20/11/2018
Namanya tidak hanya dikenang Muhammadiyah saja, namun di Banyumas Khususnya dan Indonesia mengenaL dan mengenagnya sebagai tokoh yang berpengaruh. K.H Abu Dardidri lahir pada 24 Agustus 1895 di Gombong, namun baru menetap di Purwokerto pada 1943 setelah sebelumnya menetap di Purbalingga. Sebagai aktivis organisasi yang kiprahnya tidak diragukan di masyarakat, ia memperjuangkan adanya mata pelajaran agama di Sekolah Rakyat di Banyumas. Sosok Abu Dardiri bukan hanya dikenal sebagai organisatoris, ia juga merupakan seorang wirausahawan yang memiliki usaha percetakan, kontraktor, dan usaha penginapan, maka tak heran jika ia juga dikenal degan sosok yang sangat dermawan. Terbukti dengan banyaknya amal jariyah di wilayah Banyumas berupa wakaf diantaranya :
Gedung Balai Aisyiyah di Kauman, sebeleh barat Masjid Agung Baitussalam ( Sekarang TK Aisyiyah 1 Purwoerto )
Masjid di desa Jompo ( perbatasana antara Sokaraja dan Purbalingga ), kini disebut sebagai masjid Abu Dardiri
Asrama Pondok Pesantren Modern, dan Rumah Sakit Umum Purwokerto ( kini kompleks SMA Muhammadiyah 1 dan TK Aisyiyah V Purwokerto
Balai Muslimin Purbalingga.