19/07/2026
Lombok Barat – Di bawah naungan langit Pagi, Minggu (19/07/2026) yang seharusnya berjalan linear dan menyenangkan, sebuah Mobil Pickup dan Odong-odong memutuskan untuk menulis ulang hukum fisika.
Sekitar pukul 08.00 WITA tepatnya di depan Indomaret, Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah berubah menjadi panggung teatrikal membuat siapa pun yang melihat sesegera mungkin untuk merogok ponsel berkamera seketika.
Diceritakan, seolah bosan melaju dengan empat roda yang menapak tanah, Pickup ini melakukan manuver yang hanya bisa dijelaskan sebagai perpaduan antara "terburu-buru", "ingin rebahan" atau "menghindari mantan" yang menyalip dari bahu jalan.
Berdasarkan naskah kejadian yang dihimpun dari rekaman mata digital (CCTV ponsel), drama ini bermula saat sang Pickup dan Odong-odong melesat searah dari arah barat menuju timur. Mobil Pickup diduga melaju dengan kecepatan tinggi hingga kehilangan kendali, kemudian oleng dan menyerempet odong-odong yang berada di sampingnya. Setelah menyerempet, mobil Pickup mengambil haluan ke kanan hingga tanpa basa-basi ia menerjang naik ke median jalan.
Bak banteng yang melihat kain merah, kendaraan tersebut kemudian kembali tertabrak oleh moncong Odong-odong yang berada di belakangnya", Pickup tersebut seolah mendapatkan "panggilan jiwa" untuk segera menepi dengan cara yang paling tidak konvensional. Menyapa keheningan kabut pagi Labulie dengan kasar, dan berakhir dengan posisi rebahan sebuah posisi yang biasanya hanya dilakukan oleh kura-kura yang sedang sial.
"Kami melihat rekaman CCTV ponsel, kemungkinan Pickup lepas kendali karena human error. Ia melaju kencang, tiba-tiba oleng menghindari sang mantan, dan berakhir tragis bertubrukan dengan Odong-odong," ujar IPDA Sasmita Andika Candra kepada Koranlombok.id via telepon, saksi bisu otoritas dari departemen yang menaungi, Kanit Gakkum Satlantas Polresta Lombok Tengah.
Melihat Goresan Luka dan Puing-Puing yang Tersisa, sayangnya estetika "rebahan" sang Pickup membawa konsekuensi yang cukup melankolis. Insiden ini tidak hanya menghancurkan keheningan pagi, tetapi juga meninggalkan catatan medis dan kerusakan material yang signifikan.
Akibat kejadian tersebut, empat penumpang Odong-odong mengalami luka-luka harus menanggung lara akibat hantaman mendadak ini. Mereka kini dalam penanganan medis untuk memulihkan trauma dan luka fisik.
Odong-odong yang biasanya berdiri gagah tegak kini harus mengalami cedera serius setelah moncongnya di cium paksa oleh bibir Pickup.
Sebuah pohon yang yang seharusnya menjadi peneduh kini ikut menanggung ketegangan setelah "tubuh" Pickup menyandarkan nasib terakhir pada batangnya, turut serta menjadi korban dari keteledoran sang pengguna jalan raya.
Pihak Kepolisian dan instansi terkait lainnya Dishub dengan anak turunannya BPLJSKB yang lebih "Teknis" kini tengah mendalami dan "Mengkaji Ulang" motif di balik aksi "Salto" ini. Apakah sang pengemudi sedang melamunkan masa depan, ataukah ada "Kegagalan Komunikasi Antara Pedal Kopling, Rem, Gas dan Logika Manusia?"
Labulie hari ini mencatat sejarah tentang sebuah peristiwa kendaraan yang tampaknya terlalu lelah untuk terus berdiri tegak di atas aspal Jl. Bypass yang syahdu.
Kendaraan Anda ataupun pengemudi mungkin butuh istirahat, tapi pastikan ia tidak memilih median jalan sebagai tempat untuk melakukan backflip dadakan.
Video FB: CarRentalLombok - FelinChannel - TipiSemilir - Meet'zRiyadi'z