Sang legenda komik Indonesia, Bapak RA Kosasih (1919-2012), memberikan sambutan dengan bantuan teknologi teleconference kepada seluruh hadirin dan penerima penghargaan Kosasih Award. Kala itu tahun 2007, bertempat di Bentara Budaya-Jakarta, ratusan tamu dari berbagai kalangan menghadiri ajang pemberian penghargaan kepada karya-karya terbaik selama 10 tahun terakhir. Kosasih Award digagas oleh para
penggiat dan pemerhati komik, sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan demi kemajuan komik Indonesia. Pemberian nama yang terinspirasi Bapak RA Kosasih juga merupakan bentuk apresiasi kepada sang legenda yang dipandang berjasa besar bagi kemajuan komik di Indonesia dalam 85 tahun terakhir. Tujuh tahun telah berlalu dan ada banyak perkembangan komik di Tanah Air. Tak sebatas lahirnya karya dengan gagasan dan terobosan, namun juga semakin luasnya kiprah karir para seniman komik. Sebagian mulai berkarir di manca negara, dan memperoleh pengalaman baru. Karya-karya beberapa seniman komik lain juga mulai diperkenalkan pada aneka ajang pameran dan apresiasi. Kerja sama dan saling berkunjung antar seniman komik Indonesia dan asing, ikut memperluas wawasan. Kemajuan teknologi ikut melahirkan inovasi dan kreativitas baru. Kesemuanya itu membuat publik dunia mulai memperhatikan kekayaan dan keragaman komik Indonesia. Tahun 2014 Kosasih Award hadir kembali untuk melanjutkan misinya. Kami kembali untuk memberikan apresiasi kepada para seniman komik, serta karya-karya terbaik. Memasuki penyelenggaraan kedua kalinya, Kosasih Award disadari memerlukan banyak pengembangan dan penyempurnaan. Berbeda dengan Kosasih Award 2007 yang mengambil periode 1997-2007, maka Kosasih Award 2014 akan menyeleksi komik-komik terbaik yang terbit sejak April 2012 hingga Maret 2014. Sudah menjadi niatan kami untuk menyelenggarakan setiap dua tahun, sejak 2007. Semoga ada banyak dukungan dan tidak aral melintang dalam menyelenggaraan mendatang. Peran semua kalangan dibutuhkan, termasuk Pemerintah dan para pemangku kepentingan. Semoga inisiatif dan gagasan ini kelak berkesinambungan dan berkelanjutan, demi kemajuan komik di Indonesia. Mengutip Si Buta Dari Gua Hantu (karya Ganes Th),"Apa boleh buat..., demi tjinta!"
www.kosasihcenter.org