I Love My Mom

I Love My Mom Become a Fan and Invite your Friends if you really Love your Mother. Click on "Suggest to Friends" and Invite all your Friends

WE THANKFUL AND APPRECIATE EVERY MOTHER IN THE WORLD. FOR DOING JOB DAY BY DAY, TAKING CARE THE FAMILY YEARS BY YEARS AND EXTENDING LOVE THAT NEVER END FOREVER. I LOVE MY MOTHER MORE THAN ANYTHING IN THIS WORLD. LIFE BEGAN WITH WAKING UP AND LOVING MY MOTHER'S FACE .......

Saya kaget, lalu saya bertanya, "Kenapa Bapak berpikir demikian?""Anak saya dah habis dicubit istri saya, belum lagi dip...
04/02/2021

Saya kaget, lalu saya bertanya, "Kenapa Bapak berpikir demikian?"

"Anak saya dah habis dicubit istri saya, belum lagi dipukul dengan rotan. Saya tidak tega melihatnya. Itu termasuk usia satu tahun, Dok."
"Istri saya bagaikan macan. Padahal dulu istri saya sangat lembut hatinya, marahpun tidak tega," ujarnya lagi.

ISTRIKU PEMARAH DAN S**A MEMUKUL ANAK
---------------------------
Hai para suami inilah cara yg tepat utk membahagiakan istrimu. Silahkan dicoba.
Pasien saya pernah berkonsultasi seperti ini:

"Dok, saya rasa saya perlu membawa istri saya ke dokter jiwa."

Saya kaget, lalu saya bertanya, "Kenapa Bapak berpikir demikian?"

"Anak saya dah habis dicubit istri saya, belum lagi dipukul dengan rotan. Saya tidak tega melihatnya. Itu termasuk usia satu tahun, Dok."

"Istri saya bagaikan macan ... Padahal dulu istri saya sangat lembut hatinya, marahpun tidak tega," ujarnya lagi.

Saya terdiam, lalu bertanya, "Pak, mohon maaf sebelumnya, saya bertanya dulu, ya, soal kondisi Ibu."

Singkat cerita, saya mendapat informasi bahwa si Ibu ini punya 4 orang anak. Usia anaknya mepet-mepet, terbesar 10 tahun, lalu 8, 5, dan 2 tahun. (Saya dengarnya saja sampai melotot).
Punya pembantu hanya 1, dan si Ibu ini bekerja, jam kerjanya dari jam 7 pagi sampai jam 6 malam.

Biasanya Si Ibu bangun jam 4 pagi untuk masak dan bersih-bersih, lalu lanjut dengan menyiapkan anak-anak sekolah, bahkan Ibu ini harus mengantarkan anak-anak sekolah pagi.

Dan siklus ini berlanjut sampai hari Sabtu. Hari Sabtu si Ibu akan bekerja sampai jam 3 sore.

Pada saat anak pertama, si Ibu ini baik-baik saja. Semakin anak bertambah, keganasannya pun bertambah. Bahkan kalau marah bisa menjerit-jerit dan membanting barang.

Saya melanjutkan pertanyaan saya, "Bapak, kalau boleh tahu, aktivitas Bapak kalau pagi dan sore bagaimana, Pak?"

"Oh, saya bangun jam 6, mandi, makan pagi, lalu berangkat kerja. Sampai di rumah saya jam 6 sore, Dok, mandi, makan, buka kerjaan kantor sebentar, lalu istirahat. Capek dah kerja seharian. Saya gak ngurus anak-anak, Dok. Mereka kan urusan ibunya."

(Iiiih pengen deh nyubit si Bapak. Nyubit pake capit kepiting raksasa )

"Mohon maaf sebelumnya, ya, Pak. Sebelum saya merujuk istri Bapak ke dokter jiwa, sebaiknya Bapak bisa melakukan beberapa hal berikut ini."

"Kita tunggu satu bulan, kalau tidak ada perubahan, boleh kita bawa ke psikiater."

"Tolong lakukan ini setiap hari, dan tolong jangan tanya kenapa ... Just do it! (Maksa mode on )."

1. Bapak bangun jam 5 pagi, bantuin Ibu mandikan anak-anak dan bagi tugas mengantarkan anak.
2. Gantian, Pak, setiap Sabtu, sesekali Bapak yg "Me Time", sesekali Ibu yg "Me Time".
Kasih Ibu waktu untuk rehat, biarkan sesekali pergi ke salon, nonton, pergi dengan teman, apapun itu yang bisa membuat beliau segar kembali.
3. Kalau memang Bapak punya dana lebih, sebaiknya ditambah pembantu satu lagi, Pak.
4. Diajak kencan berdua, sesekali anak dititipkan.

"Begitu, ya, Pak. Sebulan lagi kita cek ulang."

Selang sebulan, si Bapak kembali dengan wajah yang sumringah.

"Gimana, Pak?"

"Betul, Dok! Istri saya sekarang sudah lebih sabar. Anak-anak juga sangat jarang dipukul. Saya lihat anak-anak saya juga lebih bahagia. Saya rasa gak perlu ke psikiater, ya, Dok. Saya sadar saya salah. Saya kurang berikan waktu istirahat untuk istri saya."

Ia pun lanjut bercerita, "Tapi saya belum sanggup sewa pembantu lagi, Dok. Tapi kata istri saya tidak usah, sanggup kok merawat anak-anak selama saya membantu."

"Alhamdullilah ... Ya, selama komunikasi dengan Ibu baik, Bapak mau membantu istri Bapak. Saya rasa bisa kok, Pak, merawat anak-anak."

Sebenarnya para suami perlu tahu, bahwa dengan membahagiakan istrinya artinya juga menyelamatkan anak-anaknya.

Apa hubungannya?

Seringkali anaklah yang menjadi korban saat ibunya banyak pikiran dan tertekan.

Peran ibu sangat besar dalam mendidik anak-anak agar mereka tumbuh besar, bertanggungjawab, dan cerdas.

Bersyukurlah para suami mempunyai istri yang bisa tetap menjaga kewarasannya ketika beban hidup begitu berat.

Selalu dengar istri Anda, selalu ringankan tangan untuk membantu pekerjaannya, dan selalu berikan pelukan untuk menenangkannya

Seringkali depresi dan stres istri justru berasal dari orang terdekatnya, loh. Beban istri tidak hanya dari anak-anak saja.

Anak rewel, anak sakit, anak dengan kondisi khusus, anak lebih dari satu ... Banyak.

Ini makin parah dengan beban sikap buruk dari suami, keadaan ekonomi yang sulit, belum lagi jika mendapat mertua, ipar, orangtua yang jahat alias juliiid, banyak tuntutan (perhatian maupun materi), s**a ngatur (kaya di sinetron deh tuh ).

Akhirnya, karena tidak berdaya dan tidak ada pembelaan dari suami, gak bisa balas, ujungnya hanya bisa melampiaskan pada sosok yang lemah, yaitu anak.

Apalagi klo beban ekonomi ibu bergantung total pada suami. Apa-apa minta suami. Mau beli make up minta suami ....

Kebayangkan, sudah stres ... gak bisa merawat diri, dibilang gila lagi!

Berapa banyak kasus penganiayaan bahkan hingga kasus pembunuhan anak berawal dari sini?

Dan ketika itu terjadi, para ibu seringkali dicap tidak punya iman, ibu gila, ibu jahat. Semua menghakimi tanpa memikirkan bagaimana kondisi mental si Ibu.

Dan yang mengerikan, orang gak sadar bahwa dari ucapan dan tindakan itulah yang menjadi pembuka pintu untuk menjadikan seorang ibu menjadi seorang pembunuh bagi anak-anaknya.

Baik pembunuh karakter maupun pembunuhan yang menghilangkan nyawa.

Semua bisa kok dilewati ketika suami berbuat baik pada istrinya, berada di garda terdepan untuk melindungi dan menyayangi istrinya. Menjadi pendamping dan pembimbing. Karena dengan begitu, sesungguhnya seorang suami juga sedang melindungi anak-anaknya.

Dan buat kita semua wanita!!!

Please deh jangan julid!!!

Kalau ada teman yang stres punya banyak anak, jangan menghakimi, terus dibandingkan,

"Iih punya anak 4, gak bisa merawat diri, makin lama makin jelek."

Yang berkomentar hilang ingatan klo dia sendiri cuma punya anak dua dengan dua baby sitter, seorang sopir, dan dua pembantu ...

(Dokter Ika Devi)

***

Memang benar, ya, yang paling berefek menyakiti dan mengubah pribadi seorang ibu, ya, orang terdekatnya.

Ditambah lagi yang mengherankan, yang usil dan sering menghakimi juga sesama wanita:

- ibu sendiri, padahal sebagai ibu juga pasti dia pernah merasakan beban yang berat menjadi seorang ibu.

- ibu mertua, padahal ia juga pernah merasakan menjadi menantu. Tapi tanpa sadar ia juga memperberat kondisi menantunya.

- ipar/saudara perempuan yang sebenarnya sama-sama merasakan beratnya beban hidup tapi malah menambah beban dengan ketidakpedulian dan persaingan.

- teman wanita lainnya, yang justru malah nyinyir mencari kekurangan wanita lain hanya untuk merasa ego bahwa dirinya jauh lebih baik.

Segala hal jadi bahan perbandingan dan dipermasalahkan secara berlebihan: caesar atau tidak caesar, vaksin atau tidak vaksin, asi atau tidak asi, bisa ngupas salak atau gak bisa ngupas salak.

Setiap orang itu kan mengalami situasi dan kondisi yang berbeda-beda, jadi jangan disamakan dengan kondisi kita, bisa saja lebih baik atau mungkin lebih buruk.

Pahami dulu, sebelum menghakimi!
🙏🙏

Dunia dan kehidupan berubah dari hari ke hari, dari tahun ke tahun, tetapi cinta dan ingatan seorang Ibu tidak akan pern...
10/07/2020

Dunia dan kehidupan berubah dari hari ke hari, dari tahun ke tahun, tetapi cinta dan ingatan seorang Ibu tidak akan pernah berlalu 💖🌼🌹

04/08/2017

Sepenggal cerita yg tersisa

*" MUTIARA YANG DIBUANG........."*

SUAMI isteri yang kaya raya........saat masuk rumah dan mereka melihat ruang makan yang kotor.....dan tercium bau aroma tidak sedap.... "pesing".

Sementara di sudut meja makan terlihat....nampak seorang ibu tua sedang berusaha keras untuk bisa menyapu.

Istri :
DIA bersuara keras membentak ibu tua itu !!!
Ini pasti ulah ibu, kan......?
Ibu ngompol di lantai kan........?
Lihat tuh, meja kotor..... makanan tercecer dimana-mana..... lantai juga Waduuuuuh (marah dan geram)..... ibu...ibu !!
Ini rumah bukan gudang.......ibu !!!!!

Suami :
Sudahlah mama.... jangan bentak ibu seperti itu, kasian.....ibu kan sudah tua

Istri:
Tidak bisa begini terus- menerus....Kalau tiba² ada tamu yg datang.... apa jadinya ???? Sebaiknya besok kita bawa ibu ke panti jompo.....Saya akan bawa !

Suami :
Jangan ma....! Itu kan ibumu....masa' dibawa ke panti jompo ??..................

Setelah ibu tua itu dibawa ke panti jompo si istri benahi merapikan kamar ibunya........
Dibawah kasur ditemukan sebuah buku lusuh dengan kertas yang agak kuning kusam.

Dia tertarik karena....koq ada foto dirinya sejak kecil dan remaja, di halaman depan bertuliskan judul buku :

*"PUTRIKU buah HATIKU"*

istri :
Terduduk lesu setelah membaca tulisan ibunya itu.

Diawali hari dan tanggal lahir dia. "Aku melahirkan putriku....biar terasa sakit dan mandi darah....aku bangga bisa punya anak"
Ya.....aku bangga bisa berjuang tanpa suami yang telah mendahuluiku.

Aku rawat dengan cinta....aku besarkan dengan kasih....aku sekolahkan dengan airmata....aku hidupi dia dengan cucuran keringat.

Kuingat.....ketika kubawa ke klinik untuk imunisasi.....diatas angkot....dia nangis lalu kubuka kancing blus dan susui dia....aku tak merasa malu....bahkan tiba-tiba dia kencingi aku.....tapi biarlah.

Tiba² dia batuk kecil.... muntah....dan basahi rokku.

Hari itu terasa indah bagiku....biarpun aku basah oleh kencing dan muntahannya....aku tetap tersenyum..... bangga sekali.

Kejadian itu berulang-ulang beberapa kali.

Aku tak peduli apa kata orang diatas angkot.... asalkan putriku bisa tumbuh sehat....Itu yang utama bagiku.

Istri :
Sambil baca..... airmatanya mulai meleleh turun....hati terasa perih....dada sesak.
Tiba² dia berteriak keras....meraung-raung sejadi-jadinya "Ibuuuuuuu.......ibuuuuu.."!! Sambil berdiri setengah berlari ke garasi.

Suami :
Suaminya kaget lihat ulah istrinya dan bertanya : "Keeeenapa ma, ada apa ?????"
Terisak dia jawab : "Aku harus bawa kembali ibuku".

Tiba-tiba telpon berdering....diterima suaminya lalu........
"Mohon bapak dan ibu segera datang ke panti sekarang......cepat !!!"

Mereka buru-buru ke panti....saat masuk, nampak tubuh ibu tua sudah lemah, sedang diperiksa dokter.

Istri :
si istri berteriak histeris sambil menangis menahan air mata "Ibuuuuu........"!! Ibunya lemah tanpa bersuara dan berusaha memeluk kepala anaknya seraya berbisik pelan dan bercucur air mata..... "Anakku...ibu bangga punya kamu....seluruh cinta kasih hanya buat kamu nak... Maafkan ibu. iiiii...ibu saaayyyaaaang padamu (sambil memejamkan mata)"
Sang ibupun menghembuskan nafas... meninggal dengan damai

Anaknya meraung-raung keras sekali....menangis dan menyesal !!!!! "Ibuu.... ibuu.... aku minta ampun buu...... aku durhaka sama ibuu.. ampun...ampuni aku bu. iiibuu...jangan tinggalkan aku bu.

*"Anak macam apa aku ini....anak macam apa.......ampun buu....ampuni aku ibuu*"

SAUDARAKU....SAHABATKU...masih KAH ada ibu dan ayah disisimu ?

KALAU orang tua masih ada rawatlah dengan sepenuh hati.....kalau telah mendahului kita do'a kan.

Nilai apa yg terbersit dari kisah ini ?

Ingatlah Saudaraku :

* kegeraman mengantar kita "memeluk dosa"

* tindakan bodoh, membuat kita "merangkul durhaka"

* sikap ego, mendorong kita "mendekap nista"

* sesal yang terlambat, menarik kita "bergelimang keperihan dan dosa"

23/08/2016

Pelukan seorang Ibu bisa menenangkan Anaknya yang sedang bersedih

Beri banyak CINTA buat IBU Kita
27/06/2016

Beri banyak CINTA buat IBU Kita

09/05/2016

Orang tua sebenarnya adalah cinta pertama seorang anak.
Ketika lahir...
Yang pertama kali dilihat dan dibutuhkan adalah ibunya.
Kehangatan seorang ibu adalah cinta yang menguatkan sehingga bayi bisa merasa kuat dan nyaman

I Love My Mom
08/05/2016

I Love My Mom

27/11/2012

Mom I Love You More Than Anything In The World!

I Cannot Say How Much I Love You Mom.....
13/05/2012

I Cannot Say How Much I Love You Mom.....

Address

Jalan Katalia
Denpasar

Telephone

+6285934530019

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when I Love My Mom posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to I Love My Mom:

Share