24/08/2021
Tentu anda setuju kita hidup dimana kini dan untuk masa yang akan datang, bukan untuk masa lalu.
Namun faktanya banyak diantara kita yang hidup untuk masa lalu, hidup terbelenggu oleh masa lalu. 😭
Bayangkan seorang teman sering menceritakan perihal keluarganya, dimana dimasa lalu ketika ia dibesarkan oleh keluarganya seringkali mendapatkan perlakukan yang tidak adil dan sangat menyakitkan baginya.
Ia menceritakan peristiwa demi peristiwa yang pernah dialaminya dengan penuh kebencian dan kemarahan. Bahkan ia menceritakannya berulang-ulang.
Setelah paham apa yang terjadi padanya dimasa lalu, kemudian saya katakan kepadanya cobalah sukuri apa yang ada saat ini.
Kamu saat ini masih diberi umur panjang, masih diberi kemampuan untuk melakukan berbagai aktifitas, kamu punya kecantikan, kecerdasan, ilmu pengetahuan dan kemampuan.
Fokuslah pada hal-hal baik yang pernah diberikan oleh keluargamu seperti mereka memberimu makan, pakaian dan tempat tinggal serta pendidikan sampai kamu menikah.
Maafkanlah mereka dan do’akan yang terbaik untuk mereka.
Namun dia mengatakan “kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan, aku menderita selama bertahun-tahun karena mereka”.
Perhatikan, selama puluhan tahun ia memendam amarah dan kebencian, selama itu p**a dilingkupi energi negatif dan selama itu punya ia menarik hal-hal negatif dalam hidupnya.
Ia membiarkan dirinya terbelenggu oleh masa lalunya.
Ia gagal berkali-kali dalam berumah tangga, sakit-sakitan, usahapun tidak berkembang bahkan bisa dibilang tidak berhasil.
Ia merusak takdirnya sendiri dengan pikiran dan perasaannya sendiri, padahal ia adalah seorang wanita yang cerdas dan cantik.
Mungkin sebetulnya Allah mentakdirkan hidupnya sangat indah dan Bahagia, su’udzonnya kepada Allah telah merusak takdirnya sendiri.
So... maafkanlah semua mereka yang menyakitimu, jika tidak kamu akan di belenggu oleh masa lalu.
Jangan di share tulisan ini kecuali dirasa bermanfaat. 😍😍🙂