Dewan Kesenian Jakarta (Jakarta Arts Council)

Dewan Kesenian Jakarta (Jakarta Arts Council) Welcome to the official fan page of the Jakarta Arts Council. Here you can find details about our vision&mission, programs, activities, and upcoming events.

Also follows us on Twitter

Penutupan Pameran Arsip dan Koleksi Dewan Kesenian Jakarta 2026Kepo Kosmopo: Melampaui “Gincu Dunia Ketiga”Sebagai bagia...
12/08/2026

Penutupan Pameran Arsip dan Koleksi Dewan Kesenian Jakarta 2026

Kepo Kosmopo: Melampaui “Gincu Dunia Ketiga”

Sebagai bagian dari aktivasi arsip kosmopolitan Dewan Kesenian Jakarta, untuk menutup Pameran Kepo Kosmopo yang telah berlangsung sejak tanggal 4 Agustus 2026 kemarin, mari datang dan ramaikan: Diskusi, Pembacaan Puisi Asean 78, dan Pertunjukan Musik pada:

🗓️Jumat, 14 Agustus 2026
⏰Pukul 16.30 - 18.00 WIB
📍Selasar Nashar, Paviliun Raden Saleh - ARTOTEL Curated
Lantai 8 Gedung Ali Sadikin, Taman Ismail Marzuki

Sampai bertemu~

06/08/2026

Di penghujung masa kerja Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) periode 2023–2026, para ketua komite DKJ; Film, Sastra, Tari, Musik, Teater, dan Seni Rupa menginisiasi sebuah seri bincang santai berbentuk podcast sebagai ruang refleksi bersama atas perjalanan program yang telah dijalankan. Melalui percakapan ini, setiap komite berbagi cerita mengenai upaya-upaya yang sedang dan telah dilakukan, alasan mengapa program tersebut penting, siapa yang menjadi sasaran dan penerima manfaatnya, hasil-hasil yang telah dicapai, serta berbagai tantangan dan kendala yang dihadapi selama proses kerja.

Inisiatif ini merupakan upaya untuk membayangkan kembali program sebagai inti dari fungsi Dewan Kesenian Jakarta: sebagai lembaga yang merawat ekosistem seni, memfasilitasi pertukaran pengetahuan, serta memperkuat hubungan antara seniman, publik, dan berbagai pemangku kepentingan kebudayaan di Jakarta.

Saksikan lengkapnya di:
https://www.youtube.com/watch?v=zLlks9wefxs

Selamat bertugas kepada anggota Dewan Kesenian Jakarta yang telah resmi dikukuhkan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anu...
05/08/2026

Selamat bertugas kepada anggota Dewan Kesenian Jakarta yang telah resmi dikukuhkan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026

Kemeriahan Malam Anugerah Sayembara Kritik Sastra DKJ 2026Kamis, 23 Juli 2026, Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta bers...
04/08/2026

Kemeriahan Malam Anugerah Sayembara Kritik Sastra DKJ 2026

Kamis, 23 Juli 2026, Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta bersama Uppkjtim sukses menggelar Malam Anugerah Sayembara Kritik Sastra DKJ 2026 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki.

Lebih dari sekedar memilih naskah terbaik, sayembara kritik tahun ini menjadi penanda tradisi berpikir kritis terhadap karya sastra masih terus hidup. Sebagaimana karya sastra membutuhkan pembaca, ia juga memerlukan kritik agar terus diperdebatkan, ditafsirkan, dan menemukan relevansinya di tengah perubahan zaman.

Baca postingan kemeriahan Malam Anugerah Sayembara Kritik Sastra DKJ 2026 lengkapnya di:
https://dkj.or.id/anugerah-sayembara-kritik-sastra-2026-dkj-dorong-tradisi-kritik-sastra/

Telah berpulang aktor senior Diding Boneng (Zainal Abidin), pada 3 Agustus 2026. Lahir pada 4 Maret 1950, Bang Didin mem...
04/08/2026

Telah berpulang aktor senior Diding Boneng (Zainal Abidin), pada 3 Agustus 2026.

Lahir pada 4 Maret 1950, Bang Didin memulai karirnya di teater pada 1973, pada FTR (Festival Teater Remaja) yang kini menjadi FTJ (Festival Teater Jakarta).

Dalam perkembangannya, ia memulai karir filmnya pada tahun 1980 pada film berjudul Tiga Dara Mencari Cinta. Ia mulai dikenal sebagai aktor pada film-film komedi, khususnya pada film Warkop seperti Godain Kita D**g (1989), Mana Bisa Tahan (1990), Bisa Naik Bisa Turun (1991), Masuk Kena Keluar Kena (1992), dan film Warkop lainnya. Beberapa film lain yang ia jalani adalah Catatan Si Boy I, II, dan III pada era 1987-89 an.

Sampai akhir khayatnya ia masih aktif menonton FTJ, khususnya di FTJ Jakarta Timur, baik sebagai juri festival, dan juga sebagai penonton setia.

Selamat jalan, Bang Diding.

Terima kasih atas dedikasinya bagi seni teater Indonesia.

Dunia seni rupa Indonesia berduka. Kepergian Nasirun meninggalkan ruang hening yang sulit diisi. Ia bukan sekadar peluki...
01/08/2026

Dunia seni rupa Indonesia berduka. Kepergian Nasirun meninggalkan ruang hening yang sulit diisi. Ia bukan sekadar pelukis, melainkan seorang perupa yang menjadikan kanvas sebagai ruang dialog antara tradisi, spiritualitas, kritik sosial, dan kemanusiaan. Nasirun menghadirkan bahasa visual yang khas penuh simbol, figur-figur imajinatif, unsur wayang, mitologi Jawa, dan ledakan warna yang menjadikan setiap karyanya mudah dikenali.

Bagi Nasirun, seni bukan sekadar objek estetika, melainkan cara merawat ingatan dan menjalin persahabatan. Banyak karya dan pamerannya lahir dari penghormatan kepada sesama seniman, budayawan, serta tokoh-tokoh yang menginspirasi perjalanan hidupnya. Ia percaya bahwa seni adalah ruang perjumpaan yang mampu melampaui batas budaya, agama, dan generasi.

Kepergian Nasirun bukan hanya kehilangan bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga bagi ekosistem seni rupa Indonesia. Namun seorang seniman sejati tidak pernah benar-benar pergi. Ia akan terus hidup melalui ribuan garis, warna, simbol, dan gagasan yang diwariskannya kepada generasi berikutnya.

Selamat jalan, Nasirun.

Terima kasih atas ketulusan, keberanian, dan dedikasi bagi seni rupa Indonesia.

Pameran Arsip dan Koleksi Dewan Kesenian JakartaKepo Kosmopo: Melampaui “Gincu Dunia Ketiga”Kepo sering dipahami sebagai...
01/08/2026

Pameran Arsip dan Koleksi Dewan Kesenian Jakarta
Kepo Kosmopo: Melampaui “Gincu Dunia Ketiga”

Kepo sering dipahami sebagai rasa ingin tahu yang berlebihan. Dalam pameran ini, kepo justru dimaknai sebagai keberanian untuk terus bertanya, belajar, dan membangun percakapan. Dipadukan dengan kosmopo—kosmopolitanisme—merujuk pada semangat Taman Ismail Marzuki (TIM) sejak kelahirannya: sebuah ruang yang selalu ingin mengetahui dunia sekaligus memperkenalkan Indonesia kepada dunia.
Kosmopolitanisme yang tumbuh di TIM bukanlah proyek menjadi "Barat", melainkan hasil dari sejarah panjang perjumpaan. Jauh sebelum TIM berdiri pada 1968, Jakarta telah menjadi kota pelabuhan tempat berbagai bahasa, gagasan, dan praktik artistik saling bertemu.

Pameran ini tidak ingin meromantisir masa lalu, tetapi mengajak kita membaca kembali sejarah TIM sebagai pelajaran tentang keberanian membangun visi kebudayaan. Sejarah menunjukkan bahwa infrastruktur seni Indonesia justru dibangun ketika negeri ini menghadapi krisis ekonomi, keterbatasan sumber daya, dan ketidakpastian politik. Karena itu, pertanyaan yang diajukan pameran ini bukanlah bagaimana mengembalikan kejayaan masa lalu, melainkan bagaimana mewarisi keberanian untuk terus bersikap kepo terhadap dunia tanpa kehilangan pijakan pada pengalaman sendiri. Sebab, yang dipertaruhkan bukan hanya keberlangsungan sebuah institusi bernama Taman Ismail Marzuki, melainkan kemampuan kita membayangkan kebudayaan sebagai fondasi kehidupan bersama—ruang tempat masyarakat berpikir, berdebat, berimajinasi, dan terus menciptakan kemungkinan-kemungkinan baru.

Mari kunjungi Pameran Arsip dan Koleksi Kepo Kosmopo yang akan berlangsung pada:

4 – 14 Agustus 2026
Pukul 10.00 – 19.00 WIB

Selasar Nasar, Paviliun Raden Saleh – ARTOTEL
Lantai 8, Gedung Ali Sadikin, Taman Ismail Marzuki



Archive and Collection Exhibition Jakarta Arts Council
Kepo Kosmopo: Beyond “Lipstick for the Third World”

In Indonesian, kepo is a colloquial expression commonly used to describe excessive curiosity or nosiness. In this exhibition, kepo is reimagined as the courage to ke

Ketua Pengurus Harian Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada dekade 1990-an diisi oleh sejumlah tokoh penting, mulai dari Sal...
30/07/2026

Ketua Pengurus Harian Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada dekade 1990-an diisi oleh sejumlah tokoh penting, mulai dari Salim Said hingga Yulianti Parani. Mereka berperan besar dalam memperkenalkan DKJ ke kancah internasional sekaligus memperkuat kiprahnya sebagai lembaga kesenian.

Simak unggahan ini hingga akhir untuk mengetahui siapa saja yang pernah memimpin DKJ pada dekade tersebut. Ada yang mengenal salah satu tokoh tersebut? Ceritakan di kolom komentar!

Sumber: Arsip Dewan Kesenian Jakarta dan berbagai sumber.

Selamat kepada Para Pemenang Sayembara Kritik Sastra! 🎉Pada Malam Anugerah Sayembara Kritik Sastra, Kamis, 23 Juli 2026,...
28/07/2026

Selamat kepada Para Pemenang Sayembara Kritik Sastra! 🎉

Pada Malam Anugerah Sayembara Kritik Sastra, Kamis, 23 Juli 2026, telah diumumkan lima pemenang terpilih, yang terdiri dari 3 juara utama dan 5 naskah menarik minat juri dari 142 karya yang masuk.

Setiap karya yang terpilih menunjukkan kepengrajinan, keterbacaan, dan kebaruan dalam menyampaikan karya kritik sastra.

🏆 Juara 1
Fitrilya Anjarsari
“Keruntuhan Manusia Sebagai Pusat Kecenderungan Posthuman dalam Estetika Sastra Indonesia Mutakhir”
Hadiah: Rp25.000.000

🥈 Juara 2
Cindy Wijaya
“Ala-ala Negosiasi Pala-Pala Motosep”
Hadiah: Rp20.000.000

🥉 Juara 3
Ridwanul Hakim Authonul Mu**er
“Ironi dalam Empat Fragmen Kaca Patri”
Hadiah: Rp15.000.000

🎖 Naskah Menarik Minat Juri

- Ananda Bintang Purwaramdhona
“Melihat 5.068 Sampul Buku, Membaca Representasi Wajah Sastra Indonesia Periode 2000—2025”

- Deriska Lulu Salsabila
“Re: dan Tubuh yang Menolak Patuh: Menakar Estetika Performativitas dalam Arus Sastra Indonesia Mutakhir”

- Wahyu Gandi G
“Ingatan yang Terpecah: Produksi dan Negosiasi Memori Sastra Indonesia Pasca-2000”

- Sunlie
“Menimbang Kembali Definisi Sastra Indonesia”

- Fajar Laksana
“Nubuat dari Masa Depan; Berlepas Hikayat, Babat dan Serat”
Hadiah: .000.000

Hasil kritik karya para pemenang akan ditayangkan secara berkala di edisi khusus website tengara.id

Kami juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Setiap karya yang masuk membawa perspektif yang unik dan berharga, serta memperkaya lanskap kritik sastra di Indonesia.
Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Dinas Kebudayaan DKI Jakarta dan Uppkjtim atas dukungannya terhadap penyelenggaran Sayembara Kritik Sastra 2026 ini



Terima kasih kepada Anggota Dewan Kesenian Jakarta Periode 2023–2026 atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan s...
28/07/2026

Terima kasih kepada Anggota Dewan Kesenian Jakarta Periode 2023–2026 atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama masa bakti.

Semoga kontribusi, gagasan, dan kerja-kerja kesenian yang telah dihadirkan terus menginspirasi dan memperkuat perjalanan seni dan kebudayaan Jakarta menuju kota global yang berbudaya.

Address

Jln. Cikini Raya No. 73
Jakarta
10330

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dewan Kesenian Jakarta (Jakarta Arts Council) posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share