24/11/2017
Arti Sahabat Pergerakan
Oleh Hilvan Fatwa Yanuar
Menurut aqidah Ahlussunah Waljamaah : Sahabat adalah orang yang waktu bertemu (berkumpul) dengan Rasulullah dalam keadaan beriman dan waktu mati juga dalam keadaan beriman. Namun apabila setelah berkumpul ia murtad, maka tidak termasuk sahabat. Ada juga orang Munafiqin, mereka pura – pura beriman. Ya, dhohirnya beriman, tapi batinya tetap kafir.
Mungkin di PMII pun seperti itu, ada yang ber-PMII sampai akhir, ada yang membelot, dan ada yang pura – pura ber-PMII.
Bukankah kita dipersatukan dalam 1 ikatan ideologis?
Ya menurut aku pribadi definisi sahabat pergerakan seharunya adalah orang yang memiliki kesamaan frame berpikir, memiliki visi, misi dan tujuan yang sama dan kemudian sejalan dalam gerakan demi mendapatkan dan mewujudkan suatu cita-cita yang sama tanpa harus saling menjatuhkan tapi dengan tamparan yang membangkitkan dari keterpurukan.
Seiring dengan berjalannya proses ideologisasi, transformasi keilmuan, pembangunan mental, dsb. Aku menemui beberapa sahabat yang memang mempunyai visi dan misi yang sama pada awalnya, namun di tengah perjalanan, aku menemui sahabat yang berbeda dalam menjalankan gerakan untuk mencapai tujuan tersebut.
Ya, akhirnya aku ber-statement bahwa akan selalu ada seleksi alam, dimana yang terkuat lah yang akan bertahan. Tapi tentu tidak bisa aku menghakimi hukum alam begitu saja. Ketidak aktifan anggota bisa terjadi karena kurangnya kesadaran akan sebuah tanggung jawab. Maka dari itu kita bangun melalui jalinan silahturahmi dan kekuatan emosional yang kuat. Adalah hasil dari intensitas diskusi, ngopi, atau aksi. Hal itu perlu, andai saja jika anggota tidak intens diskusi, ngopi, atau aksi. Lantas lewat celah mana kita akan memupuk emosional yang kuat?
Diajak ngopi aja susah, apalagi diajak aksi!
“Ketidak tahuan itu masih bisa di tolerir, tapi ketidak sadaran tidak ada toleransinya” – A. Taufik Husna
Bagi aku, baiknya bagi kader dan anggota PMII RFST jangan lagi ada kata “See you on top”, seharusnya kita berjalan beriringan menuju puncak, melewati rintangan bersama tanpa meninggalkan. Karna bagi aku sahabat pergerakan adalah orang yang berani menampar untuk membangkitkan dan menjabat tangan untuk menciptakan jalan bersama menuju puncak.
Sahabat yang mampu mengubah pola pikirku menjadi lebih baik, menunjukan jalan untuk menelusuri potensi tersembunyi sebelumnya, sahabat yang rela membantu dan mengorbankan waktunya untuk menjadikan kita orang yang lebih mempunyai mental yang kuat, sanggup berada dalam tekanan apapun.
Namun, penghianatan kerap kali ditemukan pada keberlangsungan berproses, bahkan terkadang proses yang menjadikan sahabat menjadi lawan. Niatku menampar untuk membangkitkan malah salah ditafsirkan karena mungkin kita jarang ngopi, level guyon kalian belum sampe pada titik itu hehe, bahkan yang lebih parah menurutku, aku pernah di adu dombakan dengan senior, dan aku tertawa haha kok ini lucu sekali. Dan hatiku hancur ketika mengetahui orang yang aku anggap selama ini malah mendukung statement balasan terhadap ulahku. Ah sudahlah kau tetap sahabatku, aku maafkan tapi tidak akan aku lupakan.
Untukku, sahabat pergerakan adalah dia yang selalu bersamaku pada saat kondisi terpuruk sekalipun, mampu membangkitkan semangat untuk bergerak melawan segala bentuk anomali, mengingatkanku bahwa perjuangan tidak berhenti sampai disini. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, yang sia- sia adalah ketika berhenti ditengah jalan perjuangan itu. Jika kamu pernah merasa berjuang, aku katakana itu bukan berjuang, karena bagiku perjuangan adalah proses tiada akhir.
Sahabat pergerakan akan mampu meyakinkan segala keraguan tentang proses yang akan dijalani, bukan soal berapa banyak kita memiliki sahabat, tetapi berapa banyak sahabat yang masih ada, satu dalam pemikiran, mengimplementasikan pemikiran kedalam gerakan kongkret, dan mampu berjalan bersama beriringan mencapai tujuan yang sama. Meskipun kita tahu bahwa proses ini tidaklah mudah, kritikan bahkan saling menjatuhkan sering kali terjadi. Namun itulah proses pergerakan, proses mengasah mental, dan proses pendewasaan diri yang harus dilewati, kesetiaan seorang sahabat dalam menjalankan suatu proseslah yang menentukan arah pergerakan itu berjalan dengan baik.
Dan aku tersadar, betapa bodohnya aku selama ini yang menunggu sahabat yang lain untuk bergerak bersama, padahal untuk bergerak massif bisa terwujud bersama dengan beberapa sahabat saja, yang pastinya dengan frame berpikir yang sama.
"Berjalanlah dengan mereka yang ikhlas bergerak, Meskipun tidak mudah, tapi ketika keyakinan terhadap nilai-nilai sudah memuncak, maka semuanya akan mudah. Aku akhirnya menemukan makna dari bait Mars PMII “satu barisan dan satu cita” dan “satu angkatan dan satu jiwa”.
Untuk mendapatkan orang-orang yang sejalan itu tidaklah mudah, namun seiring berjalannya waktu, dengan intensitas beroses yang semakin gencar, timbullah rasa saling memiliki yang kemudian menciptakan gerakan massif yang berbuah manis