28/07/2026
MATI DI KANDANG SENDIRI
Pepatah bijak mengatakan “ hujan emas di negeri orang , lebih baik hujan batu di negeri sendiri “ Namun makna pepatah itu ga berlaku untuk untuk sebuah keluarga di desa sidetapa dimana salah satu warganya tewas hanya gara gara di tuduh mencuri ayam di salah satu desa di tabanan.
Tindakan main hakim sendiri ini tentunya sangat di sayangkan karena meninggalkan trauma yg mendalam bagi anka korban yang akhirnya harus menjadi anak yatim.
Kejadian ini sangat ironis sekali, ketika Bali mengalami hujan emas ( pariwisata maju ) tidak sedikit warganya yang masih hidup tidak layak .
Hal ini tentunya di pengaruhi oleh banyak faktor seperti kurangnya lowongan pekerjaan dan faktor faktor lain yg menjadi pemicu tindak kriminal di bali seperti yang di lakukan oleh ayah si anak yg terpaksa menjadi korban.
Simpati yang datang pun menjadi pro dan kontra dan menjadi sebuah pertanyaan, apakah perlu anak seorang maling di beri bantuan dan di kasihi sedemikian rupa?
Jawabanya tentu iya, anak anak adalah korban dari kesalahan kita, mereka tidak pernah memilih lahir di sebuah keluarga yg tidak berkecukupan naun nasib dan takdirlah yang membawa mereka kesana.
Ketika simpati datang untuk dia ( anak korban ) maka sepatutnya kita bersyukur dan berterima kasih bahwa di Bali masih ada banyak orang baik yang perduli kepada orang kecil yang lagi butuh tuntunan hidup agar tidak mati di negeri sendiri.