GKBJ KELAPA GADING

GKBJ KELAPA GADING GKBJ Kelapa Gading

12/05/2026

*每日灵修*
*HARI Ke- 132*

_Selasa, 12 Mei 2026_

阅读:出埃及记第28章
出埃及记 28章:2节
“你要给你哥哥亚伦作圣衣为荣耀,为华美“。

出埃及记 28章包含耶和华对摩西的命令专为亚伦和孩子们制作圣衣,因为他们是耶和华特别拣选成为祭司的---作为耶和华与人的代表。不同的是上帝说,这些衣服是为了显得光彩夺目,荣耀无比而制作的。神的命令不显示荣华或享乐本性,而是强调上帝的品格,美丽,荣耀并圣洁。

在第三节接下去,上帝给予非常详细的指引和制作这衣服很复杂。上帝特意将智慧之灵赐予将要创造者( 3 节)。耶和华自己决定使用的每一种材料和衣服的每个部分是如何制作的。
衣服的每个部分都有其用途和象征上帝圣洁的特别讯息。阅读这段较长的文字将让我们对祭司衣服最终的华美程度有所了解,并这一切上帝使用来显示祂完美的工作和在祂子民面前的荣耀。

对于我们现代的人,耶稣基督是我们的大祭司。但祂没有穿上华丽与荣耀的衣服就像在出埃及记 28,因为祂自己是圣洁并无瑕疵。美丽和高贵不再通过特殊的服饰来展现,但从祂在十字架的救赎和工作中。在基督里我们被呼召作为君尊的祭司(彼得前书 2章:9节)。就像基督一样,我们不需要华丽的特殊衣服宣扬神的荣耀,但在我们所有的行为和生活中,凡事都要圣洁蒙神喜悦,那将彰显神的荣耀。

*LINK YOUTUBE MANDARIN*
https://youtu.be/tF2o4neZN0M

12/05/2026

*HARI KE-131*

*TANGGAL* : Selasa, 12 Mei 2026
*BACAAN* : Keluaran 28

*Keluaran 28:2*
_Engkau harus membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, supaya tampak semarak dan mulia._

*RENUNGAN*

Keluaran 28 berisi perintah TUHAN kepada Musa untuk membuat pakaian kudus yang dikhususkan bagi Harun dan anak-anaknya karena mereka adalah orang yang dipilih Tuhan secara khusus menjadi imam – sebagai perwakilan Tuhan sekaligus manusia. Hal yang berbeda adalah karena TUHAN berfirman bahwa pakaian itu dibuat supaya tampak semarak dan mulia (ayat 2). Perintah Tuhan di sini bukanlah untuk menampilkan kemewahan atau sifat hedonis, melainkan untuk menekankan pada karakter Allah, yang indah, mulia, dan kudus.

Dalam ayat 3 dan seterusnya, TUHAN memberi panduan yang sangat detail dan rumit dalam pembuatan pakaian ini. Secara khusus TUHAN memberi roh hikmat bagi orang-orang yang akan membuatnya (ayat 3). TUHAN menentukan sendiri setiap bahan yang digunakan dan bagaimana setiap bagian dari pakaian itu dibuat. Setiap bagian dari pakaian ini juga mempunya maksud dan pesan-pesan khusus untuk melambangkan kekudusan Allah. Pembacaan perikop yang cukup panjang ini akan memberi kita gambaran tentang kemegahan dari hasil akhir pakaian Imam, dan itu semua TUHAN pakai untuk menyatakan keindahan karya-Nya dan kemuliaan-Nya di hadapan umat-Nya.

Bagi kita yang hidup di masa kini, Yesus Kristus adalah Imam Besar kita. Namun Ia tidak mengenakan pakaian fisik yang semarak dan mulia seperti dalam Keluaran 28 ini, karena Dia sendiri adalah kudus dan tidak bercela. Keindahan dan kemuliaan tidak lagi ditunjukkan melalui pakaian khusus, tetapi dari karya dan penebusan-Nya di atas kayu salib. Di dalam Kristus kita dipanggil sebagai imamat Rajani (1Petrus 2:9). Selayaknya Kristus, kita tidak memerlukan pakaian khusus yang megah untuk menyatakan kemuliaan Allah tetapi dalam setiap perbuatan dan seluruh hidup kita yang kudus dan berkenan di hadapan Tuhan, itulah yang akan menyatakan kemuliaan Allah.

*LINK YOUTUBE*
https://youtu.be/eXVc30g-9JM

*POKOK DOA*
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdUrnXHdG7xP1iQgcLQYwHIaHAokoe0Sl5rty_UD83Su-9J0A/viewform

11/05/2026

*每日灵修*
*HARI Ke- 131*

_Senin, 11 Mei 2026_

阅读:出埃及记第 27章。
出埃及记 27章:21节。
”在会幕中法椐前的慢外,亚伦和他儿子,从晚上到早晨,要在耶和华面前经理这灯。这要作以色列人世世代代永远的定例”。

一位灯塔守护者拥有一个主要的责任,也就是说确保灯整夜亮着。他需要作的就是检查油的需要量/定期补充能量,清洁玻璃,并保持灯火闪耀。不多人知道谁是守护者,但灯光总是指引船只驶向正确的方向,而且不会沉没。他的忠诚也许隐藏但影响始终存在。

今天神的话一部分讲述关于命令会幕中的灯要从傍晚一直俩俩亮到早晨。
负责确保灯光持续亮着的委托人是亚伦和他的儿子。
耶和华的这项法令正在显示对上帝的敬拜行为,这必须始终以对他持续不断的忠诚来维护。
在利未记 24章:2节,有人被要求提供纯橄榄油,以维持灯火燃烧。要强调的主要重点是光被保留在神面前作为一种存在的象征,以及一段延续至今的关系。不至到那里,灯光必须向外辐射,所以人人能看见和荣耀神,正如记录在马太福音 5章:16节;“你们的光也当这样照在人前,叫他们看见你们的好行为,便将荣耀归给你们在天上的父“。

上帝话语中的信息提醒我们,灵性生活并非瞬间即逝,被人铭记后便被遗忘。这是关于守护灯仍然亮着,守护生命仍然为神燃烧。再一次,通过祷告,在顺从中持续思想祂的话语是我们能做的主要关键。或许有时候光线看不见,或被忽略了,但当我们仍然忠心守护它亮着,就在那里我们的力量。愿上帝帮助我们的光持续闪亮和让它的光辐射到我们周围的人。
(求上帝帮助我们,让我们的生活能成为照亮别人的光)。

*LINK YOUTUBE MANDARIN*
https://youtu.be/W5TTgDs8jOk

11/05/2026

*HARI KE-131*

*TANGGAL* : Senin, 11 Mei 2026
*BACAAN* : Keluaran 27

*Keluaran 27:21*
_Di dalam Kemah Pertemuan di depan tabir yang menutup Tabut Hukum, Harun dan anak-anaknya harus mengurus lampu itu dari petang sampai pagi di hadapan TUHAN. Itulah ketetapan._

*RENUNGAN*

Seorang penjaga mercusuar memiliki sebuah tanggung jawab utama, yaitu memastikan lampu tetap menyala sepanjang malam. Yang harus dilakukannya adalah memeriksa kebutuhan minyak/energi secara rutin, memberihkan kaca, dan menjaga nyala itu tetap bersinar. Tidak banyak orang tahu siapa penjaganya, tapi cahaya itu selalu menuntun kapal-kapal pada arah yang benar dan tidak karam. Kesetiannya mungkin tersembunyi, tapi dampaknya selalu dirasakan.

Bagian Firman TUHAN hari ini berbicara tentang perintah agar lampu dalam Kemah Suci dipastikan tetap menyala dari petang sampai pagi. Petugas yang memastikan lampu itu terus menyala adalah Harun dan anak-anaknya. Ketetapan yang diberikan TUHAN ini sedang menunjukkan sebuah penyembahan kepada TUHAN yang harus selalu dijaga dengan kesetiaan yang terus-menerus di hadapan-Nya. Dalam Imamat 24:2, ada umat yang diminta menyediakan minya zaitun murni supaya menjaga nyala lampu. Fokus utama yang mau ditekankan adalah terang itu dijaga di hadapan TUHAN sebagai tanda kehadiran dan relasi yang terus-menerus hidup. Tidak sampai di situ, nyala lampu itu harus terpancar keluar sehingga orang dapat melihat dan memuliakan TUHAN seperti yang tercatat dalam Matius 5:16, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan semua orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.”

Pesan dalam firman TUHAN ini mengingatkan kita bahwa kehidupan spiritual bukan hanya momen-momen sesaat yang diingat lalu dilupakan. Ini tentang menjaga lampu tetap menyala, menjaga hidup tetab berkobar untuk TUHAN. Sekali lagi, melalui doa, merenungkan Firman-Nya dalam ketaatan yang konsisten adalah kunci utama yang bisa kita lakukan. Mungkin kadang nyalanya tidak terlihat atau diabaikan, tapi ketika kita selalu setia menjaga nyalanya, di sanalah letak kekuatannya kita. Kiranya TUHAN menolong terang kita terus menyala dan sinarnya terpancar keluar pada orang disekitar kita.

*LINK YOUTUBE*
https://youtu.be/P02Six9S-h8

*POKOK DOA*
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdUrnXHdG7xP1iQgcLQYwHIaHAokoe0Sl5rty_UD83Su-9J0A/viewform

08/05/2026

*HARI KE-129*

*TANGGAL* : Sabtu, 09 Mei 2026
*BACAAN* : Keluaran 25

*Keluaran 25:1-2,8*
_Berfirmanlah TUHAN kepada Musa, “Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut persembahan khusus bagi-Ku. Kamu harus memungut persembahan khusus bagi-Ku dari setiap orang yang tergerak hatinya. Mereka harus membuat Tempat Kudus bagi-Ku, supaya Aku bersemayam diantara mereka._

*RENUNGAN*

Seorang anak yang telah lama dirantauan mendapat kabar dari keluarganya bahwa mereka telah menyiapkan ruang khusus baginya saat pulang. Anak ini menyadari bahwa ini bukan hanya tentang ruang khusus untuk pulang, tapi tentang ruang di mana ia dirindu dan dinantikan untuk pulang. Ruang ini adalah bukti bahwa ada relasi yang dijaga sekalipun ada jarak yang memisahkan.

Keluaran 25:1-2,8 juga menunjukkan kerinduan Allah untuk berdiam di tengah umat-Nya. Ia meminta Musa menyampaikan kepada umat untuk memberikan persembahan yang lahir dari kerelaan hati mereka. Persembahan yang terkumpul itu akan dipakai untuk membangun Tempat Kudus, tempat di mana Ia akan berdiam di tengah umat-Nya. Namun, bila kita lihat lebih jauh, Salomo dalam 1 Raja-Raja 8:27 mengatakan bahwa Allah tidak mungkin dibatasi oleh bangunan buatan manusia. Artinya, ini bukan saja karena Allah butuh tempat atau Kemah Suci, tetapi tentang sebuah kerinduan untuk mendekat kepada umat-Nya. Dan puncak kerinduan untuk mendekat dengan umat-Nya adalah ketika Firman itu menjadi manusia, Yesus datang sebagai manusia (Yoh. 1:14) dan diam di tengah kita. Ini merupakan suatu pengetahuan yang indah saat kita tahu bahwa Allah terus menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang ingin terus tinggal dekat dengan kita.

Ini adalah undangan Allah bagi setiap kita. Undangan yang menunggu respons hati yang terbuka untuk menjadi tempat kehadiran dan kediaman-Nya. Seperti persembahan yang kita berikan dengan kerelaan hati, kita pun dipanggil untuk menyerahkan diri kita sepenuhnya dengan rela bukan karena paksaan. Mari kita mulai dengan menyediakan waktu untuk TUHAN, membuka hati dalam doa, dan hidup dengan kesadaran bahwa Ia hadir dalam setiap aspek kehidupan kita. Saat ruang hati kita terbuka, ibadah bukan hanya rutinitas tapi tentang mengalami relasi yang aktif dengan Dia, yang rindu diam di tengah kita.

*LINK YOUTUBE*
https://youtu.be/jy0VzpdSEyc

*POKOK DOA*
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdUrnXHdG7xP1iQgcLQYwHIaHAokoe0Sl5rty_UD83Su-9J0A/viewform

08/05/2026

*每日灵修*
*HARI Ke- 129*

_Sabtu, 09 Mei 2026_

阅读:出埃及记第 25章。
出埃及记 25章:1-2 节,8节。
“耶和华晓谕摩西说:
“你告诉以色列人当为我送礼物来,凡甘心乐意的,你们就可以收下归我。
“又当为我造圣所,使我可以住在他们中间”。

一个在外生活很长时间的孩子从家人那里得到消息,他们已经准备特别房间给他当他回来时。这孩子意识到不仅仅是关于特别的回家房间,但关于他被想念和期盼回家的空间。这个空间是证明保持的关系,即使有分隔的距离。

出埃及记 25章:1-2节,8节,也显示了耶和华渴望住在祂的子民中间。祂请摩西把这话传达给百姓,出于他们甘心乐意的奉献。所收集的奉献将用于建造圣所,是祂与祂的子民同住的地方。但,如果我们更远观察,所罗门王在列忘记上 8章:27节说:耶和华不可能被人造的建筑物。意思是,这不只是因为耶和华需要地方或圣所,但关于一种渴望为了接近祂的子民。
以及渴望更亲近祂子民的顶峰是当道成了人类,耶稣以人的身份来到世界(约翰福音 1 章:14节)并住在我们之间。这是一种美好的知识,当我们知道这一点时,耶和华继续向世人启示祂自己作为神,渴望继续与我们亲近。

这是耶和华对我们的邀请。一份邀请等待你敞开心扉的回应,成为祂同在和居住的地方。就像我们甘心乐意的奉献,我们也被蒙召要完全献上自己不是因为勉强的。我们来开始预备时间给上帝,在祈祷里敞开心扉,并时刻意识到祂存在于我们生活的方方面面。当我们心扉敞开,敬拜不仅仅是一种例行公事但关于与祂建立积极的关系,渴慕居住在我们当中。

*LINK YOUTUBE MANDARIN*
https://youtu.be/Iaw1oygi3m0

08/05/2026

*每日灵修*
*HARI Ke- 128*

_Jumat, 08 Mei 2026_

阅读:出埃及记第24 章。
出埃及记 24章:12节。
”耶和华对摩西说:你上山我这里来,住在这里,我要将石板并我所写的律法和诫命赐给你,使你可以教训百姓“。

一位明智的领导者不仅仅是忙于工作,但他必须有智慧,知道何时该停止和靠边找方向。
有许多压力与必须做出的决定,但他意识到没有特殊的时间来聆听,这个决定可能是错误。
有时候,其实是在沉默中,他找到其他地方无法获得的清晰思路。

出埃及记 24章:12节,记录耶和华呼召摩西的那部分。祂说”,你上山到我这里来,住在这里,我要将石板并我所写的律法和诫命赐给你,使你可以教训百姓“ 。这些话表明了,在摩西藉着神的话带领百姓之前,他必须与耶和华同住并聆听祂的声音。“上去“这个词意味着更亲近上帝和“住在”意味着花时间与祂在一起。意思是耶和华不仅给摩西任务,但也预备空间和时间让摩西能听祂的声音和指示。这证实了真正的事奉和生活源于与上帝的亲密关系,不仅仅是完成任务和赋予的责任。

在我们事奉生活或日常生活,我们总是希望立即采取行动,拿决定,尽快工作,没有花足够的时间”上去和与神同在”。
即使与祂没有亲密关系,我们一定容易疲惫,疑惑,甚至走错方向。上帝的话再次邀请我们,养成习惯预备空间和时间,安静下来与祂同在,读圣经,祈祷,并聆听祂的声音。这不仅仅是属灵常规,但力量的源泉和我们生命的指南。安静,聆听神的声音,祂的指引,让我们的心被塑造。当我们进入日常生活中,我们走在智慧之中和宁静因为耶和华带领我们生命的每一个脚步.

*LINK YOUTUBE MANDARIN*
https://youtu.be/hViSwQzQFpw

08/05/2026

*HARI KE-128*

*TANGGAL* : Jumat, 08 Mei 2026
*BACAAN* : Keluaran 24

*Keluaran 24:12*
_TUHAN berfirman kepada Musa, “Naiklah menghadap Aku di atas gunung, dan tunggulah di sana. Aku akan memberikan kepadamu loh batu berisi hukum dan perintah, yang telah Kutuliskan untuk diajarkan kepada mereka..”_

*RENUNGAN*

Pemimpin yang bijak tidak hanya sibuk bekerja, tapi dia harus berhikmat untuk tahu kapan harus berhenti dan menepi untuk mencari arah. Ada banyak tekanan dan keputusan yang harus diambil tentunya, tapi dia menyadari tanpa waktu khusus untuk mendengar, keputusannya bisa menjadi keliru. Kadang, justru dalam keheningan, ia menemukan kejelasan yang tidak bisa didapat dari tempat yang lain.

Keluaran 24:12 mencatat bagian ketika TUHAN memanggil Musa. Dia berkata, _“Naiklah menghadap Aku di atas gunung, dan tunggulah di sana. Aku akan memberikan kepadamu loh batu berisi hukum dan perintah, yang telah Kutuliskan untuk diajarkan kepada mereka ...”_ Perkataan ini sedang menjukkan bahwa sebelum Musa memimpin umat dengan firman TUHAN, dia harus lebih dulu tinggal bersama TUHAN dan mendengar suara-Nya. Kata “naik” memiliki makna mendekat kepada TUHAN dan “tinggal” memiliki makna meluangkan waktu bersama Dia. Artinya TUHAN tidak hanya memberi tugas kepada Musa, tetapi menyediakan ruang dan waktu agar Musa mendengar suara dan arahan-Nya. Hal ini sedang menegaskan bahwa pelayanan dan kehidupan yang benar lahir dari relasi yang intim dengan TUHAN, bukan hanya menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang diberikan.

Dalam kehidupan pelayanan atau keseharian, kita selalu ingin segera bertindak, mengambil keputusan, bekerja cepat, tanpa mengambil waktu yang cukup untuk “naik dan tinggal” bersama TUHAN. Padahal tanpa keintiman dengan Dia, kita pasti mudah lelah, bingung, bahkan salah arah. Firman TUHAN kembali mengajak kita untuk membangun kebiasaan menyediakan ruang dan waktu khusus untuk diam dan tinggal bersama Dia, membaca firman, berdoa, dan mendengar suara-Nya. Ini bukan sekedar rutinitas rohani, tapi sumber kekuatan dan kompas hidup kita. Diam, dengarlah suara TUHAN, petunjuk-Nya, biarkan hati kita dibentuk. Ketika kita masuk dalam kehidupan keseharian, kita berjalan dalam hikmat dan ketenangan karena TUHAN memimpin setiap langkah hidup kita.

*LINK YOUTUBE*
https://youtu.be/22pb-PXunKc

*POKOK DOA*
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdUrnXHdG7xP1iQgcLQYwHIaHAokoe0Sl5rty_UD83Su-9J0A/viewform

07/05/2026

*每日灵修*
*HARI Ke- 127*

_Kamis, 07 Mei 2026_

阅读:出埃及记第 23章。
出埃及记 23章:16节。
”要守收割节,所收的是你田间所种,劳碌得来初熟之物。并在年底收藏,要守收藏节”。

一位农民辛勤耕作数月的土地,播种并无论下雨还是天热都照顾。到收割季节时,他并没有立即出售和全部给自己享用,但他花点时间停下。观看他工作的成果,和脸上露出感激的表情。对于他,收获并非取决于结果,但关于记住在每个过程中都有一位神在眷顾我们。

出埃及记 23章:16节,讲述关于收割节,以色列人庆祝他们劳动成果初熟之日。耶和华命令他们不仅要工作,但停下来,感谢上帝庆祝他们的成果。这件事想展示给我们,与神同住,不只是关于义务,但也关于节奏;工作,接受,而感恩。这次庆祝提醒结果并非仅仅归功于人的努力,但因为神的同在与祝福。另一方面,申命记 16章:10节,邀请上帝的子民根据所受的祝福奉献。祝福 不仅是自己享受的,但为了记住并奉献回归神。

我们许多人都陷入了无休止的忙碌中。工作,追逐目标及如此不断地。
上帝的话提醒我们必停止而感恩。
我们的每一个成就,无论多小是个机会记住神在我们生活中的恩典。我们能做个简单的事是;祷告中献上感恩,与他人分享,和将上帝的恩典献给祂,恩典的源泉。因此,我们的生活更平衡,不仅是关于日夜辛勤工作,但也是充满感恩的生活。

*LINK YOUTUBE MANDARIN*
https://youtu.be/r6NCiXe7lXs

07/05/2026

*HARI KE-127*

*TANGGAL* : Kamis, 07 Mei 2026
*BACAAN* : Keluaran 23

*Keluaran 23:16*
_Rayakan juga Pesta Panen buah sulung dari usahamu menabur di ladang, juga Pesta Pengumpulan Hasil, ketika engkau mengumpulkan hasil usahamu dari ladang pada akhir tahun_ .

*RENUNGAN*

Seorang petani yang bekerja berbulan-bulan mengalah tanah, menanam benih, dan merawatnya di tengah hujan, maupun saat panas. Saat musim panen tiba ia tidak langsung menjual dan menikmati semuanya, tetapi ia mengambil waktu untuk berhenti sejenak. Ia memandang hasil kerjanya, dan menunjukkan ekspresi syukur diwajahnya. Baginya, panen bukan soal hasil, tetapi tentang mengingat bahwa ada tangan TUHAN yang memelihara dalam setiap proses.

Keluaran 23:16 berbicara tentang Hari Raya Menuai, hari di mana semua umat Israel merayakan hasil pertama dari pekerjaan mereka. TUHAN memerintahkan mereka untuk tidak hanya bekerja, tapi berhenti dan merayakan hasil kerja mereka dengan mengucap syukur kepada ALLAH. Hal ini ingin menunjukkan kepada kkita bahwa hidup bersama TUHAN bukan hanya tentang kewajiban, tapi juga tentang irama: bekerja, menerima, lalu bersyukur. Perayaan ini mengingatkan bahwa hasil bukan saja karena usaha manusia, tapi karena penyertaan dan berkat TUHAN. Dalam bagian yang lain, Ulangan 16:10 mengajak umat TUHAN memberikan persembahan sesuai dengan berkat yang diterima. Berkat bukan hanya dinikmati untuk diri sendiri, tetapi untuk diingat dan dipersembahkan kembali kepada TUHAN.

Banyak dari kita terjebak dalam kesibukan yang tanpa jeda. Bekerja, mengejar target, dan begitu terus menerus. Firman TUHAN mengingatkan kita untuk berhenti dan bersyukur. Setiap pencapaian kita, sekecil apapun adalah kesempatan untuk mengingat kebaikan TUHAN dalam hidup kita. hal sederhana yang dapat kita lakukan adalah: mengucap syukur dalam doa, berbagi dengan orang lain, dan mempersembahkan kembali pada TUHAN, sumber berkat. Dengan semikian, hidup kita lebih seimbang, tidak hanya tentang bekerja banting tulan siang malam, tetapi juga hidup yang melimpah dengan ucapan syukur.

*LINK YOUTUBE*
https://youtu.be/pKvV_YzhYkk

*POKOK DOA*
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdUrnXHdG7xP1iQgcLQYwHIaHAokoe0Sl5rty_UD83Su-9J0A/viewform

06/05/2026

*每日灵修*
*HARI Ke- 126*

_Rabu, 06 Mei 2026_

阅读:出埃及记第 22章。
出埃及记 22章:21节。
“包括亏负寄居的,也不可欺压他,因为你们在埃及地也作过寄居的“。

一个孩子刚搬到别的学校。休息时间他独自一人坐着,没有人邀请他一起玩。有几个同学甚至嘲笑他因为不同的口音。在这样的情况下,他希望还有其他人出现,至少有一个人要和他打招呼。这种情况表明了多么不爽快或伤心成为”外人”,未知或不可接受。

上帝的话在出埃及记 22章:21节说:“不可亏负寄居的,也不可欺压他,你们在埃及地也作过寄居的“。
这部分不仅仅是一条道德诫命,但也以此提醒以色列人他们的过去。
在过去他们曾被欺压,作为外人,并无能为力。耶和华想塑造以色列民的心,以免重蹈覆辙给其他人带来同样的错误。利未记 19章:34节,也说到,外人必须像本地人一样受到对待并爱他们像爱自己一样。上帝的话说:你知道被拒绝的感觉,所以不要那样对待别人”。在这里看见上帝的爱始终伴随着祂对子民的怜悯和同情。

在教会生活中”,外人”可能是新会众,刚来教会的或我们甚至觉得和他“不合适“的,或者“不是我圈子的”。
我们的态度通常反映我们内心的想法。我们忽略吗?睁一只眼看,或我们相反的接受他?上帝的话挑战我们
来记住我们是谁,我们是“外人”。
在灵性上,我们如同外人曾经与神隔绝,但因祂的爱被呼召与接受的。
我们来敞开我们的心,先打个招呼,表示关心和为别人创造安全的空间。简单的行动和他人谈话,垂听或仅仅是陪伴在身边,就是我们可以分享的,上帝真实的爱。

*LINK YOUTUBE MANDARIN*
https://youtu.be/O6DMd3U5MEE

Address

Komplek Gading Bukit Indah Blok Q 23-26
Jakarta
14240

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GKBJ KELAPA GADING posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share