01/08/2026
Pameran Arsip dan Koleksi Dewan Kesenian Jakarta
Kepo Kosmopo: Melampaui “Gincu Dunia Ketiga”
Kepo sering dipahami sebagai rasa ingin tahu yang berlebihan. Dalam pameran ini, kepo justru dimaknai sebagai keberanian untuk terus bertanya, belajar, dan membangun percakapan. Dipadukan dengan kosmopo—kosmopolitanisme—merujuk pada semangat Taman Ismail Marzuki (TIM) sejak kelahirannya: sebuah ruang yang selalu ingin mengetahui dunia sekaligus memperkenalkan Indonesia kepada dunia.
Kosmopolitanisme yang tumbuh di TIM bukanlah proyek menjadi "Barat", melainkan hasil dari sejarah panjang perjumpaan. Jauh sebelum TIM berdiri pada 1968, Jakarta telah menjadi kota pelabuhan tempat berbagai bahasa, gagasan, dan praktik artistik saling bertemu.
Pameran ini tidak ingin meromantisir masa lalu, tetapi mengajak kita membaca kembali sejarah TIM sebagai pelajaran tentang keberanian membangun visi kebudayaan. Sejarah menunjukkan bahwa infrastruktur seni Indonesia justru dibangun ketika negeri ini menghadapi krisis ekonomi, keterbatasan sumber daya, dan ketidakpastian politik. Karena itu, pertanyaan yang diajukan pameran ini bukanlah bagaimana mengembalikan kejayaan masa lalu, melainkan bagaimana mewarisi keberanian untuk terus bersikap kepo terhadap dunia tanpa kehilangan pijakan pada pengalaman sendiri. Sebab, yang dipertaruhkan bukan hanya keberlangsungan sebuah institusi bernama Taman Ismail Marzuki, melainkan kemampuan kita membayangkan kebudayaan sebagai fondasi kehidupan bersama—ruang tempat masyarakat berpikir, berdebat, berimajinasi, dan terus menciptakan kemungkinan-kemungkinan baru.
Mari kunjungi Pameran Arsip dan Koleksi Kepo Kosmopo yang akan berlangsung pada:
4 – 14 Agustus 2026
Pukul 10.00 – 19.00 WIB
Selasar Nasar, Paviliun Raden Saleh – ARTOTEL
Lantai 8, Gedung Ali Sadikin, Taman Ismail Marzuki
Archive and Collection Exhibition Jakarta Arts Council
Kepo Kosmopo: Beyond “Lipstick for the Third World”
In Indonesian, kepo is a colloquial expression commonly used to describe excessive curiosity or nosiness. In this exhibition, kepo is reimagined as the courage to ke