Partisan Exiled

Partisan Exiled Sejarah tidak pernah benar-benar mati; ia hanya terbaring pingsan dalam bayang-bayang kekuasaan tirani.

Negara Islam Indonesia, sebagaimana tertulis dalam Kanun Azazi, berbentuk republik Islam yang dipimpin oleh seorang Imam...
19/01/2025

Negara Islam Indonesia, sebagaimana tertulis dalam Kanun Azazi, berbentuk republik Islam yang dipimpin oleh seorang Imam. Namun, pada praktiknya, struktur negara ini bersifat teokratis, dengan Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo sebagai pemimpin tunggal. Kartosoewirjo dirinya diangkat sebagai Imam bagi umat Islam di Indonesia.

Baca selengkapnya di:

Negara Islam Indonesia, sebagaimana tertulis dalam Kanun Azazi, berbentuk republik Islam yang dipimpin oleh seorang Imam. Namun, pada…

Pelabelan “Tentara Liar” atau “Gerombolan”, seringkali dikaitkan dengan dengan Darul Islam (DI)/TII yang padahal istilah...
19/01/2025

Pelabelan “Tentara Liar” atau “Gerombolan”, seringkali dikaitkan dengan dengan Darul Islam (DI)/TII yang padahal istilah-istilah tersebut justru berasal dari kalangan TII itu sendiri...

Baca selengkapnya di:

Fitnah Terbesar Dalam Penulisan Sejarah Indonesia; “Pemberontakan”, “Gerombolan”, “Tentara Liar”.

Pada masa awal kemerdekaan, Republik Indonesia dihadapkan pada serangan demi serangan, baik fisik maupun diplomasi yang ...
12/11/2024

Pada masa awal kemerdekaan, Republik Indonesia dihadapkan pada serangan demi serangan, baik fisik maupun diplomasi yang menguji kedaulatan negara yang baru berdiri ini. Ketika Belanda terus berusaha menguasai kembali wilayah Indonesia dengan melancarkan aksi militer, muncul berbagai respon dari tokoh-tokoh pergerakan, salah satunya Kartosuwiryo.

Menggugat bentuk penipuan dan pengkhianatan terhadap perjuangan bangsa

Masyumi didirikan pada masa pendudukan Jepang dengan dukungan tokoh-tokoh Islam seperti Kiai Haji Wachid Hasyim, Mohamma...
29/10/2024

Masyumi didirikan pada masa pendudukan Jepang dengan dukungan tokoh-tokoh Islam seperti Kiai Haji Wachid Hasyim, Mohammad Natsir, dan Kartosoewirjo. Awalnya, Jepang berharap Masyumi dapat memperkuat posisi mereka di Perang Pasifik, tetapi para pemimpin Islam memanfaatkannya sebagai wadah perjuangan kemerdekaan. Kartosoewirjo, yang aktif di MIAI, organisasi cikal bakal Masyumi, bekerja sama dengan Jepang untuk memperluas pengaruh Islam. Namun, setelah proklamasi kemerdekaan, Masyumi berubah menjadi partai politik dengan tujuan mendirikan negara berdasarkan hukum Islam.

Kartosoewirjo memainkan peran penting dalam Masyumi di Priangan, memperkuat organisasi dan mempersiapkan milisi Hizbullah dan Sabilillah. Namun, ketegasannya dalam menolak Perjanjian Renville dan Persetujuan Linggarjati menimbulkan ketegangan dengan kelompok politik lain. Pada akhirnya, Kartosoewirjo memutuskan untuk fokus pada perjuangan bersenjata berbasis Islam, mendirikan Majelis Umat Islam di Jawa Barat, dan membekukan cabang-cabang Masyumi. Keputusannya ini memisahkan jalannya dengan Masyumi yang lebih memilih jalur konstitusional, hingga akhirnya Kartosoewirjo menolak ajakan Natsir untuk kembali ke perjuangan dalam koridor hukum negara.

Penolakan Linggarjati oleh Kartosoewirjo adalah sikap tegas: ‘Kesepakatan yang hanya menguntungkan Belanda tak akan membawa kemerdekaan…

Address

Bandung

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Partisan Exiled posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Partisan Exiled:

Share