11/06/2026
Pasar sepeda motor domestik lagi agak kendor nih di bulan Mei 2026 kemarin. Berdasarkan data terbaru dari AISI, distribusi motor ke pasar lokal tercatat ada di angka 479.388 unit. Angka ini ternyata turun sekitar 7,9 persen kalau kita bandingin sama bulan April 2026 yang sempat tembus 520.972 unit.
Penurunan di bulan Mei ini otomatis memutus tren positif yang sempat terjadi di bulan April lalu. Padahal, waktu bulan April kemarin pasar sempat kelihatan mau bangkit lagi setelah sempat loyo dan babak belur di bulan Maret. Tapi ya namanya juga pasar, fluktuasi kayak gini udah biasa terjadi.
Tapi kalau kita lihat rapornya secara total dari awal tahun sampai sekarang (Januari-Mei 2026), industri roda dua kita sebenarnya masih bisa tersenyum lebar. Secara kumulatif, total penjualan motor domestik sepanjang lima bulan pertama tahun ini sukses menyentuh angka 2.614.451 unit.
Kalau dibandingin sama periode yang sama di tahun 2025 lalu yang cuma mentok di angka 2.595.303 unit, artinya tahun ini ada kenaikan sekitar 19.148 unit. Jadi, secara year to date (YtD), pasar motor nasional kita sebenarnya masih tumbuh positif sekitar 0,74 persen.
Kalau diintip lebih dalam, grafik penjualan motor sepanjang tahun 2026 ini emang mirip roller coaster. Bulan Januari dibuka manis dengan 577.763 unit, terus makin gaspol di Februari jadi 587.354 unit. Eh, pas masuk Maret langsung anjlok ke 448.974 unit, sebelum akhirnya sempat rebound naik 16 persen di bulan April.
Melihat naik turun yang lumayan ekstrem ini, kelihatan banget kalau pasar motor di Indonesia masih harus ngadepin banyak tantangan di lapangan. Walaupun banyak rintangan dan daya beli sempat naik turun, untungnya minat dan permintaan masyarakat kita terhadap motor baru secara umum dinilai masih tetap terjaga dengan baik.
Pihak AISI sendiri, lewat Ketua Bidang Komersialnya, Pak Sigit Kumala, tetap optimis kalau pasar motor domestik bakal tetap stabil sampai akhir tahun. AISI memproyeksikan target penjualan motor nasional bisa menyentuh angka sekitar 6,4 juta sampai 6,7 juta unit sampai penutupan tahun nanti.