Perempuan Mahardhika

Perempuan Mahardhika Perempuan keluar rumah! Bangun organisasi dan gerakan perempuan melawan patriarki, kapitalisme, dan militerisme.

Perempuan Mahardhika adalah organisasi perempuan yang menghimpun individu-individu perempuan aktivis yang aktif dalam organisasi-organisasi kerakyatan dari berbagai sektor, serta individu perempuan yang perduli dan mau berjuang untuk hak azasi perempuan, demi membebaskan kaum perempuan dari penindasan, baik ekonomi, budaya, dan politik, sehingga tercapai suatu sistem yang adil dan setara.

06/06/2026

Memperingati hari lingkungan hidup, Papua Solidarity Network menggelar aksi di depan Kemenko Perekonomian yang menjadi aktor utama penyedia karpet merah bagi korporasi untuk mengeksploitasi kehidupan di Papua.

Papua bukan tanah kosong. Papua adalah ruang hidup rakyat, wilayah adat, dan benteng penting bagi keberlangsungan iklim bumi.

Ketika Proyek Strategis Nasional (PSN) dipaksakan atas nama pembangunan, perampasan tanah, penghancuran lingkungan, militerisasi, ancaman terhadap masyarakat adat dan para pembela hak asasi manusia semakin meningkat.

Papua Solidarity Network berdiri bersama rakyat Papua yang mempertahankan tanah dan ruang hidupnya. Kami juga menyatakan solidaritas untuk Mama Yasinta dan seluruh pejuang perempuan adat yang terus menghadapi intimidasi karena menolak perampasan wilayah adat atas nama investasi dan pembangunan.

Hentikan ekstraktivisme. Hentikan militerisasi. Hentikan perampasan tanah Papua.

SERUAN AKSI PAPUA BUKAN TANAH KOSONGPAPAU BETENG IKLIM TERAKHIRDi balik kabut pegunungan, Papua menyimpan hutan yang leb...
05/06/2026

SERUAN AKSI
PAPUA BUKAN TANAH KOSONG
PAPAU BETENG IKLIM TERAKHIR

Di balik kabut pegunungan, Papua menyimpan hutan yang lebih tua dari ingatan kita.Di tanahnya, ada masyarakat adat yang sudah ribuan tahun jaga hutan.
Papua punya hutan hujan tropis terluas ketiga di dunia setelah Amazon & Kongo.
Hutan ini nyerap karbon, atur hujan, dan jaga iklim Asia Pasifik. Hutan papau menyimpan karbon 14 miliar ton yang menahan bumi dari panas.
Mengorbankan Papua demi sawit atau food estate sama aja buka pintu krisis iklim lebih lebar.
Papua bukan lahan kosong untuk proyek.
Papua adalah benteng iklim terakhir.
“Papua benteng terakhi tidak boleh runtuh”

Untuk itu, di Hari Lingkugan Hidup Sedunia,
Papua Solidarity Network (PSN) mengajak seluruh elemen rakyat tertindas membership aksi tersebut;
Hari/tgl : 05 Mei 2026
Waktu : 13.00.WIB - selesai
Rute : Kementrian Ekonomi.



.

Mari rayakan Bulan Kebanggaan dengan menyalakan harapan, memperkuat solidaritas, serta melanjutkan perlawanan untuk mewu...
03/06/2026

Mari rayakan Bulan Kebanggaan dengan menyalakan harapan, memperkuat solidaritas, serta melanjutkan perlawanan untuk mewujudkan dunia yang adil, bebas, bermartabat dan layak diperjuangkan bersama!

Tampang ceria di kamera, tapi di balik layar? 🤔 Pernahkah kalian bertanya tentang hak-hak para Pekerja Host Live?“Closin...
29/05/2026

Tampang ceria di kamera, tapi di balik layar? 🤔 Pernahkah kalian bertanya tentang hak-hak para Pekerja Host Live?

“Closing banyak!” “Laris manis!” Kata-kata ini sering kita dengar. Di balik angka penjualan fantastis itu, ada ribuan pekerja live host yang bekerja tanpa lelah. Tapi, seberapa jauh hak-hak mereka terlindungi?

Mari kita “Unboxing Keranjang Kuning”! Kita tidak sedang membahas tips jualan, tapi membongkar apa yang tersembunyi di balik layar industri live hosting yang menjamur ini.

🗣️ Dengarkan langsung dari para pekerjanya:

👥 Ilmi Khoerunnisa & Sasha Andini (Perempuan Mahardhika Jakarta/Pekerja Live Host) - Berbagi pengalaman nyata dari lapangan.

👥 Azila (Perempuan Mahardhika Jogja/ Pekerja Host Live)
Berbagi pengalaman nyata dari lapangan.

🔍 Anindya Dessi Wulansari (Peneliti Gig Economy dan Gig Worker) - Memberikan perspektif analisis tentang gig economy dalam platform kapitalisme digital

Mari kita Suarakan Hak Pekerja! ✊

Detail Acara:
📅 Minggu, 31 Mei 2026
🕒 15.30 WIB - Selesai
📍 Zoom Meeting

Call to Action:
Pendaftaran terbuka dan terbatas! Segera isi formulir di:
👉 bit.ly/DiskusiKerkun1

Untuk pertanyaan lebih lanjut, hubungi Andini Sasha di 081281986467.

19/05/2026

28 tahun Reformasi, tubuh perempuan masih terus menjadi sasaran kekerasan negara. Perkosaan massal Mei 1998, pembunuhan Marsinah, hingga kekerasan terhadap perempuan Papua hari ini, negara terus memelihara penyangkalan, impunitas, dan pendekatan militeristik yang mengorbankan perempuan.

Perempuan adalah bagian penting dari perjuangan Reformasi 1998. Buruh perempuan, ibu rumah tangga, mahasiswa, hingga aktivis perempuan berdiri di garis depan melawan rezim yang otoriter, represif, dan anti-rakyat. Namun hingga hari ini, keadilan bagi perempuan korban kekerasan belum juga dihadirkan.

Perkosaan massal Mei 1998 masih disangkal, pelaku belum diadili, dan femisida terus terjadi dalam berbagai bentuk.

Aliansi Perempuan Indonesia (API) menyerukan: hentikan penyangkalan sejarah, hentikan militerisme, dan hentikan menjadikan tubuh perempuan sebagai medan kekerasan negara.

Reformasi belum selesai selama perempuan masih hidup dalam ketakutan, ketidakadilan, dan impunitas.

MIMBAR PEREMPUAN API“28 Tahun Reformasi : Tubuh Perempuan Terus Menjadi Sasaran Kekerasan Negara”*Selasa, 19 Mei 2026*16...
18/05/2026

MIMBAR PEREMPUAN API

“28 Tahun Reformasi : Tubuh Perempuan Terus Menjadi Sasaran Kekerasan Negara”

*Selasa, 19 Mei 2026
*16.00 - 18.30 WIB
*Depan Kantor Komnas HAM - Jakarta

Pada 28 tahun yang lalu, pergerakan perempuan, buruh, mahasiswa, petani, dan masyarakat sipil lainnya menggugat sistem pemerintahan di Indonesia yang melegitimasi penumpukan kekayaan pada segelintir kelompok penguasa Orde Baru sehingga menyebabkan kemiskinan - kelaparan - perampasan ruang hidup pada jutaan masyarakat Indonesia yang lain.

Penyitaan aset koruptor, pencabutan dwifungsi ABRI, keterbukaan pers, penegakan HAM, kebebasan berserikat dan berkumpul, dll menjadi tuntutan politik pada saat itu untuk mewujudkan kedaulatan / supremasi sipil.

*Ketika gejolak pergerakan untuk perubahan sistem dihadapi dengan kekerasan oleh negara, tubuh perempuan menjadi sasaran.*

TGPF mengumumkan pada publik bahwa ada 85 perempuan -sebagian besar etnis Tionghoa- yang menjadi korban perkosaan massal pada Mei 98. Jumlah sebenarnya diprediksi lebih besar.

Dua hari yang lalu ketika mengunjungi makam Marsinah, Presiden Prabowo tidak sedikitpun menyinggung upaya penuntasan kasusnya.

Hingga saat ini, perempuan-perempuan Papua menjadi sasaran kekerasan militer, tidak sedikit yang berujung pada kematian.

Selama 28 tahun reformasi, kasus-kasus kekerasan negara pada perempuan masih terus disangkal. Tanpa pengakuan, pola dan bentuk kekerasan akan terus berulang.

Melalui peringatan diatas kami hendak mendesak Negara untuk STOP PENYANGKALAN! Usut Tuntas segala bentuk kekerasan negara terhadap perempuan.

Kami berharap rekan-rekan media dapat hadir dan meliput. Terima kasih.

Aliansi Perempuan Indonesia

Narahubung :
Dian Septi +62 818-0409-5097
Siti Aminah +62 819-0817-4177

17/05/2026

🌈✊🏽 Diskusi Tematik IDAHOBIT 2026
“Membangun Masa Depan Queer-Feminis Kelas Pekerja yang Kita Cita-Citakan”

Di tengah situasi yang semakin menghancurkan kehidupan kita: militerisme yang menguat, kerja fleksibel tanpa kepastian, upah murah, kekerasan, diskriminasi, dan penghancuran ruang hidup, kita berkumpul untuk belajar, berdiskusi, dan membangun harapan bersama.

Diskusi ini menjadi ruang untuk memaknai IDAHOBIT, mempertemukan pengalaman hidup, kemarahan, mimpi, dan gagasan politik q***r-feminis kelas pekerja. Kami meyakini bahwa pembebasan q***r tidak bisa dipisahkan dari perjuangan melawan kapitalisme, patriarki, militerisme, serta seluruh bentuk penindasan struktural yang membuat rakyat terus dimiskinkan dan dipinggirkan.

Terima kasih kepada seluruh kawan yang telah hadir, berbagi cerita, pengetahuan, pengalaman, dan keberanian dalam ruang ini.

Semoga diskusi ini menjadi langkah kecil untuk memperkuat konsolidasi politik q***r-feminis kelas pekerja yang lebih terorganisir, radikal, dan saling menjaga. ✊🏽📚🌈

Karena pembebasan seksual tidak akan pernah tercapai tanpa perubahan sosial yang menyeluruh.

BArisan kwiR Anti kapitalis (BARA)

Address

Jln. Kedondong I No. 39 Rawamangun
Jakarta
13220

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Perempuan Mahardhika posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Perempuan Mahardhika:

Share