Loker Mahasiswa

Loker Mahasiswa Kami adalah penghubung pemberi kerja dengan mahasiswa yang sedang membutuhkan pekerjaan sampingan.

Tips Mengembangkan Kreativitas Cara berpikir kreatif biasanya muncul saat seseorang tidak berada dalam keadaan tertekan ...
14/01/2017

Tips Mengembangkan Kreativitas

Cara berpikir kreatif biasanya muncul saat seseorang tidak berada dalam keadaan tertekan atau stres. Pikiran dan suasana yang santai cenderung memicu kreativitas untuk berkembang.

1. Istirahat yang Cukup

Istirahat yang dimaksud disini bukanlah tidur. Tapi melakukan suatu kegiatan yang tidak membutuhkan banyak gerak, seperti berkebun atau berjalan-jalan. Kegiatan yang santai dan cenderung membosankan ini merangsang otak untuk berpikir lebih kreatif.

2. Jangan Remehkan Tidur Siang

Tidur siang merupakan aktivitas yang dianjurkan untuk membantu seseorang menjadi lebih kreatif dan produktif. Tidur siang ternyata bermanfaat dalam meningkatkan memori dan membuat seseorang dapat berpikir dengan lebih jernih saat bangun. Tapi, jangan tidur siang terlalu lama. Cukup selama 20-30 menit saja.

3. Lakukan Meditasi

Meditasi dapat dilakukan dimana saja. Anda hanya perlu duduk dengan tegak dan duduk diam selama beberapa menit. Fokuslah mengatur napas dan istirahatkan pikiran Anda dari hal-hal buruk. Proses meditasi ini akan mendorong seseorang untuk memiliki pemikiran yang lebih kreatif.

4. Dengarkan Musik atau Suara Sekitar

Bekerja di lingkungan yang sepi dan sunyi akan sangat membosankan dan justru merusak konsentrasi. Dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa bekerja di lingkungan yang bising justru membantu seseorang menjadi lebih kreatif dan produktif. Anda dapat mencoba menyelesaikan pekerjaan Anda di kedai kopi, di taman, atau di kafetaria. Jika ingin bekerja di rumah, nyalakan musik yang Anda s**ai atau suara televisi agar suasana tidak sepi.

Source : http://www.ruangfreelance.com/tips-mengembangkan-kreatifitas/

5 Kendala Dalam Usaha dan Solusinya Sumber Daya ManusiaJika anda adalah seorang Interpreneur sejati, tentu anda akan san...
14/01/2017

5 Kendala Dalam Usaha dan Solusinya

Sumber Daya Manusia

Jika anda adalah seorang Interpreneur sejati, tentu anda akan sangat sadar tentang pentingnya sumber daya manusia yang berkualitas. Anda akan membutuhkan tim spesialis yang memiliki kemampuan mumpuni untuk membantu anda dalam mengembangkan usaha. Masalahnya, jika bidang yang anda geluti adalah suatu hal yang memiliki sedikit orang yang mampu melakukanya. Atau anda memang membutuhkan orang-orang dengan spesialisasi tertentu yang tak bisa di dapat dengan mudah. Maka salah satu solusi yang dapat anda lakukan adalah melakukan investasi pada sumber daya manusia tersebut. Seperti, anda dapat mengirim orang untuk belajar dengan biaya yang anda tanggung.

Minat Pasar

Minat pasar adalah salah satu factor penting yang dapat menjadi masalah besar di kemudian hari. Kurang matang dalam menentukan pasar yang akan anda bidik, akan membuat usaha anda sulit untuk berkembang. Maka solusinya, anda harus menentukan konsumen yang akan anda bidik untuk produk anda. Apakah anak-anak, kalangan ibu-ibu, atau bahkan anak muda. Hal ini akan membantu anda lebih focus dalam melakukan promosi serta menargetkan produk anda ke konsumen yang tepat. Dan yang tidak kalah pentingnya, anda juga harus selalu mengikuti perkembangan pasar serta harus mempelajari karakteristik konsumen yang anda tuju.

Siklus Penjualan

Beberapa produk terkadang memiliki siklus penjualan yang cukup lambat, terutama jika usaha anda berjalan pada bidang yang non-konsumtif. Artinya, produk yang anda jual tidak termasuk produk yang di butuhkan sehari-hari. Seperti furniture, barang pecah belah, dan lain sebagainya. Maka tak jarang anda akan mengalami siklus penjualan yang lambat tergantung musim dan minat pasar. Maka sebagai solusi yang dapat anda lakukan, anda harus memikirkan dengan matang siklus penjualan produk anda. Apakah produk yang anda jual dapat bertahan cukup lama di pasar atau malah cepat tenggelam karena tren-tren baru yang mungkin terjadi. Maka dari itu, anda harus lebih jeli dalam melihat prospek pasar. Anda harus selalu berusaha agar produk-produk anda dapat bertahan lama di pasar dengan terus melakukan inovasi untuk menarik minat pelanggan.

Perencanaan Modal

Tak jarang para Interpreneur yang masih pemula sering salah perkiraan dalam perencanaan modal mereka. Bahkan ada sebagian yang berani menjalankan usahanya dengan modal terbatas serta modal nekat. Sebenarnya tak masalah, itu menjadi “keberanian” yang patut di hargai. Tapi semua akan berbeda jika ada masalah timbul di belakang hari. Persaingan yang cukup sengit, tren yang tiba-tiba berubah, serta beberapa factor yang menyebabkan anda harus memiliki modal lebih untuk bisa bertahan dan bangkit. Maka modal yang kuat serta perencanaan modal yang cukup matang akan sangat penting manfa’atnya untuk mengatasi masalah tersebut. Terutama agar usaha anda terus berputar dan tak berhenti di tengah jalan.

Tepat Jadwal

Ini adalah salah satu hal tersulit yang bisa jadi masalah serius. Ketepatan jadwal adalah salah satu kunci utama untuk kesuksesan usaha anda. Sebuah produk harus memiliki jadwal pasti kapan produk itu mulai di pasarkan, dan kapan produk berikutnya menyusul agar terjadi siklus perputaran yang konsisten dalam pasar. Jika sampai anda tak bisa menepati jadwal yang di tentukan, maka resikonya adalah terjadinya “kekosongan” produk anda di pasaran. Dan celah ini dapat di gunakan para pesaing anda untuk merebut pelanggan anda.

Itulah 5 Jenis Kendala Dalam Usaha dan Solusinya yang dapat saya bagikan. Semoga ini bisa menjadi mas**an yang bermanfa’at dalam membantu mengembangkan usaha yang sedang anda rintis

Source: http://www.infonajwa.com/5-jenis-kendala-dalam-usaha-dan-solusinya/

1. Membangun Jaringan Bisnis Lebih LuasDalam dunia bisnis, relasi dengan para pebisnis lain dan keunggulan produk atau j...
04/01/2017

1. Membangun Jaringan Bisnis Lebih Luas
Dalam dunia bisnis, relasi dengan para pebisnis lain dan keunggulan produk atau jasa yang Anda tawarkan merupakan hal yang sama pentingya. Itulah pentingnya untuk memiliki lebih dari satu kepala yang menjalankan bisnis Anda. Rekan-rekan satu tim Anda bisa jadi merupakan seorang profesional yang sudah berkecimpung di dunia bisnis selama bertahun-tahun dan memiliki banyak kenalan dengan para pebisnis lain. Tidak ada salahnya bukan untuk memanfaatkan situasi tersebut? Pengalaman yang dimiliki Anda dan rekan-rekan akan membawa kemajuan dalam bisnis Anda, baik dari segi penanaman modal maupun inovasi.

2. Anda dapat Bertemu Orang-orang dengan Keahlian Beragam
Lingkungan kerja merupakan wadah bertemunya orang-orang dari beragam latar belakang pendidikan dan keahlian. Meskipun berada pada satu bidang pekerjaan yang sama, bukan tidak mungkin jika rekan Anda memiliki bakat dan kemampuan lainnya yang tidak kalah menarik. Anda bisa mendapatkan keuntungan dari kemampuan lain yang dimiliki rekan satu tim Anda. Contohnya saja, Anda dapat bertukar pikiran dengan rekan satu tim mengenai rencana bisnis Anda atau Anda dapat meminta bantuan pada rekan yang sudah berpengalaman sebelumnya dalam mengatasi masalah yang sedang dihadapi perusahaa

3. Mengembangkan Keahlian yang Anda Miliki
Perusahaan rintisan mungkin akan membutuhkan seseorang dengan kemampuan yang sudah matang. Namun, hal tersebut tidak menutup kemungkinan untuk Anda yang belum terlalu ahli untuk mengembangkan kemampuan yang Anda miliki menjadi jauh lebih baik. Bekerja di sebuah perusahaan start-up dapat menjadi tempat terbaik untuk mendapatkan keahlian baru, contohnya di bidang desain dan pemasaran.

4. Mendapatkan Saran yang Membangun
Salah satu manfaat terbesar dari kerja tim dalam perusahaan start-up adalah adanya saran langsung dari rekan-rekan satu tim. Orang-orang yang terlibat langsung dalam kegiatan operasional perusahaan start-up tentunya mengetahui dengan baik hal dan kendala apa saja yang dihadapi setiap harinya. Mendengarkan saran dari rekan satu tim dapat membantu Anda memikirkan solusi yang tepat. Jangan sepelekan kesalahan sekecil apapun yang Anda temui dalam proses kerja sehari-hari. Kesalahan kecil yang dibiarkan terlalu lama bisa jadi akan berkembang menjadi fatal dan dapat mengancam keberlangsungan perusahaan Anda.

5. Ide-ide Baru yang Terus Datang
Saat mendirikan sebuah perusahaan start-up, secara tidak sadar Anda telah mengumpulkan orang-orang yang memiliki cita-cita yang sama ke dalam satu tim untuk membuat sebuah produk inovatif. Pendapat dan mas**an dari anggota satu tim memang dapat membawa Anda pada sebuah konflik, namun tidak semua konflik merupakan hal buruk sepanjang Anda mengerti bagaimana cara menghadapinya. Sesekali, Anda dapat membiarkan anggota tim yang memiliki ide baru untuk memimpin rapat atau diskusi. Melalui cara tersebut, rekan-rekan satu tim Anda dapat belajar untuk saling percaya dan mampu mengatasi konflik dan perbedaan pendapat dengan cara yang tepat.

Source : www.ruangfreelance.com

Memulai sebuah perusahaan rintisan di bidang digital tidak memiliki rumus baku harus seperti apa dan berapa modal dibutu...
03/01/2017

Memulai sebuah perusahaan rintisan di bidang digital tidak memiliki rumus baku harus seperti apa dan berapa modal dibutuhkan. Tapi, menurut CMO perusahaan investasi GDP Venture Danny Wirianto dan rekannya Antonny Liem dari Merah Cipta Media, rata-rata sebuah startup digital memulai usahanya di angka Rp 1,5 miliar sampai Rp 2,5 miliar, dengan berbagai fasilitas seperti teknologi, SDM, sampai bisa menyewa ruang kerja.

Modal tersebut biasanya didapat setelah startup mengajukan proposal kepada perusahaan investasi atau investor. Jika investor ini menyukai visi dan misi si perusahaan, dana pun mengucur. Dari sinilah, alokasi dimulai. Menurut Antonny, rata-rata sumber daya manusia jadi salah satu prioritas. Merekrut talenta dari berbagai bidang dilakukan, terutama dari sisi teknologi. Selain itu talenta untuk memarketingkan produk startup juga dibutuhkan.

Kemudian biasanya startup akan berpikir untuk memiliki ruang lebih besar untuk operasional pegawai-pegawainya. Biaya sewa untuk ruang atau perkantoran kembali dikucurkan di sini. “Walau pun tidak harus menyewa ruang berstandar perkantoran juga tidak apa-apa. Misal mereka punya ruang seperti rumah untuk dijadikan kantor juga bisa untuk awal-awal,” sambung Antonny.

Setelah itu faktor teknologi. Seperti yang diutarakan Antonny sebelumnya, membuat teknologi seperti coding misalnya untuk membangun aplikasi tidak butuh dana selain keahlian para programmer. Namun coding-coding itu pada akhirnya akan disimpan di platform penyimpanan cloud. Di sini butuh dana karena untuk memiliki kapasitas penyimpanan tersebut harus menyewa dari perusahaan penyedia cloud.

“Pada awalnya memang startup tidak akan membutuhkan banyak space penyimpanan ketika memulai. Kapasitas akan mulai membesar ketika startup ini punya user. Kalau misal user-nya masih di kisaran 10.000 sampai 50.000, itu masih kecil, sehingga kapasitas cloud dibutuhkan pun belum besar-besar amat. Baru setelah misal ada user sebesar, katakanlah satu juta, kapasitas super besar dibutuhkan utnuk mengakomodasi data dan kegiatan para user,” sambung Antonny lagi.

Tapi andai startup hanya punya user sekitar 50.000 pun, kapasitas penyimpanan akan memakan cukup beesar jika ternyata user-user ini sangat aktif menggunakan produk-produk atau layanan si startup. Artinya semakin banyak dan semakin aktif user, kapasitas cloud perlu ditambah lagi dan lagi, di mana tentu saja fulus berbicara.

Jika kemudian startup berkembang terus, maka tidak heran dana dibutuhkan akan lebih besar. Dana itu tidak melulu harus dikucurkan terus dari investor. Startup yang sudah punya mekanisme dan skema bisnis sehingga bisa menghasilkan pendapatan sendiri akan jauh lebih baik, walau pada langkah awal tetap dana investor dibutuhkan karena untuk ekspansi teknologi, marketing, dan tetek bengek lainnya akan membutuhkan biaya besar. Pendapatan di awal-awal biasanya tidak cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan itu.

“Kalau misal startup itu butuh fitur lain di aplikasi mereka, tapi hanya sebagai pelengkap, teknologi perusahaan lain yang akan digunakan. Daripada membangun teknologi itu sendiri yang mahal, lagi p**a itu bukan bisnis inti mereka. Seperti begini, di aplikasi mereka butuh fitur chat, startup akan mencarinya dari pengembang lain. Misal kalau butuh sistem pembayaran, tidak akan bangun sendiri, tapi menggunakannya dari third party. Itu pasti butuh dana. Jadi, partnership juga perlu dana,” tutup Antonny.

Source : http://marketeers.com

Di dunia yang semakin cepat ini, teknologi berkembang begitu pesat, hari demi hari dilalui beriringan dengan kemajuan te...
02/01/2017

Di dunia yang semakin cepat ini, teknologi berkembang begitu pesat, hari demi hari dilalui beriringan dengan kemajuan teknologi yang kian memukau, di era teknologi seperti saat ini, kita dimudahkan untuk dapat mampu berkomunikasi satu dengan yang lain secara cepat dan efisien, hal inilah yang dimanfaatkan para pembisnis demi melancarkan dan memperluas pangsa pasar dari bisnis yang digelutinya.

Semula bisnis mungkin dilakukan hanya membuka sebuah toko biasa lalu menunggu pembeli yang hendak mampir dan melakukan transaksi di toko itu, tak jarang p**a pemilik bisnis/usaha harus berteriak-teriak mempromosikan barang dagangannya agar dibeli, namun dengan kemajuan teknologi saat ini, banyak para pengusaha beralih ke media teknologi, selain karena modal yang cukup murah, berbisnis dengan menggunakan teknologi ternyata dirasa cukup efektif dan efisien serta mampu membuka pangsa pasar yang lebih besar, tidak hanya konsumen di sekitar saya yang dapat membeli barang yang dijajakan bahkan orang dari seluruh penjuru dunia dapat melihat bahkan dapat melakukan transaksi dengan pembisnis tersebut. Bisnis dengan teknologi inilah yang kita sebut dan kenal dengan startup digital.

Anda pun bisa ikut andil bagian sebagai pengusaha untuk memulai menggunakan media teknologi untuk menjajakan jasa atau produk anda, contohnya saja Go-Jek, Zalora, Tokopedia dan lain-lain. Mereka hanya bermodalkan IT, marketing (sebagai pemasaran), dan sedikit budget tambahan sebagai pelengkap bisnisnya.

Jika kita melihat hal ini dari sudut pandang konsumen, konsumen lebih s**a dengan hal yang praktis, karena mereka tidak ingin ribet dalam melakukan transaksi jual beli, dan teknologi kini sudah menjadi kebutuhan utama manusia sebagai konsumen dari bisnis anda, maka jika anda memilih startup digital untuk bisnis anda, ini merupakan langkah awal yang tepat, karena bisnis menggunakan teknologi memiliki masa depan yang cerah bagi para penggelutnya.

01/01/2017
Profesionalitas Dalam Bekerja Part Time. Sebelum memulai bekerja part time, terlebih dahulu tanamkanlah satu hal dalam p...
31/12/2016

Profesionalitas Dalam Bekerja Part Time.

Sebelum memulai bekerja part time, terlebih dahulu tanamkanlah satu hal dalam pikiran Anda: meski pekerjaan ini hanya part time, tidak penuh waktu, dan tidak ada kontrak seperti pekerja kantoran, tapi Anda tetap harus bekerja dengan sungguh-sungguh. Artinya, mau bekerja secara penuh waktu atau part time, Anda tetap harus melakukannya secara profesional.

Dengan melakukannya secara profesional, Anda akan lebih dihormati. Bahkan kesempatan-kesempatan tak terduga bisa Anda dapatkan setiap saat. Selain itu, dengan bekerja secara profesional, klien tidak akan segan-segan membayar Anda dengan harga yang sesuai. Bahkan bisa lebih besar dari yang Anda bayangkan.

Jika Anda bekerja asal-asalan, maka klien juga akan malas menggunakan jasa Anda. Akibatnya pekerjaan akan semakin
susah Anda dapatkan. Dalam kerja part time, selalu berlaku hukum timbal balik. Anda profesional, maka klien akan percaya dan semakin memberikan banyak pekerjaan. Begitu p**a sebaliknya. Jika Anda asal-asalan, maka klien juga akan asal-asalan dalam memberikan pekerjaan dam upah.

So, mungkin beberapa langkah yang akan saya share tentang cara merekrut karyawan ini bisa menjadi referensi yang berguna...
31/12/2016

So, mungkin beberapa langkah yang akan saya share tentang cara merekrut karyawan ini bisa menjadi referensi yang berguna untuk Anda. Langsung saja, tahapan serta tips merekrut karyawan yang baik dan benar.

1. Tentukan kualifikasi.
Setiap posisi butuh karakter tenaga kerja yang berbeda. Tenaga untuk tim marketing harus lebih dinamis dan tenaga untuk bagian keuangan harus lebih tekun dan teliti. Dengan menetapkan di awal karakter dari tenaga kerja yang anda butuhkan, langkah ini memudahkan anda pada tahap selanjutnya.

2. Buat iklan yang komunikatif.
Anda harus membuat iklan lowongan kerja yang komunikatif, tidak hanya sekadar memberikan info lowongan kerja. Gambarkan sekilas perusahaan Anda dan kualifikasi yang anda harapkan. Dengan begitu, Anda bisa berharap untuk mendatangkan lebih banyak porsi pelamar yang sesuai kualifikasi sekaligus tertarik pada bidang usaha Anda.

3. Tahapan tes sesuai kualifikasi.
Buat tahapan test yang bisa membuka karakter dan kemampuan pelamar. Contohnya jika Anda perlu tenaga kerja keuangan yang teliti dan tekun, buat test yang berkaitan dengan rangkaian angka dan data. Berikan juga test yang berkaitan dengan ilmu yang berkaitan seperti ilmu akuntansi. Cara merekrut karyawan efektif yang lain adalah dengan mengadakan test psikologi. So, pakai orang yang ahli di bidang psikologi untuk membantu Anda dalam merekrut karyawan.

4. Wawancara dua arah.
Pada tahap ini, buat pertanyaan bukan datang dari Anda saja, tapi juga dari pelamar. Biarkan pelamar mendapatkan informasi yang jelas seputar usaha Anda. Khususnya tentang pekerjaan yang akan dia isi, target, harapan Anda, serta hak-hak mereka. Anda bisa balik bertanya mengenai latar belakang mereka mengapa mereka tertarik untuk bekerja di perusahaan Anda. Tidak ada salahnya juga Anda mengupas sedikit kehidupan pribadi pelamar karena Anda bisa mendapatkan beberapa informasi tersirat yang bermanfaat. Terakhir, pastikan pelamar tersebut memang sanggup bekerja sesuai dengan standard yang anda harapkan.

5. Serahkan pada ahlinya.
Saya yakin bahwa dengan kesibukan Anda, waktu dan pengetahuan Anda untuk mengetahui dengan detail bagaimana cara merekrut karyawan sangat terbatas. Dengan keterbatasan ini, ada baiknya proses perekrutan karyawan Anda serahkan kepada mereka yang ahli di bidang ini. Jika Anda kekurangan dana, minimal Anda harus sering berkonsultasi dengan pakar perekrutan karyawan. Percayalah, hal ini sangat membantu anda untuk menemukan karyawan yang cocok untuk perusahaan Anda. Jangan coba-coba untuk mencari cara merekrut karyawan yang belum Anda ketahui efektifitasnya.

Source: http://www.dokterbisnis.net/2013/07/04/5-tahapan-bagaimana-cara-merekrut-karyawan-beserta-tips-tipsnya/

Siapa saja yang bisa bekerja part time? Tentu saja Anda sendiri. Asal Anda memiliki niat yang sungguh-sungguh dan bisa m...
28/12/2016

Siapa saja yang bisa bekerja part time? Tentu saja Anda sendiri. Asal Anda memiliki niat yang sungguh-sungguh dan bisa mengatur waktu, pekerjaan part time apapun dapat Anda lakukan. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah siapa saja yang bisa bekerja part time :

1. Pelajar atau Mahasiswa
Seorang pelajar atau mahasiswa hendaknya banyak mengisi waktu luangnya dengan melakukan kerja part time. Harapannya adalah agar mereka bisa belajar bagaimana cara bekerja dengan baik. Tahu bagaimana menghasilkan dan menghargai uang.
Selain itu, dengan bekerja part time mereka bisa belajar banyak hal. Mengisi waktu senggang dengan hal positif yang bisa meningkatkan kreativitas, dapat uang tambahan, dan tambah pandai. Bukankah itu jauh lebih baik daripada terus-terusan nongkrong?

2. Ibu Rumah Tangga
Tidak zamannya lagi ibu rumah tangga banyak alasan repot mengurus anak. Siang saat suami bekerja dan anak tidur, pekerjaan part time bisa dikerjakan. Ambil pekerjaan yang bisa dikerjakan di rumah, seperti menulis, mendesain, hingga jualan secara online.
Daripada diam saja menunggu suami p**ang dan anak bangun. Bukankah lebih baik aktif untuk menghasilkan pundi-pundi uang? Toh apa yang dikerjakan tidak akan mengganggu tanggung jawab seorang ibu kepada suami dan anaknya.

3. Anda yang Ingin Punya Uang dan Pengalaman Lebih
Bisa jadi sekarang Anda adalah seorang pekerja kantoran, belum memiliki pekerjaan, atau bahkan baru lulus kuliah. Pekerjaan part time bisa jadi alternatif untuk bertahan hidup atau untuk menambah penghasilan. Daripada p**ang kantor untuk nongkrong, lebih baik untuk kerja, kan? Apalagi jika Anda bisa mendapatkan banyak pengalaman. Mumpung masih bisa dan ada kesempatan, kenapa tidak dimanfaatkan dengan baik?

Source : www.ruangfreelance.com

Freelancer merupakan profesi yang cocok bagi Anda, si penyuka kebebasan. Bekerja tanpa tekanan; tanpa keharusan datang k...
26/12/2016

Freelancer merupakan profesi yang cocok bagi Anda, si penyuka kebebasan. Bekerja tanpa tekanan; tanpa keharusan datang ke kantor atau menyelesaikan tugas dengan supervisi manager, adalah beberapa kemewahan yang bisa Anda nikmati sebagai freelancer. Sayangnya, ada banyak sekali faktor yang mampu menghambat produktivitas Anda sebagai seorang freelancer. Tak ingin produktivitas memengaruhi penghasilan Anda? Berikut adalah tujuh solusinya!

1. Tetapkan Target
Klasifikasikan jenis pekerjaan ke dalam kelompok-kelompok kecil. Hal itu bisa berupa kelompok pekerjaan mudah; kelompok pekerjaan dengan deadline terdekat; atau justru kelompok pekerjaan dengan klien rumit. Setelahnya, tetapkan target. Misalnya, satu hari untuk mengerjakan kelompok pekerjaan mudah. Percayalah, berhasil menyelesaikan satu target dengan baik dan tepat waktu, bisa meningkatkan suasana hati sekaligus gairah Anda mengerjakan pekerjaan lainnya.

2. Buat Deadline
Buatlah deadline bagi diri Anda sendiri setiap mengerjakan satu proyek. Hal itu, bisa saja berupa waktu satu jam untuk menyelesaikan satu artikel; atau 40 menit untuk setiap lembar ilustrasi. Pastikan untuk tidak melakukan apa pun, meskipun itu sekadar mengecek email atau justru membuka media sosial—hingga Anda menyelesaikan pekerjaan tersebut.

3. Kerjakan Dahulu, Revisi Belakangan
Alih-alih menunjang produktivitas, perfeksionisme justru akan membuat Anda fokus pada hal-hal kecil, dan cenderung menghabiskan banyak waktu.
Selesaikan dahulu seluruh pekerjaan Anda, baru merevisinya. Biarkan ide mengalir tanpa harus diganggu oleh ambisi Anda pada “kesempurnaan”.

4. Hindari Kebiasaan Mepet Deadline
Sebagian dari Anda mungkin gemar menunda pekerjaan, hingga akhirnya hanya memiliki beberapa jam untuk menyelesaikannya. Kerjakan dan konsistenlah pada sebuah proyek, segera ketika Anda mendapatkannya. Toh, mengerjakan sesuatu tergesa-gesa justru berdampak pada kualitas kerja yang memburuk, bukan?

5. Jangan Ambil Semua Pekerjaan
Fokuslah pada sedikit pekerjaan, lakukan dengan baik, dan rasakan kualitas dan penghasilan Anda meningkat setelahnya.

6. "Bagi" Proyek Besar
Penundaan adalah masalah serius, sebab pada kenyataannya: Anda punya waktu lebih banyak, dari yang dipikirkan. Pecahkan proyek besar ke dalam beberapa bagian, lalu berikan waktu. Misalnya: hari pertama untuk membuat tema; hari kedua membuat pengantar, hari ketiga membuat subbab, dan hari keempat membuat penutup. Toh, pekerjaan jadi terlihat lebih mudah, bukan?

7. Pertimbangkan "Area Kerja" dan "Asupan Makan"

Area kerja yang nyaman berdampak pada meningkatnya produktivitas. Nah, untuk yang satu ini, Anda bisa menentukan sesuai selera. Bisa dengan membuat satu ruang kerja di rumah, bekerja di taman, atau di kafe favorit.

Adapun menjadi freelancer yang identik dengan “jam begadang”, bukan berarti bisa membuat Anda lupa akan kesehatan. Konsumsi dan biasakan pola makan yang baik, misalnya dengan menghindari makanan berlemak dan karbohidrat berlebih.

Source : http://www.ruangfreelance.com/tujuh-kiat-meningkatkan-produktivitas-a-la-freelancer/

Kami segenap tim dari Loker Mahasiswa mengucapkan Selamat Natal Dan Tahun Baru. Semoga Tuhan selalu memberkati anda sela...
25/12/2016

Kami segenap tim dari Loker Mahasiswa mengucapkan Selamat Natal Dan Tahun Baru. Semoga Tuhan selalu memberkati anda selalu.

Freelancer itu superhuman. Tidak semua freelancer berprofesi sepenuhnya sebagai fulltime freelancer. Bagi Anda yang menc...
23/12/2016

Freelancer itu superhuman. Tidak semua freelancer berprofesi sepenuhnya sebagai fulltime freelancer. Bagi Anda yang mencari penghasilan tambahan, dalam artian Anda memiliki pekerjaan pokok selain freelancer, maka Anda harus pandai-pandai mengatur waktu. Berikut ini ada tips bagi dalam mengatur waktu untuk menghadapi schedule, target, deadline, and money.

schedule

1. Pisahkan pekerjaan pokok Anda dengan tugas-tugas Anda sebagai pekerja lepas.
2. Membuat prioritas mana yang harus dikerjakan lebih dulu berdasarkan deadline.
3. Dalam sehari Anda harus membagi waktu untuk mengerjakan pekerjaan Anda. Misalnya, setelah p**ang kantor Anda meluangkan waktu untuk menyelesaikan deadline Anda sebagai freelancer. Buatlah target berapa deadline yang sanggup Anda penuhi dalam sehari.
target

4. Makin banyak deadline yang bisa Anda selesaikan dalam sehari, pekerjaan Anda semakin ringan untuk hari-hari selanjutnya, tentu saja penghasilan Anda juga akan bertambah seiring dengan kepuasan klien.
5. Jangan sampai mengecewakan klien, jika Anda tidak sanggup menyelesaikan sebuah deadline lebih baik mengatakannya sejak awal.
deadline

6. Jangan sampai juga pekerjaan pokok Anda malah keteteran karena memenuhi deadline klien. Anda harus membuat prioritas, apalagi jika bagi Anda pekerjaan sebagai freelancer hanya sebagai sampingan.

7. Ada baiknya jika Anda melakukan manajemen penghasilan dari pekerjaan pokok Anda dan pekerjaan Anda sebagai freelancer. Pisahkan penghasilan dari pekerjaan pokok dan penghasilan sebagai freelancer agar Anda dapat membuat estimasi apakah apa yang Anda dapat sebanding dengan yang Anda kerjakan.

source : http://www.ruangfreelance.com/manajemen-waktu-seorang-freelancer-2/

Address

Curug Kulon
15820

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Loker Mahasiswa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share