Desa Karangbale

Desa Karangbale Informasi desa karangbale, mohon untuk masyarakat desa karangbale menginformasikan tentang desa karangbale dengan mention desa karangbale atau karangbale

Aspirasi Ansor, S.S.Untuk desa Karangbale tahun 2018SENILAI : 1.120.000.000 (satu milyar seratus dua puluh juta). Adapun...
07/02/2018

Aspirasi Ansor, S.S.
Untuk desa Karangbale tahun 2018

SENILAI : 1.120.000.000 (satu milyar seratus dua puluh juta).

Adapun rinciannya:

1. Penerangan jalan umum senilai 50.000.000
2. Perbaikan jalan poros desa dukuhturi karangbale senilai 150.000.000
3. Perbaikan jalan poros Hj Daryu senilai 170.000.000
4. Perbaikan jalan poros karangbale kubangsari senilai 300.000.000
5. Bantuan keuangan desa senilai 150.000.000
6. Bantuan untuk 4 SD (pusat) senilai 300.000.000

JUMLAH TOTAL : Rp 1.120.000.000 (satu milyar seratus dua puluh juta)






Laporan Pengadaan Kaos Karangbale News Oleh sdr Didin Supiadi, Kang Ali Hamidhie dan Ekka N Eddy sebagai bentuk transpar...
07/02/2018

Laporan Pengadaan Kaos Karangbale News
Oleh sdr Didin Supiadi, Kang Ali Hamidhie dan Ekka N Eddy sebagai bentuk transparansi

Kaos yang telah terjual :
44 lengan pendek x 70,000 = 3,080,000
56 lengan panjang x 80,000 = 4,480,000
Total penjualan 100 setel = 7,560,000

Biaya produksi
44 pendek x 60.000 = 2,640,000
56 panjang x 65.000 = 3,640,000
Biaya kirim = 170.000
Total biaya = 6,450,000

Keuntungan = 1,110,000

Sisa keuntungan tersebut menjadi kas Grup Karangbale News yang akan digunakan untuk kegiatan sosial.

Tim Karangbale News mengucapkan terimakasih atas partisipasi sedulur Karangbale kabeh.

Untuk pengadaan kaos berikutnya akan dijadwalkan kembali.

Assalamualaikum Warahmatullahi. Wb.Kepada Yth Seluruh warga Desa karangbaleBersama dengan ini kami informasikan untuk me...
07/02/2018

Assalamualaikum Warahmatullahi. Wb.

Kepada Yth
Seluruh warga Desa karangbale
Bersama dengan ini kami informasikan untuk menghadiri kerja bakti (kerigan).

Yang akan dilaksanakan pada:
Hari: Minggu
Tanggal: 11 Februari 2018
Pukul: 07:00 WIB s/d selesai
Lokasi: gorong gorong Tebet depan bengkel jamrud

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Nb: diminta kehadirannya dengan membawa pacul, blencong, cengkrong dll.

Terimakasih atas kepeduliannya.





Mitos Ibu Hamil Terhadap Gerhana Bulan, Ini Penjelasan Pengamat31 Januari 2018Fenomena astronomi langka bakal terjadi di...
31/01/2018

Mitos Ibu Hamil Terhadap Gerhana Bulan, Ini Penjelasan Pengamat
31 Januari 2018

Fenomena astronomi langka bakal terjadi di Seluruh Indonesia di tahun 2018, Gerhana bulan.

Fenomena ini akan bersamaan terjadinya supermoon pada tanggal 31 Januari 2017, sekiranya pukul 18.00 hingga 02:30 WIB

Bicara soal gerhana bulan, terdapat mitos yang melarang ibu hamil melihatnya. Sebab, berdampak terhadap bahayanya bagi janin.

Kepercayaan ini diduga berasal dari kaum Aztek, mitos bahwa gerhana bulan adalah hasil dari sebuah gigitan hewan pada bulan.

Mitos tersebut berkembang. Kemudian, dikaitkan dengan takhayul di Meksiko, yaitu jika ibu jamil melihat gerhana bulan, wajah anaknya bakal cacat karena gigitan.

Secara umum, hal itu tidak ada bahaya signifikan dari gerhana bagi manusia. Hal itu diungkapkan oleh Pengamat sejarah muslim, Prof Dr Ahmad M Sewang via telefon seluler, Selasa (30/1/2018).

Menurutnya, meski telah diwariskan dan dipercaya oleh banyak budaya, namun tidak ada bukti ilmiah yang bisa mendukungnya.

“Hal itu sudah dipatahkan oleh akademisi. Dan hasilnya, tidak ada dampak akan bahaya tersebut. Sebab, dalam ajaran islam kematian dan kehidupan seseorang ada di tangan sang illahi,” kata Ahmad.

Bila seorang ibu berada di luar rumah dan melihat gerhana bulan, hal yang sama akan terjadi pada bayinya. Untuk menghindarinya, mesti membawa suatu benda logam. Seperti, peniti yang diletakkan di celana dalamnya.

Bahkan, juga dilarang menyentuh perutnya saat selama gerhana berlangsung. Mitosnya, jika dilakukan akan menyebabkan bayi lahir dengan tanda lahir. Makin kuat sentuhan, makin besar tanda lahir yang timbul.

“Itu bagian kepercayaan terdahulu. Sekarang era sudah bertambah maju, jangan berfikir hal begitu, itu musyirik. Bagusnya, pergi shalat gerhana dan meminta perlindungan terhadap fenomena alam ini,” imbuhnya

31/01/2018

Mitos Ibu Hamil Terhadap Gerhana Bulan, Ini Penjelasan Pengamat
31 Januari 2018 17:32


Fenomena astronomi langka bakal terjadi di Seluruh Indonesia di tahun 2018, Gerhana bulan.

Fenomena ini akan bersamaan terjadinya supermoon pada tanggal 31 Januari 2018, sekiranya pukul 18.00 hingga O2.30 WIB.

Bicara soal gerhana bulan, terdapat mitos yang melarang ibu hamil melihatnya. Sebab, berdampak terhadap bahayanya bagi janin.

Kepercayaan ini diduga berasal dari kaum Aztek, mitos bahwa gerhana bulan adalah hasil dari sebuah gigitan hewan pada bulan.

Mitos tersebut berkembang. Kemudian, dikaitkan dengan takhayul di Meksiko, yaitu jika ibu jamil melihat gerhana bulan, wajah anaknya bakal cacat karena gigitan.

Secara umum, hal itu tidak ada bahaya signifikan dari gerhana bagi manusia. Hal itu diungkapkan oleh Pengamat sejarah muslim, Prof Dr Ahmad M Sewang via telefon seluler, Selasa (30/1/2018).

Menurutnya, meski telah diwariskan dan dipercaya oleh banyak budaya, namun tidak ada bukti ilmiah yang bisa mendukungnya.

“Hal itu sudah dipatahkan oleh akademisi. Dan hasilnya, tidak ada dampak akan bahaya tersebut. Sebab, dalam ajaran islam kematian dan kehidupan seseorang ada di tangan sang illahi,” kata Ahmad.

Bila seorang ibu berada di luar rumah dan melihat gerhana bulan, hal yang sama akan terjadi pada bayinya. Untuk menghindarinya, mesti membawa suatu benda logam. Seperti, peniti yang diletakkan di celana dalamnya.

Bahkan, juga dilarang menyentuh perutnya saat selama gerhana berlangsung. Mitosnya, jika dilakukan akan menyebabkan bayi lahir dengan tanda lahir. Makin kuat sentuhan, makin besar tanda lahir yang timbul.

“Itu bagian kepercayaan terdahulu. Sekarang era sudah bertambah maju, jangan berfikir hal begitu, itu musyirik. Bagusnya, pergi shalat gerhana dan meminta perlindungan terhadap fenomena alam ini,” imbuhnya

Persiapan sholat gerhana, semoga bermanfaat..*SHOLAT GERHANA (Khusuf) Bulan**A. WAKTU*Rabu malam Kamis,  31 Januari 2018...
31/01/2018

Persiapan sholat gerhana, semoga bermanfaat..

*SHOLAT GERHANA (Khusuf) Bulan*

*A. WAKTU*
Rabu malam Kamis, 31 Januari 2018 (14 Jumadil Ula 1439 H).
pada:
1. WIB mulai pk: 18:48 sd pk.22:11 (puncaknya)
2. WITA mulai pk: 19:48 sd pk.23:11 (puncaknya)
3. WIT mulai pk: 20:48 sd pk.00:11 (puncaknya)

*B. Tata Cara Mengerjakan Sholat Gerhana*
Shalat gerhana dilakukan sebanyak 2 raka’at.
setiap rakaat dilakukan dengan 2 kali ruku’ dan 2 kali sujud.

Adapun cara mengerjakannya adalah sbb:
1. Berniat
2. Takbiratul IHRAM
3. Membaca Doa Istiftah & Berta'awudz
4. Membaca Alfatihah
5. Membaca Surat yang Panjang yang dikeraskan (HR.Bukhori No. 1065, dan Muslim No. 901)
6. Ruku (dianjurkan yang lama)
7. Bangkit dari Ruku' (I'tidal) sambil mengucapkan ’SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD’
8. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, tetapi tetap Berdiri, Membaca ALFATIHAH kembali.
9. Membaca Surat (yg lebih singkat dari sebelumnya)
10. RUKU' lebih Singkat dari sebelumnya
11. Bangkit dari Ruku' (I'tidal).
12. SUJUD yang lamanya seperti Ruku',
13. Duduk diantara 2 Sujdu dan Sujud Kembali
14. Bangkit dari Sujud lalu melanjutkan Rokaat kedua seperti Rokaat Pertama.
15. Tasyahud
16. Salam

*C. Khutbah*
Di sunnahkan ada khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, sedekah.

*D. Dalil*
1. Dan dari sebagian tanda-tanda-Nya adalah adanya malam dan siang serta adanya matahari dan bulan. Janganlah kamu sujud kepada matahari atau bulan tetapi sujudlah kepada Allah Yang Menciptakan keduanya. (QS. Fushshilat : 37)

2. Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebuah tanda dari tanda-tanda Allah SWT. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah hingga selesai fenomena itu. (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad)

3. Ketika matahari mengalami gerhana di zaman Rasulullah SAW, orang-orang dipanggil shalat dengan lafaz : As-Shalatu jamiah". (HR. Bukhari).

*Mari Gerakkan Ummat untuk Melakukan Sholat GERHANA (Khusuf) Berjamaah di Masjid2 dan Musholla*

Sumber:
Ajakan dari Kemenag, https://kemenag.go.id/berita/read/506697/akan-terjadi-gerhana-bulan-total--kemenag-ajak-umat-islam-salat-khusuf

Jamane listrik gurung ana, damar ceplik sing dadi saksi ne.Jaman Saiki wes canggih sampel sampe hp ya ana sentere.Tapi k...
30/01/2018

Jamane listrik gurung ana, damar ceplik sing dadi saksi ne.

Jaman Saiki wes canggih sampel sampe hp ya ana sentere.

Tapi kue Kabehe ora bisa nggo sangu akhirat.
Podo Podo elingna marang sedulur Desa Karangbale

29/01/2018

Pagi desa karangbale

Address

Jalan Karangbale Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes
Brebes
52262

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Desa Karangbale posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share