31/01/2018
Mitos Ibu Hamil Terhadap Gerhana Bulan, Ini Penjelasan Pengamat
31 Januari 2018
Fenomena astronomi langka bakal terjadi di Seluruh Indonesia di tahun 2018, Gerhana bulan.
Fenomena ini akan bersamaan terjadinya supermoon pada tanggal 31 Januari 2017, sekiranya pukul 18.00 hingga 02:30 WIB
Bicara soal gerhana bulan, terdapat mitos yang melarang ibu hamil melihatnya. Sebab, berdampak terhadap bahayanya bagi janin.
Kepercayaan ini diduga berasal dari kaum Aztek, mitos bahwa gerhana bulan adalah hasil dari sebuah gigitan hewan pada bulan.
Mitos tersebut berkembang. Kemudian, dikaitkan dengan takhayul di Meksiko, yaitu jika ibu jamil melihat gerhana bulan, wajah anaknya bakal cacat karena gigitan.
Secara umum, hal itu tidak ada bahaya signifikan dari gerhana bagi manusia. Hal itu diungkapkan oleh Pengamat sejarah muslim, Prof Dr Ahmad M Sewang via telefon seluler, Selasa (30/1/2018).
Menurutnya, meski telah diwariskan dan dipercaya oleh banyak budaya, namun tidak ada bukti ilmiah yang bisa mendukungnya.
“Hal itu sudah dipatahkan oleh akademisi. Dan hasilnya, tidak ada dampak akan bahaya tersebut. Sebab, dalam ajaran islam kematian dan kehidupan seseorang ada di tangan sang illahi,” kata Ahmad.
Bila seorang ibu berada di luar rumah dan melihat gerhana bulan, hal yang sama akan terjadi pada bayinya. Untuk menghindarinya, mesti membawa suatu benda logam. Seperti, peniti yang diletakkan di celana dalamnya.
Bahkan, juga dilarang menyentuh perutnya saat selama gerhana berlangsung. Mitosnya, jika dilakukan akan menyebabkan bayi lahir dengan tanda lahir. Makin kuat sentuhan, makin besar tanda lahir yang timbul.
“Itu bagian kepercayaan terdahulu. Sekarang era sudah bertambah maju, jangan berfikir hal begitu, itu musyirik. Bagusnya, pergi shalat gerhana dan meminta perlindungan terhadap fenomena alam ini,” imbuhnya