08/05/2026
*HARI KE-128*
*TANGGAL* : Jumat, 08 Mei 2026
*BACAAN* : Keluaran 24
*Keluaran 24:12*
_TUHAN berfirman kepada Musa, “Naiklah menghadap Aku di atas gunung, dan tunggulah di sana. Aku akan memberikan kepadamu loh batu berisi hukum dan perintah, yang telah Kutuliskan untuk diajarkan kepada mereka..”_
*RENUNGAN*
Pemimpin yang bijak tidak hanya sibuk bekerja, tapi dia harus berhikmat untuk tahu kapan harus berhenti dan menepi untuk mencari arah. Ada banyak tekanan dan keputusan yang harus diambil tentunya, tapi dia menyadari tanpa waktu khusus untuk mendengar, keputusannya bisa menjadi keliru. Kadang, justru dalam keheningan, ia menemukan kejelasan yang tidak bisa didapat dari tempat yang lain.
Keluaran 24:12 mencatat bagian ketika TUHAN memanggil Musa. Dia berkata, _“Naiklah menghadap Aku di atas gunung, dan tunggulah di sana. Aku akan memberikan kepadamu loh batu berisi hukum dan perintah, yang telah Kutuliskan untuk diajarkan kepada mereka ...”_ Perkataan ini sedang menjukkan bahwa sebelum Musa memimpin umat dengan firman TUHAN, dia harus lebih dulu tinggal bersama TUHAN dan mendengar suara-Nya. Kata “naik” memiliki makna mendekat kepada TUHAN dan “tinggal” memiliki makna meluangkan waktu bersama Dia. Artinya TUHAN tidak hanya memberi tugas kepada Musa, tetapi menyediakan ruang dan waktu agar Musa mendengar suara dan arahan-Nya. Hal ini sedang menegaskan bahwa pelayanan dan kehidupan yang benar lahir dari relasi yang intim dengan TUHAN, bukan hanya menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang diberikan.
Dalam kehidupan pelayanan atau keseharian, kita selalu ingin segera bertindak, mengambil keputusan, bekerja cepat, tanpa mengambil waktu yang cukup untuk “naik dan tinggal” bersama TUHAN. Padahal tanpa keintiman dengan Dia, kita pasti mudah lelah, bingung, bahkan salah arah. Firman TUHAN kembali mengajak kita untuk membangun kebiasaan menyediakan ruang dan waktu khusus untuk diam dan tinggal bersama Dia, membaca firman, berdoa, dan mendengar suara-Nya. Ini bukan sekedar rutinitas rohani, tapi sumber kekuatan dan kompas hidup kita. Diam, dengarlah suara TUHAN, petunjuk-Nya, biarkan hati kita dibentuk. Ketika kita masuk dalam kehidupan keseharian, kita berjalan dalam hikmat dan ketenangan karena TUHAN memimpin setiap langkah hidup kita.
*LINK YOUTUBE*
https://youtu.be/22pb-PXunKc
*POKOK DOA*
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdUrnXHdG7xP1iQgcLQYwHIaHAokoe0Sl5rty_UD83Su-9J0A/viewform