12/05/2018
Katanya ingin jadi pengusaha?
Katanya ingin punya omzet besar.
Tapi kok, jualan malu. Ditolak, malu.
Gagal closing, memble.
Gagal closing lagi, kapok.
Ujung-ujungnya, bilang tidak bakat. Bilang bukan rejekinya disini.
Alasannya segerobak. Malesnya sekontainer. Situ serius mau jadi pengusaha?
Atau, situ cuma "kepinginan" aja? Hehe.
Hei, punya usaha itu mudah. Tapi untuk bener-bener jadi pengusaha, nah itu yang nggak mudah. Bukan sekedar berani melangkah, tapi harus pantang menyerah. Hmm, siapkah?
Kali ini, izinkan saya berbagi tips-tips sukses dalam menjalani usaha. Boleh?
Pertama, belajarlah. Seorang pengusaha, sekalipun sudah mengantongi omset ratusan juta rupiah bahkan miliaran rupiah, tetaplah ia harus terus belajar.
Belajar bisa dari mana saja. Mungkin melalui buku, mungkin melalui seminar, mentoring, dll.
Akan tetapi, belajar kepada seseorang yang sudah lebih dulu terjun dalam bidang Anda, itu akan jauh lebih berpengaruh pada perkembangan usaha Anda. Sebab ia mengajarkan setiap hal berdasarkan pengalaman (di bidang itu). Bukan hanya berdasarkan teori.
Ya, belajar. Setidaknya, jadikan belajar sebagai salah satu ikhtiar kita.
Pesan guru saya "Kalau nasibmu gitu-gitu saja, maka ada tiga kemungkinan. Pertama, mungkin ilmunya gitu-gitu saja. Kedua, mungkin action-nya gitu-gitu saja. Ketiga, mungkin sedekahnya gitu-gitu saja."
Anda yang mana?
Semoga bukan ketiganya. Hehe
Kedua, buanglah mindset sulit.
Sebagian orang merasa bahwa bisnis itu sulit. Padahal semua bisnis di dunia ini mempunyai karakteristik dan tantangan masing-masing. Untuk itu, kita harus mau mempelajari karakteristik tersebut dan siap menerima tantangan tersebut. Anggaplah hal tersebut sebagai 'ujian untuk naik level'.
Ketiga, pandai-pandailah mengatur waktu dan memanfaatkan waktu.
Kita semua sama-sama tahu, waktu yang kita miliki adalah terbatas. Akhirnya muncul keraguan apakah dapat mengurus bisnis dengan waktu yang serba terbatas ini..
Sebenarnya yang diperlukan untuk sukses adalah manajemen waktu yang lebih baik.
Mau nyimak saran praktis dari saya? Begini.
Selain bangun lebih awal dan beraktivitas lebih awal, kita juga harus bisa menyusun prioritas. Mana yang harus dilakukan detik ini juga, mana yang perlu ditunda, mana yang perlu diabaikan.
Nah, mendapatkan penghasilan jutaan itu masuk ke yang mana?
Jika itu hanya sebuah keinginan, maka abaikan saja. Tidak usah meluangkan waktu untuk mencapainya.
Tapi jika itu adalah TARGET Anda, agar Anda bisa membantu meningkatkan ekonomi keluarga besar Anda, dan agar Anda bisa lebih banyak membantu orang lain, maka jadikanlah prioritas yang harus Anda lakukan sekarang juga.
Percayalah, hasil tidak akan menghianati perjuangan.
Jadilah pribadi yang lebih efektif dalam mengelola berbagai hal. Tentunya dimulai dari kebiasaan mengatur waktu.
Jadi, jangan lagi bilang, "Saya sibuk, nggak punya waktu untuk mengurusi bisnis."
Berjanjilah pada diri sendiri untuk mengatur waktu lebih baik lagi.
Dengan kata lain, optimalkan waktu kita dan berhentilah menunda-nunda. Ingat, umur bertambah, tanggungan juga bertambah. Sebaliknya, kekuatan fisik semakin berkurang. Kalau bukan sekarang (berusaha keras), kapan lagi?
Ke Empat, dekati Sang Maha Segalanya.
Anda ingin pandai di bidang bisnis.
Anda ingin punya penghasilan besar.
Tapi Anda tidak mau mempelajari bidang Anda secara intelektual . Anda tidak mau pedekate ke yang Maha Kaya. Apakah Anda yakin keinginan Anda akan terwujud?
Seberapa maksimal pun usaha Anda dalam meraih itu semua, hanya akan menjadi sebuah kesia-siaan jika Anda masih jauh dari-NYA.
Maka, sempurnakanlah ikhtiar Anda dengan terus mendekati-NYA. Siapa Dia?
ALLAH 'azza wajalla.