01/06/2026
صغيرٌ يطلبُ الكِبَرا، وشيخٌ ودَّ لو صَغُرا
وخَالٍ يشتهي العَمَلَ، وذو عَملٍ بهِ ضَجِرا
ورَبُّ المالِ في تَعبٍ، وفي تَعبٍ مَنِ افتقرا
وذو الأولادِ مهمومٌ، وطالبُهم قد انفطرا
ومن فقدَ الجمالَ شكا، وقد يشكو الذي بُهِرا
ويشقى المرءُ منهزِمًا، ولا يرتاحُ منتصِرا
ويبغي المجدَ في لهفٍ، فإن يَظفرْ بهِ فَترا
شُكاةٌ مالها حَكَمٌ، سوى الخصمينِ إن حَضَرا
فهلْ حاروا مع الأقدارِ، أمْ هم حيَّروا القَدَرا؟
Seorang anak kecil mendambakan menjadi besar,
sementara orang tua berharap bisa kembali muda.
Orang yang menganggur merindukan pekerjaan,
dan orang yang bekerja pun merasa jenuh dan terbebani.
Sang pemilik harta kelelahan menjaga dan mempertahankannya,
sementara yang miskin pun lelah karena kekurangan.
Yang memiliki anak terus-menerus dikhawatirkan oleh mereka,
dan yang mendambakan anak hampir hancur karena harapan yang tak kunjung terwujud.
Orang yang tak dianugerahi kecantikan mengeluh,
bahkan yang dikaruniai kecantikan pun merasa tertekan oleh sorotan.
Orang yang kalah menderita,
dan yang menang pun tidak selalu menemukan ketenangan.
Manusia mengejar kemuliaan dengan penuh semangat,
namun saat meraihnya, semangat itu pun sirna.
Mereka semua mengeluh, namun tak ada hakim bagi keluhan ini,
selain dua pihak yang berselisih jika benar-benar hadir bersama.
Maka, apakah mereka benar-benar bingung karena takdir?
Ataukah justru merekalah yang membingungkan takdir itu sendiri?
-Abbas Mahmud Aqqad-
Alhamdulillah atas segala tahapan hidup yg telah allah berikan💘🔥