29/06/2025
Allah Ta'ala berfirman:
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَّلَا مُؤْمِنَةٍ اِذَا قَضَى اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗٓ اَمْرًا اَنْ يَّكُوْنَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ اَمْرِهِمْۗ وَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا مُّبِيْنًاۗ (٣٦)
Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.
(Q.S. Al-Ahzab ayat 36)
Di Zaman Nabi Shallallaahu 'alaihi Wasallam ada seorang shahabat yang wajahnya tidak enak dipandang, namun akhlaknya bagus.
Suatu ketika Nabi bersabda kepada seorang shahabat, "Nikahkan anak wanitamu dengan Julaibib."
Ia berkata, "Saya musyawarahkan dulu dengan ibunya." Namun ibunya menolak dengan keras karena Julaibib wajahnya jelek dan fakir miskin.
Saat anak wanita mengetahui hal tersebut, ia berkata kepada kedua orang tuanya, "Apakah kalian hendak menolak perintah Rasulullah?"
Mendengar itu ayahnya segera pergi kepada Rasulullah dan menyetujuinya.
Julaibib pun menikah dengan wanita yang sholihah tersebut. Namun tak lama diumumkan perang. Julaibib segera bergegas dan ikut peperangan. Dan ia pun mati syahid.
Istrinya yang menjanda menjadi wanita terkaya di kota Madinah dengan barokah do'a Rasulullah saat pernikahan mereka. (HR Muslim)
Faidah apa yang bisa anda petik dari kisah ini ?
📝 *Ustadz Abu Yahya Badru Salam حفظه الله تعالى*