25/02/2019
Suatu ketika LOWONGAN KERJA dibuka.
Seperti biasa pencari kerja menanyakan detail percakapan dan GAJI tentunya.
A : Pak saya kerja, seperti apa detail pekerjaannya.
B : Anda yakin bersedia? Pekerjaan ini harus punya skill khusus dan kesabaran.
A : Skill khusus seperti apa pak?
B : Kamu dituntut harus bisa skill mengajar, skill bersosialisasi, mengerti kesehatan, memasak, berdagang, bela diri dan lain-lain.
A : Wah kok banyak banget pak? Terus waktu bekerjanya berapa jam dan berapa hari seminggu?
B : Iya pekerjaan ini kamu harus bisa multi tasking, waktu bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu, sebulan penuh dan 12 bulan setahun.
A : lhaa.. Kok gak ada liburnya? Emang berapa gajinya?
B : Kamu mau digaji berapa?
A : Hmm.. Kalo gitu saya mau DIGAJI 250jt seminggu, kalo bapa mau bayar segitu saya bersedia. Tapi abis itu saya BERHENTI!
B : Nak, sayangnya pekerjaan ini TIDAK DIGAJI.
A : Lahh... pekerjaan banyak gitu Gak Ada Gaji. Mana saya ga ada waktu libur dan full time lagi. Gak akan ada yang mau lah pak, bapak ini mengada-ngada aja !!!
B : Ada kok yang MAU.
A : Emang siapa yang mau?
B : IBUMU.... IBUMU.. IBUMU.... dan juga BAPAKMU...
Ibu kita mengandung selama 9 bulan. Harus menanggung capek, letih dan tidak enak makan. Setelah hendak melahirkan kita, ibu merelakan jiwa dan raga. Dengan sekuat tenaga dan rasa yang AMAT SAKIT. Dan akhirnya kita pun lahir ke Dunia.
Setalah lahir, perjuangannya belum selesai. Dia harus menanggung rasa sakit setelah melahirkan sambil mengerjakan pekerjaan, memasak dan mengurusi rumah. Entah sampai kapan kita mengingkari jasa-jasa ibu yang tak pernah merasa letih, putus asa dan bersabar membesarkan kita.
Sehari 24 jam, 7 hari seminggu, dan 12 bulan setahun. Ibu kita bekerja tak henti melayani kita.
Semoga Allah memuliakan orang tua kita.