Cinerepark-view

Cinerepark-view komplek asri dan harmoni

Permanently closed.
Kajian Subuh MBRUstadz Riki LesmanaKitab RiyadhusholihinBAB 71 Tawadhu604. Dari al-Aswad bin Yazid, katanya: "Saya berta...
26/10/2024

Kajian Subuh MBR
Ustadz Riki Lesmana
Kitab Riyadhusholihin

BAB 71 Tawadhu

604. Dari al-Aswad bin Yazid, katanya: "Saya bertanya kepada Aisyah radhiallahu 'anha, apakah yang dilakukan oleh Nabi SAW di rumahnya?" Aisyah menjawab: "Beliau SAW melakukan pekerjaan keluarganya - yakni melayani atau membantu pekerjaan keluarganya. Kemudian jikalau datang waktu shalat, lalu beliau keluar untuk mengerjakan shalat itu." (Riwayat Bukhari)

Mari lakukan kebaikan kebaikan apapun yang kita bisa lakukan.
Manfaat kan waktu dengan baik, hingga saat waktu ibadah wajib kita tiba.

605. Dari Abu Rifa'ah yaitu Tamim bin Usaid r.a., katanya: "Saya sampai kepada Nabi SAW dan waktu itu beliau sedang berkhutbah, lalu saya berkata: "Ya Rasulullah, ada seorang yang gharib - asing yakni bukan penduduk negeri itu - datang untuk menanyakan agamanya yang ia tidak mengerti apakah agamanya itu." Rasulullah SAW lalu menghadap kepada saya dan meninggalkan khutbahnya, sehingga sampailah ke tempat saya. Beliau SAW diberi sebuah kursi kemudian duduk di situ dan mulailah mengajarkan pada saya dari apa-apa yang diajarkan oleh Allah padanya. Selanjutnya beliau mendatangi tempat khutbahnya lalu menyempurnakan khutbahnya itu." (Riwayat Muslim)

Ini bukti bahwa Rasulullah teladan kita mengajar kan bahwa kita harus tawadhu, walau saat itu sebagai pemimpin umat, namun mau mengajarkan orang Gharib/asing dengan penuh perhatian.

Mari kita berlaku tawadhu, jangan sombong dengan ilmu yang kita punya atau apapun yang kita punya saat ini.

606. Dari Anas r.a. bahwasanya Rasulullah SAW apabila makan sesuatu makanan, maka beliau itu menjilati jari-jarinya yang tiga - yakni ibu jari, telunjuk dan jari tengah. Anas berkata: "Rasulullah bersabda: "Jikalau suapan seseorang dari engkau semua itu jatuh, maka buanglah daripadanya itu apa-apa yang kotor dan setelah itu makanlah dan janganlah ditinggalkan untuk dimakan syaitan - yang masih bersih tadi. Beliau SAW juga menyuruh supaya bejana tempat makanan itu dijilati p**a. Beliau bersabda: "Sesungguhnya engkau semua tidak mengetahui dalam makanan yang manakah yang di situ ada berkahnya." (Riwayat Muslim)

Mari kita mencari keberkahan dengan tawadhu, mulai dari yang kecil, mulai dari makanan kita hingga kegiatan apapun yang bisa kita lakukan.
Insha Allah jadi penolong kita di hari akhir.

Aamiin.
Wallahu a'lam bissowwab

Kajian subuh MBRUstadz Riki LesmanaKitab RiyadhusholihinBab 71 Tawadhu600. Dari 'lyadh bin Himar r.a., katanya: "Rasulul...
11/08/2024

Kajian subuh MBR
Ustadz Riki Lesmana
Kitab Riyadhusholihin

Bab 71 Tawadhu

600. Dari 'lyadh bin Himar r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya Allah telah memberikan wahyu kepadaku, hendaklah engkau semua itu bersikap tawadhu', sehingga tidak ada seseorang yang membanggakan dirinya di atas orang lain - yakni bahwa dirinya lebih mulia dari orang lain - dan tidak p**a seseorang itu menganiaya kepada orang lain - karena orang yang dianiaya dianggapnya lebih hina dari dirinya sendiri." (Riwayat Muslim)

601. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Tidaklah sedekah itu akan mengurangi dari harta seseorang dan tidaklah Allah menambahkan seseorang itu dengan pengampunan melainkan ditambah p**a kemuliaannya dan tidaklah seseorang itu bertawadhu' kerana mengharapkan keridhoan Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajad orang itu." (Riwayat Muslim)

Allah memberikan kasih sayang Nya untuk semua makhluk, apalagi manusia, apalagi kaum muslimin.
Tinggal kita bagaimana merasakan kasih sayang Allah SWT. Apakah kita bisa merasakannya dan bertawadhu serta bersyukur atau malah kita kufur dan sombong.

602. Dari Anas r.a. bahwasanya ia berjalan melalui anak-anak, kemudian ia memberikan salam kepada mereka ini dan berkata: "Nabi SAW juga melakukan sedemikian." (Muttafaq 'alaih)

603. Dari Anas r.a. p**a, katanya: "Bahwasanya ada seorang hamba sahaya wanita dari golongan hamba sahaya wanita yang ada di Madinah mengambil tangan Nabi SAW lalu wanita itu berangkat dengan beliau ke mana saja yang dikehendaki oleh wanita itu." Ini menunjukkan bahwa Rasulullah selalu merendahkan hati. (Riwayat Bukhari)

Rasulullah sudah memberikan contoh bertawadhu agar kita mendapatkan dan ditambahkan kelak nikmat Allah SWT.

Oleh karena nya kita berusaha tawadhu rendah hati dalam kehidupan kita.
Allah akan memuliakan kita, baik dalam kehidupan ini maupun kelak di akhirat.

Marilah kita saling menjaga diri kita untuk kebaikan. Menjaga hati, lisan dan perbuatan kita untuk rendah hati. Insha Allah semua menjadi berkah.
Aamiin.

Wallahualam bissowab.

Kajian MBRUstadz Ali MuntahaPerbanyak sholawat, karena kita umat Nabi Muhammad. Insha Allah kelak mendapatkan syafa'at d...
27/07/2024

Kajian MBR
Ustadz Ali Muntaha

Perbanyak sholawat, karena kita umat Nabi Muhammad. Insha Allah kelak mendapatkan syafa'at dari beliau.
Aamiin.
Ahlu Sunnah Wal Jamaah, tidak di klaim suatu kaum tertentu saja, namun lebih luas lagi adalah semua orang yang mendasarkan perilaku nya dari sunnah Rasulullah.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَا لُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَا مُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰٓئِكَةُ اَ لَّا تَخَا فُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَ بْشِرُوْا بِا لْجَـنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ
innallaziina qooluu robbunallohu summastaqoomuu tatanazzalu 'alaihimul-malaaa-ikatu allaa takhoofuu wa laa tahzanuu wa absyiruu bil-jannatillatii kungtum tuu'aduun

"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.""
(QS. Fussilat 41: Ayat 30)

Semua orang beriman akan mendapatkan ujian.
Ujian tidak melulu berupa bencana, musibah, kesusahan, melainkan juga berupa pujian, nikmat, kebahagiaan. Bergantung dengan kita mampu melewati nya atau tidak.

Ujian itu seharusnya membuat kita semakin dekat dengan Allah SWT.
Jangan sampai merasa atau bahkan sampai terucap, bahwa ujian yang datang kepada kita merupakan salah orang lain, bahkan berfikir dan membandingkan dengan rezeki orang lain atau bahkan meragukan keadilan Allah SWT. Padahal kasih sayang Allah senantiasa sama dari awal hingga akhir.
Tidak perlu drama drama dalam beriman kepada Allah SWT. Keimanan hanya Allah SWT yang mengetahui nya.

Firman Allah untuk tidak khawatir dan risau, bahkan bersedih hati, karena di akhir kita sudah dijanjikan Surga nya Allah SWT.

Wallahualam bissowab

Kajian subuh MBRUstadz Ali MuntahaKitab Nashihul Ibad. Pelajaran 15Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Menafsiri firman Allah...
21/07/2024

Kajian subuh MBR
Ustadz Ali Muntaha
Kitab Nashihul Ibad.

Pelajaran 15
Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Menafsiri firman Allah Ta’ala, “Sungguh telah nyatalah kerusakan baik di daratan maupun di lautan, maka beliau memberikan tafsirannya
(Yang dimaksud Al-Barr/daratan adalah lisan. Sedangkan yang dimaksud Al-Bahr / lautan adalah hati).

Apabila lisan telah rusak dikarenakan mengumpat misalnya, maka akan menangislah diri seseorang / anak cucu adam.

Akan tetapi apabila hati yang rusak disebabkan karena riya’ misalnya, maka akan menangislah malaikat.
Dan diperumpamakan hati/qolbu dengan lautan adalah dikarenkan sangat dalamnya hati itu.

Dalam kehidupan kita, bila kita tidak bisa berkata baik, maka lebih baik kita diam. Untuk orang beriman, menjaga lisan sangatlah penting.
Lisan kita harus dijaga karena kita diberikan lisan ini kita gunakan untuk menyebut asma Allah SWT, untuk mengaji, untuk bersholawat, maka tidak selayaknya atau tidak pantas bila kita juga menggunakan lisan kita untuk berkata buruk, mencela, memaki dsb.

Semoga kita diberikan petunjuk dan pengingat dari Allah SWT untuk senantiasa menjaga lisan dan hati kita untuk kebaikan.

والله اعلم بالصواب

Kajian MBR Ustadz Riki LesmanaKitab Riyadhus SolihinBAB 62 Mengutamakan orang lainAllah Ta'ala berfirman;"Mereka - orang...
20/05/2023

Kajian MBR
Ustadz Riki Lesmana
Kitab Riyadhus Solihin

BAB 62 Mengutamakan orang lain

Allah Ta'ala berfirman;
"Mereka - orang-orang yang beriman - itu sama mengutamakan orang lain lebih dari dirinya sendiri, meskipun mereka itu sebenarnya adalah dalam kemiskinan." (al-Hasyr: 9)

Allah Ta'ala berfirman p**a:
"Mereka - orang-orang yang baik - itu sama memberikan makanan dengan kasih-sayangnya kepada orang miskin, anak yatim serta orang yang tertawan," sampai akhirnya beberapa ayat. (al-lnsan: 8)

562. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Ada seorang lelaki datang kepada Nabi s.a.w. lalu berkata: "Sesungguhnya saya ini adalah seorang yang sedang dalam kesengsaraan." Beliau s.a.w. menyuruh ke tempat sebahagian isteri-isterinya - untuk meminta sesuatu yang hendak disedekahkan, lalu isteri-isterinya itu berkata: "Demi Zat yang mengutus Tuan dengan benar, saya tidak mempunyai sesuatu melainkan air." Kemudian beliau s.a.w. menyuruh lagi ke tempat isterinya yang lain, maka yang ini pun mengatakan sebagaimana di atas itu. Jadi mereka itu semuanya mengatakan seperti itu p**a, iaitu: "Tidak ada, demi Zat yang mengutus Tuan dengan benar, saya tidak mempunyai sesuatu melainkan air." Beliau s.a.w. lalu bersabda: - kepada sahabat-sahabatnya: "Siapakah yang akan membawa orang ini sebagai tamunya pada malam ini?" Seorang lelaki dari golongan Anshar berkata: "Saya, ya Rasulullah." Orang itu berangkat dengan tamunya ke tempat kediamannya, lalu berkata kepada isterinya: "Muliakanlah tamu Rasulullah s.a.w. ini."

Dalam riwayat lain disebutkan: "Orang itu berkata kepada isterinya: "Apakah engkau mempunyai sesuatu jamuan?" Isterinya menjawab: "Tidak ada, kecuali makanan untuk anak-anakku." Lelaki itu berkata p**a: "Buatlah sesuatu sebab kepada anak-anak itu dengan sesuatu - sehingga terlupa dari makan malamnya. Jadi kalau sudah waktunya mereka makan malam, maka tidurkanlah mereka. Jikalau tamu kita telah masuk rumah, lalu padamkanlah lampunya dan perhatikanlah padanya bahwa kita juga makan. Demikianlah lalu mereka duduk-duduk - yakni tuan rumah dengan tamunya, tamu itupun makan dan keduanya- lelaki dan isterinya -semalam itu dalam keadaan perut kosong.

Ketika menjelang pagi harinya, orang itu - yang menjadi tuan rumah - pergi kepada Nabi s.a.w. - untuk menerangkan peristiwa malam harinya - lalu beliau s.a.w. bersabda:
"Benar-benar Allah menjadi heran dari kelakuanmu berdua -suami-isteri - terhadap tamumu tadi malam itu." (Muttafaq 'alaih)

563. Dari Abu Hurairah r.a. p**a, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Makanan untuk dua orang itu cukup untuk tiga orang dan makanan tiga orang itu cukup untuk empat orang." (Muttafaq 'alaih)

Dalam riwayat Imam Muslim dari Jabir r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya:
"Makanan seorang itu cukup untuk dua orang dan makanan dua orang itu cukup untuk empat orang, sedang makanan empat orang itu cukup untuk delapan orang."

Mengutamakan orang lain merupakan sesuatu yang sangat baik dan mulia.
Pun begitu dalam hidup bermasyarakat, dengan upaya kita bersama marilah kita wujudkan kebaikan untuk bersama.

و الله اعلم بالصواب

18/03/2023

Kajian MBR
Ustadz Riki Lesmana
Kajian Riyadhus Solihin

Bab 60 Dermawan dan murah hati

556. Dari Aisyah radhiallahu 'anha bahwasanya para sahabat sama menyembelih kambing - lalu mereka sedekahkan kecuali belikatnya, kemudian Nabi s.a.w. bertanya: "Bagian apakah yang tertinggal dari kambing itu?" Aisyah menjawab: "Tidak ada yang tertinggal daripadanya, melainkan belikatnya." Beliau lalu bersabda: "Sesungguhnya semua anggotanya itu masih tertinggal, kecuali belikatnya yang tidak."

Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis shahih.

Maknanya ialah saat itu disedekahkanlah semuanya kecuali belikatnya, maka Rasulullah SAW itu menjelaskan bahwa di akhirat kelak semua itu masih tetap ada pahalanya - sebab disedekahkan - kecuali belikatnya yang tidak ada pahalanya - kerana dimakan sendiri.

557. Dari Asma' binti Abu Bakar as-Shiddiq radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda kepadaku: "Jangan engkau menyimpan apa-apa yang ada di tanganmu, sebab kalau demikian maka Allah akan menyimpan terhadap dirimu - yakni engkau tidak diberi rezeki lagi."

Dalam riwayat lain disebutkan:
"Nafkahkanlah, atau berikanlah atau sebarkanlah dan jangan engkau menghitung-hitungnya, sebab kalau demikian maka Allah akan menghitung-hitungkan kurnia yang akan diberikan padamu. Jangan p**a engkau mencegah - menahan untuk memberikan sesuatu, sebab kalau demikian maka Allah akan mencegah pemberianNya padamu." (Muttafaq 'alaih)

558. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya ia mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Perumpamaan orang kikir dan orang yang s**a menafkahkan itu adalah seperti dua orang lelaki yang di tubuhnya ada dua buah baju kurung dari besi - masing-masing sebuah, antara dua susunya dengan tulang lehernya.
Adapun orang yang s**a menafkahkan, maka tidaklah ia menafkahkan sesuatu, melainkan makin sempurnalah atau mencukupi seluruh kulitnya sampai-sampai menutupi tulang-tulang jari-jarinya, bahkan menutupi p**a bekas-bekasnya - ketika berjalan.
Adapun orang kikir maka tidaklah ia menginginkan hendak menafkahkan sesuatu, melainkan makin melekatlah setiap kolongan itu pada tempatnya. Ia hendak meluaskan kolongan tadi, tetapi tidak dapat melebar." (Muttafaq 'alaih)

Aljubbah atau Addir'u artinya baju kurung.

Artinya ialah bahwa seseorang yang s**a membelanjakan itu setiap ia menafkahkan sesuatu, maka makin sempurna dan memanjanglah sehingga tertariklah pakaian yang dikenakannya itu sampai ke belakangnya, sehingga dapat menutupi kedua kaki serta bekas jalan dan langkah-langkahnya.

559. Dari Abu Hurairah r.a. p**a, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Barangsiapa bersedekah dengan sesuatu senilai sebiji buah kurma yang diperolehinya dari hasil kerja yang baik - bukan haram -dan memang Allah itu tidak akan menerima kecuali yang baik. Maka sesungguhnya Allah akan menerima sedekah orang itu dengan tangan kanannya - sebagai kiasan kekuasaanNya, kemudian memperkembangkan pahala sedekah tersebut untuk orang yang melakukannya, sebagaimana seseorang dari engkau semua memperkembangkan anak kudanya sehingga menjadi seperti gunung - yakni memenuhi lembah gunung kerana banyaknya." (Muttafaq 'alaih)

Alfaluwwu dengan fathahnya fa' dan dhammahnya lam serta syaddahnya wawu, ada juga yang mengucapkan dengan kasrahnya fa', sukunnya lam serta diringankannya wawu yakni wawunya tidak disyaddahkan - dan berbunyi Alfilwu, artinya anak kuda.

Keterangan:
Hadis di atas menurut uraian Imam al-Maziri diartikan sebagai perumpamaan yakni yang lazim berlaku di kalangan bangsa Arab. Misalnya dalam percakapan mereka sehari-hari untuk memudahkan pengertian. Jadi seperti sedekah yang benar-benar diterima oleh Allah, lalu dikatakan "diterima dengan tangan kanannya," juga seperti perlipat gandaan pahala, dikatakan dengan "perawatan atau pemeliharaan yang sebaik-baiknya."

Imam Tirmidzi berkata: "Para alim-ulama ahlus sunnah wal jama'ah berkata: "Kita semua mengimankan apa pun yang terkandung dalam Hadis itu dan tidak perlu kita fahamkan sebagai perumpamaan, namun demikian kita pun tidak akan menanyakan dan tidak p**a memperdalamkan: "Jadi bagaimana wujud sebenarnya?" Misalnya mengenai tangan kanan Tuhan, perawatan dan pemeliharaan yang dilakukan olehNya dan Iain-Iain sebagainya."

560. Dari Abu Hurairah r.a. p**a dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Pada suatu kettka ada seorang lelaki berjalan di suatu tanah lapang - yang tidak berair, lalu ia mendengar suatu suara dalam awan: "Siramlah kebun si Fulan itu!" Kemudian menyingkirlah awan itu menuju ke tempat yang ditunjukkan, lalu menghabiskan airnya di atas tanah lapang berbatu hitam itu. Tiba-tiba sesuatu aliran air dari sekian banyak aliran airnya itu mengambil air hujan itu seluruhnya, kemudian orang tadi mengikuti aliran air tersebut. Sekonyong-konyong nampaklah olehnya seorang lelaki yang berdiri di kebunnya mengalirkan air itu dengan alat keruknya. Orang itu bertanya kepada pemilik kebun: "Hai hamba Allah, siapakah nama anda?" Ia menjawab: "Namaku Fulan," dan nama ini cocok dengan nama yang didengar olehnya di awan tadi. Pemilik kebun bertanya: "Mengapa anda tanya nama saya?" Orang itu menjawab: "Sesungguhnya saya tadi mendengar suatu suara di awan yang inilah air yang turun daripadanya. Suara itu berkata: "Siramlah kebun si Fulan itu! Nama itu sesuai benar dengan nama anda. Sebenarnya apakah yang anda lakukan?" Pemilik kebun menjawab: "Ada pun anda menanyakan semacam ini, kerana sesungguhnya saya selalu melihat - memperhatikan benar-benar - jumlah hasil yang keluar dari kebun ini. Kemudian saya bersedekah dengan sepertiganya, saya makan bersama keluarga saya yang sepertiganya dan saya kembalikan pada kebun ini yang sepertiganya p**a - untuk bibit-bibitnya." (Riwayat Muslim)

Dengan bersedekah,
kita jangan khawatir untuk berkurang harta kita, yakin lah bahwa Allah SWT akan menggantikannya dengan yang jauh lebih baik lagi di dunia. Bahkan di akhirat kelak jadi penolong kita.
InshaAllah.

Pun dengan hidup bertetangga, saling memberi dan bersedekah kepada yang berkekurangan maka akan menjadikan lingkungan kita menjadi berkah, terhindar dari musibah. Aamiin ya Robbal alamin.

والله المستعان

12/03/2023

Kajian MBR
Ustadz Riki Lesmana
Kitab Riyadhus Sholihin

Bab 60 Dermawan dan murah hati

553. Dari Jubair bin Muth'im r.a. bahwasanya ia berkata,ia pada suatu ketika berjalan bersama Nabi s.a.w. ketika p**ang dari peperangan Hunain, kemudian mulailah ada beberapa orang A'rab - penduduk pedalaman - meminta-minta kepada beliau, sehingga beliau itu dipaksanya sampai ke sebuah pohon samurah, lalu pohon tersebut menyambar selendangnya - yakni selendang beliau itu terikat oleh duri-durinya. Selanjutnya Nabi s.a.w. berdiri - sambil memegang kendali untanya - lalu bersabda: "Berikanlah padaku selendangku. Andaikata saya mempunyai ternak sebanyak hitungan duri-duri pohon ini, niscayalah semuanya itu akan saya bagikan kepadamu, selanjutnya engkau semua tidak akan menganggap saya sebagai seorang kikir, pendusta atau pengecut." (Riwayat Bukhari)

554. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Tidaklah sesuatu pemberian sedekah itu mengurangi banyaknya harta. Tidaklah Allah itu menambahkan seseorang akan sifat pengampunannya, melainkan ia akan bertambah p**a kemuliaannya. Juga tidaklah seseorang itu merendahkan diri kerana mengharapkan keredhaan Allah, melainkan ia akan diangkat p**a darjatnya oleh Allah 'Azzawajalla. (Riwayat Muslim)

555. Dari Abu Kabsyah, iaitu Umar bin Sa'ad al-Anmari r.a. bahwasanya ia mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Ada tiga perkara yang saya bersumpah atasnya dan saya memberitahukan kepadamu semua akan suatu Hadis, maka peliharalah itu: Tidaklah harta seseorang itu akan menjadi berkurang sebab disedekahkan, tidaklah seseorang hamba dianiaya dengan suatu penganiayaan dan ia bersabar dalam menderitanya, melainkan Allah menambahkan kemuliaan padanya, juga tidaklah seseorang hamba itu membuka pintu permintaan, melainkan Allah membuka untuknya pintu kemiskinan," atau sabda beliau s.a.w. merupakan kalimat lain yang senada dengan huraian di atas.
"Saya akan memberitahukan lagi kepadamu semua suatu Hadis maka peliharalah itu: bahwa dunia ini untuk empat macam golongan orang yaitu:
1. Seorang hamba yang dikaruniai rezeki oleh Allah berupa harta dan ilmu pengetahuan, kemudian ia bertaqwa kepada Tuhannya dan mempererat hubungan kekeluargaan serta mengetahui p**a haknya Allah dalam apa yang dimilikinya itu, maka ini adalah tingkat yang seutama-utamanya.
2. Seseorang hamba yang dikaruniai ilmu pengetahuan tetapi tidak berharta, kemudian orang itu benar niatannya, lalu ia berkata: "Andaikata saya mempunyai harta, niscaya saya akan melakukan sebagaimana yang dilakukan si Fulan itu - dalam hal kebaikan, maka orang tadi karena niatannya tadi, pahalanya sama antara ia dengan orang yang akan dicontohnya.
3. Seseorang hamba yang dikaruniai harta tetapi tidak dikaruniai ilmu pengetahuan, kemudian ia mempergunakan - hartanya dalam hal-hal yang tidak dimengerti secara awur-awuran - serta ia tidak p**a bertaqwa kepada Tuhannya dan tidak s**a mempereratkan tali kekeluargaannya, bahkan tidak p**a mengetahui hak Allah dalam hartanya itu, maka orang semacam ini adalah dalam tingkat yang seburuk-buruknya.
4. Seseorang hamba yang tidak dikaruniai harta dan tidak p**a ilmu pengetahuan, lalu ia berkata: "Andaikata saya mempunyai harta niscayalah saya akan melakukan sebagaimana yang dilakukan oleh si Fulan - dalam hal keburukan, maka orang itu kerana niatannya adalah sama dosanya antara ia sendiri dengan orang yang akan dicontohnya itu."

Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

Harta dan ilmu wajib kita usahakan. Namun sedikit banyaknya adalah kehendak Allah SWT.
Namun dalam harta kita harus bersedekah karena di dalamnya ada hak hak orang lain.
Sedekah tidak akan mengurangi atau membuat kita menjadi miskin.
Begitupun ilmu yang dititipkan kepada kita.

Golongan orang yang disebut oleh Nabi Muhammad SAW pada zaman sekarang pun pasti ada.
Semoga kita diberikan keberkahan dalam rezeki dan ilmu kita yang kelak akan menjadi penolong kita dalam Yaumul Mizan, hari penimbangan amal.
Aamiin.
و الله المستعان
Syukron pak Indra Goekil Gunungkidul
Sdh meresume

14/01/2023

Kajian MBR
Ustadz Riki Lesmana
Kitab Riyadush Sholihin

532. Dari Ibnu Mas'ud r.a., katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang tertimpa oleh kemelaratan, lalu dipasrahkan kepada manusia - yakni meminta tolong kepada sesama manusia agar dihilangkan kemelaratannya itu, maka tentu tidak akan tertutuplah kemelaratannya tadi.
Tetapi barangsiapa memasrahkan kepada Allah - yakni mohon kepadaNya agar dihilangkan kemelaratannya, maka Allah akan memberinya rezeki yang kontan - cepat diberikannya - atau rezeki yang dilambatkan memberikannya."

Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud serta Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.

533. Dari Tsauban r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Siapakah yang memberikan jaminan kepada saya bahwa ia tidak akan meminta apapun dari para manusia dan saya memberikan jaminan padanya untuk memperolehi syurga?" Saya berkata: "Saya."
Maka Tsauban sejak saat itu tidak pernah meminta sesuatu apa pun kepada siapa saja.

Diriwayatkan oleh Imam Dawud dengan isnad shahih.

Dalam sebuah cerita setelah berita kematian Tsauban, Rasul menemui istrinya, lalu sang istri menyampaikan menjelang kematiannya Tsauban menyampaikan bahwa Tsauban berkata
1. Mengapa tidak lebih jauh lagi
2. Mengapa tidak ada yang baru
3. Mengapa tidak semuanya

Rasul bertanya apa kah artinya
1. Tsauban ingin lebih jauh lagi rumah nya dengan masjid agar setiap langkahnya mendapatkan pahala yang lebih banyak lagi.
2. Tsauban ingin lebih banyak lagi bersedekah walau ia sendiri berekonomi lemah.
3. Tsauban ingin beribadah lagi walau telah ditampakkan surga untuknya.
Masya Allah...

Kita berikhtiar dan berjuang, setelahnya kita gantungkan semua nya kepada Allah SWT.
Hanya kepada Allah kita meminta dan memohon pertolongan.
Tetap semangat.
InsyaAllah dicukupkan rezeki kita semua. Aamiin.

Wallahualam bisshawwab
Written By. Pak Indra

Selamat HUT RI ke-76INDONESIA TANGGUHINDONESIA TUMBUH
26/08/2021

Selamat HUT RI ke-76
INDONESIA TANGGUH
INDONESIA TUMBUH

Ayo belanja ditetangga...
24/04/2020

Ayo belanja ditetangga...

25/08/2018

Address

Depok
16533

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Cinerepark-view posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Cinerepark-view:

Share