Scripture Union Indonesia (a.k.a PPA)

Scripture Union Indonesia (a.k.a PPA) Scripture Union Indonesia (a.k.a Pancar Pijar Alkitab) is Bible Ministry for children, youth, and ad Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

SCRIPTURE UNION INDONESIA (a.k.a Persekutuan Pembaca Alkitab) adalah bagian dari Scripture Union International yang beranggotakan 150 negara di seluruh dunia. SU Asia Timur & Barat
386 Jalan 5/59
47509 Petaling Jaya
Selangor, Malaysia

SU International
126 Barry Pde
Fortitude Valley, Brisbane
Queensland 4006, Australia

-----

Kind Info:

Page Scripture Union Indonesia (SU Indonesia) dibuat khusus

untuk menjadi sarana PUBLIKASI dan INFORMASI dari SU Indonesia. Mohon untuk tidak menulis apapun yang tidak relevan dengan SU Indonesia. Semua tulisan yang tidak sesuai dengan tujuan pembuatan Page SU Indonesia akan dihapus tanpa pemberitahuan. Tuhan memberkati kita semua! Salam dalam kasih Kristus,
Daniel Adhi Surya
(Page's Admin SU Indonesia)

01/09/2026

Ayub 1:6โ€“12 mengajak kita melihat lebih dalam: apa sebenarnya motivasi hati kita dalam mengikut Tuhan?

Apakah kita mengasihi Tuhan karena berkat-Nya, perlindungan-Nya, dan kehidupan yang nyaman? Atau tetap memilih Tuhan karena kita sungguh percaya bahwa Dia berharga, bahkan ketika keadaan tidak sesuai harapan?

Tuhan tidak hanya melihat apa yang kita lakukan, tetapi juga motivasi di balik hati kita.

Mari bertanya pada diri sendiri: โ€œMengapa aku mengikut Tuhan?โ€


01/09/2026

SANTAPAN HARIAN | SCRIPTURE UNION INDONESIA
Selasa, 1 September 2026 (Minggu ke-14 sesudah Pentakosta)

2 Samuel 12:26-31
Kesuksesan Hamba Tuhan

Kesuksesan seseorang di dunia pekerjaan maupun pelayanan tidak menjamin orang itu pasti sukses juga di dalam keluarga. Banyak tokoh ternama dan terhormat yang berakhir tragis karena tidak berhasil menjalankan peran yang tepat di dalam keluarganya.

Daud adalah tokoh yang sukses. Kesuksesannya nyata ketika ia memimpin pasukan Israel, memenangkan sejumlah peperangan, dan mendapat nama bagi dirinya (lih. 2Sam. 8:13). Kemenangan itu menjadi berkat kemakmuran dan kedamaian bagi bangsa Israel yang ia pimpin.

Tak hanya itu, Daud juga memiliki Yoab, pengikut setia yang sangat rela berkorban baginya. Yoab berhasil menang atas Raba dan merebut benteng air kota itu (27), yang berarti ia berhasil menguasai sumber kehidupan kota itu. Ia bisa saja mendapat nama untuk dirinya sendiri. Akan tetapi, karena kesetiaannya yang besar, ia rela memberikan kemenangan itu kepada Daud, pemimpin yang dihormatinya (28). Jika Daud bukanlah pemimpin yang baik, tidak mungkin Yoab melakukan tindakan itu. Pastilah tidak mudah untuk mendapat penghormatan dari pahlawan yang tangguh dan gagah perkasa seperti Yoab.

Kesuksesan Daud menjadi makin nyata ketika ia berhasil memimpin seluruh tentara Israel, mengambil mahkota raja Amon, dan menaklukkan Kota Raba (29-31). Ini semua membuktikan bahwa dalam kepemimpinannya sebagai raja, Daud sangat dapat diandalkan dan dibanggakan.

Namun, perhatikanlah, bagian ini merupakan catatan singkat tentang keberhasilan Daud yang diapit oleh catatan tentang dosa perzinaannya dengan Batsyeba (lih. 2Sam. 11-12) dan catatan tentang kegagalannya sebagai kepala keluarga (lih. 2Sam. 13-19).

Kisah Daud menjadi kisah yang menginspirasi kita untuk menjadi pemimpin yang taat dan setia kepada Tuhan. Namun, kisah Daud juga membuat kita menyadari bahwa sungguh tidak mudah untuk menjadi berkat di dalam keluarga. Kiranya kita sukses sebagai orang beriman tidak hanya bagi orang yang kita pimpin dan layani, tetapi juga bagi keluarga yang paling dekat dan tinggal bersama kita. [JHN]

๐ŸŒฑ Tidak ada pelayanan yang sia-sia di hadapan Tuhan!Saat kita menolong teman, berbagi dengan orang lain, membantu di rum...
31/08/2026

๐ŸŒฑ Tidak ada pelayanan yang sia-sia di hadapan Tuhan!

Saat kita menolong teman, berbagi dengan orang lain, membantu di rumah, atau melayani dengan kasih, mungkin tidak selalu ada yang melihat atau mengucapkan terima kasih. Tetapi Tuhan melihat semuanya. ๐Ÿค Tuhan tidak pernah lupa setiap kebaikan dan kasih yang kita tunjukkan demi nama-Nya.

Jadi, yuk terus melayani dengan hati yang tulus dan penuh kasih!
Karena apa yang kita lakukan untuk Tuhan selalu berarti. โœจ

31/08/2026

SANTAPAN HARIAN | SCRIPTURE UNION INDONESIA
Senin, 31 Agustus 2026 (Minggu ke-14 sesudah Pentakosta)

2 Samuel 12:1-25
Kebutaan Akut

Ilmu saraf menunjukkan bahwa memori manusia untuk mengingat kejadian masa lalu bisa saja tidak akurat. Apalagi jika itu adalah cerita tentang perbuatan buruk pada masa lalu. Cerita itu bisa ditutup rapat dan dikubur, agar tak terdengar lagi.

Sepertinya Daud sudah tidak terusik dengan perbuatan kejinya yang menyebabkan Batsyeba mengandung. Lalu Daud membunuh Uria, abdi setianya, yang adalah suami Batsyeba. Apalagi di dalam Alkitab tidak tercatat ada orang yang mengutuki perbuatannya. Bahkan barangkali dia dianggap sebagai pahlawan dengan memperistri Batsyeba, karena orang bisa melihat Daud seperti penebus yang memelihara janda Uria (orang Het), seorang asing (bukan Israel).

Kebutaan Daud sungguh akut dan menyedihkan, sehingga untuk itulah Nabi Natan diutus (1). Ketika Daud diminta pendapat oleh Natan, yang sebenarnya merupakan refleksi diri, ia bereaksi sangat berlebihan, begitu marah, dan menunjukkan kesalehan palsu yang seolah mau meneriakkan keadilan bagi mereka yang tertindas (5). Ia tidak sadar bahwa dia sendirilah yang digambarkan sebagai orang kaya yang tamak itu. Kemarahan Daud bahkan barangkali adalah ketidaksadaran diri yang membenci perbuatan busuk yang pernah dilakukannya.

Tuntutan Daud untuk mengganti domba orang miskin itu dengan hanya empat kali lipat juga menyedihkan (6). Dia tidak menyimak cerita Nabi Natan ini dengan hati, bahwa orang miskin itu sangat mencintai dombanya, bahkan seperti anak perempuan sendiri, yang artinya, tak tergantikan.

Kebutaan Daud yang akut ini membuat Natan terpaksa mengonfrontasi Daud dengan keras, "Engkaulah orang itu!" (7)." Barulah Daud terpukul dan sadar akan perbuatan buruknya.

Terkadang kita sulit untuk berani terbuka atas perbuatan buruk kita. Kita menutupinya, melupakannya, atau bahkan memberikan makna yang lebih positif dari perbuatan itu. Tuhan mau kita dengan hancur hati berani mengakui perbuatan tersebut agar anugerah-Nya dapat dilimpahkan atas kita.

Belajarlah peka dan mengakui perbuatan buruk kita! [JHN]

30/08/2026

SANTAPAN HARIAN | SCRIPTURE UNION INDONESIA
Minggu, 30 Agustus 2026 (Minggu ke-14 sesudah Pentakosta)

2 Samuel 11
Tetap Berjaga-jaga

Ada masa ketika hidup terasa stabil dan segalanya berjalan baik. Di titik seperti itu, sering kali kita menjadi lengah. Saat tidak ada tekanan, justru di sanalah ada bahaya tersembunyi. Kita tidak sadar, kelengahan kecil bisa membuka pintu bagi kejatuhan besar.

Kejatuhan seseorang tidak terjadi tiba-tiba, tetapi berawal dari pandangan yang tidak dijaga, pikiran yang dibiarkan berkelana, dan keinginan yang tak dikendalikan. Begitu p**a Daud. Pada saat para raja pergi berperang, ia memilih tinggal di istana. Dari atap istananya itulah ia melihat Batsyeba (2).

Daud, raja yang dikasihi TUHAN, jatuh bukan karena kelemahan fisik, melainkan karena hati yang lengah. Saat ia seharusnya pergi berperang, ia malah menuruti hawa nafsu.

Dosa yang bermula dari pandangan berakhir dengan tindak kejahatan besar. Daud mengambil Batsyeba, lalu berusaha menutupi perbuatannya dengan mengatur kematian suaminya, Uria (15).

Begitulah dosa bekerja. Iblis tidak selalu datang dalam rupa yang menakutkan, kerap kali godaannya malah hadir lewat kesenangan kecil yang tampak tak berbahaya. Satu tatapan bisa membuka pintu bagi kehancuran, satu langkah keliru bisa menjauhkan kita dari Tuhan.

Kita pun bisa jatuh ke dalam hal yang sama ketika kita membiarkan pandangan, pikiran, dan keinginan berjalan tanpa kendali. Karena itu, penting bagi kita untuk selalu berjaga-jaga, memperlengkapi diri dengan perisai Allah.

Tuhan tidak menuntut kesempurnaan, melainkan ketaatan dan kesediaan untuk ditegur. Daud memang jatuh, tetapi ia juga bertobat dengan hati yang hancur dan tulus di hadapan Allah. Dari situ kita belajar bahwa pemulihan selalu mungkin selama kita mau kembali. Tidak ada dosa yang terlalu besar bagi kasih karunia Tuhan, tetapi juga tidak ada kelengahan yang terlalu kecil untuk diabaikan. Karena itu, kita masing-masing perlu memeriksa hati dan membangun hubungan pribadi dengan Tuhan. Saat hati terus melekat pada-Nya, mata kita akan terarah kepada yang benar dan langkah kita dijauhkan dari jalan yang menuju kehancuran. [SLM]

๐Ÿ’› Memilih Tuhan adalah keputusan setiap hari.Di tengah banyak pilihan, yuk belajar untuk tetap teguh memilih Tuhan dan m...
29/08/2026

๐Ÿ’› Memilih Tuhan adalah keputusan setiap hari.

Di tengah banyak pilihan, yuk belajar untuk tetap teguh memilih Tuhan dan menjadikan Dia pusat kehidupan kita. Bukan hanya berkata โ€œaku memilih Tuhanโ€, tetapi juga menunjukkannya melalui hidup kita. ๐Ÿ™โœจ

๐Ÿ“– โ€œTetapi, aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!โ€ โ€” Yosua 24:15b

Sudahkah kita memilih Tuhan hari ini? ๐Ÿ’›

29/08/2026

SANTAPAN HARIAN | SCRIPTURE UNION INDONESIA
Sabtu, 29 Agustus 2026 (Minggu ke-13 sesudah Pentakosta)

2 Samuel 10
Teruslah Menabur Kasih

Kasih yang tulus kadang dibalas dengan luka. Kita bermaksud menghargai, tetapi kita justru dituduh punya maksud tersembunyi. Saat hal itu terjadi, kita bisa menjadi ragu untuk berbuat baik lagi. Ketulusan sejati memang sering diuji lewat kesalahpahaman.

Daud berniat menunjukkan kebaikan kepada Hanun, karena ayah Hanun pernah berbuat baik kepadanya (2). Niat itu seharusnya menjadi tanda persahabatan dan penghargaan. Namun, para pembesar Amon justru menuduh Daud mengirim mata-mata untuk memata-matai negeri mereka. Fitnah itu membuat Hanun mempermalukan para utusan Daud dengan mencukur janggut dan merobek pakaian mereka (4). Pada masa itu, tindakan seperti itu bukan sekadar penghinaan fisik, tetapi pelecehan terhadap martabat dan kehormatan bangsa.

Namun, Daud tidak langsung membalas dengan kemarahan. Ia tidak seketika menyerang, tetapi terlebih dahulu memulihkan harga diri para utusannya (5). Ia tahu bahwa emosi sesaat tidak akan membawa keadilan.

Ketika bangsa Amon menyewa pasukan Aram untuk menyerang Israel, Daud mengutus Yoab maju dengan segenap pasukan pahlawan (7). Meski jumlah musuh lebih besar, mereka tetap percaya kepada TUHAN karena mereka tahu TUHAN yang memberi kemenangan besar kepada Israel. Daud menyerahkan semuanya kepada TUHAN.

Dari kisah Daud, kita belajar bahwa ketulusan tidak perlu pembuktian manusia, sebab Tuhan sendirilah yang menilai dan membela hati yang tulus. Ia melihat setiap niat dan ketulusan di balik tindakan kita.

Janganlah berhenti berbuat baik hanya karena kita disalahpahami. Dunia bisa menuduh, memfitnah, bahkan mempermalukan kita, tetapi Tuhan tidak pernah salah menilai hati. Saat kita tetap memilih berbuat baik, meskipun difitnah, Tuhan akan memulihkan, membela, dan memberi kita kemenangan pada waktu yang tepat.

Teruslah menabur kasih karena kebaikan yang ditabur dengan hati murni dan tulus tidak akan pernah sia-sia di hadapan Tuhan. [SLM]

๐ŸŒŸ Tuhan memberikan setiap kita kemampuan dan talenta. Bukan untuk disimpan sendiri, tetapi untuk dipakai melayani dan me...
28/08/2026

๐ŸŒŸ Tuhan memberikan setiap kita kemampuan dan talenta. Bukan untuk disimpan sendiri, tetapi untuk dipakai melayani dan menjadi berkat bagi orang lain. ๐Ÿ’›

Yuk, belajar menggunakan apa yang Tuhan percayakan kepada kita dengan penuh sukacita dan kasih! ๐Ÿ™Œโœจ

๐Ÿ“– โ€œLayanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang...โ€ โ€” 1 Petrus 4:10

28/08/2026

SANTAPAN HARIAN | SCRIPTURE UNION INDONESIA
Jumat, 28 Agustus 2026 (Minggu ke-13 sesudah Pentakosta)

2 Samuel 9
Kasih yang Tidak Melupakan

Kadang kasih sejati muncul di tempat yang tak terduga. Misalnya, seseorang yang memilih mengingat kebaikan musuh di masa lalu, padahal ia punya kuasa untuk membalas dendam kepada musuhnya itu.

Daud berada di puncak kekuasaannya ketika ia teringat kepada Yonatan, sahabatnya yang telah tiada. Jika banyak raja yang lain menyingkirkan keturunan musuhnya lantaran menganggapnya sebagai ancaman, Daud malah menunjukkan kasihnya (1).

Ketika ia diberi tahu tentang Mefiboset, ia menjemputnya (5).

Tindakannya bukan sekadar belas kasihan kepada anak Yonatan yang terpinggirkan dan terlupakan itu, tetapi wujud kasih setia kepada perjanjian yang pernah ia buat dengan Yonatan (7). Ia mengingat janjinya bukan hanya karena kewajiban, tetapi karena hatinya telah disentuh oleh kasih setia Allah.

Mefiboset, yang cacat dan hidup di pengasingan, tidak punya daya untuk menolong dirinya sendiri. Namun, kasih Daud memulihkan dia. Daud mengangkat martabatnya kembali dan menempatkannya di meja raja, suatu tempat yang tidak pernah Mefiboset bayangkan sebelumnya (13).

Hal ini mirip dengan kondisi kita yang dahulu hidup dalam dosa, namun kini kita sudah dipanggil menjadi anak Allah. Kasih Allah mengembalikan identitas kita dan pemulihan sejati terjadi saat kita menyadari siapa diri kita di hadapan-Nya dan memilih hidup dalam kasih itu setiap hari.

Kita semua seperti Mefiboset-lemah, tak layak, dan sering tersembunyi di tempat ketakutan kita. Namun Allah, lewat kasih dan anugerah-Nya, memanggil kita untuk duduk bersama-Nya, bukan sebagai hamba, melainkan sebagai anak yang dikasihi-Nya. Kasih yang Daud tunjukkan hanyalah bayangan kecil dari kasih Allah yang besar kepada manusia yang berdosa.

Jangan lupakan kebaikan yang pernah kita terima dan juga orang-orang yang pernah berbuat baik kepada kita. Kasih sejati tidak berhenti pada masa lalu, tetapi terus hidup melalui tindakan nyata pada masa kini. Karena Allah telah mengangkat dan memulihkan kita, kini giliran kita menjadi saluran kasih itu bagi orang lain juga. [SLM]

27/08/2026

SANTAPAN HARIAN | SCRIPTURE UNION INDONESIA
Kamis, 27 Agustus 2026 (Minggu ke-13 sesudah Pentakosta)

2 Samuel 8
Tuhan yang Memberi Kemenangan

Setiap orang tentunya mengharapkan kemenangan, dan banyak yang berjuang untuk meraihnya. Teks hari ini memberikan daftar panjang kemenangan Daud yang ia dapatkan karena TUHAN memberikannya kepadanya, bukan sekadar perjuangan keras Daud sendiri.

Orang Filistin, orang Moab, Hadadezer bin Rehob (raja Zoba), dan orang Aram dari Damsyik, semuanya ditaklukkan oleh Daud. Semua pasukan dikalahkan, ada yang diambil kendali pemerintahannya, ada yang harus mempersembahkan upeti, ditawan, dan juga ditewaskan (1-8). Bahkan, Toi (raja Hamat) tunduk kepada Daud (9-12), dan orang Edom di Lembah Asin takluk kepadanya (13-14). Inilah yang membuat Daud mendapat nama.

Kunci kemenangan Daud disebutkan dua kali: "TUHAN memberi kemenangan kepada Daud ke mana pun ia pergi" (6, 14). Daud menang bukan karena kuat dan gagahnya pasukannya, bukan p**a karena hebatnya strategi perang yang dia punya, tetapi semata-mata karena TUHAN yang memberi kemenangan kepadanya.

Bahkan, kata "ke mana pun ia pergi" menunjukkan tidak terbatasnya kedaulatan TUHAN yang menyertai dia dalam setiap langkahnya. Memang Daud yang maju berperang, tetapi TUHANlah yang membuatnya menang.

Kita juga menghadapi peperangan kita setiap hari. Layaknya Daud yang memiliki banyak musuh, kita pun punya berbagai pergumulan, entah masalah keluarga, masalah kesehatan kita atau orang yang kita sayangi, ataupun masalah ekonomi. Sadarilah bahwa kita tidak berperang seorang diri, tetapi ada Tuhan yang beserta kita ke mana pun kita pergi.

Seperti yang Daud katakan dalam Mazmur 23:4, "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang meneguhkan aku".

Apa pun peperangan yang kita hadapi hari ini, percayalah kepada Tuhan yang menguatkan dan memberi kemenangan bagi kita dengan kuasa-Nya. Hadapilah hidup Anda bersama Tuhan, sang pemberi kemenangan! [RBM]

Address

Jalan Pintu Air Raya No. 7 Blok C4/Kompleks Mitra Pintu Air
Jakarta
10710

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:00

Telephone

+62213442461

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Scripture Union Indonesia (a.k.a PPA) posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Scripture Union Indonesia (a.k.a PPA):

Shortcuts

Share