanganku mencakar-cakar punggungnya, saat itu kurasakan sesuatu meledak dari dalam tubuhku dan memberikan sensasi hebat ke seluruh saraf tubuhku, kurasakan sangat ringan sekali dan nikmat tiada tara, serasa terbang ke nirwana, aku orgasme dengan sempurna.
Dia sendiri belum selesai, dia menghentikan genjotannya pada kewanitaanku, memberikan kesempatan padaku untuk menikmati sensasi orgasme, setelah dirasanya cukup, tanpa mencabutnya dahulu, dia langsung mulai lagi meningkatkan goyangannya. Batangannya mulai lagi keluar masuk dalam liang kewanitaanku, kurasakan lagi kenikmatan yang luar biasa akan hal itu. Kupandangi dalam-dalam wajahnya yang diliputi nafsu membara, seakan-akan kami berbicara dengan tindakan, bukannya dengan kata-kata.
Hingga akhirnya dia merasa tidak kuat lagi, dan sebelum benteng pertahanannya jebol, aku segera beranjak meraih batang kejantanannya yang amat tegang hingga urat-uratnya bertonjolan, yang mengkilat basah oleh cairan kewanitaanku, dan segera saja aku mengulumnya lagi, menghisapnya kuat-kuat, kemudian, "Auuhh.. oohh.. Diinn.. sshh.. hh.."´ erangnya. Kurasakan cairan hangat dan kental muncrat deras memenuhi rongga mulutku, begitu banyak hingga berleleran pada bibirku, aku segera menelannya dengan rakus seakan-akan haus akan lendir itu, menghisapnya hingga tetes terakhir. Aku puas sekali.
Tubuhnya menggelosoh pelan di samping tubuhku, basah oleh keringat. Kamar itu hening, suara TV sudah lama hilang, sebagai gantinya hanya terdengar dengusan nafas dua ma**sia dewasa berlainan jenis yang terkapar sehabis bercinta dengan liarnya. Dia memandangku dengan lembut, lalu berbisik, "Terima kasih Sayang, aku menikmatinya.." dia mengecup keningku. Aku tidak menjawab, hanya mengangguk pelan dengan senyum kecil menghiasi bibirku.
Setelah beberapa saat berlalu dengan canda dan obrolan kecil, kami mulai lagi bersiap-siap untuk ronde berikutnya. Kali ini aku mengambil alat bantu dari travel bag yang kubawa, yaitu batang vi****or plastik yang digerakkan dengan tenaga baterai, kuangsurkan barang itu padanya. Dia sekali lagi kaget, tidak menyangka kalau aku menyuruhnya merangsang dengan menggunakan vi****or itu.
"Wah, kamu sering pakai ini yah..?" dia tergelak kecil.
"Ah, banyak kok wanita yang pakai, cuma mereka nggak pernah bilang aja ke pasangannya masing-masing.." paparku.
"Iya gitu..?" dia masih terheran-heran.
Aku tidak memberinya kesempatan bertanya lebih lanjut, aku segera menubruknya dan melumat bibirnya dengan penuh nafsu, buah dadaku yang kenyal menekan dadanya. Dia membalas pagutanku. Kemudian aku meraih batang vi****or itu dari tangannya dan menyalakannya, terdengar suara berdengung pelan saat barang itu bergetar perlahan. Dengan mulut masih berpagutan erat, aku mencoba menyelipkan vi****or itu pada selangkanganku, getaran dari alat itu membuat saraf-saraf pada bukit kewanitaanku terangsang kembali, hingga kurasakan berdenyut-denyut pelan, dan mulai menghangat oleh cairan kewanitaanku.
Kemudian, kuberikan vi****or itu padanya. Sementara itu tubuhku telah ditelusuri oleh jilatan lidah dan pagutan-pagutan kecilnya, hingga akhirnya kembali lagi mulutnya telah berada di bibir kewanitaanku. Kali ini dengan vi****or yang menancap dalam-dalam pada kewanitaanku, lidahnya berusaha mencari tonjolan daging kecil milikku. Akhirnya berhasil juga dia melakukan hal itu, dengan mulutnya dia melumat habis areal sekitar kewanitaanku, tetapi tangannya juga beraksi mengocok-kocok batang vi****or itu keluar masuk liang kewanitaanku, hingga dilumuri lendir putih, licin, dan berbau khas. Sebagian lendir lain yang berubah menjadi busa karena dikocok, meleleh keluar kewanitaanku menuju lubang a**s. Tubuhku menggelepar-gelepar merasakan rangsangan yang sedemikian hebatnya. Aku mengerang-erang penuh kenikmatan. Keringat membasahi sekujur tubuhku, aku merasa geli luar biasa. "Oohh.. oohh.. hess.. sshh..
Kugigit bibirku kuat-kuat dengan mata terpejam, menahan panasnya gelombang birahi yang menjalari tubuhku. Aku mulai tak tahan lagi. Tiba-tiba kudengar perintahnya, "Din, tolong kamu berbalik tengkurap." Aku mengerti maksudnya, maka dengan vi****or masih menancap pada lubang kewanitaanku, aku berbalik, lalu menunggingkan pantatku yang mengkilap karena keringat.
Kemudian dia mengambil posisi tepat di belakangku, lalu kurasakan lidahnya menjilat-jilat areal sekitar lubang a**sku, dibarengi dengan ibu jarinya yang mencoba diselipkan keluar-masuk pada lubangnya. Akhirnya dia berdiri mengangkangiku, lalu menggengam batang kejantanannya mencoba menusuk lubang a**sku dengan pelahan. "Sreett.. sreett.." agak terasa susah pada awalnya, tetapi karena telah dilumuri oleh ludah dan sebagian cairan lendir kewanitaanku, maka pelan-pelan batang kejantanannya melesak masuk pada lubang pantatku.
"Auusshh.. sstthh.. sshh.. egg.. ouhh.. oh.." aku makin merasakan rangsangan yang luar biasa hebat saat dia mulai menggoyangkan pinggangnya, menghajar lubang a**sku dengan batang kejantanannya, sementara itu juga vi****or yang masih bergetar menancap pada lubang kewanitaanku, kukocok-kocok dengan sebelah tanganku. Dua batang menghajar dua lubang pada tubuh bagian bawahku. Maka makin deraslah lendir yang keluar dari kewanitaanku, makin hangat, dan sensasi yang ditimbulkan juga luar biasa hebat. Aku makin tak tahan lagi. "Aaarrgghh.. aahh.. oohh.. hhss.. sshh..!" aku berteriak-teriak penuh kenikmatan, rambutku telah acak-acakan. Tubuhku makin menggelinjang-gelinjang tak karuan. Pinggangku dipegangnya, hingga memudahkannya menghajar lubang pantatku. Dua batang itu bergantian membongkar lubang kewanitaan, dan lubang a**sku, hingga kurasakan tubuhku bergetar dengan hebatnya. "Ohh.. yaah.. akkh.. aku.. kelluuarrh.. oohhs.. ssh.." aku mengalami orgasme dengan hebatnya, kurasakan lagi sesuatu meledak menjalari seluruh saraf tubuhku, tak lama kemudian dia pun mengerang-erang juga, "Oohh Din.. oouhh.. aku.. juga mau.. mau.." belum sempat dia menyelesaikan kata-katanya, dia segera mencabut batang kejantanannya, lalu dengan tergesa dia cabut p**a vi****or pada kewanitaanku, menggantikannya dengan menghujamkan dalam-dalam batang kejantanannya sendiri ke lubang kewanitaanku, lalu sepersekian detik kemudian dinding-dinding rongga kewanitaanku merasakan semprotan lendir hangat dengan derasnya memenuhi lubang kewanitaanku yang berdenyut-denyut merah merekah, licin dan basah. Lendir putih hangat, kental itu sampai berleleran keluar di mulut bukit empuk milikku, bercampur dengan cairan kewanitaanku.
Akhirnya malam itu kami bertempur habis-habisan, aku sendiri sampai merasakan orgasme tujuh kali berturut-turut. Benar-benar malam yang panas dan liar. Begitu juga malam-malam berikutnya, kami selalu bercinta, mencoba berbagai macam gaya, hingga akhirnya tak terasa weekend telah habis dan aku harus kembali bekerja esok harinya. Aku sangat puas memperoleh lawan yang seimbang, yang begitu mengerti bagaimana seni bercinta di tempat tidur, dan bagaimana memperlakukan wanita dengan penuh kelembutan dan kematangan emosi.

Address

Jakarta
34521

Telephone

+62823584459

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Esex Esex posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share