18/03/2023
Kajian MBR
Ustadz Riki Lesmana
Kajian Riyadhus Solihin
Bab 60 Dermawan dan murah hati
556. Dari Aisyah radhiallahu 'anha bahwasanya para sahabat sama menyembelih kambing - lalu mereka sedekahkan kecuali belikatnya, kemudian Nabi s.a.w. bertanya: "Bagian apakah yang tertinggal dari kambing itu?" Aisyah menjawab: "Tidak ada yang tertinggal daripadanya, melainkan belikatnya." Beliau lalu bersabda: "Sesungguhnya semua anggotanya itu masih tertinggal, kecuali belikatnya yang tidak."
Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis shahih.
Maknanya ialah saat itu disedekahkanlah semuanya kecuali belikatnya, maka Rasulullah SAW itu menjelaskan bahwa di akhirat kelak semua itu masih tetap ada pahalanya - sebab disedekahkan - kecuali belikatnya yang tidak ada pahalanya - kerana dimakan sendiri.
557. Dari Asma' binti Abu Bakar as-Shiddiq radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda kepadaku: "Jangan engkau menyimpan apa-apa yang ada di tanganmu, sebab kalau demikian maka Allah akan menyimpan terhadap dirimu - yakni engkau tidak diberi rezeki lagi."
Dalam riwayat lain disebutkan:
"Nafkahkanlah, atau berikanlah atau sebarkanlah dan jangan engkau menghitung-hitungnya, sebab kalau demikian maka Allah akan menghitung-hitungkan kurnia yang akan diberikan padamu. Jangan p**a engkau mencegah - menahan untuk memberikan sesuatu, sebab kalau demikian maka Allah akan mencegah pemberianNya padamu." (Muttafaq 'alaih)
558. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya ia mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Perumpamaan orang kikir dan orang yang s**a menafkahkan itu adalah seperti dua orang lelaki yang di tubuhnya ada dua buah baju kurung dari besi - masing-masing sebuah, antara dua susunya dengan tulang lehernya.
Adapun orang yang s**a menafkahkan, maka tidaklah ia menafkahkan sesuatu, melainkan makin sempurnalah atau mencukupi seluruh kulitnya sampai-sampai menutupi tulang-tulang jari-jarinya, bahkan menutupi p**a bekas-bekasnya - ketika berjalan.
Adapun orang kikir maka tidaklah ia menginginkan hendak menafkahkan sesuatu, melainkan makin melekatlah setiap kolongan itu pada tempatnya. Ia hendak meluaskan kolongan tadi, tetapi tidak dapat melebar." (Muttafaq 'alaih)
Aljubbah atau Addir'u artinya baju kurung.
Artinya ialah bahwa seseorang yang s**a membelanjakan itu setiap ia menafkahkan sesuatu, maka makin sempurna dan memanjanglah sehingga tertariklah pakaian yang dikenakannya itu sampai ke belakangnya, sehingga dapat menutupi kedua kaki serta bekas jalan dan langkah-langkahnya.
559. Dari Abu Hurairah r.a. p**a, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Barangsiapa bersedekah dengan sesuatu senilai sebiji buah kurma yang diperolehinya dari hasil kerja yang baik - bukan haram -dan memang Allah itu tidak akan menerima kecuali yang baik. Maka sesungguhnya Allah akan menerima sedekah orang itu dengan tangan kanannya - sebagai kiasan kekuasaanNya, kemudian memperkembangkan pahala sedekah tersebut untuk orang yang melakukannya, sebagaimana seseorang dari engkau semua memperkembangkan anak kudanya sehingga menjadi seperti gunung - yakni memenuhi lembah gunung kerana banyaknya." (Muttafaq 'alaih)
Alfaluwwu dengan fathahnya fa' dan dhammahnya lam serta syaddahnya wawu, ada juga yang mengucapkan dengan kasrahnya fa', sukunnya lam serta diringankannya wawu yakni wawunya tidak disyaddahkan - dan berbunyi Alfilwu, artinya anak kuda.
Keterangan:
Hadis di atas menurut uraian Imam al-Maziri diartikan sebagai perumpamaan yakni yang lazim berlaku di kalangan bangsa Arab. Misalnya dalam percakapan mereka sehari-hari untuk memudahkan pengertian. Jadi seperti sedekah yang benar-benar diterima oleh Allah, lalu dikatakan "diterima dengan tangan kanannya," juga seperti perlipat gandaan pahala, dikatakan dengan "perawatan atau pemeliharaan yang sebaik-baiknya."
Imam Tirmidzi berkata: "Para alim-ulama ahlus sunnah wal jama'ah berkata: "Kita semua mengimankan apa pun yang terkandung dalam Hadis itu dan tidak perlu kita fahamkan sebagai perumpamaan, namun demikian kita pun tidak akan menanyakan dan tidak p**a memperdalamkan: "Jadi bagaimana wujud sebenarnya?" Misalnya mengenai tangan kanan Tuhan, perawatan dan pemeliharaan yang dilakukan olehNya dan Iain-Iain sebagainya."
560. Dari Abu Hurairah r.a. p**a dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Pada suatu kettka ada seorang lelaki berjalan di suatu tanah lapang - yang tidak berair, lalu ia mendengar suatu suara dalam awan: "Siramlah kebun si Fulan itu!" Kemudian menyingkirlah awan itu menuju ke tempat yang ditunjukkan, lalu menghabiskan airnya di atas tanah lapang berbatu hitam itu. Tiba-tiba sesuatu aliran air dari sekian banyak aliran airnya itu mengambil air hujan itu seluruhnya, kemudian orang tadi mengikuti aliran air tersebut. Sekonyong-konyong nampaklah olehnya seorang lelaki yang berdiri di kebunnya mengalirkan air itu dengan alat keruknya. Orang itu bertanya kepada pemilik kebun: "Hai hamba Allah, siapakah nama anda?" Ia menjawab: "Namaku Fulan," dan nama ini cocok dengan nama yang didengar olehnya di awan tadi. Pemilik kebun bertanya: "Mengapa anda tanya nama saya?" Orang itu menjawab: "Sesungguhnya saya tadi mendengar suatu suara di awan yang inilah air yang turun daripadanya. Suara itu berkata: "Siramlah kebun si Fulan itu! Nama itu sesuai benar dengan nama anda. Sebenarnya apakah yang anda lakukan?" Pemilik kebun menjawab: "Ada pun anda menanyakan semacam ini, kerana sesungguhnya saya selalu melihat - memperhatikan benar-benar - jumlah hasil yang keluar dari kebun ini. Kemudian saya bersedekah dengan sepertiganya, saya makan bersama keluarga saya yang sepertiganya dan saya kembalikan pada kebun ini yang sepertiganya p**a - untuk bibit-bibitnya." (Riwayat Muslim)
Dengan bersedekah,
kita jangan khawatir untuk berkurang harta kita, yakin lah bahwa Allah SWT akan menggantikannya dengan yang jauh lebih baik lagi di dunia. Bahkan di akhirat kelak jadi penolong kita.
InshaAllah.
Pun dengan hidup bertetangga, saling memberi dan bersedekah kepada yang berkekurangan maka akan menjadikan lingkungan kita menjadi berkah, terhindar dari musibah. Aamiin ya Robbal alamin.
والله المستعان