Forum Mahasiswa Sidareja

Forum Mahasiswa Sidareja Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Forum Mahasiswa Sidareja, Bima Warureja/Sidareja, Cilacap Regency.

06/04/2017

[12.15, 6/4/2017] Faisal Kamandobat: gu ini linimasa media sosial dipenuhi berita seputar sosok Zakir Naik di Indonesia. Bagi para pendukungnya, Zakir Naik adalah seorang pembawa kebenaran yang tak terbantahkan, dengan dalil-dalil Quran dan hadist yang hafal di luar kepala, serta retorikanya yang tajam dan meyakinkan. Sementara bagi pihak yang berseberangan, Zakir Naik tak lebih seorang dai yang menimbulkan suasana […]syahrazade.com
[12.15, 6/4/2017] Faisal Kamandobat: Zakir Naik, Superstar Buatan Media http://syahrazade.com/zakir-naik-superstar-buatan-media/

02/04/2017

GERAKAN PADRI:
INFILTRASI IDEOLOGI WAHABI PERTAMA DI INDONESIA
Oleh K.H. Abdurrahman Wahid Selama beberapa dekade yang lalu -- sebagaimana dipaparkan dalam pelajaran sejarah resmi di sekolah-sekolah -- Perang Padri lebih dikenal sebagai perang melawan pendudukan penjajah Belanda. Para Padri dikenal sebagai pahlawan yang dengan gagah berjuang membela tanah air. Sisi kekerasan dan afiliasi mereka dengan ajaran Wahabi sama sekali tidak terungkap dan hanya beredar di antar para ahli saja. Dalam hal ini, sangat berharga untuk mengetahui penggalan lain sejarah Gerakan Padri tersebut. Gerakan Padri bermula dari perkenalan Haji Miskin, Haji Abdurrahman, dan Haji Muhammad Arif dengan Wahabi saat menunaikan ibadah haji pada awal abad ke-19, ketika itu Makkah dan Madinah dikuasai Wahabi. Terpesona oleh gerakan Wahabi, sekembalinya ke Nusantara (Indonesia) Haji Miskin berusaha melakukan gerakan pemurnian sebagaimana dilakukan Wahabi, yang juga didukung oleh dua haji yang lain. Sebagaimana disampaikan Prof. Dr. Abd A'la (dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar UIN Sunan Ampel, Mei 2008), pemikiran dan gerakan mereka setali tiga uang dengan Wahabi, mereka memvonis tarekat Syattariyah, dan tasawuf secara umumnya, yang telah hadir di Minangkabau beberapa abad sebelumnya sebagai kesesatan yang tidak bisa ditoleransi, di dalamnya banyak takhayul, bid'ah, dan khurafat yang harus diluruskan, kalau perlu diperangi. Tuanku Nan Renceh, misalnya, memerangi Tuanku Nan Tuo, gurunya sendiri karena yang disebut terakhir lebih memilih bersikap moderat dalam mengajarkan Islam. Tuanku Nan Renceh juga mengkafirkan Fakih Saghir, sahabat dan teman seperguruannya, dan menyebutnya sebagai raja kafir dan rahib tua hanya karena tidak berbagi pandangan keagamaan dengannya. Beberapa kekerasan yang dilakukan Padri, selain mengikuti kegemaran Wahabi memusyrikkan, mengkafirkan, dan memurtadkan siapa pun yang berbeda, mereka juga menerapkan hukum yang sama sekali asing dalam diktum hukum Islam, seperti kewajiban memelihara jenggot dan didenda 2 suku (setara dengan satu gulden) bagi yang mencukurnya; larangan memotong gigi dengan ancaman denda seekor kerbau bagi pelanggarnya; denda 2 suku bagi laki-laki yang lututnya terbuka; denda 3 suku bagi perempuan yang tidak menutup sekujur tubuhnya kecuali mata dan tangan; denda 5 suku bagi yang meninggalkan salat fardu untuk kali pertama dan hukum mati untuk berikutnya. Para Padri juga melegalkan perbudakan. Tuanku Imam Bonjol, tokoh Padri terkemuka dan dikenal sebagai pahlawan nasional, mempunyai tujuh puluh orang budak laki-laki dan perempuan. Budak-budak ini sebagian merupakan hasil rampasan perang yang mereka lancarkan kepada sesama muslim karena dianggap kafir. Kekerasan lain yang dilakukan Padri terhadap sesama muslim di Minangkabau, antara lain penyerangan terhadap istana Pagaruyung pada tahun 1809. Serangan ini diawali oleh tuduhan Tuanku Lelo, tokoh Padri, bahwa beberapa keluarga raja seperti Tuanku Rajo Naro, Tuanku di Talang, dan seorang anak raja lainnya, tidak menjalankan akidah Islam secara benar dan dianggap kafir, sehingga harus dibunuh. Pembantaian massal pun dilakukan terhadap para anggota keluarga dan pembantu raja, termasuk para penghulu yang dekat dengan istana. Pada tahun 1815 serangan dilakukan kembali di bawah komando Tuanku Lintau. Dalam serangan kali ini, gerakan Padri membunuh hampir seluruh keluarga kerajaan yang telah memeluk Islam sejak abad ke-16 itu. Kekejaman Padri tidak hanya dalam hal itu saja. Tercatat, Tuanku Nan Renceh telah menghukum bunuh bibinya sendiri yang sudah tua, dan tidak membolehkan jenazahnya dikubur tetapi dibuang ke hutan, semata karena mengunyah sirih yang diharamkan Wahabi. Apa yang dilakukan kaum Padri ini sama belaka dengan yang dilakukan oleh Wahabi pada masa formasinya dan oleh pengikutnya seperti Al-Qaedah, Taliban, dan ISIS sampai dewasa ini. Gerakan Wahabi berakhir, di samping karena faktor penjajahan, juga karena secara alamiah bertentangan dengan suasana, tradisi, dan budaya bangsa Indonesia. Fakta ini merupakan bukti konkret betapa virus Wahabi yang menjangkiti jantung dunia Islam bisa menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh dunia Islam. Berakhirnya gerakan Padri tidak mengakhiri penyusupan Wahabi ke Indonesia.

03/11/2016

DEMO 4 NOVEMBER??

24/05/2016

Masih hidupkah??

26/02/2014

PENGUMUMAN

1. Pendaftaran KKN, akan dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : Selasa-Sabtu, 25 Februari - 1 Maret 2014
Tempat : Kampus BPP UI AM
Waktu : Pukul 08.00 s.d. Selesai.
Peserta : Seluruh Mahasiswa BPP UI AM Semester 8/10.
Syarat : - Mengisi Formulir Pendaftaran KKN
- Lunas biaya KKN dan pembiayaan kuliah sampai semester berjalan dengan bukti Fotocopy Kartu Pembayaran

2. Pelepasan KKN, akan dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : Sabtu, 1 Maret 2014
Tempat : Aula STAIMA Banjar
Waktu : Pukul 08.00 s.d. Selesai.
Peserta : Mahasiswa STAIMA Semester 8/10 yang sudah mendaftar.

3. Perkuliahan, akan dilaksanakan mulai pada :
Hari/Tanggal : Sabtu, 1 Maret 2014
Tempat : Kampus BPP UI AM
Waktu : Sesuai Jadwal.
Peserta : Seluruh Mahasiswa dan Dosen BPP UI AM.

4. Gladi dan Pembagian Toga, akan dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : Selasa, 4 Maret 2014
Tempat : Gedung Baru Rusunawa STAIMA Banjar
Waktu : Pukul 14.00 s.d. Selesai.
Syarat : Lunas 100% dengan bukti Fotocopy Kartu Pembayaran

5. Wisuda, dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : Rabu, 5 Maret 2014
Tempat : Gedung Baru Rusunawa STAIMA Banjar
Waktu : Pukul 08.00 s.d. Selesai.
Syarat : Lunas 100% dengan bukti Fotocopy Kartu Pembayaran

6. Uji Laporan PPL, akan dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : Sabtu, 8 Maret 2014
Tempat : Aula STAIMA Banjar
Waktu : Pukul 08.00 s.d. Selesai.
Peserta : Mahasiswa STAIMA Semester 6/8 yang mengikuti PPL.
Syarat : - Membawa Laporan PPL Individu Rangkap 5 (sudah dijilid)
- Lunas biaya PPL dan pembiayaan kuliah sampai semester berjalan dengan bukti Fotocopy Kartu Pembayaran.

7. Masuk Lokasi KKN, akan dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : Senin, 10 Maret 2014
Tempat : Lokasi Masing-masing.
Waktu : Pukul 08.00 s.d. Selesai.
Peserta : Mahasiswa STAIMA Semester 8/10 yang sudah mendaftar.

Sidareja, 25 Maret 2014
DPA MRA

26/02/2014

PROFESIONAL

Akhirnya, dengan nafas yang lumayan ngos-ngosan sampai juga aku di halaman sekolahku.

“Lumayan cape juga jalan kaki dari rumah ke sekolah ya…” desahku dalam hati sambil menyeka keringat di wajahku. Padahal jarak dari rumah ke sekolah hanya 300 meteran, kira-kira.

Seperti biasanya, aku berdiri di depan halaman memperhatikan gedung sekolah yang tak kunjung jua usai pembangunannya. Maklum keinginannya mempunyai gedung sekolah yang belum ada di Cilacap dengan konsep kampus dan berlantai lima padahal modal aja nda punya.

“Alhamdulillah sudah mulai tergambar…” desahku lagi dalam hati.

“Halaman belum jua dipapingblok, pagar depan, samping selatan dan belakang belum tergambar, hanya pagar sebelah utara yang baru berupa bata tumpuk…” pikirku sambil berkeliling mengitari sekolah memperhatikan pembangunan yang tak pernah henti walau dengan pekerjaan yang bisa dikerjakan tanpa banyak modal sambil memperhatikan ruang kelas memeriksa kalo-kalo ada kelas yang kosong karena gurunya tidak hadir atau tidak masuk kelas dan memeriksa kalo-kalo ada siswa yang ada di luar kelas. Hingga sampai lagi aku di halaman sekolah.

“Assalamu’alaikum Bos…” tiba-tiba sebuah suara mengagetkanku dari lamunan itu.

“Wa’alaikum salam…” jawabku.

“Gimana kabar ni Bos…:” balasku lagi sambil menyalami orang tersebut yang ternyata adalah pa Barkah dengan saling melempar senyum dan tawa kecil.

“Wah makin maju aja nih…” tukas pa Barkah.

“Alhamdulillah…” jawabku.

“Tinggal penataan di dalam manajemen dan sistem…. Supaya lebih profesional…” kataku menambahkan.

“Betul itu Bos…” pa Barkah membenarkanku.

“Profesional. Secara kata memang terdiri dari 11 huruf. Tapi bila dihayati dan diterjemahkan dalam tindakan nyata, akan tercipta hasil yang luar biasa!...” pa Barkah menambahkan.

“Menjadi profesional, berarti menjadi ahli dalam bidangnya. Dan seorang ahli, tentunya berkualitas dalam melaksanakan pekerjaannya…” kataku.

“Akan tetapi, tidak semua ahli dapat menjadi berkualitas. Karena menjadi berkualitas bukan hanya persoalan ahli, tetapi juga menyangkut persoalan integritas dan personaliti…" tukas pa Barkah.

“Dan kata profesional bukan hanya kata baku yang diperuntukkan bagi mereka yang kerja di kantoran. Bekerja di dalam ruang berAC, memakai kemeja, jas mahal, celana bahan bagi laki-lakinya, atau memakai blazer, rok mini, berkutat dengan orang-orang penting yang biasa disebut dengan istilah “meeting”. Tidak!... kata professional berlaku untuk setiap profesi…”pa Barkah menambahkan.

“Termasuk guru…?...” tanyaku.

“Tentu. Guru harus memiliki keahlian tertentu dan distandarkan secara kode keprofesian. Bila ia tak punya keahlian menjadi guru maka tidak dapat disebut sebagai guru. Oleh karenanya tidak semua orang bisa menjadi guru…” jawab pa Barkah.

“Namun, pada kenyataannya banyak ditemui bahwa pilihan profesi guru sebagai pilihan profesi terakhir. Profesi ini dirasa kurang bonafide, dekat dengan status sosial menengah ke bawah, bergaji kecil, tidak sejahtera, dan hidup di bawah garis kemiskinan. Bahkan ada guru yang diambil dengan asal comot. Yang penting ada yang mengajar…” tambah pa Barkah yang seolah-olah sedang mulai menyindirku.

“Padahal guru adalah operator kurikulum pendidikan. Pengentas kebodohan. Ia merupakan mata rantai dan pilar peradaban sekaligus benang merah kemajuan suatu masyarakat dan motor penggerak peradaban suatu bangsa…” kembali pa Barkah menandaskan.

“Dapat dibayangkan bila profesi ini diamanahkan bagi mereka yang tidak profesional dan menjadikan profesi ini sebagai pilihan terakhir. Akan dibawa kemana bangsa ini?...” tandas pa Barkah seolah-olah sedang menyudutkanku.

“Waduh… tersindir aku ini…” dalam hati aku berbisik seolah-olah menyesali membuka pembicaraan tentang profesional.

“Lihat aja… di kita kan masih banyak yang belum macing…” pa Barkah kembali menandaskan.

“Lebih banyak PAInya…” lagi-lagi pa Barkah menohokku langsung ke dalam jantung hatiku.

“Aah…” dalam hati aku berbisik dan menyesali. Sambil mengangguk-angguk membenarkan kenyataan yang ada.

buku ini tersedia di kooperasi SMK Amirul Mu'minin Sidareja
14/04/2013

buku ini tersedia di kooperasi SMK Amirul Mu'minin Sidareja

mari merasakan sepercik aroma keabadian, lewati jalan renungan, pandang hidup dalam dimensi yg menakjubkan.utk mendapatk...
13/04/2013

mari merasakan sepercik aroma keabadian, lewati jalan renungan, pandang hidup dalam dimensi yg menakjubkan.

utk mendapatkan buku ini, kontak 081575202642
dg harga Rp. 25ribu.
bonus ttd penulis ASLI :D

13/04/2013

selamat malam.
semoga malam.anda selamat

Logo Forum Mahasiswa Sidareja terbaru....
10/02/2013

Logo Forum Mahasiswa Sidareja terbaru....

09/02/2013

bagi semua warga FoMS jangan lupa gunakan hak pilihnya hari ini demi kemajuan FoMS..
jangan sampai golput ya..

02/02/2013

Address

Bima Warureja/Sidareja
Cilacap Regency
53261

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Forum Mahasiswa Sidareja posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share